Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Lamaran


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Rachel, Aries dan Kibo, sedang melantik para petinggi pasukan Gionova. Dan Leon sedang melihat dari atas balkon dalam.


"Mereka semua sudah dilantik. Aku harap mereka bisa mengumpulkan prajuritnya dalam 1 minggu. Aah, setelah ini pasti sibuk sekali." Kata Leon dalam hati sambil melihat Rachel.


"Tapi, kau memang sangat cantik sekali Rachel. Aku benar-benar sudah tergila-gila padamu. Hmm, semoga aku bisa hidup bersamamu dengan tenang. Aku ingin membangun sebuah keluarga bersamamu." Kata Leon dalam hati dengan tersenyum.


....


Rachel pun melihat ke atas balkon. "Leon, aku sudah tidak tahan disini. Aku ingin bertemu denganmu." Kata Rachel dalam hati dengan tersenyum dan mukanya memerah.


"Haa. Dia melihat kesini. Dia melihatku. Aaaah senangnya." Kata Leon dengan pipi memerah sambil tersenyum.


....


"Baiklah Panglima. Aku tidak bisa belama-lama disini. Laksakan perintah dengan sebaik-baiknya. Bereskan perlengkapan kalian, dan bagilah kamar dengan pasukan yang lain. Kalian akan tinggal disini sementara." Kata Rachel dengan serius.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH." Kata semua panglima.


Lalu, Rachel, Aries, dan Kibo menghilang dari tampat itu.


...


"Haaaaah." Suara menghela nafas Xerone.


"Xerone aku tidak bisa bergerak. Aku ingin menangis." Kata Vera yang mematung dengan tatapan tajam.


"Heee. Kau kenapa Vera. Para pemimpin sudah pergi, kita masih ada perintah saat ini. Bergegaslah." Kata Xerone sambil berdiri.


"Xerone. Tolong aku, aku juga tidak bisa bergerak." Kata Deko yang mematung.


"Senior, tolong aku juga. Hanya bibirku saja yang bisa aku gerakkan." Kata Dion yang mematung sambil menangis.


"HEEEE. Kenapa kalian ini." Kata Xerone sambil melihat semua orang disana.


Tidak ada yang bisa bergerak. Semuanya berlutut dengan mamatung. Bahkan semua panglima masih mematung. Hanya Xerone yang bisa bergerak.


.....


"Purrff. Hahahaaha. Mereka sangat lucu sekali. Jiwamu sangat kuat Xerone." Kata Leon sambil tertawa melihat mereka semua.


"Mungkin aku akan menugaskanmu di barisan depan setelah ini." Kata Leon dalam hati.


....


Lalu, Xerone pun mengangkat Vera. "Hiiiii." Suara Vera yang merinding.


"BANGUNLAH KALIAN SEMUA. DAN LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN." Teriak Xerone dengan kencang.


"Aa, aah." Kata salah satu Jendral dengan tercengang.


Lalu, mereka semua pun terjatuh Lemas, dengan menghela nafas panjang.


"Kenapa kau bisa kuat Xerone.?" Kata Renny disana sambil terbaring di lantai.


"Renny, berdirilah. Kau adalah Panglima perang. Tunjukan sikapmu kepada prajurit." Kata Xerone dengan tegas.


"Sudahlah Xerone. Kita semua tidak sepertimu. Biarkan kami menghela nafas sebentar." Kata Sin sambil terbaring di lantai.


"Hiks. Xerone. Aku sudah mengangis." Kata Vera yang duduk lemas di lantai dengan tangannya yang dipegang Xerone.


"Vera. Berdirilah, kita lakukan tugas kita sekarang. Kalian semua ini membuatku sakit kepala." Kata Xerone dengan serius.

__ADS_1


....


"Hahahaha. Kalian, kalian. Hahaha." Suara Leon yang tertawa terbahak-bahak.


"Kau sedang menertawakan apa Leon.?" Kata Rachel yang tiba-tiba datang.


"Eh, Rachel." Kata Leon terkejut sambil menoleh kebelakang.


"Hem, Hem (tersenyum). Aku sudah tidak kuat disana Leon." Kata Rachel sambil memeluk Leon dari belakang.


"Apa kau rindu aku Rachel.?" Kata Leon tersenyum.


"Hem. Tentu saja. Bahkan hanya beberapa menit aku sudah tidak kuat." Kata Rachel sambil memeluk Leon.


"Ekmm. Apa kalian masih belum selesai. Kita harus membahas rencana selanjutnya." Kata Aries sambil memejamkan matanya.


"Ehehe. Baiklah Aries, sepertinya aku juga ingin memeluknya sebentar. Ehehe." Kata Leon tersenyum lebar.


"Haaah(mengehla nafas). Aku akan menunggu kalian di ruanganmu bersama Kibo." Kata Aries sambil berjalan keruangan Leon.


"Ah, tunggulah disana." Kata Leon dengan tersenyum


....


"Rachel, sini. Biarkan aku memelukmu juga." Kata Leon tersenyum.


"Baiklah." Kata Rachel sambil melepas pelukkannya.


Lalu, mereka pun berpelukkan melepaskan rindu, seperti tidak pernah bertemu berabad-abad.


"Apa kau bahagia Leon.?" Tanya Rachel dengan tersenyum.


"Tentu saja aku sangat bahagia Rachel." Kata Leon sambil memeluk Rachel.


"Sebaiknya kita segera menikah." Kata Rachel dengan serius.


"Apa kau tidak ingin menikah denganku.?" Tanya Rachel dengan sedikit kesal.


"Eeee. Itu. Tentu saja aku ingin menikahimu Rachel. Tapi ini masih belum waktunya. Tunggulah sebentar." Kata Leon dengan tersenyum.


"Aku sudah menunggumu ribuan tahun Leon. Sampai kapan aku menunggu lagi.?" Kata Rachel yang cemberut.


"Kau membuatku gugup Rachel. Aku akan menyelesaikan pekerjaan ini secepatnya. Lalu setelah itu, aku akan menikahimu. Aku hanya ingin hidup dengan tenang bersamamu. Jadi tunggulah sebentar." Kata Leon dengan tersenyum.


"Benarkah.? Aku jadi senang mendengarnya Leon. Aku anggap kau sedang melamarku." Kata Rachel dengan tersenyum.


"Eeeh. Ituu." Kata Leon yang tidak bisa berkata-kata.


"Tentu saja aku akan menunggumu Leon. Aku sudah tidak sabar. Aku sangat bahagia sekali." Kata Rachel dengan tersenyum bahagia.


"Em. Aku pasti menikahimu Rachel. Pasti." Kata Leon tersenyum.


"Aku sangat mencintaimu Leon. Sangat Cinta." Kata Rachel dengan bahagia.


"Aku juga mencintaimu Rachel." Kata Leon dengan bahagia.


....


Diruang kerja. Leon dan Rachel pun masuk sambil bergandengan tangan.


"Apa kalian sudah selesai.?" Tanya Aries


"hehe. Sebenarnya belum. Tapi aku ingin bergerak cepat." Kata Leon sambil berjalan ke mejanya.

__ADS_1


"Haaah(mengehla nafas). Jadi apa perintahmu sekarang.?" Tanya Aries dengan serius.


"Berikan aku peta yang sudah kalian kerjakan kemarin." Kata Leon dengan serius.


"Ah. ini sayang." Kata Rachel dengan tersenyum.


"HEEEEEEEE." Teriak mereka bertiga. Bahkan Leon sangat terkejut.


"Kenapa kalian terkejut.? Leon sudah melamarku barusan. Sudah pasti aku akan memanggilnya begitu." Kata Rachel dengan cemberut.


"Oe, Leon. Kenapa harus sekarang. Ini terlalu mendadak." Kata Aries dengan kesal.


"Hahaha. Aku akan mendukungmu Leon." Kata Kibo sambil mengangkat ibu jarinya.


"Ah, ituu." Kata Leon yang tidak bisa menjawab.


"Kau jangan marah Aries. Kita memang akan menikah, tapi tidak sekarang." Kata Rachel sambil memejamkan mata.


"Aa, aaah." Suara Aries terkejut.


"Ah, itu benar Aries. Kita selesaikan pekerjaan ini dulu. Aku akan serius sekarang." Kata Leon dengan serius.


"Haah, baiklah. Bisa kita mulai rapat ini.?" Kata Aries serius.


"Aku akan memeriksa peta ini dulu." Kata Leon serius sambil membuka peta.


...


"Ini. Terlalu banyak titik yang rawan perang. Apa pasukan Gionova cukup. Emm." Kata Leon dalam hati sambil berfikir.


....


"Apa titik ini sudah benar.? Aku tidak menyangkan. Ini terlalu banyak dari yang aku banyangkan." Kata Leon sambil berfikir.


"Itu sudah benar Leon. Benua Lories, terdapat 32 titik yang sedang berperang. Itu terjadi di beberapa wilayah kerajaan. Lalu, benua Wisdom, ada 4 titik sedang berperang. Dan Benua Trolin, ada 67 titik rawan perang. Karena kita sedang menghadapi semua kerajaan Loktus di benua ini." Kata Rachel dengan menjelaskan.


"Em. Ini sangat banyak. Sepertinya mereka sedang mengincar benua ini dengan serius." kata Leon sambil berfikir.


"Lalu, apa yang akan kita lakukan Leon.?" Tanya Aries penasaran.


"Wilayah paling rawan penyerangan adalah Kerajaan Porsa dan Forlsa. Lalu, kerajaan Majaren." Kata Leon serius.


"Apa kita akan kirimkan pasukan kesana Leon.?" Tanya Kibo penasaran.


"Kita tidak bisa sembarangan mengirimkan pasukan Kibo. Kita harus menganalisa medan, jalur suplay, tranportasi, dan dampaknya. Louktus tidak akan sembarang menyerang kita. Mereka sangat pintar dalam strategi militer. Dan itu tidak terduga." Kata Leon sambil berfikir keras.


"Lalu, apa yang kau pikirkan Leon.?" Kata Aries dengan serius.


"Ah, jika kita lihat dari 4 kerajaan di benua Trolin yang sudah bergabung dengan Paradicone, sepertinya mereka membutuhkan jalur laut dan makanan. Seperti dugaanku. Wilayah utara Majaren adalah sasaran paling empuk. Dan perbatasan kerajaan Forlsa." Kata Leon sambil berfikir.


"Apa kita akan bergerak kesana.?" Tanya Rachel serius.


"Sebentar Rachel. Kita tidak bisa hanya memikirkan benua Trolin. Ini sangat rumit membaca situasinya." Kata Leon serius.


...


"Mereka sudah pasti bergerak ke Forlsa. Lalu, jalur laut pasti di wilayah utara. Tidak mungkin mereka menyerang pelabuhan Ame lagi. Tapi benua Lories, mereka juga akan bergerak kesana. Louktus pasti sudah tau, kalau kita hanya berfokus diwilayah Trolin." Kata Leon dengan berfikir.


"Situasi benua Lories sama seperti benua Trolin Leon. Hanya saja kekuatan tempur disana lebih kuat dari pada disini." Kata Aries.


"Ah, itu benar Aries. Aku sudah menemukan jawabanya. Hem(tersenyum). Kita tunggu 1 minggu sampai prajurit terkumpul. Kita akan mengunakan pasukan Gionova untuk mempertahankan wilayah Paradicone." Kata Leon dengan serius.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH MAHARAJA." Kata semua Paradicone sambil menundukkan badan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2