Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Pertemuan Dua Jendral


__ADS_3

[Benteng Perbatasan Barat]


Terlihat, semua jasad yang dibakar sudah terkubur didalam tanah. Pasukan Jendral Vera, melakukan tugasnya sangat cepat.


"Aaah, sepertinya ini sudah selesai." Kata Komandan Gerro yang sedang mengubur mayat-mayat bersama pasukannya.


"Komandan, apa kita bisa istirahat. Kita sangat kelelahan." Kata salah satu prajurit kepada Gerro.


"Ah, kalian bisa beristirahat sekarang, aku akan melapor pada Jendral setelah ini." Kata Gerro dengan santai.


"Aaaah, Baiklah komandan. Terimakasih." Kata salah satu prajuritnya dengan lega.


....


Di tenda komando.


"Jendral, ada surat dari Benteng Selatan. Mereka akan berkunjung kesini." Kata Komandan Mona kepada Vera.


"Baiklah, kita harus menyambut mereka, sepertinya mereka akan mengakrapkan diri bersama kita." Kata Vera dengan tersenyum.


"Ha. Laksanakan Jendral." Kata Komandan Mona. Lalu, ia pun keluar tenda komando.


....


"Hmm, aku masih tidak menyangka Kaisar Naga sendirilah yang membereskan pasukan Louktus disini. Bagaimana dia tau kalau Louktus ada disini.?" Kata Vera sambil berfikir keras.


Tiba-tiba Komandan Gerro masuk ke tenda melapor kepada Jendral Vera.


"Ha, Lapor Jendral. Semua sudah di bereskan. Bahkan darah yang berceceran di tanah sudah bersih." Kata Gerro dengan tegas.


"Kerja bagus Komandan. Perintahkan semua pasukan untuk beristirahat dan makan. Setelah ini ada tamu yang datang dari kerajaan Properose." Kata Vera dengan serius.


"Ada urusan apa mereka datang kesini Jendral.?" Tanya Gerro yang penasaran.


"Haah, apa kau tidak tau, kalau Kaisar Naga dan Dewi Kematian adalah teman yang sangat akrab. Sudah pasti, kita sebagai prajuritnya harus mengakrabkan diri." Kata Vera dengan tegas.


"Ah, aku baru tau Jendral. Baiklah, kita akan sambut dengan meriah Jendral." Kata Gerro penuh semangat, karena ia sangat senang dengan pertemanan.


"Ah, lakukan dengan baik Gerro. Aku sudah tidak sabar bertemu dengan mereka." Kata Vera dengan tersenyum.


"Ha, laksanakan Jendral." Kata Gerro penuh semangat. Lalu ia pun keluar tenda.


....


"Hmm, mari kita lihat, seperti apa wajah orang dengan gelar Kesatria perang itu." Kata Vera yang tersenyum.


....


[Benteng Perbatasan Selatan]


Pasukan Jendral Xerone sedang bersiap-siap pergi menuju Benteng Barat.


"Jendral semua persiapan sudah siap." Kata Komandan Juroo dengan tegas yang menghadap Xerone di tenda komando.


"Baiklah Juroo, kita sudah di beri tau lewat surat, kalau benteng yang kau jaga disana sudah di ambil alih oleh pasukan Pantiko. Kita harus mengakrabkan diri dengan mereka." Kata Xerone dengan serius.


"Ah, maafkan saya Jendral. Saya kabur dari tempat tugas." Kata Juroo yang gugup.


"Haaah, kau harus lebih mengakrabkan diri kepada mereka Juroo, mereka sudah membantu mengambil alih benteng itu." Kata Xerone dengan santai.


"Ha. Akan aku lakukan Jendral." Kata Juroo yang merasa bersalah.


"Baiklah, tunggu aku di luar, aku akan menyiapkan berkas dulu." Kata Xerone sambil berdiri dari kursinya.

__ADS_1


"Ha, Laksanakan Jendral." Kata Juroo dengan tegas. Lalu ia pergi keluar tenda.


....


"Aku harus berusaha mengakrabkan diri dengan mereka. Mereka sudah membantu bawaanku yang ceroboh. Haah, seperti apa wajah Jendral yang di juluki Putri Naga itu. Semoga ia bisa mengakrabkan dirinya." Kata Xerone dalam hati sambil mengambil beberapa berkas.


....


Diluar tenda, Jendral Xerone keluar dengan perlengkapan perangnya.


"Jendral, kita sudah siap untuk berengkat." Kata Juroo dengan tegas.


"Baiklah. Cena, Joken, dan Han. Jaga perbatasan ini dengan sebaik mungkin. Kirim surat secepatnya jika kalian melihat musuh yang datang." Kata Xerone dengan tegas, sambil menaiki kuda.


"HA, LAKSANAKAN JENDRAL." Kata para komandanya secara kompak.


"Aku akan pergi dulu. Kita berangkat Juroo." Kata Xerone sambil mengerakkan kudanya.


"Sampai bertemu lagi senior dan kalian semua." Kata Juroo kepada semua komandan dan prajurit disana.


"Jaga baik-baik Jendral Xerone. Jangan membuat kekacauan lagi." Teriak Joken kepada Juroo dengan tersenyum.


.....


[Castle Taman Surga]


Leon dan lainnya berkumpul di ruang keluarga. Mereka akan membahas rencana selanjutnya.


"Aries, sepertinya kau harus pergi ke kerajaan Honzu. Pastikan pasukanmu aman disana. Jika memang terjadi pertempuran, selesaikan dengan cepat." Kata Leon dengan serius.


"Kapan aku akan berangkat kesana.?" Kata Aries dengan tersenyum.


"Aah, aku ingin pergi dulu ke Benteng Barat. Aku ingin melihat kondisinya disana. Karena perbatasan itu juga berdekatan dengan kerajaan lain milik Louktus. Lalu, setelah itu akan pergi melihat benteng selatan, pasti disana terjadi kerusakan yang parah." Kata Leon dengan serius.


"Aku akan menemanimu Leon." Kata Kibo dengan semangat. Ia sebenarnya hanya ingin memastikan mayat-mayat disana sudah di bereskan.


"Mungkin setelah kunjungan itu, kalian bisa pergi. Dan Kibo, kau pastikan kondisi Pelabuhan setelah kujungan ini. Aku dan Rachel akan pergi ke Kerajaan Porsa." Kata Leon dengan serius .


"Baiklah. Tapi, apa kau akan pergi dengan mengendong Rachel seperti itu.?" Kata Aries yang melihat Rachel sedang memeluk Leon.


"Aa, aah. Sepertinya begitu. dia tidak bisa melepaskan pelukannya dari tadi." Kata Leon yang kebingungan.


"Kamu tenanglah Leoon, aku hanya bersikap seperti ini hanya di dalam Castle. Jika kita keluar, aku akan bersikap profesional." Kata Rachel dengan tersenyum manja.


"Ee, eem Baiklah Rachel." Kata Leon dengan tersenyum, tapi sebenarnya ia kesal.


"Sepertinya kita akan disini lebih lama lagi." Kata Leon dalam hati dengan wajah yang kesal.


....


Beberapa jam berlalu.


"Racheel. Apa kau tidak kelelahan memelukku.? Aries dan Kibo sampai menjauh dari sini.?" Tanya Leon yang sudah mulai kelelahan.


"Biarkan mereka Leon. Aku hanya sangat senang sekarang. Kau ingat, kau menciumku saat aku bersedih. Itu adalah ciuman pertamaku. Dan sekarang kau memegang tubuhku. Apa kau tau perasaanku Leon.?" Kata Rachel yang manja.


"Ah, ituu." Kata Leon yang kebingungan.


"Emm. Aku akan melakukannya Leon, hanya bersamamu. Kau boleh melakukannya." Kata Rachel yang merayu.


"Apa yang dia pikirkan.?" Kata Leon dalam hati dengan kebingungan.


"Racheel. dengarkan aku. Aku tidak akan melakukan apapun padamu. Aku akan menjagamu. Jadi berhentilah merayuku." Kata Leon dengan serius.

__ADS_1


"Kau membuatku semakin penasaran Leon. Baiklah, aku akan menunggumu. Tapi tolong jaga perasaanku." Kata Rachel dengan serius.


"Aah, kau tidak perlu memberitahuku masalah itu Rachel. Aku akan menjaganya untukku." Kata Leon dengan tersenyum sambil mengelus bahu Rachel.


"Tapi aku masih nyaman disini. Tunggulah sebentar." Kata Rachel dengan tersenyum sambil memejamkan matanya.


"Ee, ee, aaaaah." Suara Leon yang sudah kelelahan.


.....


[Perbatasan Barat]


1 hari berlalu. Rombongan pasukan Jendral Xerone sudah terlihat dari gerbang dalam benteng barat.


"Ah, ituu, rombongan dari kerajaan Properose." Kata salah satu penjaga gerbang dalam.


"Laporkan kepada Jendral sekarang." Kata penjaga itu kepada bawahannya.


"Ha, laksanakan." Kata prajurit itu. Dan ia langsung bergerak kedalam Camp.


.....


Pasukan Xerone pun tiba di depan gerbang dalam. Mereka berhenti disana karena ada beberapa prajurit yang menyambut mereka.


"Ah, sepertinya mereka menyambut kita." Kata Xerone dengan malu.


"Jendral, kita harus memberikan salam kepada mereka." Kata Juroo dengan serius.


"Ah, aku tau Juroo." Kata Xerone sambil turun dari kudanya. Ia pun berjalan ke arah Jendral Vera.


....


"Ah, jadi inikah wajah dari Kestaria Perang Properose.?" Kata Vera dalam hati yang melihat Xerone berjalan ke arahnya. Sepertinya Vera tertarik dengan Xerone pada pandangan pertamanya.


....


"Apa kau pemimpin disini Nona.?" Tanya Xerone kepada Vera dengan tersenyum.


"Aa, Aah. Perkenalkan Namaku Vera Rossa, Jendral Pasukan khusus dari Kerajaan Pantiko." Kata Vera dengan tegas. Tapi sebenarnya ia sangat gugup.


"Baiklah Jendral. Perkenalkan Namaku Xerone Worgan, Jendral Pasukan Elit dari Kerajaan Properose. Salam kenal Putri Naga." Kata Xerone dengan tersenyum sambil menundukkan kepalanya. Tapi ia masih belum tertarik dengan Vera.


"Aaa, Aaah. Dia menundukkan kepalanya padaku. Kestaria Perang ini membuatku gugup." Kata Vera dalam hati dengan wajah yang memerah.


"Ekmm. Baiklah Kesatria Perang. Silahkan masuk kedalam. Kita bicarakan di dalam tenda." Kata Vera yang menguatkan hatinya.


"Aa, aah. Baiklaah." Kata Xerone dengan tersenyum. Sepertinya ia mulai tertarik.


....


"Pasukan, bersiaplah masuk kedalam benteng. Kita akan beristirahat disini." Kata Xerone kepada pasukannya.


"Ha, Laksanakan Jendral." Kata semua prajurit Xerone.


Mereka pun masuk kedalam benteng barat dengan tertip.


"Ah, Teman, selamat datang di benteng barat. Semoga kita bisa mengakrabkan diri. Hahaha." Kata Gerro kepada Juroo sambil menungangi kuda.


"Aah, haha. Baiklah, aku senang sambutan kalian. Perkenalkan namaku Juroo, komandan pasukan elit dari kerajaan Properose." Kata Juroo kepada Gerro sambil menungangi kuda.


"Hoo, komandan ya. Perkenalkan, namaku Gerro, komandan pasukan khusus dari Kerajaan Pantiko. Salam Kenal teman. Hahaha." Kata Gerro yang senang sambil tertawa.


"Aah, salam kenal komandan. Hahaha." Kata Juroo yang senang sambil tertawa.

__ADS_1


.


.


__ADS_2