
[Didalam Tenda]
Leon sudah mengisi penuh energinya dalam waktu satu menit saja. Dan ia pun duduk di atas ranjang.
"Apa kau baik-baik saja Leon.?" Tanya Rachel yang khawatir.
"Aku baik-baik saja Rachel." Kata Leon sambil berdiri dan berjalan keluar tenda.
"Ah, kalian ikutlah keluar. Akan aku tunjukan sesuatu pada kalian." Kata Leon dengan tersenyum.
"Baiklah." Kata Aries sambil berjalan mengikuti Leon. Dan di ikuti oleh Rachel dan Kibo.
....
Diluar tenda komando. Terlihat Xerone dan Vera yang berlutut didepan Leon sambil menundukkan kepalanya. Tapi, semua komandannya bersujud ketakutan dan tubuhnya gemetar.
"Aaah, Xerone suruh komandanmu berlutut. Mereka akan menjadi bagian Ginova. Dan itu dilarang untuk bersujud." Kata Leon dengan sangat serius.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH TUAN." Teriak Xerone dan Vera secara kompak.
"Semua Komandan. Ini perintah langsung. Berlututlah dan tundukkan kepala kalian." Kata Xerone kepada semua komandan yang ada disana. Bahkan ia mewakili Vera.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH." Kata semua komandan dengan ketakutan.
"Em, ini lebih baik untuk di lihat. Sekarang, kalian akan di sahkan oleh pemimpin tertinggi Gionova menjadi pasukan khusus Gionova. Apa kalian semua siap bersumpah.?" Kata Leon dengan serius.
"HA. KAMI SIAP MENGABDI KEPADA PEMIMPIN GIONOVA YANG MULIA." Kata semua orang disana.
"Baiklah. Xerone perkenalkan komandanmu." Kata Leon serius.
"Ha. Komandan pertama, Cena. Kedua, Han. Ketiga Joken, Dan Keempat Juroo." Kata Xerone dengan tegas.
....
"Aku akan mati disini, aku tidak tau siapa mereka. tubuhku bergetar ingin mati." Kata Joken dalam hati dengan sangat ketakutan.
....
"Lalu, Vera. Perkenalkan komandanmu." Kata Leon dengan tegas.
"Ha. Komandan pertama, Gerro. Kedua, Mona." Kata Vera dengan tegas.
"Ah, hanya dua ya. Kenapa kau memiliki komandan 4 Xerone.? Lalu, kenapa kau hanya membawa 2 komandan Vera?" Tanya Leon penasaran.
"Ha. Sebenarnya hanya ada tiga Tuan. Kecuali Juroo, dia adalah pasukan dari Jendral Deko yang di tugaskan kesini bersama saya." Kata Xerone dengan tegas.
"Ha. Saya memang hanya mempunyai 2 komandan saja Tuan." Kata Vera dengan tegas.
"Ah, baiklah. Komandan Juroo akan bergabung denganmu Vera. Kalian hanya bisa memiliki tiga komandan saja." Kata Leon serius. Sambil melihat Joken, namun ia hanya tersenyum.
.....
"Baiklah semua komandan. Aku akan memberikan sesuatu yang kuat kepada kalian. Bersiaplah." Kata Leon sambil mengeluarkan bola cahaya di kotak khusus untuk para komandan.
Bola cahaya itu terbang ke depan para komandan. Namun, para komandan disana hanya melihatnya dengan kebingungan.
__ADS_1
"Bisakah kalian ambil bola itu. Dan letakkan di dada kalian." Kata Leon dengan santai.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH." Kata semua komandan.
Lalu, mereka pun mengambil bola cahaya itu. Dan di letakkan didada mereka. Cahaya itu otomatis masuk kedalam jantung mereka.
"Arrfgh." Aahh. "Herrrg." Arrg" suara semua komandan yang merasakan nyeri.
"Apa itu Leon.?" Tanya Rachel penasaran.
"Ah, aku mengembangkan kekuatan mereka. Mungkin dengan teorimu itu setingkat Gaia bintang 3. Ahaha." Kata Leon sambil tertawa kepada Rachel.
"HAAAAAAAA." Teriak Paradicone yang terkejut.
Semua yang mendengarnya sangat terkejut. Bahkan tubuh mereka gemetar cukup kencang. Namun mereka juga merasakan kekuatan yang besar.
"Haaah(menghela nafas). Kalian lihat saja. Aku sudah capek menjelaskan pada kalian." Kata Leon dengan santai.
....
"Ini mustahil. Kekuatanku benar-benar sangat kuat." Kata Cena dalam hati.
"Tidak mungkin. aliran sihir ini sangat berlimpah" Kata Joken dalam hati dengan sangat terkejut.
....
"Bagaimana rasanya komandan.?" Tanya Leon dengan santai.
"Ha, haa. Ha. Maafkan saya Tuan, saya sudah menyakiti hati Anda. Aku akan membunuh diriku sendiri." Kata Joken yang menyesal sampai meneteskan air mata.
"Hiks. Laksanakan Perintah Tuan." Teriak Joken sambil menangis.
"Baiklah. Kalian akan dilantik. Rachel, sekarang tugasmu." Kata Leon dengan tersenyum.
"Oke Leon." Kata Rachel tersenyum sambil mengeluarkan sihir sumpah prajurit yang sangat kuat.
Tato sihir yang ada di tubuh mereka di cabut terlebih dahulu oleh Rachel. Lalu, mereka di tanamkan tato baru sebagai Pasukan Gionova. Dengan warna tato yang berbeda.
"Baiklah, kalian semua sudah dilantik oleh saya sendiri sebagai Pemimpin tertinggi Gionova. Kalian para panglima perang, bisa mengesahkan para prajurit kalian nantinya bersama dengan para komandanmu. Jadi aku akan memberikan kotak dimensi kepada setiap panglima Gionova, yang berisi bola cahaya berjumlah 800rb didalamnya. Kalian harus merekrut prajurit itu." Kata Rachel dengan serius.
Leon hanya tersenyum melihat Rachel dengan semangat. Jiwa kepemimpinannya sangat mengagumkan bagi Leon.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN TERTINGGI GIONOVA." Kata semua orang disana.
"Kalian harus melakukan tugas itu secepat mungkin. Lakukan kepada pasukan kalian disini terlebih dahulu. Setelah itu kalian bisa mencarinya di kerajaan kalian. Saya sudah memberikan surat perintah kepada semua kerajaan di seluruh tiga benua yang bergabung dengan Paradicone. Mungkin mereka sudah menunggu kedatangan kalian." Kata Rachel dengan tegas.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN TERTINGGI GIONOVA." Kata semua orang disana.
"Baiklah, aku ambil alih sebentar Rachel. Aku ada urusan penting dengan mereka." Kata Leon dengan serius.
"Ah. Baiklah. Kau boleh melakukannya." Kata Rachel.
"Emm. Setelah kalian selesai dengan penanaman kekuatan dan pengesahannya. Pergilah keluar tembok, dan perbaiki kuburan itu dalam waktu 1 hari saja. Dengan jumlah prajurit disini, pasti lebih cepat. Setelah itu tunggulah disini sampai perintah selanjutnya keluar. Aku bersama Paradicone akan pergi dari sini. Lakukan tugasmu sebaik mungkin Panglima." Kata Leon dengan serius.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH TUAN." Kata Xerone dan Vera secara kompak
__ADS_1
"Kita kembali sekarang Rachel." Kata Leon dengan tersenyum kepada Rachel.
"Siap laksanakan." Kata Rachel kepada Leon dengan tersenyum sambil berdiri tegak. Leon pun mengelus kepala Rachel sambil tersenyum.
Leon dan Paradicone pun pergi ke Castle Taman Surga. Lalu, Xerone dan lainya bernafas lega.
....
"Jendral. Aku tidak menyangkan, kekuatanku benar-benar besar. Ini lebih besar dari Erwin. Waah. Aku sangat senang sekali." Kata Cena kepada Xerone.
"Kau harus mengunakannya hanya untuk perintah. Jangan lakukan sesuatu yang melanggar sumpah ini." Kata Xerone sambil melihat tato sumpah prajurit di lengannya yang tertulis aturan prajurit.
"Sebaiknya kita bergerak cepat Xerone. Aku tidak mau menghabiskan waktu berlutut disini." Kata Vera dengan serius.
"Ah, kita akan melakukannya sekarang." Kata Xerone dengan tersenyum.
Lalu, Xerone dan Vera bersama para komandanya, berdiri di depan ratusan ribu prajurit yang berbaris. Xerone mewakili Vera memberikan sambutan kepada mereka dan menjelaskan semuanya.
Lalu, semua prajurit disana di berikan bola cahaya ke setiap orang. Xerone memiliki prajurit sekitar 60rb orang. Dan Vera memiliki sekitar 150rb orang. Mereka semua di rekrut menjadi pasukan Gionova di bawah kepemimpinan Xerone dan Vera.
"Kita akan membangun kuburan di luar benteng dalam waktu semalam. Lakukan tugas ini sebaik mungkin, bangun kuburan itu dengan kokoh. Dan jangan menyentuh warga disana. Apa kalian semua mengerti.?" Teriak Vera dengan tegas.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH PANGLIMA." Kata semua prajurit disana.
Mereka semua pun langsung bergerak dengan cepat. Dengan kekuatan sihir yang mereka miliki, pekerjaan itu di lakukan dengan baik.
Mengali tanah dengan sihir, mengangkat mayat-mayat dengan sihir, dan menguburnya dengan sihir. Semuanya di lakukan mengunakan kekuatan Gaia. Mereka juga menjaga perbatasan untuk sementara dari para penduduk Porsa.
"Panglima, Kuburan sudah selesai di bangun." Kata Mona kepada Vera.
"Apaaa. Ini baru 1 jam. Apa kalian membangunnya dengan asal-asalan. haa." Kata Vera yang marah.
"Sebaiknya kita lihat sendiri Vera." Kata Xerone.
.....
Mereka berdua pun pergi keatas benteng. Dan kuburan disana memang sudah di bangun dengan sebaik mungkin, bahkan tanah yang berwarna merah, sudah di bersihkan.
"Apa kau melihatnya. Mereka semua sudah mancapai tingkat Gaia bintang 1. Sudah pasti mereka semua bisa memanipulasi alam. Pekerjaan ini sangat mudah dilakukan." Kata Xerone dengan tersenyum.
"Xerone, ini sangat mengerikan. Semua prajurit disana memiliki kekuatan Gaia bintang 1, ini seperti melihat ratusan ribu diriku sendiri." Kata Vera dengan tercengang melihat ke bawah benteng.
"Sekarang kau sudah mencapai Awakening Vera. Aku sendiri merasa prajurit-prajurit ini tidak akan bisa di kalahkan oleh pasukan manapun. Kekuatan tempur ini sangat mengerikan. Tuan Leon sudah membuat pasukan Monster. Hahahahaha." Kata Xerone dengan tersenyum lalu tertawa puas.
"Aku benar-benar melihat ratusan ribu Monster Xerone. Aku sangat terkejut. Dan aku terharu. Aku ingin menangis." Kata Vera dengan tercengang sambil melihat kebawah benteng.
"Ah, lakukan sesukamu Vera. Setelah itu, aku akan mengunjungi para warga disana. Itu yang dilakukan Tuan Leon kemarin. Bahkan aku mendengar dari joken, Kepala Tuan Leon sampai berdarah karena di lempar batu oleh mereka. Itu membuatku terkejut." Kata Xerone yang terharu.
"Apaaa.? Kenapa Tuan Leon tidak mengunakan sihirnya.?" Tanya Vera dengan terkejut.
"Aku sendiri ingin tau. Mungkin Ia melakukannya karena ia ingin menjadi pelampiasan untuk para warga disana. Aku benar-benar sangat terkagum-kagum padanya. Aku akan melakukan hal yang sama setelah ini. bahkan hanya memikirkannya saja. Aku ingin menangis Vera." Kata Xerone dengan sedih sambil melihat Vera.
Namun, Xerone terkejut saat melihat Vera. Ia berdiri mematung dengan tercengang dan air matanya sudah keluar banyak. Ia menangis tanpa bersuara.
.
__ADS_1
.