Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Gadis Kecil


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


1 bulan berlalu, setelah pembangunan di Kerajaan Majaren di mulai.


"Rachel, ambilkan aku kertas itu." Kata Leon yang sedang memeriksa laporan dari Lucas.


"Haiik, ini Leon." Kata Rachel yang memberikan beberapa dokumen.


"Terimaksih Rachel." Kata Leon tersenyum


"Sampai dimana pengerjaannya Leon.?" Tanya Rachel yang penasaran.


"Ah, mereka masih membangun pondasi. Aku penasaran dengan penduduk desa disana. Aku akan kesana melihatnya Rachel." Kata Leon dengan serius sambil melihat laporan dari Lucas.


"Hm, kau sekarang sudah pintar membaca Leon. Cara belajarmu sangat cepat." Kata Rachel yang memuji Leon.


"Hahaha, Tentu saja ini berkat kamu yang mengajariku Rachel." Kata Leon dengan tersenyum sambil mengelus kepala Rachel yang ada di depan mejanya.


"Apa aku boleh ikut bersamamu Leon.?" Tanya Rachel yang ingin pergi bersama Leon.


"Tentu saja kau boleh ikut. Nanti malam, aku akan pergi bersama Kibo kesana. Kau boleh ikut Rachel." Kata Leon dengan tersenyum.


"Baiklah, aku akan bersiap-siap." Kata Rachel yang penuh semangat.


....


"Laporan ini, apa mereka mengabaikan penduduk disana. Kau membuatku kesal Lucas. Kau terlalu fokus dalam pembangunanya." Kata Leon dalam hati.


"Apa semuanya lancar Leon.?" Tanya Kibo yang tiba-tiba datang.


"Kibo, setelah ini, kau ikutlah denganku ke pelabuhan, ada sesuatu yang ingin aku lihat." Kata Leon dengan serius.


"Haa, benarkah. Akhirnya kau keluar dari Castle ini, kau terlalu memaksakan diri Leon." Kata Kibo yang khawatir.


"Aku hanya melakukan tugasku Kibo. Jika mereka tidak di kontrol, akan terjadi kericuhan. Apalagi mereka sedang membaur dengan pasukan yang kau kirim. Pasti terjadi gesekan disana. Aku hanya memastikan penduduk disana tidak terganggu oleh pembangunan ini." Kata Leon dengan serius.


"Emm, baiklah, aku akan menemanimu. Jika ada prajurit dari Kerajaan Pantiko yang menindas mereka, aku tidak akan segan-segan." Kata Kibo dengan serius.


"Haah, sepertinya Lucas yang tertekan disana." Kata Leon dalam hati dengan gelisah sambil melihat Kibo. "Apa dia baik-baik saja disana, aku harap kau masih hidup. Laporan ini, sepertinya ada kesalahan." Kata Leon yang mengingat anak perempuan berusia 7 tahun bernama Tina yang tinggal bersama neneknya.


Ayah Tina meninggal saat mencari ikan di tengah laut. Pada waktu itu, Leon sempat menyelamatkan nyawanya. Namun, tidak berlangsung lama setelah ia di bawa ke tepi pantai, ayah Tina meninggal di pangkuan Leon.


....


[Pelabuhan Ame]


Terlihat, ada beberapa tenda prajurit yang dibangun di sekitar pemukiman warga, bahkan rumah warga dijadikan basecamp oleh prajurit Pantiko.


Prajurit Pantiko juga merampas makanan penduduk disana, beserta tempat tinggal mereka. Warga yang tinggal di pelabuhan itu, di evakuasi oleh pasukan Nizo ke dalam hutan untuk sementara.


Lalu, terlihat ada anak perempuan yang sedang menyusup dengan hati-hati, ia sedang mencari makanan disana.


"Mereka semua mengambil makanan kami. Apa yang harus aku lakukan.?" Kata Tina yang menyusup ke Camp prajurit Pantiko untuk mencari makanan.


"Aku sangat kelaparan, nenek dan semuanya sangat kelaparan." Kata Tina dalam hati yang bersedih sambil mencari sesuatu.


....

__ADS_1


Tina menoleh kekanan dan kekiri, memastikan dirinya aman. Lalu, ia melihat ada beras yang terjatuh di tanah.


"Haaa, ada beras jatuh di tanah. Waaaah, aku bisa memberikannya pada orang-orang didesa." Kata Tina sambil menoleh kekanan dan kekiri dengan waspada, memastikan tidak ada yang melihatnya.


Lalu, saat dirasa situasinya aman, ia langsung berlari ke arah beras yang ada ditanah itu. Namun, ia terpeleset dan terjatuh menimpa timba air. Dan air itu pun tumpah ke tanah.


Beberapa prajurit dan komandannya yang ada disana menoleh kearah tumpahan air itu, dan melihat Tina yang terjatuh.


"Haa, siapa kau nak. Beraninya kau kemari." Kata salah satu komandan itu dengan marah, sambil berjalan ke arah Tina.


"haa gawat, Aku harus lari." Kata Tina yang bergegas lari dari sana.


"Hoee, mau kabur kemana kau nak." Kata komandan itu sambil berlari kearah Tina.


Ia pun tertangkap, dan rambutnya di remas. Lalu ia ditarik sampai badanya terangkat.


"Ekkkak, Aahhhkk. Lepaskan Arrrgk, ini sakit Aaahh." Suara Tina yang kesakitan sambil meronta-ronta.


"Kau mau mencuri disini bocah.?" Tanya prajurit itu kepada Tina. Dan Tina pun di lempar jauh ke tanah.


Lucas yang melihatnya, langsung menghampiri Tina yang terjatuh.


"Aaah, Tina. Apa kau tidak apa-apa." Kata Lucas kepada Tina dengan panik.


"Ah, Tuan. Ini sakit. Hiks." Kata Tina yang kesakitan.


"Tuan, Tolong maafkan dia, aku akan menghukumnya nanti. Biarkan dia pergi dari sini." Kata Lucas yang memohon kepada komandan itu.


"Sialan kau, beraninya meminta padaku, HEEE." Kata komandan itu kepada Lucas. Lalu, Aura merah keluar dari tubuh prajurit itu. Ia menekan Lucas dan Tina disana.


"Hentikan itu komandan." Kata Silvi yang tiba-tiba datang sambil berlari ke arah Tina.


"Hoo, kenapa kau melindungi seorang pencuri. Di tempatku berasal, pencuri harus di bunuh." Kata Komandan itu dengan tatapan tajam.


"Kalian lah yang menindas mereka. Ini tempat tinggal penduduk disini, kenapa kalian membangun camp disekitar sini.?" Kata Silvi dengan marah.


"Apa yang kau katakan Nona." Kata Komandan itu dengan marah. Ia pun menekan Silvi dengan aura yang sangat kuat.


"Aarrrggk." Suara Silvi yang kesakitan.


"Bunuh saja komandan."."Mereka pantas mendapatkannya."."Bunuh."."Hahaha."."Jangan biarkan mereka pergi komandan." Kata semua prajurit disana.


"Kemari kau Nona. Hiaak." Kata komandan itu sambil memukul wajah Silvi.


"Arrkhh." Suara Silvi kesakitan. Ia pun mengeluarkan pedangnya.


"Hoo, kau sudah berani melawan kami.?" Kata Komandan itu dengan semangat. Tiba-tiba Jendral Zen datang ketempat itu.


"Komandan, Jendral sedang kemari." Kata salah satu prajurit disana.


"Ha, Jendral." Kata komandan itu kepada Jendral Zen.


"Kenapa kalian sangat berisik sekali.?" Tanya Zen sambil melihat ke arah Silvi. Jendral Zen juga menganalisa keadaan disana hanya dengan melihatnya saja.


"Hoo, Silvi. Kau mengangkat pedangmu. Apa kau akan melawan kami. Hee. Kemarilah, kenapa kau harus membela seorang pencuri.?" Kata Zen dengan kejam. Sebenarnya Zen menginginkan tubuh Zilvi saat hari pertama datang, Namun silvi menolak dengan paksa.


.....

__ADS_1


Lalu, di sekitar Camp, terlihat beberapa penduduk desa yang sedang bersembunyi, melihat Tina tergeletak di tanah dengan darah yang keluar dari mulutnya.


"Tinaa, sebaiknya kau tidak memaksakan diri." Kata salah satu warga yang melihatnya sambil menangis.


"Apa yang harus kita lakukan?, apa kita hanya membiarkan mereka membunuh gadis berumur 7 tahun itu.?" Kata salah satu warga dengan tubuh yang gemetar.


"Kita tidak bisa apa-apa disini. Tina, maafkan kami." Kata salah satu warga dengan menangis.


....


"Jendral, bisakah kau membiarkan mereka pergi dari sini.?" Kata Silvi yang ketakutan.


"Aku tidak bisa membiarkan tikus pergi dengan selamat Nona." Kata Zen kepada silvi dengan tatapan yang tajam.


"Komandan Gopel, siksa bocah itu, biar mereka semua tau. Hukum militer Kerajaan Pantiko." Kata Jendral Zen dengan serius.


"Ha, siap laksanakan." Kata Gopel dengan tegas. Ia pun berjalan ke arah Tina. Namun, silvi menghalanginnya.


Tiba-tiba, perut Silvi di hantam dengan tangan yang diselimuti aura sihir yang kuat. "Aaarrrggk." Suara silvi yang kesakitan, sampai ia mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Ternyata kau masih bisa berdiri Nona." Kata Gopel kepada Silvi.


"Uhuuookk." Suara silvi yang mengeluarkan darah sampai ia bertekuk lutut. Dan Gopel pun mengambil tubuh Tina.


"Tuan, aku mohon. Jangan lakukan itu Tuan." Kata Lucas dengan ketakutan. Lucas pun di tendang sampai jatuh ketanah.


"Apa ini, kenapa mereka datang menindas kami disini.?" Kata Silvi dalam hati.


"Kau sebaikanya hati-hati Nona." Kata Zen sambil memukul kepala Silvi. Dan Ia pun tak sadarkan diri.


Kemudian, Lucas di ikat disana. Lalu, Tina di ikat di sebuah pohon, sambil di pukuli. Bahkan ada yang melemparnya dengan batu.


"Aarrrgk. Uhuook. Hiiks Huaaah. Ini, Argth Sakit. Argh." Kata Tina yang kesakitan, lalu ia pun tak sadarkan diri.


"Sepertinya dia sudah mati komandan." Kata salah satu prajurit yang memukulnya.


"TINAAA. Huu huuaah." Suara Lucas yang menangis disana.


....


"Tinaaa. Maafkan kami. Maafkan kamii Huaaaah." Kata salah satu warga yang melihatnya.


"Tinaaa. Hiks Aku akan menjaga nenekmu Hiks." Kata Salah satu warga disana dengan menangis.


.....


"Jendral. Kaisar Naga Datang kemari." Kata Salah satu prajurit disana.


"APAAA. Cepat bersujudlah kalian semua." Kata Jendral Zen yang ketakutan.


"Bagaimana dengan orang-orang ini Jendral.?" Kata Gopel yang gugup.


"Biarkan saja mereka, kita tidak ada waktu untuk membersihkannya, aku akan menjelaskannya pada Kaisar Naga. Cepat bersujudlah." Kata Jendral Zen dengan ketakutan.


.


.

__ADS_1


__ADS_2