Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Perang (1) Ratusan Kapal


__ADS_3

[Wilayah Utara]


1 minggu berlalu setelah kedatangan Panglima Vera di wilayah utara Majaren.


"Kita sudah disini 1 minggu Mona. Apa sebaiknya melaporkan situasinya disini.?" Kata Vera.


"Ah, Saya pikir begitu Panglima." Kata Mona.


"Aku sangat bosan disini. Apalagi hanya untuk menjaga. Tapi ini adalah perintah." Kata Vera yang murung.


"Pasokan makanan kita masih banyak Panglima. Jadi kita bisa bertahan disini cukup lama." Kata Mona.


"Aku tau itu Mona. Aku hanya bosan disini." Kata Vera sambil tiduran di meja.


....


Di laut. Pasukan Jendral Juroo.


"Lapor Jendral saya melihat kapal perang sedang bergerak kesini." Kata salah satu komandan.


"Haa. Akhirnya, musuh datang. Aku sudah bosan hanya di atas kapal. Aku akan kesana melihatnya" Kata Juroo.


.....


Juroo pun bergegas keluar kapal dan melihat ke tengah laut.


"Apa identitas kapal itu. Berikan teropong padaku." Kata Juroo.


"Ha. Ini Jendral." Kata Komandan sambil memberikan teropong.


"Apa ini, hanya 1 kapal perang besar. Lalu, kapal siapa itu.?" Kata Juroo dalam hati.


Tiba-tiba ada salah satu komandan datang. "Lapor Jendral. Kami melihat satu kapal perang bergerak kesini dengan kecepatan penuh." Kata Komandan itu.


"Hee. Aku tau itu bodoh. Apa kau tidak tau, aku sedang melihatnya dengan teropong.?" Kata Juroo yang kesal.


"Ha. Jendral, itu adalah salah satu kapal perang. Kami melihat dari atas kapal. Ada ratusan kapal perang menuju kesini." Kata Komandan itu.


"Haaa. Benarkah, kenapa aku tidak bisa melihatnya." Kata Juroo.


"Ha. Jendral. Anda bisa memastikannya jika di lihat dari atas kapal." Kata Komandan itu.


"Ah, baiklah. Sepertinya kabut itu menutupinya." Kata Juroo yang bergegas menuju ke atas kapal.


....


"Ini. Ini bukan sembarangan pasukan. Ini pasukan utama Louktus. Apa Panglima mereka juga datang kesini. Aku harus segera melapor." Kata Juroo dalam hati dengan panik.


...


"Cepat. Gerakkan kapal dari sini. Kita harus menghindarinya." Kata Juroo.


"Lalu, Kirimkan laporan ini pada Panglima. Pasukan utama Louktus datang menyerang." Kata Juroo dengan panik.


...


Ditengah Laut.


"Sepertinya mereka mengetahui kedatangan kita." Kata Dona salah satu Nine Core.


"Ah, hancurkan semua kapal itu." Kata Abraham salah satu Nine Core.


....


Di tepi pantai, pasukan Juroo.


Terlihat bola api yang datang ke kapal mereka dengan begitu banyaknya.


"Jendral serangan musuh." Kata komandannya.


"Aaaah. Cepat bersiaplah ke posisi tempur. Tangkis semua serangan itu." Kata Juroo panik.


"Ha. Laksanakan Jendral." Kata komandannya.


"Tidak mungkin mereka datang kesini. Glegg. Ini benar-benar sangat mengejutkan. Aku sangat ketakutan. Tapi kita harus bertempur disini." Kata Juroo dalam hati.

__ADS_1


Ratusan ribu bola api terlihat di atas langit yang mengarah ke kapal-kapal miliki pasukan Juroo.


....


Di tenda Panglima.


Tiba-tiba salah satu komandannya Mona datang ke tenda Panglima.


"Lapor Panglima. Ada serangan musuh di tengah laut." Kata komandan itu.


"Apaa. Hehe. Ini waktunya beraksi." Kata Vera tersenyum. Ia pun langsung berlari keluar tenda. Lalu, Vera terkejut melihat ratusan ribu bola api di langit yang jauh.


"Apa itu. Glegg. Itu bukan serangan biasa. Mereka sedang menyerang pasukan Juroo disana. Apa kau bisa bertahan disana Juroo.?" Kata Vera dalam hati sambil tercengang melihat ratusan ribu bola api.


Tiba-tiba, kertas laporan keluar dari udara didepan Vera.


"Ah, ini laporan dari Juroo." Kata Vera. Lalu, Ekpresinya berubah sangat terkejut.


"CEPAAAT. BERSIAPLAH KE POSISI TEMPUR." Teriak Vera.


Semua prajurit yang ada disana pun langsung bergerak dengan cepat mengambil posisinya masing-masing.


"Mereka bergerak dengan cepat. Lalu, ada apa dengan kapal besar itu. Dia bergerak sangat cepat." Kata Vera dalam hati sambil melihat kapal milik Abraham.


"Lapor Jendral. Kita sudah siap di posisi bertempur." Kata Mona.


"Baiklah. Jaga jarak dari pantai. Biarkan mereka berlabuh dulu. Aku akan kirimkan perintah pada Juroo. Sepertinya ia sedang bertempur dengan mereka." Kata Vera yang panik.


"Ha. Laksanakan Panglima." Kata Mona.


....


Dilaut pasukan Juroo.


"Jendral serangan itu sudah dekat. Berikan perintahmu." Kata komandannya.


"Tunggu sebentar biarkan bola api itu mendekat lebih dekat. Pasti terjadi asap tebal. Lalu kita serang balik." Kata Juroo dengan berfikir keras.


Boal api itu pun semakin mendekat ke arah puluhan kapal milik pasukan Juroo.


"Sekarang. Serang bola api itu." Teriak Juroo.


"Tunggu, tunggu, tunggu. SEKARANG." Teriak Juroo.


Ratusan ribu anak panah yang dilapisi sihir api di tembakkan. Lalu, mereka melanjutkan serangan dengan ratusan ribu bola api. Itu di lakukan secara terus menerus.


....


Ditengah laut.


"Mereka menyerang balik. Tidak kusangka, mereka bisa menghalau serangan itu. Apa mereka pasukan dari Properose.?" Kata Abraham.


"Aku sendiri ingin tau. Lalu, apa kau akan membiarkan panah-panah itu mengenai kita.?" Tanya Dona.


"Ah, sepertinya sudah terlambat. Itu serangan kejutan dari mereka. Tidak kusangka. Hehe. Hahahaha" Jawab Abraham.


Panah-panah api dari pasukan Juroo pun menghujani ratusan kapal perang milik pasukan Abraham.


"Aahh."Arrrg." Cepat padamkan apinya." Jendral ada serangan lagi." Haaa.," Aah." Suara pasukan Abraham yang di serang bertubi-tubi.


"Halau serangan itu. CEPAAAT." Kata Jendral Louktus.


Pertempuran pun terjadi di tengah laut dengan saling menembakkan sihir api dan air. Beberapa kapal Louktus tengelam kedalam laut. Dan kapal milik pasukan Juroo masih utuh tidak tergores sama sekali.


"Kita tidak bisa diam disini Abraham. Aku akan kesana sendirian." Kata Dona, lalu tiba-tiba menghilang.


..


"Kau terlalu buru-buru Dona. Kita masih belum tau, apa Paradicone ada disana. Tidak kusangka, mereka tau kita akan menyerang kesini. Ini semakin menarik. Hahahaha." Kata Abraham.


...


Ditepi laut.


"Jendral, kita tidak bisa melihat mereka." Kata komandannya.

__ADS_1


"Serang mereka terus. Jangan sampai berhenti." Teriak Juroo.


"Ha. Laksanakan." Kata Komandannya.


...


"Ini situasinya sangat rumit. Jika seperti ini terus mereka bisa datang dengan tiba-tiba. Apa yang harus aku lakukan.?" Kata Juroo dalam hati.


Lalu, tiba-tiba gumpalan kabut yang menyelimuti laut terbelah sangat besar. Seseorang terlihat sedang terbang ke arah pasukan Juroo.


"Apa ituu.?" Kata Juroo terkejut.


....


"Mereka bukan sekumpulkan semut. Semua prajurit berkekuatan Gaia. Baimana bisa.?" Kata Dona yang sedang membelah kabut tebal.


....


"Gawat, gawat. Ituu. Panglima Louktus. Glegg, Nine Core." Kata Juroo dengan tercengang.


.....


[Perbatasan Selatan Kerajaan Forlsa]


Terlihat Xerone berada di tenda Panglima bersama Dion. Sedang membicarakan sesuatu.


"Ini sudah lebih dari 4 hari kita disini. Apa yang harus kita lakukan.?" Kata Dion dengan bosan.


"Kau sendiri yang kesini. Kenapa kau kemari, tempat tugasmu ada di benteng barat." Kata Xerone.


"Haah(mengela nafas). Aku bosan disana Senior. Semua orang berlutut padaku. Tidak ada yang bisa di ajak bicara. Bahkan Jendralku sangat membosankan." Kata Dion.


"Bukankah kau sendiri yang memilih Jendral itu.?" Tanya Xerone.


"Kau tau Senior. Ada beberapa Jendral yang di promosikan untuk masuk ke pasukanku. Ada satu Jendral dari kerajaan Majaren bernama Ares. Jendral yang lain aku sendiri yang memilih." Kata Dion.


"Mungkin kerajaan itu butuh kekuatan tempur yang kuat. Berhentilah mengeluh. Sebaiknya kau pergi dari sini. Dan jangan panggil aku Senior. Aku bukan seniormu, bahkan kerajaan kita berbeda." Kata Xerone.


"Aku hanya menghormatimu, meskipun pangkat kita sama. Jika kau tidak nyaman dengan itu, aku akan panggil namamu." Kata Dion sambil tiduran di atas meja.


Tiba-tiba Jendral Cena datang masuk kedalam tenda Panglima.


"Lapor Panglima. Ada ratusan ribu pasukan yang bergerak kesini." Kata Cena.


"Hehe. Ini saatnya bertarung." Kata Dion.


"Pasukan siapa itu. Apa kau tau Cena.?" Tanya Xerone.


"Ah, ituu. Sebaiknya Anda lihat sendiri." Kata Cena gugup.


"Aku akan ikut kesana." Kata Dion tiba-tiba berdiri.


Mereka semua pun berjalan keatas benteng. Dan melihat ratusan ribu prajurit sedang berbaris dengan rapi.


"Mereka sedang menunggu sesuatu." Kata Xerone.


"Siapkan prajurit. Pertempuran akan segera terjadi." Kata Xerone dengan tegang.


"Ituu. Tidak mungkin. Glegg. Pasukan utama Louktus. Kenapa mereka disini.?" Kata Dion tercengang.


Tiba-tiba seseorang berjalan kedepan pasukannya melewati ratusan ribu prajurit di luar benteng.


"Gawat, itu bukan pasukan sembarangan Dion." Kata Xerone terkejut.


"Glegg. Tidak mungkin mereka turun tangan langsung. Nine Core." Kata Dion terkejut sampai gemetar.


.....


Dua orang berjalan ke depan ratusan ribu prajurit Louktus.


"ini saatnya kita balas dendam Nicol." Kata Varel.


"Kau jangan membebani kami lagi. Kekuatan baru ini sudah cukup untuk menghabisi orang itu." Kata Nicol.


"Sebaiknya kita ratakan dulu pasukan di depan kita." Kata Varel.

__ADS_1


.


.


__ADS_2