Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Pertempuran Neverley (3).


__ADS_3

[Perjalanan menuju lembah timur]


Pada pagi hari, Leon dan pasukannya sudah memasuki wilayah Nerverley.


"Kirimkan surat kepada Dion, suruh dia bersama pasukannya untuk bergerak menuju istana. Sepertinya Raja Neverley sedang bersantai disana." Kata Leon.


"Baiklah, akan aku kirimkan surat perintahnya." Saut Kibo sambil menungangi kuda.


...


[Benteng Utara]


ZINGG. Suara surat yang muncul di depan Dion.


"Ah, akhirnya surat dari pimpinan." Kata Dion sambil mengambil surat itu.


"Apa ada perintah Panglima.?" Tanya Ares yang sedang duduk di depan Dion.


"Sepertinya begitu, aku baca dulu suratnya." Jawab Dion.


Dion pun membaca surat perintah itu dengan serius. Lalu, tiba-tiba raut wajahnya berubah menjadi senang.


"Hehe. Kita harus bergerak sekarang Ares. Perintah sudah di turunkan kepada kita, kuasai istana Neverley." Kata Dion dengan tersenyum.


"Panglima, apa pimpinan masih dalam perjalanan.?" Tanya Ares.


"Ares, para pemimpin sedang berperang di lembah timur Neverley. Aku menduga, pimpinan sedang berhadapan dengan panglima Louktus disana." Jawab Dion.


"Heee.? Aku tidak menyangka panglima Louktus akan turun tangan." Saut Ares yang terkejut.


"Apa kau masih belum pernah bertemu dengan mereka Ares.?" Tanya Dion.


"Aku tidak ingin bertemu dengan mereka Panglima, mendengar namanya saja sudah membuatku sangat ketakutan." Jawab Ares.


"Hem, kau tau Ares, pimpinan pernah bertarung dengan dua Nine Core sekaligus, dan mereka berdua dibuat sekarat didepan kami waktu itu." Kata Dion.


"Pimpinan memang sangat kuat Panglima. Aku pernah mendengar saat pimpinan bertarung sedirian melawan 3 orang Nine Core di pelabuban, dan mereka semua juga sekarat." Kata Ares.


"Itu masih belum seberapa Ares, kekuatan Nine Core sekarang jauh lebih kuat lagi. Ini akan menjadi peperangan yang sangat hebat." Kata Ares.


"Itu benar Panglima. Aku berharap tidak bertemu dengan mereka." Kata Ares.


"Aku juga sependapat denganmu. Baiklah, sebaiknya kita bersiap-siap sekarang." Kata Dion.


"Baik Panglima, aku akan menyiapkan pasukan sekarang." Saut Ares sambil berdiri. Lalu ia pun keluar tenda.


"Surat perintah ini membuatku bingung, kuasai istana tanpa kekerasan. Apa maksudnya ini.?" Kata Dion dalam hati sambil membaca surat perintah dari Leon.


...


[Di lembah timur]


Terlihat, Dona dan Winsol sedang bersiap-siap menghadang pasukan Gionova dengan jumlah prajurit yang luar biasa banyaknya.


Pasukan mereka di bagi menjadi 6 grup. 2 grup berada di samping kanan dan kiri gunung, lalu 4 grup lainnya sedang berbaris dengan rapi memenuhi lembah.

__ADS_1


"Jumlah ini terlalu banyak untuk melawan mereka." Kata Winsol.


"Kau sendiri yang menyiapkan prajurit ini, berhentilah bersikap sombong, kau tidak akan tau sebelum peperangan dimulai." Saut Dona.


"Chikh. Mereka akan membayar semuanya. Dengan Cristal ini aku pasti akan membunuhnya." Kata Winsol.


"Winsol, Mereka juga memiliki pasukan yang sangat kuat, kita juga harus berhati-hati." Kata Dona.


"Jangan bandingkan aku dengan Varel dan Nicol, aku jauh berbeda dengan mereka." Kata Winsol.


"Aku tau itu, tapi dengan kekuatan kita sekarang, bisa jadi kita akan membunuh pasukan kita sendiri. Jadi berhati-hatilah." Kata Dona.


"Ah, aku akan langsung bergerak melawan mereka secara langsung." kata Winsol.


...


Di tempat Leon berada. Leon dan pasukannya hampir sampai di lembah timur.


"Perasaan ini, aku merasakan pembunuhan yang sangat hebat setelah ini." Kata Leon dalam hati.


Lalu, ia pun melihat prajurit yang sedang berbaris dengan begitu banyak di depannya.


"Itu mereka." Kata Leon sambil memelankan laju kudanya.


"Leon, mereka semua sudah bersiap menyambut kita." Kata Kibo.


"Ah, aku tau Kibo. Sebaiknya kau siapkan jiwamu. Aku sudah merasa kesakitan sebelum peperangan ini di mulai." Kata Leon.


"Aku sudah siap dengan itu, biarkan aku yang bertarung dengan Nine Core seorang diri." Kata Kibo.


"Em, serahkan padaku." Saut Kibo.


"BERHENTIIII." Teriak Leon kepada pasukannya.


Semua prajuritnya pun berhenti seketika, dan mereka melihat pasukan Louktus yang sudah bersiap untuk bertempur.


"Itu jumlah yang sangat banyak." Kata Cena yang melihat pasukan Louktus di depannya.


"Mereka bahkan di lengkapi dengan senjata perang yang besar." Kata Xerone dengan terkejut.


"Sebaiknya aku menghampiri pimpinan." Kata Xerone sambil turun dari kudanya dan berjalan ke arah Leon.


"Pimpinan, apa perintah anda.?" Tanya Xerone kepada Leon sambil berlutut.


"Xerone, siapkan pasukan kita, bariskan mereka untuk menghadapi prajurit Louktus itu." Jawab Leon sambil menungangi kuda dan bergerak ke depan.


"Ha, laksanakan perintah." Kata Xerone. Lalu, ia pun bergerak menuju pasukannya.


"Jumlah ini sangat banyak sekali Kibo, aku bisa saja membunuh mereka semua dengan satu serangan. Tapi sepertinya itu tidak mudah." Kata Leon sambil bergerak ke depan.


"Ah, kau benar, mereka pasti akan menghalangi kita." Kata Kibo sambil mengikuti Leon.


"Tugas kita adalah bertarung dengan Nine Core, serahkan para prajurit Louktus itu kepada Xerone dan lainnya." Kata Leon.


"Aku tau itu." Saut Kibo.

__ADS_1


Lalu, Dona dan Winsol pun terbang ke arah Leon.


"Hem, mereka sudah datang Kibo, sepertinya mereka akan menyambut kita lebih dulu." Kata Leon sambil melihat Dona terbang kearahnya.


"Serahkan mereka padaku Leon. Sebaiknya kau duduk dan pimpin saja prajurit Gionova." Kata Kibo sambil melihat Dona dengan tatapan tajam.


WOSSSH. Suara tubuh Dona dan Winsol yang berhenti di atas udara.


"Hem, sepertinya informasi itu benar, tidak kusangka, kau sendirilah yang datang kemari." Kata Dona kepada Leon.


"Apa kau ingin kembali ke abad kekosongan.? Tidak seperti biasanya kau menyambut musuhmu sebelum perang di mulai." Kata Leon dengan tatapan tajam.


"Aku hanya ingin berbicara denganmu sebelum perang di mulai." Saut Dona.


"Apa yang ingin kau bicarakan.? Sudah tidak ada negosiasi lagi di antara Paradicone dan Louktus." Kata Leon.


"Hee.? Hahaha. Apa yang kau bicarakan.? Kami hanya ingin melihatmu hidup sebelum kau mati." Saut Winsol.


"Winsol, jaga omonganmu. Aku yang akan menghadapimu." Kata Kibo dengan kesal.


"Hem, Kibo, jangan main-main denganku, kau tidak sebanding dengan kami sekarang, apa kau ingin mati dengan cepat.?" Tanya Winsol.


"Jangan menilai hasil akhir sebelum pertarungan di mulai." Kata Kibo.


"Apa kau sudah tidak sabar.?" Tanya Winsol.


"Chikkh, aku sudah tidak sabar ingin membunuhmu." Kata Kibo yang kesal.


"Hem, kau lihat. Cara seperti ini sudah tidak berlaku di jaman sekarang, apa yang ingin kau bicarakan.?" Tanya Leon kepada Dona.


"Aku hanya ingin memberikan pesan untukmu. Pimpinan Louktus tidak akan pernah menyerah untuk melawan kalian, segala cara akan kami lakukan untuk memusnahkanmu." Jawab Dona.


"Benarkah.? Lalu dimana pemimpin kalian.? Apa dia seorang pengecut yang bersembunyi di belakang anak buahnya.?" Kata Leon.


"Chikh. Omonganmu kasar sekali. Untuk membunuhmu, pemimpin kami tidak perlu turun tangan." Kata Dona.


"Apa kau sudah yakin dengan omonganmu itu, bahkan jika kau menggunakan puluhan Cristal merah, itu masih belum cukup untuk melawan kami." Kata Leon dengam tatapan serius.


"Haaa.? Apa dia tau.?" Kata Dona dalam hati dengan terkejut.


"Hem, sepertinya kalian masih menggunakan cara yang sama." Kata Leon dengan tersenyum licik.


"Apa yang kau tau dengan Cristal itu.? Jangan sok tau dengan kekuatan para Dewa." Kata Dona dengan kesal.


"Kalian benar-benar bajingan, mengunakan jiwa orang yang sudah mati untuk mengisi energi sihir. Apa kalian tau, jiwa itu bukan milik kalian." Kata Leon.


"Heee.? Apa itu.? Hahahaha. Ternyata benar, kau hanya pecundang yang sok tau dengan kekuatan ini. Kau seperti bajingan yang hanya bisa bicara saja." Kata Dona.


"Chikh, kau yang tidak tau apa-apa.? Jiwa itu bukan milikmu, dan kau tidak berhak untuk mengunakannya." Kata Leon.


"Sepertinya kau tidak bisa diajak bicara. Mantan Maharaja, hari ini adalah hari terakhirmu." Kata Dona sambil pergi menjauh dari sana.


"Aku akan membunuhmu." Kata Winsol sambil mengikuti Dona.


"Chikh. Mereka benar-benar orang bajingan." Kata Kibo dengan sangat kesal.

__ADS_1


.


__ADS_2