Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Energi Alam


__ADS_3

[Dihutan Perjalanan ke Kerajaan Forlsa]


3 hari berlalu, pada siang hari. Terlihat Leon bersama pasukannya sedang beristirahat di hutan. Dan Leon sedang berdiri diatas tebing.


"Apa yang sedang kau lihat Leon.?" Tanya Kibo.


"Kibo Kah. Aku sedang melihat dunia Kibo. Dunia ini benar-benar sudah berubah. Bahkan aku merasakan energi alam dimana-mana." Kata Leon sambil melihat hutan dan pegunungan yang sangat indah didepannya.


"Energi alam.? Apa itu Leon.?" Tanya Kibo.


"Emm. Apa kau tidak bisa merasakannya Kibo.? Energi sihir yang ada di sekitarmu itu adalah energi alam untuk mengendalikan kekuatan sihir." Jawa Leon.


"Aku tidak tau apa maksudmu.?" Tanya Kibo.


"Hem. Aku sudah menjelaskan berkali-kali pada kalian. Mungkin kau hanya bisa merasakannya di kubangan air itu. Padahal disekitarmu banyak sekali energi alam." Jawa Leon.


"Aku tidak bisa merasakannya Leon. Apa para Nine Core dari Louktus bisa mengunakan itu.? Kekuatan sihir mereka tidak pernah habis saat bertarung dengan kami. Bahkan mereka bisa mengeluarkan awakening penuh berkali-kali." Kata Kibo.


"Mereka juga tidak bisa merasakan energi alam ini Kibo. Mereka mengunakan Cristal merah untuk mengisi energi mereka." Kata Leon.


"Haa." Kibo terkejut.


"Aku sendiri tidak tau, dari mana mereka mendapatkan Cristal itu. Tapi mereka mengisi energi sihir itu dari jiwa orang-orang yang sudah mati." Kata Leon.


"Apa itu seperti yang kau jelaskan tempo lalu Leon. Yang merubah warna pedangmu itu.?" Tanya Kibo.


"Ah, itu benar Kibo. Itu adalah energi hitam, yang di ambil dari jiwa orang-orang yang sudah mati. Itu berbeda dengan energi alam. Tentu saja Cristal merah itu masih bisa menampung energi alam dengan sendirinya, kalau dia sudah menyatu dengan jantung. Tapi jika Cristal merah itu tidak menyatu dengan jantung, dia hanya bisa menyerap energi dari jiwa orang yang sudah mati. Kecuali kau tau cara mengisinya, kau bisa mengisinya dengan energi alam." Kata Leon.


"Jadi mereka mengunakan jiwa orang mati untuk mengisinya.? Itu seperti melakukan pembunuhan.?" Tanya Kibo.


"Benar Kibo. Seperti pedangku, dia tidak menyatu dengan jantungku, tapi pedang ini bisa menyerap energi dari jiwa orang yang sudah mati. Tentu saja, kau juga bisa menolak energi itu. Mungkin saat tragedi Nasion, aku menyerapnya tanpa sengaja, karena waktu itu aku masih belum menyadarinya." Kata Leon.


"Heem, aku paham Leon. Jadi pedangmu itu adalah wujud dari Cristal putih.?" Kata Kibo sambil berfikir.


"HAAAAA." Leon terkejut.


"Hee. Kenapa Leon.? kau mengagetkanku." Kata Kibo.


"Jadi kau baru menyadarinya Kibo.? Haaaah (mengelah nafas)." kata Leon.


"Hee. kenapa Leon.? Apa ada yang salah.?" Tanya Kibo kebingungan.


"Hem. Pantas saja kalian kalah bertarung dengan Panglima Louktus itu. Kalian Paradicone hanya mengandalkan energi dari dalam jantung." Kata Leon.


"Emang ada cara lain Leon.?" Tanya Kibo penasaran.


"Haaaah. Kau membuatku pusing Kibo. Padahal kalian sendiri yang bilang, kalau senjata suci itu keluar bersama Cristal merah saat aku menghilang." Kata Leon


"Ah, itu benar Leon. Tapi aku tidak tau kalau senjata suci itu adalah Cristal putih." Kata Kibo.


"Heem. Itu wajar jika kalian dulu tidak tau. Tapi sekarang aku sudah menjelaskan pada kalian berkali-kali. Berkali-kali Kibooo." Kata Leon emosi.

__ADS_1


"Eeeeeh. Aku tidak tau Leon, penjelasanmu terlalu sulit untuk di cerna. Bahkan orang secerdas Rachel saja kesusahan untuk mencernanya. Apa lagi aku." Kata Kibo.


"Hem. Kau beruntung Kibo. Bahkan orang-orang Louktus tidak menyadarinya tentang ini. Mereka hanya mengunakan Cristal merah untuk mengisi energi mereka. Sekarang keluarkan senjata sucimu." Kata Leon.


"Ah. Baiklah." Kata Kibo. Lalu, senjata suci keluar dari udara.


"Berikan padaku." Kata Leon sambil menyaut senjata suci Kibo.


"Aaaah." Suara Kibo terkejut.


Dalam hati, Leon menganalisa dan melihat senjata suci itu. "Hem. Ini benar-benar wujud dari Cristal putih tapi berbeda dengan pedang milikku. Daya tampung energinya sama dengan Cristal yang di tanam dalam jantung pengunannya. Pantas saja mereka memiliki umur yang panjang. Mereka memiliki dua Cristal sekaligus." Kata Leon dalam hati.


"Kibo. Apa kau tau. Kalau kalian para Nine Core tidak pernah mengunakan energi dari senjata suci ini.?" Tanya Leon.


"Aku tidak tau Leon. Tolong jelaskan dengan bahasa yang bisa aku mengerti." Kata Kibo penasaran.


"Haaaah. Baiklah. Senjata suci ini adalah Cristal putih dan memiliki energi yang sangat banyak didalamnya. Tapi kalian tidak sadar sudah mengunakannya. Energi di dalamnya sudah berkurang 20%. Dan ini kalian gunakan untuk umur kalian. Jika energi ini habis, kalian akan mati. Mungkin sekitar 8rb tahun lagi. Tapi itu tidak efektif digunakan saat bertarung." Kata Leon.


"Emm, aku masih tidak paham Leon. Kita sendiri tidak tau kalau seperti itu. Saat senjata suci ini masuk kedalam tubuh Nine Core, umur kita seakan berhenti, bahkan kami tidak bisa menua." Kata Kibo.


"Itu yang aku bilang kalian tidak menyadarinya. Lebih efektif lagi, kalau kau mengunakan senjata suci ini untuk mengisi energi. Jangan mengunakan kekuatan sihir yang ada di jantung kalian." Kata Leon.


"Ah, apa itu bisa dilakukan Leon.?" Tanya Kibo.


"Tentu saja bisa. Kalian semua membuatku khawatir. Aku hampir mati melihat kondisi tubuh Rachel saat itu. Kalian bertarung mengunakan energi dalam kalian sampai habis. Untung saja, waktu itu aku mendengar suara energi yang tersisa dari tubuh Rachel. Dan itu hanya tersisa 0.2% saja. Aku benar-benar sangat takut waktu itu." Kata Leon.


"Ah, aku benar-benar tidak tau Leon." Kata Kibo sambil menelan ludah.


"Hem. Akulah yang salah. Aku sudah berjanji pada kalian, kalau aku akan mengajari kalian mengisi energi alam ini. Bahkan aku sendiri masih mengunakan energi dari dalam jantungku. Tapi aku sendiri tau cara mengisinya, berbeda dengan kalian. Mungkin aku akan mengajarimu Kibo. Setelah kau tau ini, mungkin kau bisa menghajar Abraham sampai pinsan." Kata Leon tersenyum


"Pertama-tama, jangan gunakan sihir yang ada di jantungmu. Itu bisa kau gunakan untuk menekan umur kalian dan proteksi tubuh. Gunakan senjata ini untuk bertarung." Kata Leon sambil mengeluarkan pedangnya.


"Bagaiman caranya Leon.?" Tanya Kibo.


"Kau hanya butuh konsentrasi Kibo. Apa kau bisa merasakan energi didalam senjatamu ini.?" Kata Leon sambil mengembalikan pedangnya.


"Sebentar Leon, akan aku coba." Kata Kibo.


"Jika kau bisa merasakannya, keluarkan energi itu seperti mengeluarkan energi dari dalam jantungmu." Kata Leon.


"Aku tidak bisa merasakan apapun Leon." Kata Kibo.


"Heem. Kalian Paradicone ternyata lebih bodoh dari Louktus. Mereka bahkan bisa mengisi energi meraka dari Cristal. Tapi sepertinya mereka juga tau, kalau senjata suci ini adalah Cristal putih. Hanya saja mereka tidak tau cara mengisinya." Kata Leon.


"Bagaimana caranya Leon.?" Tanya Kibo dengan semangat.


"Lihatlah ini Kibo." Kata Leon sambil mengarahkan pedangnya.


Pedang yang di bawa Leon bersinar, lalu pedang itu mengeluarkan cahaya seperti laser yang mengarah ke bawah gunung.


BREDOOOM. Suara ledakan dari hantaman cahaya laser itu, dan tanah bergetar sangat kencang. Ledakan itu memunculkan efek angin yang bergerak sangat cepat. Sontak saja semua prajurit sangat terkejut dengan itu, mereka semua langsung berdiri dan bersiap-siap untuk bertempur.

__ADS_1


.....


"SERANGAN MUSUH, SERANGAN MUSUH. Cepat, ambil posisi kalian." Teriak Cena.


"Aku akan melaporkannya kepada pimpinan." Kata Dion yang tergesa-gesa pergi menemui Leon dan Kibo.


....


"Apa itu.? Ledakan yang sangat besar. Pasti para Panglima Louktus menyadari kita disini." Kata Xerone tercengang melihat ledakan di bawah gunung.


....


"Aa, aaah. Aku lupa pada mereka semua." Kata Leon tercengang melihat semua prajuritnya bersiap-siap untuk tempur.


"Ha. Lapor pimpinan. Ada serangan musuh dari bawah gunung." Kata Dion yang tiba-tiba datang sambil berlutut.


"Oe Dion. Itu bukan serangan musuh. Itu aku sendiri yang melakukannya. Apa kau menganggap aku musuhmu.?" Kata Leon


"Heeeee. Ha. Maafkan saya pimpinan. saya tidak tau dengan itu." Kata Dion terkejut.


"Heem. Baiklah Dion. Maafkan aku membuat kalian jadi waspada. Reflek kalian sangat cepat. Hahaha." Kata Leon tertawa.


"Ha. saya yang minta maaf pimpinan. Saya kan memberitahu yang lain." Kata Dion tegas.


"Beritahu mereka, kita sedang berlatih disini. Mungkin kalian bisa istirahat sebentar." Kata Leon.


"Ha. Laksanakan Perintah." Kata Dion. Lalu ia menghilang dari sana. Dan tiba-tiba muncul di depan Xerone.


.....


"Bagaimana Dion.? Apa ada perintah.?" Tanya Xerone panik.


"Hem. Itu bukan serangan musuh. pimpinan sedang latihan disana bersama Kaisar Naga." Jawa Dion.


Lalu. BREDOOM. DROOMMM. Suara ledakan dari pedang Leon.


"Aa, aaa." Kata Xerone terkejut melihat ledakan itu.


"Kita di perintahkan untuk beristirahat dulu. Mungkin akan sedikit berisik disini Xerone." Kata Dion sambil berjalan di bawah pohon.


....


"Apa yang pimpinan lakukan disana. Itu seperti menghancurkan sebuah gunung." Kata Xerone tercengang.


....


"Perintah dari Pimpinan, beristirahatlah. Suara ledakan itu dari kekuatan para pemimpin. Mereka sedang berlatihan disana." Kata Xerone kepada semua prajurit.


"HEEEEEEEE." Kata semua prajurit disana.


Lalu. "HA. LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN." Kata semua prajurit disana.

__ADS_1


Mereka semua pun melihat banyak sekali ledakan di bawah gunung dengan tercengang.


.


__ADS_2