Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Teori Sihir Baru


__ADS_3

[Akademi Rousen, Tempat Latihan]


Terlihat, Leon yang sedang membangkitkan kekuatan sihir pada tubuh Lily.


"Apa kau bisa merasakannya Lily.?" Kata Leon kepada Lily sambil melihatnya memejamkan mata.


Tiba-tiba, Lily mengeluarkan Aura putih, dan Ia membuka matanya yang di selimuti aura putih. Ia mencoba menekan semua orang yang ada disana.


"Lily.?" Kata Salah satu temannya yang ketakutan.


"Lily, jangan lakukan itu, kau menyakiti temanmu." Kata Leon kepada Lily yang tiba-tiba mengamuk.


"Aaaahhh." Kata salah satu teman Lily yang kesakitan. Lalu, Leon pun menekan kekuatan Lily. Dan ia langsung pinsan disana.


"Apa yang terjadi.?" Kata Leon dalam hati. "Rewin, bawa Lily ke ruang kesehatan." Kata Leon yang panik.


"Ha, baik Tuan." Kata Rewin. Dan ia langsung membawa Lily ke ruang kesehatan.


"Apa kalian baik-baik saja disana. Maaf kan Lily, mungkin dia masih belum terbiasa." Kata Leon kepada para murid disana.


"Ah, tidak apa-apa kak." Kata Salah satu murid disana.


"Ah, Baiklah, kalian bisa kembali ke asrama." Kata Leon sambil tersenyum.


"Benarkah.?"."Waah, asiik"."Terimakasih kak Leon"."Sampai jumpa lagi"."Yaahoo." Kata anak-anak sambil berjalan keluar Ruangan.


Lalu, Leon pun mendekati Groy. "Groy, bisakah kau menggunakan kekuatan itu.?" Tanya Leon kepada Groy.


"Ah. Saya akan mencobanya Tuan." Kata Groy dengan senang.


"huh, aku ingin kau melatih mereka. Apa kau bisa.? Kalu kau tidak bisa, aku akan menyuruh orang lain." Kata Leon dengan tegas.


"Eeh, Maaf Tuan. Aku sebenarnya sangat senang, tapi aku masih belum mengerti kekuatan ini. Ini sangat berbeda Tuan. Mungkin aku juga akan mencari guru." Kata Groy sambil berlutut di depan Leon.


"Emm. Baiklah, aku akan mencari orang lain untuk mereka, mungkin kau juga bisa belajar Groy." Kata Leon kepada Groy sambil berjalan keluar ruangan.


....


Di ruang tertutup. Rachel, Aries dan Kibo, sedang melihat Leon keluar ruangan. Namun, layar sihir milik Aries, tiba-tiba buram. Sepertinya itu ulah Leon.


"Apa Leon akan kembali kesini Aries. Ia kan.? Tanya Rachel kepada Aries sambil tersenyum.


"Huh, aku juga tidak tau. Layar sihir itu sudah mati. Kita tunggu saja disini." Kata Aries dengan santai.


"Kalau begitu, aku akan keluar." Kata Rachel yang berjalan ke pintu keluar.


"HAAA, Tunggu Rachel. Jangan ke situ." Kata Aries sambil memegang tangan Rachel.

__ADS_1


"Aaa, Aaaaiiii." Kata Rachel yang menarik tubuhnya dari pegangan Aries.


....


Di jalan, Leon sedang memikirkan siapa yang akan mengajari mereka. Jika di lihat, kekuatan mereka setara dengan AJI bintang 6. Dan Lily ada di tingkat Gaia Droid.


"Siapa yang bisa melatih mereka.? Kalau aku membawa Lily ke castle, bisa-bisa Rachel marah padaku. Huh," Kata Leon yang sedang berfikir keras.


Leon pun pergi ke ruang kesehatan, untuk melihat Lily yang pinsan. Disana juga ada Lisa yang sudah tersadar.


"Ah, Tuan Leon. Apa dia akan ke Ruang Kesehatan. Sebaiknya aku temani." Kata Rewin yang melihat Leon pergi ke lapangan.


...


"Tuaaan. Tuaan Leoon." Kata Rewin yang mengejar Leon.


"Haaa, siapa yang memanggilku.?" Kata Leon sambil menoleh kebelakang. "Ah, Rewin ya." Kata Leon dengan santai.


Tiba-tiba, Leon menemukan ide. "Hoooo. Ide yang bagus Leon." Kata Leon kepada dirinya sendiri.


"huh, huh. Tuan, apa Tuan mau ke ruang kesehatan. Jalannya sebelah sini Tuan." Kata Rewin kepada Leon.


"Aaah. Hehe. Sepertinya aku salah jalan. Baiklah Rewin. Ayo kita kesana." Kata Leon sambil berjalan.


"Rewin, berapa tingkat sihirmu.?" Tanya Leon yang penasaran.


"Ehee, Tuan. Itu sudah Awakening tingkat puncak AJI. Dan saya di bantu oleh Dewi untuk mencapai tingkat itu." Kata Rewin.


"Aku merasa, dia ada di tingkatan AJI bintang 7 Tuan. Aku bisa merasakan dari auranya." Kata Rewin yang sebenarnya bingung.


"Aura putih itu, masih sangat lemah Rewin, aura putih yang sebenarnya tidak seperti itu. Lily ada di tingkat Gaia Droid." Kata Leon sambil Berjalan.


"HAAA." "apa itu benar Tuan. Saya sangat terkejut." Kata Rewin yang terkejut.


"Apa kau mau mengajarinya Rewin.?. Ah, tentu saja aku akan membantu mencapai tingkat lebih tinggi dari Lily." Kata Leon dengan tersenyum.


Rewin pun langsung berhenti seketika. Ia benar-benar sangat terkejut. Selama ribuan tahun ini, tidak ada yang bisa mencapai tingkat Gaia di Kerajaan Majaren.


"Apa yang sudah terjadi padaku, kenapa aku tidak bisa bergerak." Kata Rewin dalam hati yang sedang terkena Shock berat.


"Kau kenapa Rewin, apa kau tidak mau.?" Tanya Leon dengan kebingungan.


"Ah, Tuan. Tentu saja aku mau." Kata Rewin dengan tersenyum sambil berkaca-kaca.


"Huh, baiklah. Akan aku lakukan disini." Kata Leon dengan santai.


"Haaaa, disini Tuan.?" Kata Rewin yang tekejut. "ini terlalu mendadak, aku belum siap." Kata Rewin dalam hati.

__ADS_1


"Aaahh, lama sekali kau ini. Aku tidak punya waktu Rewin." Kata Leon yang mulai kesal.


"Ha, Baik Tuan." Ucap Rewin yang terkejut.


Leon pun mulai dengan prosesnya. Rewin berdiri di depan Leon, dan Leon memegang dada Rewin.


"Aku harus memutar wadahnya dulu. Setelah itu, masukkan energinya." Kata Leon dalam hati.


"Aaaaah. Huh, huh," Suara Rewin yang terkejut dengan tangan Leon yang bergerak. "Suara apa itu.? sialan kau." Kata Leon dengan raut wajah cemberut.


Lalu, keluar cahaya merah di seluruh tubuh Rewin. Dan Cristal yang ada di jantungnya, mulai membesar.


"Ini, Cristal merah, lebih mudah dari pada Cristal putih." Kata Leon dalam hati.


"Sudah selesai Rewin, kau sudah ke tingkat lebih tinggi dari Lily. Apa kau bisa mengajarinya ilmu sihir.?" Kata Leon kepada Rewin.


"Heh, heh, Baik Tuan, aku akan mengajarinya." Kata Rewin yang terengah-engah.


"Aku bisa merasakan, Kekuatan ini, benar-benar sangat kuat. Bukan hanya bisa membangkitkan orang, tapi Tuan Leon juga bisa membantu meningkatkan kekuatan orang. Dia benar-benar Dewa." Kata Rewin yang terkagum-kagum.


....


Leon dan Rewin pun, sampai ke ruang Kesehatan. Leon melihat Lily yang sedang terbaring lemas.


"Hmm, sepertinya ia tidak bisa mengontrol kekuatan barunya." Kata Leon dalam hati.


"Tuan, apa aku boleh bertanya sesuatu.?" Tanya Rewin yang sangat penasaran.


"Ah, tentu saja." Jawab Leon dengan santai.


"Ah, begini Tuan. Bagaimana Anda bisa membangkitkan seseorang.? lalu, bagaimana Anda bisa membantu seseorang mencapai tingkat kekuatan lebih tinggi.? Maaf Tuan saya sangat penasaran. Karena belum ada buku atau ilmu yang mempelajari itu." Kata Rewin yang sangat penasaran.


"Emm, Memang tidak alan pernah ada buku yang mempelajari itu Rewin. Karena ilmu ini sangat rumit, bahkan aku sendiri tidak bisa menjelaskan dengan jelas." Kata Leon dengan santai, sambil melihat Lily.


"Ah, baiklah Tuan." Kata Rewin yang sedih.


"Mungkin aku akan menjelaskannya sedikit. Di dalam jantung kalian, ada sebuah Cristal. Kau pasti sudah tau itu dari buku yang di buat Rachel." Kata Leon kepada Rewin.


"Iya itu benar Tuan." Kata Rewin yang penasaran.


"Sebenarnya, Cristal itu bukan kekuatan sihir. Tapi wadah untuk menampung Energi alam. Apa kau paham Rewin. Mungkin hanya itu yang bisa aku jelaskan. Dan kalau kau tidak bisa mencernanya, lupakan saja." Kata Leon sambil tersenyum.


"Haaaaa. Aku belum pernah mendengar teori itu. Ini seperti tidak masuk akal. Lalu dari mana kekuatan sihir ini.?" Kata Rewin yang bengong sambil berfikir keras.


...


"Suara ini, suara Tuan Leon. Ia ada disini. Eheeeekk." Kata Lisa dalam hati.

__ADS_1


.


.


__ADS_2