
[Castle Taman Surga]
Leon sedang makan di dapur yang temani Rachel yang sedang menyiapkan makanan untuk Leon.
"Rachel, apa kau masih belum mendapatkan kabar dari Aries dan Kibo.?" Tanya Leon sambil makan.
"Kau tidak perlu terburu-buru Leon, ini masih sehari saat kau memerintahkan mereka." Kata Rachel sambil menyajikan makanan untuk Leon.
"Ah, aku ingin secepatnya pergi ke benua wisdom, tentu aku masih menunggu kabar dari mereka." Kata Leon dengan serius.
"Apa kau mencariku Leon.?" Kata Aries yang datang ke dapur dengan tiba-tiba.
"Sepertinya kalian sudah berkumpul disini." Kata Kibo yang datang dengan tiba-tiba dibelakan Aries.
"Hooo, Aries , Kibo. Kalian sudah datang. Aku sudah menunggu kalian." Kata Leon dengan tersenyum.
"Aku sudah melakukan tugasku Leon, apa perintahmu selanjutnya." Kata Aries dengan serius sambil duduk di sebalah Leon.
"Ah, untuk sekarang masih belum ada." Kata Leon sambil makan.
"Kau sangat bersemangat Aries. maukah kau membantuku memasak makanan ini." Kata Rachel kepada Aries sambil memasak.
"Haah, seperti biasanya, kau selalu memanjakan Leon, Rachel." Kata Aries yang berdiri.
"Aku hanya melakukan ini untuk Leon, Aries." Kata Rachel dengan tersenyum.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya Leon.? Aku sudah siap melaksanakan perintahmu." Kata Kibo kepada Leon sambil duduk di sebelahnya.
"Kita tunggu saja sampai pembangunan ini selesai Kibo. Lalu, batasi pengiriman suplay makanan ke kerajaan ini. Aku akan memikirkan cara lain untuk memberi makan mereka." Kata Leon kepada Kibo.
"Berapa lama pembangunan ini selesai Leon.?" Tanya Aries kepada Leon sambil memasak bersama Rachel.
"Aku menargetkan semua pembangunan ini selesai dalam 1 tahun. Dan selama pembangunan, aku ingin pergi ke benua Wisdom dan castle Nasion. Aku sudah rindu dengan tempat itu." Kata Leon dengan tersenyum.
"Tentu saja, aku akan pergi bersama kalian semua." Kata Leon dengan tersenyum.
"Aku sudah tidak sabar mengajakmu berkeliling disana Leon." Kata Rachel dengan tersenyum sambil memasak.
"Ah, aku juga sudah tidak sabar." Kata Leon dengan tersenyum.
.....
[Perbatasan Barat Kerajaan Majaren]
2 minggu berlalu. Terlihat Jendral Manuel Dari kerajaan Majaren, sedang bersiap-siap kembali ke ibu kota.
"Lapor Jendral. Ada banyak pasukan yang sedang berjalan kearah perbatasan." Kata salah satu komandan disana.
"Haa, pasukan siapa itu, apa kau tau.?" Kata Jendral Manuel.
"Sepertinya itu pasukan bantuan dari Kerajaan Properose." Kata komandan itu.
"Ah, Akhirnya sudah datang." Kata Manuel sambil berjalan kearah benteng, untuk menyambut kedatangan mereka.
Pasukan yang dipimpin oleh komandan Juroo datang ke perbatasan bagian barat kerajaan lewat jalur musuh.
"Buka gerbangnya." Kata Jendral Manuel dengan tegas.
__ADS_1
"Selamat datang di perbatasan barat kerajaan Majaren komandan." Kata Manuel kepada Juroo.
"Apa kau seorang pemimpin di perbatasan ini.?" Kata Juroo kepada Manuel.
"Ah, perkenalkan saya adalah Jendral Manuel dari kerajaan Majaren." Kata Manuel kepada Juroo.
"Ha. Seorang Jendral. Baiklah." Kata Juroo sambil turun dari kudannya.
"Perkenalkan Jendral, nama saya Juroo, komandan pasukan elit dari kerajaan Properose. Kami di tugaskan untuk mengantikan penjagaan wilayah ini." Kata Juroo dengan tegas.
"Mereka benar-benar kuat, aura setiap prajurit dari pasukan ini sangat menakutkan." Kata Manuel dalam hati.
"Baiklah komandan Juroo, silahkan masuk kedalam." Kata Manuel yang menyambut Juroo.
Mereka pun berbincang di dalam tenda komando. Lalu, mereka membicarakan kondisi dan situasi yang ada di perbatasan, semua laporan diserahkan kepada Juroo.
Tidak berlangsung lama, pasukan Jendral Manuel pun pergi ke ibu kota berserta pasukannya.
.....
[Perbatasan Selatan Kerajaan Majaren]
Perbatasan antara kerajaan Majaren dan Kerajaan Porsa, masih dalam status peperangan. Bahkan disana dijaga oleh 3 Jendral sekaligus, termasuk Jendral David.
"Lapor Jendral, saya melihat pasukan porsa mundur dari wilayah perbatasan mereka." Kata salah satu komandan kepada Jendral David.
"Apaaaa. Apa yang sudah terjadi.?" Kata David yang bergegas keluar tenda.
Lalu, David pun naik keatas benteng. Ia melihat pasukan dengan perlengkapan kesatria berwarna emas sedang masuk ke dalam pertasan mereka.
"Buka Gerbangnya." Kata David dengan kencang. Lalu ia pun menemui pasukan itu didepan gerbang benteng.
"Apa kau pemimpin disini.?" Kata Jendral Xerone bertanya kepada David, sambil mengeluarkan aura tekanan jiwa.
"Ha, saya adalah salah satu pemimpin penjaga perbatasan disini. Siapa Anda Tuan.?" Kata David yang bertanya kepada Xerone.
"Dari mana mereka, mereka menerobos pasukan kerajaan Porsa. Apa mereka sudah mengalahkan mereka.?" Kata David dalam hati sambil menahan tekanan jiwa dari Xerone.
"Ah, baiklah. Saya adalah Jendral Xerone dari Kerajaan Properose. Kami di tugaskan untuk mengantikan kalian menjaga perbatasan ini." Kata Xerone yang masih diatas kuda.
"Apaaa. Jendral Xerone kesatria perang itu. Tidak aku sangka, mereka yang akan mengantikan kami disini." Kata David dalam hati.
"Ha. perkenalkan, saya Jendral David dari Kerajaan Majaren." Kata David sambil menundukkan kepalanya.
"Baiklah, bisakah kita berbicara sebentar Jendral David." Kata Xerone dengan tatapan yang tajam.
"Silahkan Jendral. Sebelah sini." Kata David dengan gugup.
Mereka pun membicarakan kondisi di perbatasan timur didalam tenda komando. yang di hadiri oleh 3 Jendral majaren dan Jendral Xerone.
"Aku sangat ketakutan menatapnya, aura ini benar-benar mencekikku." Kata salah satu Jendral majaren.
"Laporan kalian aku terima. Untuk sementara perbatasan ini aku ambil alih. Sebaiknya kalian pergi ke ibu kota sekarang juga." Kata Xerone dengan tegas.
"Ha. Terimakasih atas bantuannya Jendral Xerone." Kata David dengan menundukkan kepalanya.
Semua pasukan Majaren beserta Jendralnya langsung pergi menuju ke ibu kota.
__ADS_1
....
[Pelabuahan Ame]
Terlihat, pasukan Nizo yang masih ada di pelabuhan Ame. Dengan komandan yang sudah di ambil alih oleh Silvi. Sedang membantu para penduduk di desa Ame.
"Komandan, kami melihat puluhan kapal perang yang bergerak menuju kemari." Kata salah satu prajurit Nizo.
"Ah, mungkin itu pasukan dari Kerajaan Pantiko. Kalian bersiaplah untuk menyambut mereka." Kata Silvi kepada para prajurit disana.
....
Lalu, Kapal perang Jendral Zen dari Kerajaan Pantiko, berlabuh di pelabuhan beserta kapal perang lainnya.
Zen pun turun dari kapalnya dengan gagah. Silvi dan pasukannya pun memberikan sambutan kepadanya.
"Selamat datang di pelabuhan Ame Jendral Zen." Kata silvi yang menyambut kedatangan Zen.
"Hmm, siapa yang memimpin pasukan ini. Apa itu kau Nona?" Kata Zen kepada pasukan Nizo.
"Ha, saya Jendral. Silvi Gilbert, komandan dari Kerajaan Majaren." Kata Silvi dengan tegas dan berdiri tegak.
"Inikah sosok dari Jendral Zen yang terkenal itu. Kesatria Naga dari Kerajaan Pantiko. Auranya benar-benar sangat kuat." Kata Silvi dalam hati dengan ketakutan.
"Baiklah Nona. Kami di tugaskan disini untuk menjaga pelabuhan untuk sementara, sampai pembangunan pelabuhan ini selesai." Kata Zen dengan tersenyum melihat Silvi, sepertinya ia tertarik dengan silvi.
Lalu, mereka pun berbicara di dalam tenda komando. Silvi melaporkan semua yang sudah terjadi di pelabuhan Ame. Dan kondisi saat ini.
Jendral Zen hanya tercengang melihat laporan itu dengan raut wajah yang terkejut.
"Jendral, kejadian itu sudah beberapa bulan yang lalu, Peperangan dengan Kerajaan Honzu, dimenangkan oleh pasukan kami dalam satu hari. Lalu, beberapa minggu setelahnya, terjadi peperangan kedua, yang melibatkan 3 panglima perang Louktus dengan gelar Nine Core, di kalahkan di pelabuhan ini, dan pasukannya di tangkap oleh pasukan Kerjaan." Kata Silvi yang menjelaskan dua pristiwa di pelabuhan Ame.
Namun, Zen hanya terdiam dan tercengang. "Pantas saja, Kaisar Naga datang kesini. dan memerintahkan pasukannya untuk menjaga wilayah ini. Aku benar-benar sangat terkejut. Siapa orang yang bisa mengalahkan mereka bertiga dengan gelar Nine Core." Kata Zen dalam hati dengan sangat tencengang. Lalu, ia keluar ke tenda komando, dan melihat bangkai kapal perang yang sudah hancur.
"Ah, Komandan. Apa kau kenal siapa nama orang yang terlibat pertempuran itu.?" Kata Zen dengan serius sambil tercengang.
"Namanya Leon Jendral." Kata Silvi dengan santai.
"Haaaaa." Suara terkejut Zen sampai ia betekuk lutut, sambil melihat kedua tangannya.
"Tuan Leon. Nama itu sudah disebut oleh Kaisar Naga. Bahkan seorang Kaisar dari seluruh benua Wisdom, melaksanakan perintahnya. Siapa sebenarnya orang itu.?
"Apa kau baik-baik saja Jendral Zen.?" Tanya Silvi kepada Zen.
"Komandan, bisakah aku bertemu dengannya sekarang.?" Tanya Zen dengan sangat penasaran.
"Ah, ituuu. Sepertinya Anda harus pergi ke Castle Taman Surga." Kata Silvi dengan kebingungan.
.....
[Castle Taman Surga]
"Haaatcciuuuhh." Suara Leon yang bersin sambil mengaruk-ngaruk bokongnya.
.
.
__ADS_1