Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Kemarahan Leon


__ADS_3

[Akademi Rousen ]


Terlihat Rewin dan beberapa guru yang ada disana, sedang sibuk menyiapkan dekorasi untuk menyambut sang Dewi datang ke Akademi.


"Cepat, taruh itu disana. Jangan bermalas-malasan. Dan kursi itu taruh disana". Kata Rewin yang sedang memerintahkan para Guru dan Murid di Aula Akademi yang sangat luas.


"Apa benar Tuan Rewin, seorang Dewi akan berkunjung kesini.?" Kata inspektur Akademi yang berada di samping Rewin.


"Ya itu benar, aku mendapatkan surat secara langsung dari Dewi, Sore ini Dewi akan berkunjung kesini" Kata Rewin kepada Inspektur.


Inspektur Akademi, yang kekuatannya hampir setara dengan Rewin, ia sudah mencapai kekuatan AJI bintang 7. Dia bernama Lisa, seorang single parent berumur sekitar 30 tahun, memiliki tinggi tubuh sekitar 172cm dengan penampilan seperti Aries, bahkan bentuk tubuh dan pakaiannya juga terbuka, dia juga memakai kaca mata.


"Lisa kau harus benar-benar mempersiapkannya dengan serius. Ini benar-benar kejadian yang langkah, biasanya Dewi hanya berkunjung ke Istana, namun kali ini berbeda, mungkin ia akan memilih penerus Direktur yang baru secara langsung". Kata Rewin dengan serius.


"Aku tidak akan mengecewakanmu Tuan Rewin" Kata Lisa dengan tegas.


....


[Castle Taman Surga]


"Cepat Racheeeel, semua sudah menungumu". Kata Leon sedang menunggu bersama Aries dan Kibo di ruang utama Castle.


"Aku sudah selesai Leon". Kata Rachel yang keluar dari ruangan dan berjalan ke arah Leon.


Wanita tercantik di dunia, berdandan seperti Dewi sungguhan. Kali ini Rachel benar-benar terlihat cantik dengan pakaian dan assesoris yang menempel di tubuhnya. Membuat Leon terpukau.


"Aah, dia benar-benar seorang dewi". Kata Leon sambil memandangi Rachel dengan wajah yang merah sambil mengeluarkan air liurnya.


"Seperti biasa, ia akan berdandan seperti itu di depanmu Leon. Apa kau menyukainya". Kata Aries kepada Leon sambil tersenyum.


"Aku ingin menciumnya" Kata Leon yang terpanah melihat Rachel.


"Apa itu benar Leon.? Kau boleh menciumku sesukamu." Kata Rachel yang sangat senang, sambil mendekatkan tubuhnya pada Leon, dengan mulut yang sudah siap untuk berciuman.


"Apa yang kau lakukan, tetap saja, itu tidak cocok dengan gelarmu sebagai Dewi Perang". Kata Leon yang menahan mulut Rachel dengan tangannya, sambil memasang wajah yang datar.


"APA KAU BILANG" Buk buk plak buk. Suara pukulan cinta Rachel pada Leon. "Heem", kata Rachel sambil memalingkan pandangannya.


"Apa kau bisa berdiri Leon, kita harus berangkat sekarang". Kata Kibo membantu Leon berdiri yang sedang kejang-kejang di lantai, karena pukulan cinta Rachel.


"Baiklaaaah Ayo kita berangkat". Kata Leon penuh semangat dengan wajah yang penuh bengkak sambil mengangkat tangan kananya


Mereka pun pergi ke Akademi Rousen mengunakan portal teleportasi yang di buat Rachel. Namun, Leon malah mengunakan teleportnya sendiri.


....


[Akademi Rousen]


Ada ribuan murid terpilih yang sedang berdiri di Aula Akademi yang sangat luas. Bahkan para jendral kerajaan Majaren beserta Raja James ada disana. Lucas dan Ares pun ada disana, kecuali Elis yang menunggu di istana. Mereka semua sedang menunggu kedatangan Sang Paradicone.


"Apa ini tidak apa-apa Tuan Rewin.? Mengundang banyak murid disini.?" Tanya Lisa kepada Rewin yang berada di bawah panggung.

__ADS_1


"Ini adalah permintaan Sang Dewi sendiri, aku tidak tau maksudnya apa. Namun sepertinya ini adalah permintaan dari Tuan Leon." Kata Rewin pada Lisa.


"Siapa Tuan Leon itu Tuan Rewin.?" Tanya Lisa terkejut dengan rasa penasarannya. Sampai seorang Dewi Perang mau menurutinya.


"Nanti kau akan tau Lisa. Aku sangat tergakum-kagum padanya, Bahkan seorang Paradicone sujud padanya". Kata Raja James dengan sangat serius.


"Apaaa". Teriak Lisa sangat terkejut sampai ia mematung melihat Raja James dengan rasa penasarannya. "Bukan hanya seorang Dewi, bahkan anggota Paradicone lainnya bersujud padanya. Siapa dia sebenarnya.?" Kata Lisa dalam hati sambil menelan ludah dengan wajah yang penuh keringat.


Tiba-tiba Portal teleportasi buatan Rachel muncul di depan semua orang yang ada di Aula Akademi. Sontak saja semua yang ada disana langsung bersujud menundukkan kepala.


Dan terlihat, Kibo keluar dari portal itu dengan di selimuti petir di seluruh tubuhnya, membuat seisi aula itu bergetar setiap langkahnya, dan di susul oleh Aries yang di selimuti Aura kegelapan diseluruh tubuhnya, membuat semua orang yang ada di sana tekena efek tekanan jiwa.


Terakhir adalah Rachel, yang diselimuti Aura Putih diseluruh tubuhnya, membuat ia bersinar dengan terang. Sampai semua orang yang ada di aula Akademi menutup mata mereka karena kilatan cahaya yang sangat terang.


Lalu, portal itu pun menghilang, dan dimana Leon sekarang, ia tidak terlihat disana. !!!!


"HORMAT KAMI KEPADA PARADICONE". Kata semua orang yang ada disana secara kompak.


"Sepertinya ada yang hilang dari sini" Kata Aries yang sudah menyadari hilangnya Leon.


"Heee.!!" Menoleh ke kiri. "Heem.!!". Menoleh kekanan. "Haaaa.!!". Menoleh ke belakang.


"DIMANA KAMU LEOOOOON". Teriak Rachel dengan sangat marah, membuat semua orang disana terkejut dan kaget. Petir-petir di atas langit mulai keluar dan suara gemuruh terdengar sangat keras terus-menerus.


Tekanan jiwa keluar dari tubuh Rachel, membuat semua orang yang ada disana terkena efeknya, bahkan seluruh Akademi. Ribuan murid yang ada di luar ruangan sampai pinsan Dan ratusan murid yang ada di aula juga pinsan karena tekanan itu.


"Inikah tekanan jiwa dari sang dewi." Kata Lisa dalam hati sambil menahan tekanan itu dengan sekuat-sekuatnya.


Rewin, Ares, dan Raja juga kesakitan karena tekanan itu. Semua murid yang masih bertahan mulai berjatuhan, bahkan jendral-jendral pun jatuh tidak bisa menahannya.


"Ara, kau menekan mereka Rachel. Hentikan itu, kau harus menjaga sikapmu di depan ribuan orang ini" Kata Aries dengan sangat santai.


"Mungkin Leon tersesat di suatu tempat. Tenangkan dirimu Rachel, reputasimu bisa hancur disini". Kata Kibo dengan santai sambil menyilangkan tangannya.


"Hah, hah, hah, Leon kau membuatku sangat kesal". Kata Rachel dengan sangat kesal, sambil mengepalkan kedua tangannya. Ia pun pelahan mulai tenang, gemuruh petir di langit mulai hilang, dan tekanan jiwa perlahan berhenti.


"Maafkan kami Dewi, jika sambutan ini kurang memuaskan bagi Anda." Kata Rewin ketakutan.


"Baiklah Rewin, aku kesini karena ada sesuatu yang harus aku ambil." Kata Rachel yang masih kesal.


.....


[Di Pelabuhan Ame]


Tepat di atas bukit sebelah timur pelabuhan Ame. Leon jatuh dari langit menuju hutan di atas bukit. Ia kaget kenapa tiba-tiba ia jatuh disana.


"Ooooo uuuu oo. Kenapa aku ada di atas langit, aku yakin aku berteleport ke Akademi." Kata Leon yang terjatuh dari langit. Padahal ia tidak pernah ke Akademi.


Namun, tiba-tiba wajahnya berubah menjadi kaget dan terkejut, melihat pemandangan yang sangat ia benci.


Telihat, Ribuan kapal perang berada di laut Ame, Armada laut yang sangat besar, mengingatkan Leon pada tragedi Nation.

__ADS_1


Dan ada puluhan kapal perang, yang sudah mendarat di pelabuhan Ame. Leon melihat disana, ada puluhan ribu pasukan militer, yang sedang membumi hanguskan desa, yang ada di sekitar pelabuhan Ame. Kobaran api yang sangat besar, membakar desa yang pernah Leon bantu, saat ia masih di sana bersama pasukan Nizo.


Prajurit-prajurit itu, menyerang para penduduk desa dengan membabi buta, ratusan mayat warga tergeletak di tanah, teriakan warga yang masih hidup, ada dimana-mana, dan tangisan mereka yang lemah, sedang meratapi kematian.


"Bunuh mereka semua, jangan ada yang tersisa.". Kata salah satu prajurit di sana.


Terlihat, Gadis kecil menangis histeris, melihat ibunya yang tergelak tak bernyawa, sambil memeluk boneka. Dengan santainya, prajurit-prajurit itu membunuh gadis kecil itu.


Dan terlihat, kakek-kakek berlari menuju ke dalam hutan, di bunuh dengan tebasan pedang. Bahkan semua orang yang ada disana, hampir tidak bisa kemana-kemana.


Lalu, ada ibu-ibu sedang mengendong bayi, berjalan menjauhi desa dengan sempoyongan, dan ibu itu terlihat lemas sambil terengah-engah, tubuhnya itu sudah di penuhi luka, kepalanya pun sudah belumuran darah. Tiba-tiba, ia terjatuh ke tanah, dan bayinya mengelinding didepan Leon.


"Maafkan aku, maafkan aku tuan, jangan bunuh bayi itu." Kata ibu-ibu itu menangis kepada Leon, dengan tubuh yang sudah tergeletak, sambil mengangkak tangannya kearah Leon. Dan tak lama kemudian, ibu itu pun meninggal.


"Aku tidak akan membunuhnya, aku akan menjaganya untukmu." Kata leon dengan wajah yang sedih, sambil mengendong bayi itu. Dan Leon pun meneteskan air matanya.


Bayi itu pun diberikan sihir pelindung, yang sangat kuat oleh Leon, dan di terbangkan ke udara untuk sementara. Leon pun berjalan ke arah pelabuhan.


"Aaah, perasaan ini keluar dengan sendirinya. Penderitaan mereka, apa itu karena kekuatan?. Semua karena kekuatan ini." Kata Leon dengan sedih bercampur emosi, sambil mengepalkan tangan, ia berjalan kearah pelabuhan Ame. Suara-suara teriakan warga desa, terdengar jelas olehnya, dan suara tertawa dari prajurit itu, mengema di telingannya.


"Kekuatan ini. Apa hanya untuk membunuh mereka yang ingin hidup tenang. Apa untuk membunuh mereka yang hanya sekedar ingin hidup. Apa hanya untuk mengambil kekuasaan. Apa hanya untuk mengambil Hak seseorang yang ingin HIDUP. HAAAAAAAAH." Teriak Leon yang sangat kencang, dengan dilikuti aura yang sangat kuat kuat, muncul dari tubuhnya.


Aura kegelapan, bercampur dengan Aura putih yang terang, keluar dari tubuh Leon. Aura yang kuat sedang bercampur dari tubuhnya. Kapal-kapal perang yang berlabuh di pelabuhan, bergerak sendiri ke arah laut terkena aura Leon, bahkan kapal-kapal itu ada yang retak karena tekanan aura itu.


"Dia sudah datang, hehehe, HAHAHA" Kata seseorang di kapal perang, yang ada di tengah laut. Mengira ada salah satu anggota Paradicone yang datang ke pelabuhan


"haa, Apa itu." Kata salah satu prajurit yang melangkah mundur menghindari Leon.


.....


[Akademi Rousen]


"Apa ini, ada getaran hebat disini, aku yakin itu bukan dari Dewi". Kata Rewin yang kebinggungan sambil bersujud.


"Gawat, aura ini" Kata Rachel terkejut.


"Kita tidak boleh disini lebih lama Rachel" Kata Aries yang panik.


"Aku akan pergi memeriksanya" Kata Kibo yang tiba-tiba menghilang.


"Kita tunda dulu pertemuan ini James, ada serangan musuh di pelabuhan Ame. Mungkin ada jutaan prajurit." Teriak Aries kepada James.


"Apaaaa.?" Kata Raja James yang terkejut, bahkan ia sendiri tidak tau ada musuh berlabuh disan.


"Cepat semuanya, kirim pasukan kesana, aku sendiri yang akan pergi memimpin pasukan itu" Teriak Raja James kepada para jendralnya.


Rachel dan Aries pun menghilang dari sana. Semua orang yang ada di Aula itu berteriak dan berlari berhampuran dengan panik.


"Leon, ada apa sebenarnya.?" Kata Rachel dalam hati yang sedang panik sambil terbang menuju pelabuhan Ame bersama Aries


.

__ADS_1


.


__ADS_2