
[Diruang Latihan Sihir]
Terlihat Leon yang sedang duduk sambil bertanya kepada Rewin.
"Ah, anu Tuan. Mereka semua adalah anak-anak yang terlantar di sebuah desa. Saat aku kesana, keadaanya sangat kacau. Rumah-rumah banyak yang rubuh, dan kehidupan warganya benar-benar kekurangan makanan. Aku bersama para murid lainnya, membawakan beberapa makan untuk mereka. Lalu, ada warga desa yang bilang padaku, ada panti asuhan yang didalamnya ada banyak anak-anak yang kelaparan disana. Aku pun pergi kesana. Ada sekitar 29 anak dengan umur 4-5 tahun. Aku bertanya dari salah satu mereka, dimana ibu panti.? Mereka pun mengantarkan saya ke ruangannya. Saya melihat ibu panti itu sudah meninggal sekitar 1 minggu karena kelaparan." Cerita panjang Rewin dengan gugup.
"Lalu, apa yang terjadi Rewin.? Kau bilang ada 29 anak, disini ada 24 anak."Kata Leon yang sangat penasaran.
"Itu, mereka meninggal dalam perjalanan Tuan. Aku membawa mereka semua ke istana, namun saat perjalanan beberapa anak, yang sudah sakit dan mengalami demam tinggi, kami sudah mencoba menyembuhkan dengan sihir, tapi itu tidak berhasil. Lalu, saat aku masuk istana, Raja James menyuruhku untuk merawat mereka di Akademi. Dan biaya mereka di tanggung oleh kerajaan, sudah sekitar 3 tahun mereka berada disini." Kata Rewin kepada Leon dengan gugup.
"Hoo, Kau dan Raja ya. kalian merawat anak-anak ini selama itu.? Tapi kenapa kalian membuat prajurit dari anak-anak yang kalian selamatkan.?" Tanya Leon yang menjebak.
"Kalau itu, sepertinya Raja James yang bisa menjelaskan Tuan." Kata Rewin kepada Leon dengan gugup.
"Hmm, baiklah Rewin, aku berterimakasih padamu karena membawa anak-anak ini kesini. Aku hanya ingin mereka memilih kehidupannya sendiri. Aku tidak memaksamu untuk mengikuti ucapanku. Tapi ada sesuatu yang harus aku lakukan untuk anak-anak ini." Kata Leon sambil melihat para murid makan.
"Apa kau tau Rewin, energi yang ada di dalam tubuh mereka, itu bisa membunuh mereka nantinya. Apa kau sudah mempertimbangkan itu.?" Tanya Leon kepada Rewin.
"Ah, aku tidak tau Tuan. Tapi semakin banyak prajurit dengan kekuatan sihir di tubuhnya, membuat Kerajaan semakin aman. Karena militer Majaren sangat lemah. Jadi mungkin ini satu-satunya cara." Kata Rewin dengan gugup. Bahkan ia mulai ketakutan.
"Jadi kau tidak tau yaa, hmm. Ya pantas saja kau tidak tau, bahkan Rachel sendiri tidak akan tau tentang ini." Kata Leon dengan serius.
"Haaa. Sang Dewi tidak tau tentang itu. Padahal semua buku sihir adalah ciptaannya. Apa Tuan Leon lebih pintar dari Dewi.?" Kata Rewin dalam hati dengan terkejut.
"Ini adalah ilmu yang akan aku tunjukan padamu, namun aku tidak bisa mengajarkannya." Kata Leon dengan serius.
"Energi atau yang kalian bilang Sihir. Itu adalah energi alam yang masuk ke tubuh manusia. Namun hanya mereka yang terpilih, yang mempunyai kekuatan ini. Tapi berbeda dengan orang yang tidak terpilih. Jika kalian memasukkan energi itu, mereka akan kesakitan setiap hari." Kata Leon kepada Rewin.
Rewin pun ingat, saat malam di asmara para murid. Setiap hari mereka menangis kesakitan, bahkan ada yang sampai pinsan.
"Itu sudah mereka lalui selama 3 tahun ini, dan jika energi sihir ini gunakan, itu tidak akan bertahan lama. Justru energi itu akan habis, dan mereka akan kesakitan lagi, karena mereka tidak punya wadah. Kalau sudah begitu, mereka akan di anggap sampah, yang sudah tidak di butuhkan lagi. Lalu, jika mereka menerima energi sihir lagi, itu akan melukai bagian dalam tubuh mereka. Apa kau tau itu Rewin. Memaksakan seseorang untuk menerima energi dari luar, itu sama membunuh mereka secara perlahan." Kata Leon kepada Rewin.
Rewin dan Groy pun sangat kaget dan terkejut dengan penjelasan Leon. Kerena itu sudah pernah terjadi ke beberapa prajurit di medan peperangan.
Banyak prajurit yang mati karena penambahan energi sihir itu. namun, orang-orang menganggap itu adalah hal wajar, yang di alami oleh seseorang tak terbangkitkan.
"Lalu, apa yang harus kami lakukan tuan Leon.?" Tanya Rewin dengan sangat khawatir.
"Jika sudah seperti ini, tidak mungkin aku menguras semua energi sihir pada tubuh mereka. Itu bisa menyebabkan kematian. Jadi aku akan membangkitkan mereka." Kata Leon dengan santai.
__ADS_1
"HOOKKKH" Suara Rewin yang sepertinya ia terkena serangan jantung karna shock berat. Ia hampir terjatuh ke lantai, tapi Groy memegang tubuhnya.
Groy sendiri sangat terkejut dengan ucapan Leon. Karena dirinya sendiri, bukan orang yang terbangkitkan. Artinya, ia tidak memiliki wadah Energi.
"Apakah bisa seseorang melakukan itu, orang terpilih adalah seseorang yang dipilih oleh langit." Kata Rewin yang sangat terkejut. Ia sendiri hampir pinsan.
"Kenapa kau sangat terkejut Rewin, aku hanya memberikan wadah kepada mereka. Atau membangkitkan mereka." Kata Leon dengan santai.
"Aa, aa, Apa itu bisa di lakukan Tuan.?" Tanya Groy kepada Leon.
"Tentu saja itu bisa Groy. Aku melihat tubuhmu, kau bukan orang terpilih. Apa kau mau aku bangkitkan.?" Kata Leon dengan santai.
"Tentu saja aku mau Tuan." Kata Groy sambil sujud kepada Leon. Sampai Rewin pun terjatuh ke lantai.
"Hahaha, baiklah. Aku akan mulai dari dirimu. bersiaplah." Kata Leon kepada Groy.
"Baik Tuan." Groy pun duduk di depan Leon.
....
Ruang tertutup.
"Apa yang di lakukan Leon Rachel.?" Tanya Aries kepada Rachel.
....
"Tahan dulu Groy, ini akan sedikit sakit. Ah, Rewin kumpulkan mereka, dan suruh mereka berbaris. Aku akan kesana setelah ini." Kata Leon
"Baik Tuan Leon". Kata Rewin dengan menundukkan kepala. Ia pun langsung menghampiri para Murid.
"Baik, kalian yang sudah selesai makan, silahkan berbaris di sini, ada hadiah yang akan di berikan kepada kalian dari Tuan Leon." Kata Rewin dengan tersenyum sambil merapikan barisan para murid.
"Hadiah, dari kak Leon.? Aku sangat suka dengan hadiah." Kata Lily dengan tertawa bahagia.
Lalu, cahaya putih keluar dari dada Groy. Itu bersinar cukup terang. Dan para murid disana mulai ketakutan. Namun Rewin menenangkan mereka sambil melihat Groy yang di bangkitkan.
"Aku tidak percaya ini, jantungku seakan berhenti melihatnya." Kata Rewin dalam hati dengan sangat terkejut.
"Uuuuhhhkrrgg" suara dari Groy yang sedang di tanamkan Cristal putih di jantungnya. Lalu, proses kebangkitan pun selesai.
__ADS_1
"Bagaimana Groy. Apa kau bisa merasakannya.? Energi yang tersisa dalam tubuhmu, sudah masuk ke dalam wadah." Kata Leon kepada Groy.
"Ini, ini ,ini. Aku benar-benar sudah di bangkitkan. Terimakasih Tuan, Terimakasih." Kata Groy sambil bersujud-sujud di depan Leon.
"Ahaha, hentikan itu Groy, aku tidak suka dengan seseorang yang bersujud padaku. Sebaiknya kau latih saja kekuatan barumu itu." Kata Leon dengan tersenyum dan membangunkan Groy yang menangis.
"Terimakasih Tuan, aku akan membalas kebaikan dengan nyawaku sendiri." Kata Groy dengan sangat senang sambil menangis.
"Aah, tidak perlu sampai begitu Groy. Sudahlah". Kata Leon dengan tersenyum.
"Lalu, sekarang giliran kalian." Kata Leon dengan tersenyum kepada para murid. Namun, Rewin yang ada di sana hanya mematung melihat Groy yang benar-benar sudah di bangkitkan.
"Rewin, kau jangan diam saja di situ. Bantu aku untuk membariskan mereka" Kata Leon dengan santai.
"Eeeh, Baik TUAN". Kata Rewin dengan kaget.
....
Ruang tertutup.
"Apa yang sedang ia lakukan Rachel.?" Tanya Aries kepada Rachel.
"AKU TIDAK TAUUU ARIES. Huh, sudah berapa kali kau bertanya padaku. Tanya saja padanya. Huh, huh," Kata Rachel sangat emosi sambil kedua tangannya mengepal.
"Aku juga sangat penasaran, apa yang sudah dilakukan Leon. Ia mendekatkan tangan kepada mereka, lalu dada dari anak-anak itu keluar cahaya. Apa Leon membuka sihir terpusat mereka, seperti yang di lakukan pada kita.?, Aaah, aku benar-benar sangat penasaran." Kata Rachel dengan sangat binggung.
....
Ruang Latihan sihir.
"Kau yang terakhir Lily, apa kau mengalah pada teman-temanmu, mereka semua sangat senang di sana." Kata Leon dengan tersenyum sambil mengelus kepala Lily.
"Yaahooo, aku bisa mengeluarkan api dengan mudah"." Hoee lihatlah, aku bisa mengeluarkan petir"." Aku juga bisa"." Hahaha, lihat ini". Suara anak-anak yang sudah di bangkitkan.
"Mereka semua sangat senang, tapi aku mau hadiah boneka kak Leon, aku tidak mau itu." Kata Lily dengan sedih.
"Hoo, Oke, nanti akan aku bawakan Boneka untukmu. Sekarang mari kita bangkitkan kekuatanmu dulu". Kata Leon dengan tersenyum kepada Lily.
"Eem". Kata Lily sambil teraenyum.
__ADS_1
"Aku akan memberikan yang special untukmu Lily, aku harap kau gunakan untuk kebaikan". Kata Leon dalam hati sambil membangkitkan Lily dengan Cristal putih lebih besar. Mungkin setara tingkat Gaia.
.