
[Istana Kerajaan Cimoren]
Terlihat Leon dan Kibo berjalan menuju kepintu keluar istana. Raut wajah Leon begitu sedih, dan raut wajah Kibo sangat marah.
"Ambil sisa makanan ini pecundang." Kata Wiliam sambil melemparkan makanan ke arah Leon.
"Hahaha. Apa kau mau makanan ini lagi.?" Kata salah satu bangsawan sambil melemparkan makanan kearah Leon.
.....
"Aku sudah tidak tahan Leon." Kata Kibo dengan sangat marah.
"Biarkan mereka Kibo. Inilah sikap penguasa sekarang." Kata Leon sambil berjalan dengan membawa beberapa makanan ditangannya.
"Kenapa kau hanya diam saja ditindas oleh mereka.?" Tanya Kibo.
"Seperti inilah yang mereka lakukan kepada rakyatnya Kibo. Jika kau ingin mengerti hati rakyat, kau juga harus merasakan penderitaan mereka." Jawab Leon dengan sedih.
"Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang.?" Tanya Kibo lagi.
"Dari kejadian ini aku bisa mengerti, mereka sedang menindas rakyatnya sendiri. Sebaiknya kita pergi dulu dari sini." Kata Leon.
.....
"Hahaha, pecundang-pecundang itu pergi dengan aman." Kata Wiliam.
"Biarkan saja mereka, anggap saja itu bonus untuknya." Kata salah satu bangsawan
"Kau benar, kita juga tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Para pasukan Gionova sedang ada disini." Kata Wiliam dengan tersenyum.
"Mereka sangat beruntung. Hahaha" Kata bangsawan lainnya.
.....
Ditempat Xerone berada.
"Hahaha, kau benar yang mulia, mungkin Tuan Putri cocok dengan Cena." Kata Xerone tertawa.
"Apa kau tertarik Jendral Cena.?" Tanya Raja Philip.
"Chikkh, Anda jangan memojokkanku Panglima." Kata Cena dengan kesal, namun mukanya sedikit memerah.
Tiba-tiba, salah satu komandan Gionova datang menghampiri Xerone.
"Panglima, pimpinan sudah ada disini." Kata komandan itu.
"APAAAAA.?" Teriak Xerone terkejut sambil menolehkan kepalanya untuk mencari Leon.
"Dimana pimpinan.?" Tanya Xerone mulai panik.
.....
"Tidak mungkin, bahkan pemimpin mereka ada disini." Kata Ronald dalam hati dengan gemetar.
"Kakak, dia adalah tamu istimewa disini. Aku bahkan sudah jatuh hati padanya." Kata Luciana dengan muka memerah.
"Kau sebaiknya menjaga sikapmu Luciana. Aku sudah sangat ketakutan." kata Ronald.
"Em, aku sudah memutuskan untuk melayaninya malam ini." Kata Luciana dengan tersenyum senang.
"Semoga saja kita bisa membangun hubungan dengan pemimpin Gionova." Kata Ronald sambil melihat Luciana.
....
Ditempat Xerone.
"Pimpinan ada disana Panglima." Kata komandan itu dengan ketakutan sambil menunjuk kearah Leon.
Xerone dan lainnya pun menoleh ke arah Leon. Dan mereka semua melihat Leon dilempari makanan oleh para bangsawan.
"Hee.? Mereka, mereka. BAJINGAAAAAN." Teriak Xerone sangat marah sambil berdiri dari tempat duduknya.
"Kurang ajar, keparat kalian semua." Kata Cena sambil mengeluarkan auranya.
"Tidak mungkin, ini, ini." Kata Raja Philip yang ketakutan.
__ADS_1
"Haaa." Suara Ronald yang tercengang.
"Dia Tuan Leon pemimpin Gionova kakak. Kenapa mereka dilempari makanan disana." Kata Luciana dengan terkejut.
"Mereka benar-benar keterlaluan." Kata Ernes dengan sangat marah.
...
"Jelaskan padaku Raja, apa maksudnya dengan itu semua.?" Kata Xerone dengan marah, bahkan istana kerajaan mulai bergetar.
"Haa, maafkan aku Panglima, Aku, akuu..." Kata Raja Philip yang tidak bisa berkata-kata.
"Kalian semua sudah menindas pemimpin kami. Aku sendirilah yang akan menghancurkan kerajaan ini." Kata Cena sambil berdiri dengan mengancam Raja Philip.
Semua orang yang berada di sekitar Raja pun sangat ketakutan, bahkan mereka hanya tercengang dan gemetar.
"Ayah, ini sangat gawat." Kata Arnold yang ketakutan.
.....
Ditempat Wiliam berada.
"Ada apa ini, istananya bergetar." Kata Wiliam yang terkejut.
Lalu, dia melihat kearah Xerone yang berada cukup jauh dari tempatnya. Ia melihat pasukan Gionova sedang mengeluarkan aura yang mematikan.
"HIIIII. Mereka sedang mengancamku." Kata Wiliam yang ketakutan. Bahkan ia sampai terjatuh dengan sendirinya kelantai.
Lalu, "AAAAARH".Uhuook." Uuuuh." AAAA." Suara para bangsawan yang melempari makanan kepada Leon, bahkan mulut mereka sampai memuntahkan darah cukup banyak. Mereka semua ditekan jiwanya oleh Xerone.
"Aaah, mereka melihatnya Kibo." Kata Leon sambil berhenti berjalan.
"Aku juga akan marah disini Leon, jangan halangi aku, aku sudah tidak tahan dengan ini semua." Kata Kibo yang mulai mengeluarkan aura petir dari matanya.
"Kalian semua membuatku pusing." Kata Leon dengan muka datar.
.....
"Maafkan kami Panglima." Panglima kami mohon." Hentikan ini Panglima, saya mohon." Kata Raja dan para Jendralnya.
"Aku akan menghukum mereka Panglima. Saya Mohon, maafkan kami." Kata Ronald sambil berdiri ketakutan dan tubuhnya mulai gemetar cukup kencang.
"Aku, aku tidak bisa memaafkan kalian semua, kerajaan ini akan musnah sekarang." Kata Xerone dengan sangat marah sambil menatap Raja Philip dengan penuh ancaman.
"Haa." Suara Raja Philip dengan tercengang, bahkan ia hampir pinsan.
"Berikan perintahmu sekarang Panglima. Aku sudah tidak tahan." Kata Cena dengan sangat marah.
"Hiks, Panglima, saya mohon maafkan kami." Kata Luciana sambil bersujud disamping Xerone.
"Sudah terlambat kalian minta maaf." Kata Xerone yang sudah habis kesabarannya.
Istana kerajaan bergetar semakin kencang, bahkan gemba bumi sudah dirasakan oleh semua orang diseluruh kota.
Lalu. "Aaaaarrhg." Suara Xerone yang kesakitan karena tekanan jiwa.
"Haa, Panglima." Kata Cena dengan terkejut.
Tiba-tiba Leon menepuk pundak Xerone. "Sebaiknya hentikan sekarang. Xerone." Kata Leon sambil menghampiri Luciana.
"Haa. Pimpinan, maafkan aku." Kata Xerone dengan ketakutan sambil berlutut kepada Leon.
Semua pasukan Gionova yang ada disana pun langsung berlutut. Dan Kibo masih mengeluarkan aura petir dimatanya.
"Berdirilah Tuan Putri." Kata Leon sambil membantu Luciana berdiri.
"Hikss. Maafkan kami Tuan. Maafkan Kami." Kata Luciana sambil menangis.
.....
"Haa, apa dia pemimpin pasukan Gionova." Kata Ronald dengan tercengang ketakutan, bahkan ia sampai terjatuh kelantai.
"Maafkan kami Tuan, hiks." Kata Raja Philip dengan menangis sambil berlutut kepada Leon.
Getaran yang menguncang istana dan gempa bumi mulai berhenti. Suasana mulai tenang kembali.
__ADS_1
....
"Gleeg, tidak mungkin, dia, dia ternyata orang penting." Kata Wiliam dengan sangat ketakutan, lalu ia pun langsung pinsan ditempatnya.
....
"Kibo, sebaiknya kau juga berhenti." Kata Leon dengan serius.
"Aku sudah tidak tahan Leon, akan aku hancurkan kerajaan ini dalam 10 detik." Kata Kibo sangat marah.
"KIBOOOOO." Teriak Leon yang marah.
"Haa." Suara Kibo yang ketakutan, bahkan tubuhnya mulai gemetar.
Semua orang yang menghadiri pesta disana benar-benar sangat takut dan tubuh mereka gemetar, suasana pesta menjadi tegang disana.
"Jika kalian ingin melanjutkannya, kalian akan berurusan denganku." Kata Leon sambil mengeluarkan aura kegelapan dimatanya.
"Aku berhenti Leon, maafkan aku." Kata Kibo yang ketakutan.
.....
"Maafkan kami Tuan." Kata Raja Philip sambil mengangis.
"Yang mulia, terimakasih atas makanannya, kami akan pergi dari sini." Kata Leon dengan serius.
"Tuan, sebaiknya Anda menikmati dulu pesta disini." Kata Luciana sambil meneteskan air mata.
"Ini bukan lagi pesta, suasananya sudah berubah." Kata Leon dengan serius sambil berjalan keluar istana.
Kibo dan pasukan Gionova pun mengikuti Leon yang berjalan keluar.
"Aku masih belum bisa memaafkan kalian." Kata Cena dengan tatapan tajam melihat kearah Raja Philip.
Lalu, Leon dan lainnya pun pergi dari sana.
.....
"Ini benar-benar sangat menakutkan. Bahkan aku tidak bisa berbicara." Kata Ernes yang masih tercengang.
"Jendral, tangkap para bangsawan yang melempari makanan ke Tuan Leon. Dan bunuh mereka." Perintah Raja Philip.
"Ha, Laksanakan Yang Mulia." Kata salah satu Jendral disana.
Para Bangsawan itu pun ditangkap dengan paksa, bahkan mereka sampai dipukul dengan keras.
"Ampuun Jendral." Maafkan saya." AAAAA." Suara para bangsawan yang ditangkap.
"Apa ini akan baik-baik saja Ayah.?" Tanya Arnold yang masih gemetar ketakutan.
"Aku sendiri tidak tau Arnold." Jawab Raja Philip.
"Aku akan pergi menemui Tuan Leon Ayah." Kata Luciana.
"Luciana, apa kau serius.?" Tanya Ronald yang terkejut.
"Aku akan meminta maaf langsung padanya." Kata Luciana.
"Sebaiknya aku menemanimu." Kata Ernes.
"Aku juga akan pergi bersama kalian. Ini semua kesalahanku." Kata Raja Philip.
...
Dijalan menuju tenda Panglima.
"Kalian semua seperti mereka, hanya bisa menindas orang yang lemah." Kata Leon.
"Maafkan aku Leon, aku tidak tahan melihatmu ditindas seperti itu." Kata Kibo.
"Aku sudah bilang padamu Kibo, jangan lakukan apapun." Kata Leon.
"Pimpinan, maafkan kami. Kami siap menerima hukuman dari Anda." Kata Xerone yang ketakutan.
"Sebaiknya kalian beristirahat. Dan terimakasih sudah mengkhawatirkanku. Kau juga Kibo, terimakasih." Kata Leon.
__ADS_1
"Heee.?" Suara Kibo yang terkejut, bahkan ia mulai terharu.
.