Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Benteng Selatan (3)


__ADS_3

[Benteng Selatan]


Terlihat Leon yang masih terbaring di tanah, dan Kibo berlutut memegang tubuh Leon yang terbaring.


Mereka melihat sebuah Portal terbentuk di kawasan Camp prajurit. Semua orang bersujud ketakutan.


Lalu, Aries keluar dari sana bersama Rachel. Sepertinya Rachel menjemput Aries dulu.


"Kita harus sembunyi Kibo." Kata Leon dengan pelan .


"Apa itu bisa di lakukan. Sepertinya mereka sudah tau keberadaan kita." Kata Kibo dengan panik.


"Tidak Kibo, mereka belum mengetahui kita. Aku sudah menyembunyikan auramu. Kita harus sembunyi di luar benteng." Kata Leon dengan berbisik. Ia ingin menghindari Rachel dan Aries.


"Ah, baiklah. Aku akan membawamu kesana." Kata Kibo dengan panik. Ia pun mengangkat tubuh Leon dan menghilang dari sana.


.....


"HORMAT KAMI PARADICONE." Kata semua orang disana dengan tubuh gemetar.


"Apa yang sudah terjadi. Kenapa mereka datang kesini." Kata Cena dalam hati dengan terkejut.


"Aa, ah, bahkan mereka datang berdua. Apa yang sudah terjadi." Kata Joken dalam hati dengan ketakutan


.....


"Siapa yang memimpin disini sekarang.?" Kata Aries dengan serius.


"Ha. Hamba Yang Mulia." Kata Komandan Cena.


Aries pun berjalan kearah Cena secara perlahan.


"Apa kau melihat dua orang yang datang kesini.?" Kata Aries dengan serius.


"Haa. Mereka sedang mengamati kondisi benteng di atas sana Yang Mulia.?" Kata Cena dengan ketakutan.


"Hmm, kau jangan berbohong padaku komandan. Aku tidak bisa merasakan keberadaan mereka." Kata Aries yang mulai kesal.


"Ha, saya tidak berbohong Yang Mulia." Kata Cena dengan sangat ketakutan, tubuhnya mulai gemetar.


.....


"Aa, aapa mereka adalah penyusup.? Kenapa Yang Mulia sangat marah." Kata Joken dalam hati.


.....


"Ha. Yang Mulia, saya ijin berbicara. Mereka ada di depan gerbang Yang Mulia. Salah satu dari mereka ada yang terluka." Kata Joken dengan gemetar.


"APAAAAA.?" Teriak Aries yang terkejut.


.....


"Apa yang terjadi kepada mereka. Bahkan sampai ada yang terluka, siapa yang terluka. Lalu, kenapa mereka terluka.?" Kata Aries dalam hati dengan panik.


.....


"Aa, aah. Maa. Maafkan aku Yang Mulia. Apa mereka adalah penyusup.?" Kata Joken dengan gemetar.


"Apa yang kau bilang itu.? Apa kau tau siapa namanya.?" Kata Aries dengan kesal.


"Ha. Hamba tau Yang Mulia. Mereka adalah bernama Leon dan Kibo." Kata Cena dengan ketakutan.


"Apa kalian tau, siapa mereka.?" Kata Aries dengan kesal.


Semua orang disana hanya terdiam tak berbicara. Bahkan tubuh mereka semakin gemetar dengan kencang.

__ADS_1


"Haaah, Sudahlah. Lalu, bagaimana ciri-ciri orang yang terluka itu.?" Tanya Aries dengan kesal.


"Ha. Orang dengan badan lebih kecil Yang Mulia." Kata Joken dengan gemetar.


"HAAAAAA." Suara terkejut Aries. "Leon.?, apa yang terjadi padanya. Kenapa dia sampai terluka." Kata Aries dalam hati.


Tiba-tiba, Awan-awan mulai berkumpul diatas, dengan petir yang terus menerus menyambar. Tubuh Rachel mulai melayang. Aura putih keluar dari tubuhnya.


"Ah, gawat." Kata Aries yang melihat Rachel mulau mengamuk.


...


"Ee, eeh apa yang terjadi. Aura ini, aaah. Ini sangat-sangat kuat." Kata Joken dalam hati sambil bersujud


"Ini. Arrrggh. Kuat sekali. Uhuook." Kata Cena dalam hati sambil menahan rasa sakit karena aura Rachel.


.....


"Racheeel. Tenanglah, jangan mengunakan kekuatanmu disini. Aku akan mencari tau dulu." Teriak Aries kepada Rachel.


"Aku sudah kesal Aries. Dimana Leon.?." Kata Rachel dengan marah.


"Tenanglah Rachel. Kita harus mencari tau alasanya." Kata Aries kepada Rachel dengan panik.


Lalu, Rachel pun menahan Auranya. Dan ia mulai turun dari udara. Awan-awan mulai hilang dari langit.


"Cepatlah Aries. Aku tidak bisa merasakan aura Leon. Aku sangat khawatir." Kata Rachel dengan panik.


....


"Katakan yang sebenarnya. Dimana mereka, dan kenapa mereka terluka.?" Kata Aries dengan tatapan tajam, bahkan auranya mulai keluar.


"Ha, haam, Hamba Ijin bi, bicara Yang Mulia." Kata Joken dengan ketakutan, tubuhnya gemetar sangat kencang.


"Mereka keluar dari gerbang Yang Mulia. Lalu mereka di lempari batu oleh warga Porsa disana." Kata Joken yang ketakutan, bahkan ia sampai mengompol.


"Mereka ada di depan gerbang Yang Mulia." Kata Joken dengan mengerang kesakitan.


"Kau jangan berbohong padaku. Mereka tidak ada disana." Kata Aries dengan marah. Ia menekan Joken dengan kuat.


"Uhuook. Arrrgh." Suara Joken yang kesakitan.


Rachel pun langsung terbang mencari Leon di atas benteng. Bahkan ia menyusuri bagian dalam benteng.


.....


Diluar benteng.


"Apa tidak apa-apa Leon. Mereka akan menekan ribuan prajurit disana." Kata Kibo dengan panik.


"Aah, mungkin sebaiknya kau sendiri yang menemui mereka. Aku akan disini sebentar." Kata Leon yang masih sedih sambil terengah-engah.


"Leon, kenapa kau tidak mau menemui mereka. Rachel pasti sedang mencarimu." Kata Kibo dengan panik.


"Ah, aku tau Kibo. Aku hanya ingin sendiri disini. Aku akan menenangkan diri." Kata Leon yang terbaring di luar benteng.


"Apa kau yakin Leon. Kau membuatku panik." Kata Kibo dengan panik.


"Sebaiknya kau menemui mereka, dan katakan, aku baik-baik saja. Suruh mereka menunggu sebentar. Aku masih ingin melihat mereka yang menangis dari sini." Kata Leon sambil berusaha duduk.


"Leoon. Kau seperti biasa. Kau selalu membuat kami khawatir. Aku akan menemui mereka. Jagalah dirimu Leon." Kata Kibo dengan sedih. Lalu, ia pun menghilang.


"Aaah. Aku hanya ingin melihat mereka lebih lama." Kata Leon dengan lemas sambil melihat orang-orang menangis.


.....

__ADS_1


Didalam benteng.


"Katakan, dimana mereka sekarang.?" Kata Aries yang sudah mulai habis kesabaranya.


"Aarrrgk. Oookkh. Huh huh." Suara Joken yang kesakitan.


Tiba-tiba Kibo datang di depan Aries. "Aries, kau menyakiti prajuritmu." Kata Kibo dengan tagas.


"Kibooo." Kata Aries yang terkejut.


....


"Haah, itu, itu orang yang di cari Yang Mulia. Siapa sebenarnya dia.?" Kata Cena dalam hati sambil bersujud.


.....


Rachel yang sedang terbang di udara, melihat Kibo di depan Aries. Ia pun langsung turun menghampiri Kibo.


"Ah, Rachel." Kata Kibo yang melihat Rachel turun dari udara, lalu ia berjalan menghampirinya dengan marah.


"Kiboo. Katakan, dimana Leon sekarang.?" Kata Rachel sambil mengeluarkan auranya yang menekan Kibo.


"Aarrgh. Rachel. Tenanglah. Aku akan menjelaskan semuanya." Kata Kibo dengan kesakitan karena aura Rachel.


"Katakan Kiboo. Dimana Leon. Katakan padaku." Kata Rachel dengan sangat marah sambil berjalan ke arah Kibo.


"Racheel. Tenanglah, Kibo pasti punya alasan kuat, tenanglah Rachel." Kata Aries dengan panik.


Lalu, Rachel berhenti seketika. Auranya mulai hilang, dan ia meneteskan air mata.


"Ah, gawat. Aku akan membawa Rachel ke tenda Kibo." Kata Aries yang menghampiri Rachel yang sedang frustasi.


Rachel pun dibawa oleh Aries ke dalam tenda komando.


"Aries. Hikks. Dimana Leooon. Hiks." Kata Rachel yang menangis.


"Tenanglah Rachel. Kibo pasti menjelaskannya nanti." Kata Aries sambil menarik tangan Rachel kedalam tenda komando.


.....


"Emm, jadi. Aku sarankan buat kalian untuk menyingkir dari sini untuk sementara." Kata Kibo kepada semua prajurit disana.


"Apa yang sudah terjadi Tuan.?" Kata Cena kepada Kibo. Cena masih belum menyadari, kalau Kibo adalah Paradicone.


"Sepertinya akan ada yang mengamuk. Lebih baik kalian menyingkir dari sini, sampai mereka pergi." Kata Kibo sambil berjalan ke tenda komando.


"Aa, aah. Baik Tuan."Kata Cena yang tercengang.


"Semuanya, kita keluar dari benteng sekarang." Teriak Cena kepada seluruh prajuritnya. Mereka semua pun bergerak keluar benteng dari gerbang dalam.


Di luar benteng.


"Mereka semua menangisi keluarganya. Aaah. Ini sangat sakit. Kenapa aku sekarang bisa merasakan penderitaan orang-orang. Apa yang terjadi padaku. Haaaah, aku hanya ingin tenang. Aku hanya ingin mengakhiri perang ini. Aku harus kuat. Aku harus menahan perasaanku, setelah ini, pasti terjadi pembunuhan lebih banyak lagi." Kata Leon dalam hati sambil melihat orang-orang Porsa dari jauh.


"Hmm. Mereka mengingatkanku. Aku rindu kalian semua. Jeff, ayah, ibu, semuanya." kata Leon dengan sedih sambil memejamkan mata.


.....


Di tenda komando .


"Kiboo, dimana Leon. Katakan padaku." Kata Rachel dengan serius, sambil air matanya yang masih menetes.


"Tenanglah Rachel, Leon baik-baik saja. Ia menyuruhku menemui kalian. Dia hanya ingin menyendiri." Kata Kibo dengan sedih.


.

__ADS_1


.


__ADS_2