Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Pasukan Gionova


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Panglima, Jendral, dan Calon pasukan Gionova berkumpul di ruang tahta Castle Taman Surga menunggu pemimpin tertinggi Gionova.


"Xerone. Bagaimana kabarmu sekarang.?" Tanya Deko dengan tersenyum


"Ah, Deko. kau disini. Apa kau di promosikan.?" Tanya Xerone tersenyum.


"Itu benar Xerone. Aku dengar kau sudah menjadi Panglima perang sekarang. Apa itu benar.?" Tanya Deko dengan penasaran.


"Ah, aku bersama Panglima Vera adalah yang pertama dipilih, bersama para komandan. Bahkan semua pasukanku sudah menjadi Monster sekarang. Hahaha." Kata Xerone dengan tersenyum.


"Apa masudmu Monster.?" Tanya Deko penasaran.


"Semua prajuritku sudah mencapai tingkat Gaia bintang 1. Sama sepertimu. hahaha." Kata Xerone tertawa senang.


"Heeee. Benarkah.? Bagaimana bisa?. Itu mustahil Xerone." Kata Deko terkejut.


"Itu benar, hanya satu orang yang bisa melakukan itu. Tuan Leon sedang membangun pasukan terkuat didunia untuk melawan Louktus." Kata Xerone tersenyum.


"Ini benar-benar sangat mustahil Xerone." Kata Deko yang masih tidak percaya.


"Aku sendiri sudah mencapai Awakening Gaia Deko. Jika kau dipromosikan menjadi Panglima. Kau akan di berikan kekuatan itu. Kita akan bekerja sama nantinya." Kata Xerone tersenyum.


"Aku masih tidak percaya. Ini tidak mungkin Xerone." Kata Deko sangat terkejut.


"Nanti kau akan tau sendiri Deko. Sebaiknya kita tunggu Tuan Leon." Kata Xerone tersenyum. Dan Deko hanya menelan ludah dengan terkejut.


....


"Xerone, disini kau rupanya." Kata Vera yang menghampiri Xerone.


"Ah, Vera. kau datang sedikit terlambat." Kata Xerone dengan tersenyum.


"Siapa wanita cantik ini Xerone.?" Tanya Deko penasaran.


"HEEEE. Apa kau mau mati.?" Kata Vera dengan marah.


"Ahaha. Dia adalah Panglima perang yang terpilih bersamaku Deko." Kata Xerone kepada Deko.


"Ha. Panglima Vera. Maafkan saya." Kata Deko sambil menundukkan badanya.


"Hem." Suara Vera yang kesal.


.....


Mereka pun mengobrol bersama sampai beberapa jam. Lalu, Portal dimensi terbentuk di depan semua orang yang ada di ruangan itu.


"Xerone, Paradicone datang. Cepatlah bersujud." Kata Deko ketakutan.


"Sebaiknya kau tidak bersujud setelah di lantik." Kata Xerone serius.


....


Lalu, Kibo dan Aries keluar dari portal itu, di susul Rachel di belakangnya. Dan Leon hanya melihat dari atas.


Semua orang berbaris dan bersujud ketakutan menghadap Paradicone, kecuali Xerone dan Vera bersama komandanya.


"HA. HORMAT KAMI PARADICONE." Kata semua orang disana.

__ADS_1


Lalu. "HA. HORMAT KAMI PEMIMPIN GIONOVA." Kata Xerone dan Vera bersama komandanya.


Semua orang yang mendengarnya sangat terkejut dengan salam hormat dari Xerone dan lainnya.


Mereka semua gemetar ketakutan, karena moment ini adalah moment yang sangat langkah. Tiga Paradicone berkumpul di depan mereka.


....


"Apa mereka sudah berkumpul semua Aries.?" Tanya Rachel kepada Aries.


"Mereka adalah orang-orang pilihan dari tiga benua. Sepertinya yang ada di otakmu sekarang hanya ada Leon." Kata Aries dengan tersenyum.


"Ee, eeeh." Suara Rachel malu dengan wajah memerah.


.....


"Mereka ada didepanku, aku sangat takut." Kata salah satu orang dalam hat.


"Kenapa Xerone tidak bersujud. Apa kau ingin mati Xerone." Kata Deko dalam hati dengan ketakutan.


.....


Diatas ruang tahta. Leon sedang melihat para calon pasukan Gioniva.


"Semoga ini cepat terbentuk, aku punya firasat buruk setelah ini." Kata Leon dalam hati.


"Aku akan melakukan tugasku disini. Emm. Laporan dari Rewin, Lucas dan Kevin, belum aku baca sama sekali. Semoga proyek itu tetap berjalan tanpa ada gangguan." Kata Leon sambil membuka beberapa berkas.


....


Diruang tahta.


"Purff. HEEEEEEE." Suara Leon yang sangat terkejut.


"Kau membuatku terkejut Aries. Aku sudah bilang, jangan bawa-bawa aku disana. Heeeh(mengehela nafas) semoga mereka tidak mengenalku." Kata Leon dengan kesal, sampai berkas yang di pegangnya tersobek.


.....


"Haa. Apa Tuan Leon adalah Maharaja. Glegg(menelan ludah). Aaah Aku sangat terkejut. Ini benar-benar sangat mengejutkanku." Kata Xerone dalam hati dengan tubuh gemetar sampai kepalanya berkeringat ketakutan.


"Aku tidak percaya, ternyata Tuan Leon seorang Maharaja. Aku tidak kuat, aku ingin menangis." Kata Vera dalam hati dengan sangat ketakutan. Bahkan tubuhnya sampai mematung sangat kaku.


"Marajara. Glegg. Aku baru mendengarnya. Dan aku mau pinsan." Kata Deko dalam hati dengan sangat ketakutan.


....


"Aries, kau akan mati setelah ini." Kata Kibo dengan serius sambil memejamkan mata.


"Heee. Benarkah. sepertinya aku terlalu semangat." Kata Aries ketakutan.


"Hm. Kita selesaikan sekarang." Kata Rachel serius.


.....


"Baiklah. Aku akan sedikit menjelaskan. Kalian disini adalah orang-orang terpilih dari tiga benua, yang akan di promosikan menjadi petinggi pasukan khusus. Kalian berkumpul disini untuk di lantik menjadi pasukan khusus itu. Ini saatnya kita melawan pasukan Louktus. Aku pemimpin Paradicone yang memiliki wilayah separuh bumi bagian barat, akan mengambil wilayah yang sudah mereka ambil. Dan sekarang saatnya kita akan mengambilnya kembali." Kata Rachel serius.


Semua orang yang mendengarnya benar-benar sangat terkejut, mereka semua ketakutan, gemetar, dan tidak ada yang berani berbicara. Dan Leon hanya melihat mereka semua dengan serius.


"Satuan Pasukan Khusus bernama Gionova adalah pasukan terkuat saat ini. Kalian semua adalah bagian dari pasukan Gionova setelah ini. Markas sementara Gionova ada disini Castle Taman Surga. Aku akan memperkenalkan diri pada kalian semua sebagai pemimpin. Namaku adalah Rachel Lawren, gelar Dewi Perang, Pemimpin tertinggi Gionova. Tangan kanan adalah Kibo Klain, gelar Kaisar Naga. Dan Tangan kiri adalah Aries Roslite, gelas Dewi Kematian." Kata Rachel penuh semangat.

__ADS_1


Ekspresi semua orang benar-benar sangat terkejut ketakutan, bahkan mereka semua hampir pinsan mendengar nama itu. Ini pertama kalinya selama ribuan tahun mereka mendengarnya.


"Aku bertanya kepada kalian semua. Apa kalian bersedia mengabdikan diri kepada Gionova.?" Kata Rachel dengan semangat.


"HA. KAMI BERSEDIA MENGABDIKAN NYAWA KEPADA GIONOVA." Kata semua orang disana secara kompak.


"Kalian adalah kekuatan tempur di bawah perintah Sang Maharaja. Penguasa dunia yang sebenarnya. Kita akan memenangkan perang ini di bawah kepemimpinannya." Kata Rachel dengan semangat.


Semua orang disana menahan ketakutannya. Bahkan mereka berusaha untuk tidak pinsan. Ini adalah kabar yang sangat besar bagi mereka semua. Sang Maharaja, penguasa dunia yang sebenarnya, sudah kembali ke dunia.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH YANG MULIA MAHARAJA." Kata semua orang disana.


....


"Eeeh. Ee. Aaaah. Bahkan Rachel membawaku disana. Haah, aku tidak bisa marah padanya." Kata Leon yang lemas.


....


"Baiklah, kita akan mulai pelantinkkannya." Kata Rachel dengan serius.


"Panglima tangan kiri. Renny, Abelia, Deko, Sin, Sella, dan Xerone. Berbarislah di depanku." Kata Aries dengan serius.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH YANG MULIA." Kata mereka semua yang di panggil.


"Panglima tangan kanan. Vera, Dion, Steve, Jordan, Kensa, dan Viona. Berbarislah didepanku." Kata Kibo dengan tagas.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH YANG MULIA." Kata mereka semua yang di panggil.


....


"Ah, mereka yaa. Para panglima tempur. Sepertinya jiwa meraka kuat. Aku harap mereka bisa melakukan tugas yang berat ini." Kata Leon dengan serius.


....


"Aku akan memberikan benih kekuatan kepada kalian. Bola cahaya yang bisa meningkatkan kekuatan kalian ketingkat Awakening Gaia." Kata Rachel yang mengeluarkan bola cahaya dari kotak dimensi kepada Panglimanya kecuali Xerone dan Vera.


Lalu, bola cahaya itu di ambil oleh semua panglima dengan bersujud dan di letakkan di dada mereka masing-masing.


Mereka merasakan kekuatan yang berlimpah, energi sihir mengalir sangat banyak di dalam tubuh. Lalu, mereka pun di lantik dengan sumpah prajurit.


"Kalian akan dilantik dengan sumpah prajurit. Dan setelah kalian dilantik, kalian semua di larang bersujud didepan kami. Berlututlah, dan tundukkan kepala kalian." Kata Rachel dengan serius.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN GIONOVA." Kata semua Panglima. dan mereka pun berlutut di depan Rachel.


Lalu, Rachel mencabut tato sihir yang sudah tertanam sebelumnya. Dan di tanamkan tato sihir yang baru sebagai pasukan Gionova.


"Aku akan memberikan tiga kotak dimensi yang berbeda kepada kalian, Panglima perang Gioniva, yang berisi bola cahaya untuk para Jendral, komandan, dan para prajurit. Perintah pertama untuk Panglima. Laksakanan sekarang juga." Kata Rachel dengan tegas.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN GIONOVA." Kata semua Panglima.


Semua Panglima pun membariskan pasukannya masing-masing. Dan memberikan bola cahaya kepada mereka semua, lalu mereka juga dilantik dengan sumpah prajurit di depan Rachel.


....


"Kalian adalah pasukan Gionova sekarang. 12 Panglima, 36 Jendral, dan 216 Komandan yang ada disini. Gunakan Castle ini sebagai Markas kalian. Gunakan lantai 1 untuk aktifitas kalian. Dan gunakan lantai 2 untuk tempat beristirahat. Kalian boleh berkeliaran dimanapun disini. Kecuali lantai 3 keatas. Itu adalah larangan kalian." Kata Rachel dengan tegas.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN GIONOVA." Kata semua Petinggi Gionova.


.

__ADS_1


.


__ADS_2