
[Istana Kerajaa Cimoren]
Terlihat semua orang sangat ketakutan dengan kabar kedatangan Kesatria Perang ke istana kerajaan Cimoren.
"Glegg. Aaah" Suara Ernes yang ketakutan.
"Apa Anda tidak ada solusi lain Tuan.? Kita harus menghindari perang dengan mereka." Kata Raja Philip dengan panik.
"Mereka akan datang 5 hari lagi. Pergerakan mereka sangat cepat." Kata Leon serius.
"Sepertinya waktu lima hari sudah cukup untuk mengevakuasi warga." Kata Raja Philip.
"Hem. Tenanglah yang mulia. Sudah aku katakan sebelumnya, sebaiknya anda menyiapkan tempat untuk camp mereka. Aku akan membantu kalian." Kata Leon tersenyum
"Baiklah Tuan, saya percaya kepada Anda. Akan segera kami siapkan tempat untuk Camp prajurit Gionova." Kata Raja Philip dengan panik.
"Ah, mohon bantuannya yang mulia." Kata Leon dengan tersenyum.
Pertemuan itu pun selesai. Lalu Leon dan Kibo pergi kekamarnya. Namun, semua Jendral dan Raja Philip masih mematung di tempatnya.
"Apa mereka bisa dipercaya Yang Mulia.?" Tanya salah satu Jendral.
"Aku sendiri tidak tau Jendral. Sebaiknya kita siapkan saja tempat itu." Kata Raja Philip dengan kebingungan.
.....
Didalam kamar Leon.
"Apa mereka sudah menguasai kerajaan disana Leon.?" Tanya Kibo.
"Ah, benar Kibo. Xerone dan Cena sudah menyelesaikannya dengan cepat, bahkan dokumen perserikatan sudah dikirimkan padaku." Kata Leon.
"Hem. Tinggal laporan dari Dion." Kata Kibo sambil berfikir.
"Kau tenang saja Kibo, bahkan mereka masih belum sampai disana." Kata Leon.
"Ah, sebaiknya kita tunggu mereka disini. Aku sudah tidak sabar untuk menyerang Neverley." Kata Kibo serius.
"Kita tunggu 5 hari lagi." Kata Leon dengan tersenyum.
...
5 hari pun berlalu. Semua pasukan Xerone bersama Cena sampai di tempat perbatasan kerajaan Cimoren.
"Panglima, apa kita akan menyerang benteng itu.? Sepertinya mereka tidak siap untuk berperang." Kata Cena sambil melihat kearah benteng.
"Sebaiknya kita pastikan itu didalam sana." Kata Xerone sambil mengerakkan kudanya yang berjalan kearah pintu gerbang.
Lalu, tiba-tiba pintu gerbang itu terbuka lebar. Dan beberapa prajurit menyambut mereka.
"SELAMAT DATANG PANGLIMA GIONOVA." Kata semua prajurit disana.
"Heem. Sepertinya mereka sudah ditaklukkan oleh Pimpinan. Kita masuk kesana Cena." Kata Xerone sambil bergerak masuk kedalam gerbang.
"Panglima. Perkenalkan, saya adalah Jendral dari kerajaan Cimoren yang ditugaskan di benteng ini." Kata Jendral baru dari Cimoren yang menghentikan laju kuda yang ditumpangi Xerone.
"Ah, Jendral. Maaf, kami tidak ada waktu untuk berdiskusi disini. Bisakah kau memberikan laporan padaku.?" Kata Xerone.
"Panglima. Maaf, kami tidak punya laporan apapun disini. Kami hanya diberikan kertas ini dari istana." Kata Jendral itu sambil memberikan surat dari Leon.
"Apaaa.? Surat itu. Berikan padaku Jendral." Kata Xerone sambil menyaut surat itu dari atas kuda.
.....
"Inii. Cena, kerajaan Cimoren sudah bergabung dengan Paradicone. Sebaiknya kita segera ke istana sekarang. Perintahkan 260rb prajurit untuk menjaga benteng ini, sisanya ikut keistana sekarang." Kata Xerone dengan tegas.
"Ha. Laksanakan Perintah." Kata Cena. Lalu Ia pun langsung memperintahkan pasukannya.
__ADS_1
"Baiklah Jendral, pasukan kami akan menjaga disini. Saya akan langsung pergi ke istana sekarang juga." Kata Xerone sambil bergegas pergi ke istana.
"Ha. Terimakasih bantuannya Panglima." Kata Jendral itu sambil menundukkan kepalanya.
.....
Beberapa jam berlalu. Di Ibu kota Kerajaan Cimoren. Semua warga disana berbaris dipingiran jalan dan menyambut kedatangan Panglima Gionova dengan meriah.
"Hem, mereka bahkan memberikan sambutan kepada kami. Apa yang sudah dilakukan pimpinan disini. Ini membuatku sangat kagum." Kata Xerone sambil menungangi kuda.
.....
Diistana Kerajaan Cimoren. Terlihat semua prajurit berbaris dengan menundukkan kepalanya disepanjang jalan alun-alun didalam istana. Dan didepannya sudah ada para Jendral yang menyambutnya.
Lalu, Raja Philip dan Ratu bersama dengan 3 pewarisnya berdiri didepan pintu masuk istana.
"Inikah kesatria perang. Auranya sangat mencekam, bahkan semua pasukannya seperti monster." Kata Ernes dalam hati dengan ketakutan.
"Gleeg. Semoga tidak terjadi apapun disini." Kata Raja Philip dengan ketakutan.
"Apa ini akan baik-baik saja ibu.?" Tanya Luciana dengan gemetar.
"Kau sebaiknya menjaga sikapmu Luciana, jika Panglima itu menginginkan kau melayaninya, kau harus siap dengan itu." Kata Ratu dengan ketakutan.
"Aku akan melakukannya demi kerajaan Ibu." Kata Luciana yang ketakutan.
.....
Xerone dan Cena bersama prajuritnya bergerak masuk kedalam istana dengan pelan-pelan.
"Panglima, saya tidak melihat Pimpinan disini. Apa mereka tidak ada disini.?" Tanya Cena.
"Aku sendiri ingin tau. Tapi surat itu adalah perintah darinya. Sebaiknya kita jalankan saja perintahnya." Kata Xerone.
....
"Jadi inikah aura kekuatan pasukan Gionova. Benar-benar mengerikan." Kata Raja Philip dalam hati.
"SELAMAT DATANG PANGLIMA GIONOVA." Kata semua orang disana.
Namun, Xerone hanya terdiam sambil menoleh ke kanan dan ke kiri mencari Leon.
"Panglima, perkenalkan, Namaku Philip seorang Raja Cimoren." Kata Raja Philip.
"Ah, sangat kebetulan sekali. Yang mulia, apakah sebelumnya ada orang dari pasukan Gionova yang datang kesini.?" Tanya Xerone dengan tatapan tajam.
"Aah ituu. Mungkin mereka sedang perjalan kesini Panglima." Kata Raja Philip yang panik.
"Apa maksudmu.?" Tanya Xerone dengan tatapan tajam.
"Panglima, mereka sudah tinggal diistana beberapa hari ini, dan mereka berdua sedang berada di dalam istana." Jawab Raja Philip.
"Em, begitu ya." Saut Xerone.
Lalu, tiba-tiba Leon dan Kibo berjalan keluar istana.
"Haaah(mengehala nafas). Kita tersesat lagi Kibo." Kata Leon yang cemberut.
"Sepertinya bangunan istana ini harus dipetakan." Kata Kibo yang sudah kelelahan berjalan berjam-jam.
.....
"Ah, itu para pimpinan." Kata Xerone dengan panik.
Semua prajurit Gionova pun langsung berlutut dengan cepat. Dan semua orang di istana sangat terkejut dengan sikap mereka semua.
"Aa, aapa yang sudah terjadi.?" Kata Ernes yang tercengang.
__ADS_1
"Kenapa mereka berlutut padaku.?" Kata Raja Philip yang tercengang sambil menoleh kebelakang. Ia melihat Leon dan Kibo sedang berjalan menghampirinya.
"HA. KAMI MENGHADAP KEPADA PEMIMPIN GIONOVA." Kata semua prajurit Gionova.
"HAAAAAA." Suara semua orang terkejut mendengarnnya.
Tidak berfikir panjang, mereka semua pun ikut berlutut kepada Leon dan Kibo. Bahkan Raja dan para Jendralnya sangat ketakutan.
"Glegg, tidak aku sangka. Ternyata Tuan Leon adalah pemimpin Pasukan Gionova." Kata Raja Philip dengan ketakutan sambil berlutut.
"Aa, aah. Ternyata pujaan hatiku adalah pemimpin pasukan monster ini. Aku benar-bemar sangat terkejut." Kata Ernes dalam hati, bahkan tubuhnya gemetar cukup kencang.
"Heeee. Kenapa mereka juga ikut berlutut Kibo.?" Tanya Leon yang terkejut melihat Raja Philip dan Jendralnya ikut berlutut padanya.
"Mereka semua ketakutan padamu Leon." Jawab Kibo.
"Hem, sudahlah." Kata Leon sambil menghampiri Xerone.
"Pimpinan, kami sudah menyelesaikan tugas kami dengan cepat." Kata Xerone dengan gugup.
"Kerja bagus Xerone. Sebaiknya kalian beristirahat disini sementara, sampai Dion melaporkan kondisi disana." Kata Leon.
"Ha. Laksanakan perintah." Kata Xerone. Ia pun langsung berdiri dan bergerak menjauh dari sana dan diikuti oleh prajuritnya.
Semua pasukan Gionova yang ada disana akan membangun Camp prajurit di alun-alun istana.
.....
"Tidak aku sangka, ternyata dia bukan seorang pangeran, justru seorang pimpinan dari pasukan itu. Sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya." Kata Luciana dalam hati sambil berlutut dan melihat Leon.
.......
"Yang mulia, sepertinya alun-alun istana akan ramai. Apa tidak apa-apa.?" Kata Leon sambil melihat prajuritnya.
"Ah. Tidak apa-apa pimpinan." Kata Raja Philip dengan tubuh gemetar.
"Haah, bahkan dia memanggilku pimpinan Kibo." Kata Leon dengan cemberut.
"Mereka semua ketakutan padamu Leon." Kata Kibo.
"Hem, baiklah. Kita juga harus bergabung dengan mereka Kibo." Kata Leon sambil berjalan menghampiri prajuritnya.
"Haaaa. Tuan pimpinan. Tuan." Kata Raja Philip yang memanggil Leon.
"Eemm. Ada apa yang mulia.?" Tanya Leon dengan berhenti seketika
"Anda bisa tidur didalam istana dengan nyaman Tuan. Aku akan menyiapkan jamuan lebih mewah lagi setelah ini." Kata Raja Philip serius.
"Hem, yang mulia, aku adalah seorang pemimpin dari pasukan itu, jadi aku harus kesana untuk membicarakan sesuatu." Kata Leon.
"Aa, aah. Bisakah nanti malam Anda datang keruang utama Tuan.?" Tanya Raja Philip.
"Baiklah, nanti kami akan kesana yang mulia. Terimakasih atas jamuannya." Kata Leon sambil berjalan menjauh dari sana.
"Anda tidak perlu berterimaksih Tuan." Kata Raja Philip sambil melihat Leon dan Kibo berjalan menjauh.
"Glegg, sepertinya aku harus tidur dengannya nanti malam. Hihi." Kata Luciana dengan bahagia.
"Kau harus melayaninya dengan baik Luciana." Kata Ratu dengan tersenyum.
"Aku akan melayaninya dengan baik ibu." Kata Luciana dengan muka memerah.
Ernes yang melihat Leon berjalan masih mematung dengan tubuh gemetar.
"Nanti, nanti malam aku harus kekamarnya, apapun yang terjadi, aku harus tidur dengannya." Kata Ernes dalam hati.
.
__ADS_1