
[Castle Taman Surga]
Malam hari. Terlihat Leon yang sedang merenung diluar kamarnya sambil melihat kehutan.
"Apa aku sudah gila sekarang. Aku lari dari dapur tanpa bicara apapun dengan Rachel. Pikiranku sangat kacau sekarang. Kenapa aku begini. Kenapa hanya ada Rachel di otakku. Ah, padahal situasi sekarang sedang berperang." Kata Leon dalam hati sambil merenung memikirkan Rachel.
"Hmm. Apa gara-gara waktu itu. Saat dia menenangkanku disana. Memang sangat nyaman sekali saat Rachel memelukku. Bahkan aku senang melihatnya tertawa puas." Kata Leon dalam hati sambil memikirkan Rachel
"Apa yang harus aku lakukan sekarang. Jantungku selalu bedetak dengan kencang saat aku memikirkannya." Kata Leon dalam hati.
"Rasanya sangat aneh, ini terasa sakit. Apa yang terjadi padaku. Kenapa orang ini tidak bisa hilang dari otakku. Haaah. Bahkan sekarang aku ingin melihatnya." Kata Leon dalam hati yang gelisah
"Tapiii. Saat aku melihatnya jantungku semakin berdetak dengan kencang. Aku merasa tidak ingin melepaskannya, aku ingin selalu bersamanya. Padahal dari dulu aku juga merasakan itu. Tapi kali ini berbeda.?" Kata Leon dalam hati dengan sangat gelisah.
....
Didapur. Terlihat Rachel yang sangat sedih melihat Leon tiba-tiba lari ke kamarnya saat ia menyentuhnya.
"Aries, hiks. Kenapa Leon menghindariku. Hiks." Kata Rachel yang sedih sambil berdiri.
Bahkan makanan yang di siapkan Rachel belum di sentuh sama sekali oleh Leon. Rachel benar-benar sangat sedih.
"Tenanglah Rachel. Mungkin dia sedang kelelahan." Kata Aries sambil berdiri menghampiri Rachel.
"Hikks. Bahkan dia pergi tidak melihatku. Aku sangat sedih Aries. Hiks." Kata Rachel dengan meneteskan air matanya.
"Racheel. Tenanglah, aku akan berbicara padanya nanti" Kata Aries sambil memeluk Rachel.
"Hiks, hikks. ini sakit sekali Aries. Aku hiks Hiks." Kata Rachel yang patah hati.
"Tenanglah Rachel. Kibo, bisakah kau menemui Leon di kamarnya. Bilang padanya untuk menemui Rachel, dan bawalah makanan ini untuknya." Kata Aries dengan serius.
"Baiklah, aku akan menemuinya." Kata Kibo sambil membawa masakan Rachel untuk Leon.
....
Dikamar Leon. Tiba-tiba Kibo membuka pintu kamar Leon.
"Leoon.?" Kata Kibo dengan santai.
"HAAAAAAA." Teriak Leon yang kaget. Ia pikir yang datang adalah Rachel.
"Kibo. Kau membuatku kaget. Haah." Kata Leon dengan terkejut.
"Kau kenapa Leon.? Kenapa kau tiba-tiba lari.?" Tanya Kibo sambil menaruh makanannya.
"Ah, aku sendiri tidak tau Kibo. Aku hanya ingin menghindari Rachel." Kata Leon sambil melihat ke arah hutan lagi.
"Haah(mengela nafas). Apa kau tidak nyaman disini.? Dari kemarin kau terlihat menghindari Rachel." Kata Kibo sambil menghampiri Leon.
"Ini berbeda Kibo. Aku hanya ingin disini. Aku sangat takut melihat Rachel." Kata Leon sambil merenung.
"Apa kau ada masalah dengannya. Berbicaralah padanya." Kata Kibo yang khawatir.
__ADS_1
"Aku tidak punya masalah dengannya Kibo. Hanya saja, aku tidak sanggup melihatnya." Kata Leon yang merenung dengan sangat gelisah.
"Aku membawakan makananmu yang di masak Rachel. Makan lah, sepertinya kau lapar." Kata Kibo yang khawatir.
"Haaaaa. Makanan masakan Rachel. Untukku." Kata Leon dalam hati dengan tercengang melihat hutan sampai ia tidak bisa berkedip.
"haah, sepertinya kau butuh istirahat. Aku akan pergi ke dapur. Tenangkan dirimu Leon." Kata Kibo sambil berjalan keluar dari kamar Leon.
....
"Aa, aaah." Suara Leon yang terkejut sambil melihat makanan yang di masak Rachel.
"Kenapa aku bisa sesenang ini, hanya melihat makanan itu. Padahal Rachel setiap hari memasak makanan untukku. Kenapa aku ini.?" Kata Leon yang tercengang sambil melihat makanannya.
"Glegg(menelan ludah). Bahkan aku tidak ingin merusak makanan itu. Apa sebaiknya aku tidak makan.? Aku ingin menyimpannya." Kata Leon dengan tercengang sambil menghampiri makanannya.
"Tenanglah Leoon. Tenanglah. Berfikirlah. Tidak mungkin aku tidak makan malam ini. Aaaaaah. Otakku rusak. Kenapa hanya Rachel, Rachel, Rachel di sini. Haaaa." Kata Leon sambil memegang kepalanya dengan gelisah.
....
Didapur. Kibo pun datang kembali ke dapur dan duduk di kursinya.
"Apa kau sudah menemuinya Kibo.?" Tanya Aries sambil memeluk Rachel.
"Ah aku sudah menemuinya. Dia sangat kacau sekali. Sepertinya dia sedang berfikir keras." Kata Kibo dengan santai.
"Apa kau sudah menyuruhnya menemui Rachel.?" Tanya Aries serius.
"Dia bilang, dia tidak ingin menemui Rachel. Dia tidak sanggup, dan dia ketakutan. Sepertinya dia benar-benar menghindarimu Rachel." Kata Kibo dengan santai.
"Racheel tenanglah. Apa kau punya masalah dengannya.?" Tanya Aries kepada Rachel.
"Hiks. Aku tidak tau. Hiiks. Aku tidak tau. Ini sakit sekali Ariies. Huaaahh." Kata Rachel yang benar-benar patah hati sambil menangis
"Aku tidak kuat Aries. Hikks. Sakit sekali." Kata Rachel sambil memeluk Aries.
"Haah, Aku akan menemuinya Rachel. Apa kau mau ikut. Tapi tunggulah diluar." Kata Aries dengan serius. Namun, Rachel hanya menganggukkan kepalanya.
"Baiklah, kita kesana." Kata Aries sambil menuntun Rachel.
.....
Dikamar Leon. Terlihat makanannya sudah terbungkus dengan plastik. Dan Leon sedang merenung diluar kamarnya sambil melihat hutan.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang. Lalu, apa yang terjadi jika aku pergi dari sini.?" Kata Leon dalam hati dengan gelisah.
Lalu, Aries tiba-tiba masuk. Namun, kali ini Leon tidak terkejut.
"Leoon. Apa kau ada masalah.?" Tanya Aries sambil berjalan menghampiri Leon.
Namun, Leon hanya terdiam sambil memejamkan matanya.
"Emm.?" Suara Aries yang melihat makanan diatas meja yang sudah terbungkus plastik.
__ADS_1
"Haah. Apa yang sedang kau pikirkan Leon.?" Tanya Aries dengan penasaran sambil berdiri di sampingnya.
"Aries kah. Hmm." Kata Leon sambil memejamkan mata.
"Kenapa kau ini.? Tidak seperti biasanya kau begini. Apa kau ada masalah dengan Rachel.?" Tanya Aries
"Aku tidak ada masalah dengannya Aries. Hanya saja, jantungku sangat sakit saat aku memikirkannya." Jawab Leon dengan gelisah.
"Haaaaaa.?" Suara terkejut Aries. Sepertinya ia paham masalah ini.
"Bahkan ia tidak bisa keluar dari otakku. Ini sangat aneh, rasanya sangat aneh. Bahkan aku tidak bisa berfikir sekarang. Kenapa hanya dia yang ada di otakku." Kata Leon dengan gelisah.
"Haah. Kau benar-benar bodoh Leon." Kata Aries sambil tersenyum.
"Apa maksudmu.? Bahkan saat aku melihatnya, jantungku berdetak sangat cepat. Ini sangat aneh, aku tidak ingin melihatnya. Tapi aku juga tidak ingin meninggalkannya." Kata Leon dengan serius.
"Hmm. Kau sangat bodoh Leon. Apa kau sadar. Kau memang menganggap Rachel sebagai keluarga dari dulu. Kau hanya ingin menjaganya, kau hanya ingin dia hidup dengan tenang. Tapi yang kau rasakan saat ini berbeda Leon. Aku tau apa yang ada di pikiranmu." Kata Aries dengan serius.
"Aaa, Apa maksudmu.?" Kata Leon penasaran.
"Kau sedang Jatuh Cinta padanya Leon. Hmm, sudahlah sepertinya masalah ini akan selesai." Kata Aries sambil meninggalkan Leon.
"Rachel ada di luar kamarmu. Dia menangis memikirkanmu." Kata Aries sambil keluar kamar.
"Aa, aapa dia sedang bercanda. Aah. Sudahlah." Kata Leon sambil memalingkan tubuhnya dan melihat hutan lagi.
"Apa yang dimaksud Aries itu. Bahkan aku tidak bisa mencerna omongannya. Kenapa aku ini, kenapa hanya ada Rachel di otakku." Kata Leon sambil melihat hutan.
Lalu. "Leoon." Suara Rachel yang memanggil Leon. Ia sudah di dalam kamar, dan Aries pergi keluar.
"aa, aah. Bahkan telingaku sudah rusak." Kata Leon yang masih belum menyadarinya.
"Hiks. Leon." Kata Rachel yang sangat sedih. Ia melihat Leon hanya terdiam diluar balkon. Bahkan Leon tidak menoleh sama sekali.
Itu membuat Rachel sangat patah hati. Lalu, ia melihat masakannya di bungkus plastik oleh Leon. Hatinya semakin hancur. Namun ia masih berdiri disana.
"Aa, sepertinya aku sedang sakit. Isi Otakku hanya Rachel, bahkan telingaku sampai mendengar suaranya. Aku benar-benar sudah gila." Kata Leon dalam hati dengan sangat gelisah sambil membelakangi Rachel.
"Leoon. Hikks Leon." Kata Rachel yang masih berusaha memangil Leon.
"Aa, aa. Ituu, ituu memang Rachel." Leon pun menoleh kebelakang. Ia melihat Rachel berdiri sambil menangis dengan tangannya yang di remas-remas.
"Hikks, hikks, hikss." Suara Rachel yang menangis sambil menundukkan kepalanya.
"Aa, aaaah, aak. Glegg(menelan ludah). Racheel. Dia menangis." Kata Leon dalam hati dengan tercengang melihat Rachel menangis. Bahkan ia meneteskan air mata tanpa disadarinya.
"Hiks. Apa kau marah padaku.?" Tanya Rachel sambil menangis.
"Raa, Raa, Ra." Kata Leon dengan tercengang sambil melihat Rachel.
"Dia ada didepanku. Bahkan aku tidak bisa bicara. Jantungku berdebar sangat kencang" Kata Leon yang tercengang.
.
__ADS_1
.