Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Akademi Rousen


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Siang hari. Terlihat Rachel yang masih memeluk Leon.


"Mungkin hal ini tidak wajar bagimu Leon. Aku dulu tidak pernah seperti ini padamu, bahkan aku tidak pernah memelukmu, tapi terkadang kau sendirilah yang memelukku untuk menenangkanku. Bagimu, kau tidak bertemu denganku hanya beberapa minggu saja. Tapi Kau tidak akan pernah tau rasanya, kehilangan seseorang yang sangat dicintainya menghilang ribuan tahun. Dan saat kau kembali, aku benar-benar sangat terkejut. Aku tidak tau kenapa aku yang sekarang ini, aku merasa tidak ingin kau pergi Leon, bahkan dari pandanganku." Kata Rachel yang sedang manja sambil memeluk Leon.


"Hmm, aku tau apa yang kamu rasakan Rachel. Justru aku membiarkanmu untuk memelukku, karena aku tau perasaanmu." Kata Leon kepada Rachel sambil mengelus-gelus kepalanya.


Rachel hanya terdiam sambil memeluk Leon dengan sangat erat.


"Kau memang sudah tumbuh dewasa Rachel, aku ingat saat kau sedang berburu di hutan sendirian untuk mencarikanku makanan, dan aku melihatmu pinsan dengan penuh luka disana. Aku benar-benar sangat takut dan terkejut saat aku melihatmu terkapar tak sadarkan diri, sampai aku tidak bisa bicara. Aku mengendongmu sambil menangis, dan saat aku merawatmu juga menangis. Bahkan aku tidak mau tidur hanya untuk melihatmu bangun."Kata Leon yang mengingat masa kecilnya saat mereka tinggal berdua saja di reruntuhan desa.


"Aku hanya ingin berusaha untuk membantumu Leon. Kau benar-benar berusaha untuk merawatku, dan setiap hari aku melihatmu pulang dengan luka yang baru terus menerus. Kau membawakan makanan untukku. Saat kau pergi ke hutan, kadang aku menangis sendiri memikirkanmu." Kata Rachel yang mengingat masa kecilnya sambil memeluk Leon.


"Aah, aku hanya tidak ingin kehilangan sesuatu yang sangat berharga untukku. Aku benar-benar bahagia saat bersamamu dulu Rachel. Aku hanya ingin terbangun dengan melihatmu setiap hari. Dan aku sangat takut jika aku terbangun tidak melihatmu." Kata Leon.


"Apa sekarang kau tidak bahagia Leon.?" Kata Rachel sambil melihat wajah Leon.


"Hahaha justru aku sekarang sangat senang Rachel, tinggal bersamamu seperti dulu, membuatku ingat masa lalu, apalagi sekarang kita tinggal di sebuah Castle yang sangat besar buatanmu, makanan selalu ada setiap hari. Dan tidur di kasur yang sangat nyaman." Kata Leon sambil tersenyum.


"Huh, ini semua aku bangun hanya untukmu nantinya, tapi selama ribuan tahun kau tidak pernah kembali." Kata Rachel dengan sedih.


"Jika kau yang membangun sebuah castle, justru castle itu akan sangat ramai, seperti castle Nasion buatanmu dulu. Bahkan kau membangun sebuah kota di sekitarnya". Kata Rachel yang cemburu dengan penduduk Nasion karena perhatian Leon.


"Aku membangunnya, karena aku ingin mereka semua hidup dengan tenang, aku bahkan tidak membatasi mereka. Aku sangat senang melihat kebahagiaan orang yang hidup dengan aman tanpa ada kekejaman dan kejahatan." Kata Leon dengan sedih mengingat mereka semua yang sudah tiada.


Tiba-tiba Aries dan kibo datang, dan mereka melihat Rachel yang sedang memeluk Leon.


"Araa. Apa kami menganggumu Rachel.?" Tanya Aries kepada Rachel.


"Heee, Aries, kibo. Kenapa tiba-tiba." Kata Leon dengan malu sambil berusaha melepaskan pelukan Rachel.


"Em, kenapa kalian datang kemari, kau sangat mengangguku Aries." Kata Rachel dengan santai sambil berusaha memeluk Leon agar tidak lepas darinya.


"Wanita tercantik didunia, dan laki-laki terkuat di dunia. Mungkin kalian memang sudah di takdirkan bersama. hahaha."Kata Aries sambil tertawa.


"Leon, berhentilah memberontak." Kata Rachel sambil memeluk Leon dengan erat.

__ADS_1


"Aaaaaaaah, lepaskan Racheel.". Teriak Leon yang kesakitan karena remasan dari pelukan Rachel


....


[Akademi Rousen]


Terlihat Rewin sedang memeriksa beberapa nama calon angkatan baru siswa dan siswi yang mendaftar masuk ke perguruan Rousen.


Akademi itu sangat terkenal di seluruh 3 benua wilayah Paradicone. Bahkan sampai ada orang tua yang menjual rumahnya hanya untuk menyekolahkan anaknya disana.


Kerajaan Majaren memang terkenal lemah di bidang militernya, Tapi, tidak dengan Ekonomi dan pendidikanya.


Ada beberapa sekolah yang terkenal di dunia ini. Namun, Orang yang masuk ke Akademi, hanya di terima di wilayah kekuasaannya masing-masing.


Kita tau kalau dunia ini di bagi menjadi 2 bagian wilayah kekuasaan. Louktus Prem dan Paradicone. Namun, sebagian wilayah Paradicone sudah di kuasai oleh Louktus.


Wilayah kekuasaan yang sudah di kuasai Louktus harus belajar di wilayahnya sendiri.


Seperti kerajaan Honzu, yang sudah menjadi keanggotaan kekuasaan Louktus, tidak bisa mendaftar ke Akademi Rousen, karena itu masih wilayah Paradicone. Dan begitu sebaliknya.


Sisanya, ia mencoret nama seseorang karena tidak bisa membayar biaya pendaftaran. Dan ada juga karena nilai teori atau prakteknya yang kurang.


Akademi itu ada beberapa tingkatan kelasnya. Dasar, Menengah, Atas, Tinggi.


Dasar ada beberapa tingkatan dari 1-7. Menengah dari 1-5, Atas dari 1-5, Tinggi 1-5. Semua tingkatan itu memiliki seragam yang berbeda-beda.


Dan bagi Akademi itu tidak memandang umur, bahkan nenek-nenek yang sudah berumur 65 tahun pun di perbolehkan. siapapun bisa mendaftar.


Semua tingkatan itu tergantung dari ujian praktek tahunan. Jadi saat siswa baru mendaftar dan mengikuti test, bisa jadi ia langsung ada di tinggat Atas, atau bahkan tinggat Tinggi.


Dan setiap tahunnya, semua murid yang sudah resmi menjadi siswa Akademi, akan di test ulang, untuk menentukan Tingkatan Kelasnya. Bisa jadi ada siswa yang berada di tingkat Tinggi, turun ke Tinggkat Atas. Tergantung dari hasil testnya.


Sebenarnya pendaftaran itu gratis, tidak ada biaya administrasi. Dan saat mereka di terima, mekera harus membayar biaya yang sangat mahal.


Di pamflet perekrutan sudah tertulis informasi itu semua dengan lengkap. Namun banyak orang yang menghiraukan. Yang penting mereka daftar aja dulu.


Peraturan ini di buat oleh Rachel sendiri, dan setiap 50 tahun, biayanya akan bertambah.

__ADS_1


...


[Castle Taman Surga]


"Rachel, aku penasaran dengan pembangunan Castle ini. Bahkan makanan selalu ada, dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak ini.?" Tanya Leon yang sedang makan.


"Hem hem (Tersenyum). Aku mengambil uang pendaftaran tahunan dari Akademi, namun itu hanya 20% saja, sisanya akan di kembalikan ke murid-murid disana, untuk biaya mereka selama 5 tahun. Dan setiap 5 tahun, mereka akan membayar lagi. Lalu, aku juga mengambil uang pajak tahunan dari istana sebesar 20%. Aku mengambil uang-uang itu saat 50 tahun sekali, jadi selama ribuan tahun aku sudah mendapatkan banyak uang. Bahkan aku bisa membuat 10 kerajaan sekaligus sekarang. HAHAHAHA". Kata Rachel dengan tertawa licik. Sambil memasak makanan penutup untuk Leon, yang di temani Aries.


"Kau benar-benar memeras mereka Rachel, bagaimana Kerajaan ini bisa berkembang jika kau mengambil uang itu, meskipun hanya 20% saja". Kata Leon yang sedang mengurui Rachel.


"Hehe, aku tidak tau masalah kerajaan dan politik Leon, aku tidak bisa sepertimu. Aku juga menyimpan uang itu sekarang, hanya sedikit saja yang aku pakai, untuk membangun Castle dan Taman, lalu aku membeli gaun yang bermacam-macam warnanya, lalu aku membeli perhiasan juga, lalu aku membeli beberapa perabotan, lalu aku membeli..". . "AAAAAAHH" Teriak Leon yang memotong pembicaraan Rachel.


"AKU BELUM SELESAI BICARA". Teriak Rachel Kesal sambil memukul Leon dengan spatula.


"Hahaha, Kau memang pintar berbisnis Rachel". Kata Kibo sambil makan.


"Ngomong-ngomong dimana Rubah itu Rachel, aku tidak melihatnya beberapa hari ini.?". Tanya Leon.


"Ah, Dia pergi ke benua Lories bersamaku Leon, karena Rachel sudah tidak membutuhkannya, jadi aku kembalikan ia ke keluarganya." Jawab Aries sambil memasak.


"Hah dia punya keluarga.?" Tanya Leon.


"Saat kamu melihat Rubah itu di castle Nation, ia sebenarnya sudah memiliki keluarga di hutan sana. Lalu saat setelah semua tragedi didunia selesai, Aries membuatkan tempat sendiri, dan memberikan hutan di sana. Mungkin sekarang jumlah mereka sudah sangat banyak." Kata Rachel yang masih memasak makanan penutup untuk Leon.


"Hoo," Kata Leon yang tidak ingin tau.


"Leon, apa yang kau rasakan saat menghilang di udara waktu itu." Tanya Kibo sangat penasaran.


"Aah, kau membuatku teringat kejadian itu kibo. waktu itu aku sedang kebinggungan, aku merasakan kemarahan yang amat sangat besar. Bahkan aku sampai tak sadarkan diri waktu itu. Aku mencoba mengendalikan kekuatan ini, namun kekuatan ini memberontak dan keluar dari tubuhku terus menerus. Aku sebenarnya hanya mengancam mereka, aku tidak bermasud membunuh mereka semua. Tapi aku melihat kalian yang masih hidup sudah diambang kematian, Apalagi disana ada Rachel. Aku sudah tidak punya pilihan lain selain membunuh mereka semua." Kata Leon dengan sedih.


"Apa kau berencana untuk menguasai dunia lagi Leon. Jika kau masih ingin menguasai dunia, aku benar-benar sudah siap untuk membantumu". Kata Kibo kepada Leon.


"Aku sudah tidak tertarik untuk menguasai dunia Kibo, apalagi menjadi Raja muda. Aku hanya ingin hidup dengan normal dan tenang sekarang." Kata Leon sambil melihat Rachel yang sedang memasak.


.


.

__ADS_1


__ADS_2