Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Impian


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Leon sedang gelisah atas pertanyaan mereka bertiga. Tempat yang selama ini dia sembunyikan adalah tempat dimulainya sejarah didunia ini.


"Aku sebenarnya tidak ingin menceritakan ini kepada siapapun. Aku merangkat kesana selama 2 hari tanpa makan dan minum. Tidak ada siapapun yang menolong, aku berusaha ke tempat itu antara hidup dan mati. Tempat bersejarah bagiku, awalmula energi sihir ada didunia ini." Kata Leon dengan serius.


Rachel, Aries dan Kibo sangat terkejut dengan cerita itu, mereka hanya terdiam dengan raut wajah tercengang.


"Aku menjaganya, karena air itu masih ada sisa-sisa energi alam. Jika itu di masuki oleh orang biasa yang tidak mengerti energi alam ini, sudah di pastikan orang itu akan mati." Kata Leon dengan serius.


"Ah, Leon. Lalu, bagaimana dengan Rachel. Selama ribuan tahun ini, hanya dia yang masuk ke dalam air itu.?" Tanya Kibo dengan penasaran.


"Itu karena energi alam yang ada di tubuhnya, berasal dari sana. Tentu saja itu akan aman jika Rachel menyelam kedalamnya." Kata Leon kepada Kibo.


"Lalu, apa sebenarnya tempat itu Leon.?" Tanya Aries sangat penasaran.


"Kejadian ribuan tahun lalu, seekor Naga hitam membumi hanguskan peradaban di bumi ini, termasuk desaku dan desa yang di tinggali Rachel. Aku menangis dan menjerit selama 3 hari melihat mayat keluargaku, tanpa makan dan minum. Lalu, sebuah cahaya turun dari langit, dulu aku tidak tau, kalau itu adalah energi alam. Aku hanya membayangkan itu adalah sebuah pedang. Dan pedang itu menancap di tengah kubangan air itu." Kata Leon dengan serius.


Mereka bertiga hanya terdiam sambil menelan ludah. Karena Leon menceritakan sejarah yang sebenarnya.


"Haaaa." Suara Aries yang merinding mendengarnya.


"Kau dulu selalu memarahiku saat aku mendekati tempat itu Leon.?" Tanya Rachel kepada Leon dengan serius.


"Itu benar Rachel, aku tidak mau kau masuk kedalamnya. Aku memarahimu karena aku tidak ingin kau mati disana. Tempat itu sangat berbahaya bagi orang-orang pada jaman itu. Mungkin sekarang, hanya kalian yang memiliki Cristal putih yang bisa memasukinya. Cristal alam yang murni." Kata Leon dengan serius.


"Emm, itu membuat terharu Leon." Kata Rachel sambil matanya berkaca-kaca.


"Leon, aku sangat merinding mendengarnya." Kata Kibo dengan serius sambil melihat Leon.


"Tapi aku berterimakasih pada kalian. Kalian sudah menjaga tempat itu untukku." Kata Leon dengan tersenyum.


"Semua itu karena Rachel yang memberitahuku Leon." Kata Kibo sambil tersenyum.


"Ah, Rachel. Kau membuatku sangat bangga. Terimakasih atas semuanya." Kata Leon sambil tersenyum melihat Rachel.


"Tentu saja aku akan melakukannya untukmu Leon. Semua hanya untukmu." Kata Rachel dengan tersenyum senang sambil memeluk tangan Leon.


"Hehe. Mungkin sekarang saatnya, membersihkan sisa-sisa penindasan yang ada." Kata Leon dengan sangat serius.


"HAAaaaah". Suara mereka bertiga yang terkejut.

__ADS_1


"Apa kau akan menguasai dunia lagi Leon.? aku sudah bilang padamu, aku sudah siap membantumu." Kata Kibo dengan semangat.


"Aku akan melakukannya Leon, selama ribuan tahun ini, kami sebenarnya tidak tau apa yang harus kami lakukan tanpa pemimpin." Kata Aries dengan tersenyum sambil berdiri.


"Itu benar Leon, kami hanya melakukan yang kami bisa. Hanya saja, kondisi sekarang berbeda, kita memiliki musuh yang sangat kuat sekarang. Selama ribuan tahun ini, mereka selalu memperluas wilayah mereka secara perlahan." Kata Rachel dengan serius.


"Tapi sekarang sudah berbeda Rachel, kau harus sadar, tangan siapa yang kau peluk sekarang. Hahaha." Kata Aries tertawa senang.


"Aku sekarang sudah memilikimu Leon." Kata Rachel dengan tersenyum sambil bersandar di pundak Leon.


"Aku sebenarnya tidak tertarik dengan itu. Hanya saja, sejak aku kembali kesini, aku melihat desa Ame sangat menderita di bawah kepemimpinan Majaren. Aku juga mendengar dari Rewin, ada sebuah desa yang sangat kelaparan di wilayah barat kerajaan. Murid-murid yang aku bangkitkan di Akademi, adalah anak yatim piatu dari desa itu, namun ibu pantinya meninggal karena kelaparan. Aku hanya ingin ini di selesaikan, jika Raja Majaren tidak bisa menyelesaikan ini, aku sendirilah yang akan mengambil tempat itu." Kata Leon dengan serius sambil mengepalkan tangan.


"Hoo, kau sudah kembali dengan sifatmu yang asli Leon." Kata Aries kepada Leon.


"Aku akan mendukungmu apapun yang terjadi, tapi tetaplah berada disisiku Leon." Kata Rachel dengan tersenyum pada Leon.


"HAAA, apa tidak apa-apa Rachel.? Apa kau mengijinkanku melakukan itu lagi.?" Kata Leon yang terkejut sambil melihat wajah Rachel.


"Em. Tentu saja aku akan di belakangmu. Apapun yang akan kau lakukan sekarang, aku akan mendukungmu, aku tidak bisa mengekangmu disini Leon, itu hanya akan membuatmu frustasi. Aku tau sifatmu dengan jelas." Kata Rachel dengan sepenuh hati.


"Waaah, Terimakasih Rachel. Aku sangat bersemangat sekarang." Kata Leon sangat senang sambil memeluk Rachel.


"Yooosss. Aku benar-benar bersemangat Leoon, apa perintahmu sekarang." Kata Aries sambil mengangkat tangannya dengan berapi-api.


"Hahahaha, aku akan melakukan yang terbaik Leon." Kata Kibo penuh semangat.


"Terimakasih semua." Kata Leon dengan semangat. Dan Rachel hanya tersenyum bahagia.


Impian, adalah keinginan yang harus di wujudkan. Banyak sekali orang-orang di sekitar, yang tidak bisa melihat impian itu. Bagi Leon, impian itu masih hidup didalam dirinya, ia hanya membantu sesorang dengan sepenuh hati, tanpa pamrih, tanpa penindasaan, dan tanpa kekerasan.


....


"Baiklah semua, ini yang ada di otakku. Mungkin kita akan memulai dari kerajaan ini." Kata Leon dengan semangat.


....


[Istana Kerajaan Majaren]


"Apa semuanya akan baik-baik saja yang mulia.?" Kata Lucas kepada Raja James.


"Aku sendiri tidak tau Lucas. Kita hanya bisa mengirimkan persediaan makanan untuk para prajurit yang menjaga perbatasan." Kata Raja James yang sedang binggung dengan kerisis pangan di kerajaannya.

__ADS_1


"Apa kita minta bantuan Dewi untuk menyelesaikan ini semua yang mulia.?" Kata lucas kepada James.


"Hmm, sepertinya itu tidak mungkin, kita harus menyelesaikannya sendiri. Kita bisa mengunakan kekayaan kerajaan ini." Kata James kepada menterinya.


"Kita tidak bisa melakukan itu yang mulia. Masih banyak desa yang kemiskinan di wilayah kerajaan. Kita tidak bisa mengunakan kekayaan itu hanya untuk mencukupi persediaan para prajurit." Kata salah satu bangsawan disana.


"Apa kau tau tentang kekuasaan kevin.? Jika prajurit disana tidak bisa menjaga perbatasan, apa jadinya kerajaan ini. Semua musuh bisa masuk dengan mudah. Dan kau tau, apa yang akan terjadi selanjutnya.?" Kata James dengan marah kepada bangsawan bernama Kevin.


"Aa, aah. Ituu." Kata Kevin dengan gugup.


....


[Castle Taman Surga]


"Apa ini Leon.?" Kata Rachel kepada Leon sambil menunjuk ke kertas.


"Ah, ini adalah strategi sementara." Kata Leon dengan serius.


"Rachel, aku tidak tau kondisi yang sebenarnya kerajaan ini. Namun, kondisi dunia sekarang masih dalam status peperangan. Meskipun itu dilakukan secara perlahan. Ini adalah peperangan jangka panjang. Jadi, yang digunakan bukan hanya kekuatan, tapi suplay makanan juga harus di perhatikan." Kata Leon yang menjelaskan.


"Hoo, lalu. Apa hubungannya dengan pelabuhan Ame Leon.?" Tanya Rachel yang sangat penasaran.


"Ini adalah pembangunan. Pelabuhan Ame akan dijadikan pusat perdagangan. Saat aku masih disana, Elis berkata padaku, kalau jalur laut yang paling aman untuk di lewati, dari beberapa kerajaan di 5 benua, adalah pelabuhan Ame." Kata Leon dengan serius.


"Dua benua ini, adalah wilayah Louktus. Ini menjelaskan, alasan mereka menyerang pelabuhan itu. Dengan menguasai pelabuhan Ame, mereka bisa mengirim persediaan dengan lancar ke beberapa kerajaan lainnya." Kata Leon sangat serius.


"Kau membuatku merinding lagi Leon." Kata Aries kepada Leon.


"Raja Majaren tidak akan memikirkan itu, mereka hanya memikirkan wilayah mereka dari ancaman kerajaan lain. Perang jangka panjang, dan masalah makanan untuk prajurit. Itu sangat wajar dilakukan. Karena kekuasaan masih melekat dalam mahkota Raja. Tanpa memperdulikan rakyatnya." Kata Leon dengan serius.


"Kau sangat hebat Leon. kau hanya beberapa bulan melihat kondisi kerajaan ini, tapi kau bisa menganalisa ini semua." Kata Kibo yang terkagum-kagum.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan Leon.?" Tanya Rachel yang penasaran.


" Ah, ituu..." Kata Leon dengan tersenyum


.


[SEASON 1 SELESAI]


.

__ADS_1


__ADS_2