Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Perang (6) Amarah


__ADS_3

[Wilayah Utara Majaren]


Leon, sedang berjalan perlahan kearah Rachel dengan sangat terpukul. Bahkan ia hampir pinsan karena melihat kondisi tubuh Rachel.


"Aku mohon. Hiks. Racheel. RACHEEEEL. Huuuuh. Racheeeel." Tangisan Leon sambil berjalan. Bahkan ia sampai bertekuk lutut tak sanggup berjalan lagi.


.....


"Arrgh. Aku sudah tidak tahan." Kata Abraham kesakitan yang masih terkena tekanan dari Leon.


"Uhoouk. Arrrgh." Suara Dona yang sudah lemas.


Mereka berdua bahkan tidak bisa bergerak sama sekali. Mereka hanya bisa berlutut dan terbaring kesakitan karena tekanan Leon.


Dan Leon. Masih meratapi kesedihan di depan Rachel. Lalu, DEK DUK, DEK DUK. Suara energi Rachel yang sangat lemah dari dalam jantung terdengar oleh Leon.


"Haa. Rachel, Racheel. hiks. Racheel. Aku mendengarnya. Hiikk. Bertahanlah Rachel. Aku mohon." Kata Leon sambil berusaha mendekat kepada Rachel.


Cahaya yang sangat terang keluar dari tangan Leon. Ia bahkan mengunakan 50% kekuatannya untuk membuat efek pemulihan kepada Rachel.


"Hikkss. Racheel aku mohon. Sadarlah. Hiks. Masih ada kesempatan. Racheel. Huuah. Racheeeel." Kata Leon yang masih meratapi kesedihan sambil memulihkan jantung Rachel.


Leon memberikan energinya kewadah milik Rachel. Lalu, ia menyembuhkan lukanya sedikit demi sedikit.


Tombak yang menancap di tubuh Rachel bergetar dan tercabut dengan sendirinya. Lalu, hanya beberapa detik saja. Lukanya tertutup dengan sempurna. Bahkan bekas lukanya sudah hilang.


Tiba-tiba. "Le on." Suara Rachel sangat lemah dengan memejamkan mata.


"Racheel. Hiks. Terimaksih. Terimakasih kau sadar Rachel. Hiks." Kata Leon yang mulai tenang dengan menangis, sambil menyembuhkan luka tangan kiri Rachel.


Lalu, tangan kiri Rachel yang terpotong, terbang ke arah Leon. "Racheel. Hiks. Rachel. aku mohon, bertahanlah." Kata Leon dengan menangis, ia sangat ketakutan sambil memegang tangan Rachel yang terpotong.


"Aku akan menyambungkannya. Hiks. Jadi bertahanlah Racheel. Ini sedikit sakit. Dan ini membutuhkan beberapa bulan sampai tersambung sempurna." Kata Leon menjelaskan sambil menangis.


"Le on. Kau datang." Kata Rachel dengan tersenyum lemas.


"Hiks. Racheel. Aku akan berusaha menyembuhkanmu. tahanlah sebentar." Kata Leon dengan menangis, sambil menyambungkan tangan Rachel.


"AAAAAAAAARGH." Teriakan Rachel kesakitan.


Leon membuka luka tangan kirinya, dan menyambungkan tangannya. Itu mempengaruhi sel dan saraf dari tangan Rachel. Bahkan Rachel merasakan kesakitan di otaknya.


"Haa." Suara terkejut Leon. "Racheel. Hiks Racheel." Kata Leon yang panik.


"ini sakit Leon." Kata Rachel dengan lemas. Lalu ia pun pinsan.


"Rachel. Hiks. Maafkan aku. Istirahatlah sebentar disini" Kata Leon penuh kesedihan.


Lalu, tiba-tiba Kibo datang dengan sempoyongan.


"Leoon. Kau akhirnya datang" Kata Kibo yang berjalan sempoyongan. Lalu ia terjatuh ke tanah.


"Kibooo." Kata Leon terkejut.


"Leon. Maafkan aku." Kata Kibo dengan sedih.


"Bertahanlah Kibo." Kata Leon sambil menghampiri Kibo.


Leon pun menyembuhkan lukanya dan memberikan energinya ke dalam wadah milik Kibo.


"Aaaah. Aku lumayan baikan sekarang." Kata Kibo sambil terbaring. Lalu dengan sontak ia berdiri.


"Leon, Abraham dan Dona ada disini. berhati-hati lah." Kata Kibo dengan panik.

__ADS_1


"Ah, jadi mereka yang bernama Abraham dan Dona. Aku sudah menekan mereka." Kata Leon dengan penuh kebencian.


"Apaaaa." Kata Kibo yang terkejut sambil melihat Abraham dan Dona yang mengerang-ngerang kesakitan.


"Bisakah kau menemukan tubuh Aries, bawalah kesini. Dan tolong jaga Rachel untukku." Kata Leon.


"haa, ba, ba, baik Leon. Tunggulah disini." Kata Kibo gugup, lalu ia pun menghilang.


....


"Arrgk. Sampai kapan aura ini menekanku." Kata Abraham.


"Aku sudah tidak kuat." kata Dona yang muntah darah berkali-kali


.....


Lalu, Kibo datang membawa Aries yang pinsan. Tubuhnya penuh luka dan berdarah. Sepertinya Aries sudah di ambang kematian.


"Aries, Aries, Hiks." Kata Leon yang panik. Lalu ia pun menyembuhkan lukanya. Namun Aries masih tetap pinsan.


"Kibo, jagalah mereka disini. Aku akan membereskan mereka." Kata Leon dengan tatapan kebencian.


"Aa, aaaah. Baiklah." Kata Kibo dengan tegang, sambil melihat Varel dan Nicol yang tergeletak.


Lalu, Kibo pun melihat Leon yang berjalan menghampiri Abraham dan Dona. "Aku tidak menyangka. Gleeg. Bahkan ia mengalahkan Varel dan Nicol dengan mudah. Lalu sekarang, ia menghajar Abraham dan Dona seperti semut." Kata Kibo dalam hati dengan tercengang.


.....


Lalu. "HUAAAAAAAAAH." Teriakan Abraham mencoba melawan tekanan Leon.


"Haah, haah. AAAAAARGH." Suara Abraham yang kesakitan, kareana Leon menekannya lagi dengan lebih kuat.


....


"Haah, hah, hehe. Dia sudah mati." Kata Abraham.


"Haa." Suara Leon terkejut.


Lalu, puluhan ribu jarum keluar di atas Leon. Dan 10 grypon keluar di depannya.


"Hah, hah, kau juga akan mati." Kata Abraham dengan percaya diri.


"Uhuok. Matilah." Kata Dona. Lalu, puluhan ribu jarum itu jatuh dengan cepat kearah Leon, dan disusul 10 grypon yang menyerang Leon sekaligus.


BREDOOM. Suara benturan jarum dan grypon yang jatuh ke arah Leon.


"LEOOOOOON." Teriak Kibo.


.....


"Apa ini sudah berakhir.?" Kata Dona dengan lemas.


"Hah, hah, hehehe. HAHAHAHA." Suara tertawa Abraham.


Tiba-tiba. Kepala Abraham di pukul dengan sangat keras. "Arrgk." Suara Abraham kesakitan sampai terpental jauh ke atas udara dan darah keluar begitu banyak.


"Haa." Suara Dona terkejut.


Lalu, Leher Dona di cekik dan diangkat oleh Leon sampai badanya ikut terangkat. "AAAAARRG. AAK." Suara Dona kesakitan dan meronta-ronta.


Lalu, perutnya di pukul dengan sangat keras oleh Leon. "Arrg." Suara Dona sampai ia pinsan. Dan tubuhnya terpental jauh sampai menghantam tebing pantai.


Lalu, Leon pun menghilang dan tiba-tiba berada di atas Abraham yang masih melayang di atas udara.

__ADS_1


"Haa." Suara terkejut Abraham. Lalu, Leon pun memukul seluruh tubuh Abraham.


"Arrg. Aah, Uhuok. Oook. AAAARG. Uuukk." Suara Abraham yang di pukul Leon bertubi-tubi sampai Abraham pinsan di tempat.


Namun, pukulan Leon tidak berhenti. Leon masih memukulnya dengan sangat keras terus menerus. Sampai tulang tangan dan kaki Abraham patah. Mungkin hancur.


Kibo yang melihatnya hanya terdiam dengan tercengang melihat Abraham yang dihajar habis-habisan oleh Leon. "Aaaah. Leon." Kata Kibo dalam hati.


Lalu, Leon memukul perut Abraham sampai terpental jatuh menghantam teping pantai.


"Hah, hah. Kebencian ini muncul dengan sendirinya. Aku tidak bisa memaafkan kalian. Aku ingin membunuh kalian semua." Kata Leon dengan penuh kebencian.


Tiba-tiba. awan-awan berkumpul di langit dengan sangat cepat, dan gemuruh petir terdengar sangat keras.


Lalu, Jutaan tombak emas raksasa keluar dari atas langit. Cahaya dari tombak itu menyinari seluruh pantai dan laut.


"Apa ituu.?" Kata Juroo yang melihat ke atas langit dengan tercengang.


"Leoon." Kata Kibo yang pasrah.


....


Lalu, ratusan kapal perang yang masih ada di laut. Sedang di incar oleh jutaan tombak emas itu.


"Glegg. Apa ituu.?" Kata Jendral Louktus dengan tercengang melihat ke atas langit.


Semua prajurit Louktus yang ada di kapal perang hanya tercengang melihat ke atas langit. Mereka semua ketakutan, sampai ada yang tidak bisa bergerak.


"Aku akan membunuh kalian semua." Kata Leon dengan tatapan tajam dan aura kegelapan memenuhi mata Leon.


Lalu. Jutaan tombak emas itu pun di jatuhkan ke ratusan kapal perang milik Louktus.


"Haa." Suara terkejut Jendral Louktus.


Jutaan tombak emas itu pun menghantam ratusan kapal perang terus menerus. Suara teriakan dari prajurit Louktus terdengar sangat kencang.


Ratusan kapal perang di laut tengelam dan hancur berkeping-keping. Bahkan mereka semua tidak bisa menghindari serangan itu, apalagi menangkisnya.


"Rachel. Hiks. Aku membunuh mereka semua. Jadi bertahanlah sebentar disana." Kata Leon sambil meneteskan air mata.


Suara penderitaan bergema dengan sangat keras di telinga Leon. Bahkan ia sampai sempoyongan diatas sana. Namun, jutaan tombak emas itu masih turun dengan sangat cepat.


"Hiks. Maafkan aku. Maafkan aku. Aku mendengar penderitaan kalian. Hiks. Sakit sekali." Kata Leon dengan meneteskan air mata.


Jutaan tombak yang jatuh menghantam laut. Membuat gempa bumi yang sangat dasyat di dalam laut. Sampai terjadi tsunami dengan gelombang tinggi sekitar 12 meter.


Semua orang di daratan yang masih hidup, terbang ke atas langit. Dan Kibo mengangkat semua orang-orang yang masih pinsan di bawah sana.


Dalam waktu 10 menit, jutaan tombak itu habis menghantam laut. Sudah tidak ada lagi suara manusia yang terdengar, hanya sisa puing-puing kapal yang mengambang, semuanya mati tengelam karena terdorong tombak emas. Namun Leon masih menyisahkan 1 kapal milik Abraham.


Dan tubuh Abraham melayang di udara bersama Dona, Varel, dan Nicol. Mereka di terbangkan oleh Leon. Lalu, ia membawanya ke kapal milik Abraham itu.


"Aa, aa." Kata Jendral Loktus yang gemetar ketakutan.


Leon pun mendarat tepat didepan Jendral itu. Namun, Jendral itu tidak bisa bergerak sama sekali.


"Aku akan mengembalikan Panglima kalian." Kata Leon sambil menjatuhkan keempat Panglima Louktus di atas kapal. BRUOOK. Suara jatuhnya keempat Panglima itu.


"Bilang pada pemimpin kalian. Neswara. Deklarasi perang dari Paradicone. Peperangan yang sebenarnya akan dimulai." Kata Leon dengan tatapan tajam.


Lalu, Leon pun menghilang dari sana.


.

__ADS_1


.


__ADS_2