
[Benteng Perbatasan Barat]
Pasukan Blitz Thunder dari Louktus, sudah mengambil alih benteng perbatasan. Dengan jumlah prajurit yang tersisa, sekitar 80rb orang.
Kekuatan tempur yang di pimpin komandan Bul menguasai benteng itu dalam waktu 3 jam saja dari pasukan Juroo. Lalu, mereka membangun Camp prajurit disana.
"Tidak kusangka, pasukan Properose sangat lemah. Mereka kabur ketakutan saat kita menekan mereka." Kata Komandan Bul kepada prajuritnya.
"Hahahaha, itu benar komandan. Kita memang sangat kuat." Kata prajurit itu.
"Apa kau sudah membuang mayat-mayat Properose.? Itu sangat mengangguku." Kata Bul kepada prajuritnya.
"Komandan, semua sudah dibereskan. Kita makan saja dulu." Kata prajurit itu.
....
Mereka membuang mayat prajurit Properose dengan keadaan telanjang, semua perlengkapan dan senjata di ambil oleh pasukan Blitz Thunder.
Lalu, mereka membakar dan membuat api ungun dari mayat-mayat itu.
"Eh, apa kau suka dengan arak ini.?" Kata salah satu prajurit kepada temannya.
"Ini rasanya sangat enak. Sepertinya Properose mempunyai arak yang enak-enak. Hahaha." Kata temannya itu.
"Kalian, sebaiknya sisahkan padaku." Kata komandan Bul dengan tatapan tajam.
"Ah, komandan. disini masih ada banyak, jangan khawatir." Kata salah satu prajurit.
"Hoo, benarkah, kita akan berpesta malam ini. Lalu, kita akan membawanya ke Porsa. Mungkin Tuan Erwin akan senang, hahaha." Kata Bul sambil tertawa.
.....
"Komandan, ada seseorang yang datang kemari." kata salah satu prajurit disana.
"Heee, siapa yang berani datang kesini. Ada berapa banyak mereka.?" Tanya Bul kepada prajurit itu.
"Ah, ituu. Hanya satu orang saja komandan.?" Kata prajurit itu.
"Apaaa.? Apa kau sedang bercanda. Haa." Kata Bul sambil menuangkan arak ke kepala prajurit itu.
"eeh, aku tidak berbohong komandan." kata prajurit itu mulai ketakutan.
"Haa, aku akan menemuinya." Kata Bul sambil berjalan mencari orang yang datang.
.....
"Siapa kamu.? Berhenti disana. Ini camp prajurit Louktus." Kata salah satu penjaga di bagian dalam benteng.
Namun, orang itu tetap diam sambil berjalan berlahan-lahan.
"Jika tidak ada keperluan, silahkan pergi dari sini. Atau kau akan mati." Kata salah satu penjaga yang lain.
"Hoo, dia memang datang sendirian, siapa itu.?" Kata Bul yang sudah melihat orang itu dari kejauhan. Bul pun berjalan menemui orang itu.
"Ha, Komandan. Ada orang asing datang kesini, aku sudah menanyakan keperluannya, tapi dia hanya terdiam." Kata salah satu penjaga.
"Tuan, apa kau tidak tau, ini adalah Camp prajurit Louktus. Apa kau tidak bisa melihat lambang yang besar ini.?" Kata Bul kepada orang itu.
Namun, orang itu tetap diam dan berjalan ke arahnya. "Berhenti disana, jangan melangkah lagi." Kata salah satu penjaga sambil menodongkan tombak.
....
"Ha, jadi disini sudah menjadi camp prajurit Louktus.?" Tanya Kibo yang datang kesana sendirian.
"Ah, apa kau dari prajurit Properose.? Hahaha. Kenapa kau kembali.? Apa kau rindu dengan teman-temanmu yang sudah kami bakar disana.? Hahaha." Kata Bul dengan tertawa.
__ADS_1
"Ternyata benar kata Leon. Mereka sudah di kalahkan disini. Aku akan menyelesaikannya dengan cepat." Kata Kibo sambil mengeluarkan aura petir dari matanya.
"Haaa, apa kau sedang menga...." Arrrghk." Kata Bul yang tiba-tiba di angkat oleh Kibo, sambil menekan jiwa Bul dengan kuat.
Prajurit penjaga disana hanya terdiam ketakutan, mereka bahkan tidak bisa bergerak. Bahkan tubuh mereka sudah gemetar.
"Arreghh. Uhoouk. Kalian, Arrg, jangan diam saja." Kata Bul kepada prajurit penjaga sambil kesakitan.
"Kau akan mati disini, bersama prajuritmu semuanya." Kata Kibo kepada Bul dengan auranya yang keluar begitu kuat.
Ia menekan 80rb orang yang ada camp prajurit. Semua prajurit disana sangat kesakitan, bahkan ada yang pinsan. Dan ada juga yang kejang-kejang.
"Ada apa ini. Uhuook." kata salah satu prajurit yang ada di camp.
"Aaaaaahh."." Areegh."." Hookkkk."."Aarrrgkk."." Suara kesakitan dari semua prajurit Louktus.
"Tuan, Arrgkk. Maaf, Uhouukkgh." Kata Bul kepada Kibo. Namun, tidak berlangsung lama, ia pun tewas di tangan kibo, bersama prajurit penjaga yang ada di sana.
"Hmm, disini sudah selesai. Tinggal membereskan sisanya." Kata Kibo dengan tatapan tajam sambil berjalan.
Kibo pun masuk lebih dalam ke tempat camp prajurit Louktus. Ia berjalan dengan mengeluarkan aura yang sangat kuat.
Setiap langkahnya, aura itu semakin kuat. Bahkan sampai ada yang langsung tewas di tempat.
"Arrg, siapa itu yang datang.?" Kata salah satu prajurit yang kesakitan karena tekanan aura.
"Arrrgggk." Kata salah satu prajurit disana.
"Aku tidak mau berlama-lama disini. Aku harus menyelesaikan dengan cepat." Kata Kibo dengan santai sambil mengeluarkan senjata sucinya.
"Siapa.? Ini sangat sakit sekali." Kata salah satu prajurit dalam hati.
"Ak, akk, akuu akan mati." Kata salah satu prajurit yang lain dalam hati.
"Aa, aaa, aaahh." Suara mengerang-ngerang dari prajurit disana.
"Kenapa aku tidak bisa bergerak." Kata salah satu prajurit dalam hati.
Kibo mengeluarkan 5 naga petir di atas langit yang sangat besar.
"Hm, sepertinya prajurit Pantiko tidak perlu repot-repot memberaskan mereka." Kata Kibo dengan santai.
Lalu, naga-naga itu mulai menyerang semua prajurit yang ada disana. Satu persatu prajurit mati dengan luka yang sangat parah.
Naga yang lain mencari orang-orang yang sedang bersembunyi. Pergerakan naga itu sangat cepat, sekali terkena sentuhannya, mereka langsung tewas.
"Ha, aku hampir selesai." Kata Kibo dengan menekan jiwa semua prajurit disana. Ia memastikan tidak ada lagi yang hidup.
dalam waktu 5 menit. Semua orang disana tewas mengenaskan. Dengan tubuh yang hancur sangat parah. Ada juga yang hangus terbakar. Bahkan ada juga bagian dalam tubuh yang berceceran di lantai.
Puluhan ribu mayat-mayat bergeletakkan di tanah. Darah yang mengalir membasahi seluruh tenda dan tanah. Tidak ada yang selamat dari serangan itu.
.....
Lalu, di jalanan menuju perbatasan barat. Terlihat pasukan Pantiko sudah sampai di area benteng. Mereka melihat ada beberapa orang yang sudah tewas di tempat pos jaga bagian dalam.
Pasukan yang di pimpin oleh seorang perempuan bernama Vera, dengan membawa pasukan berjumlah sekitar 150rb prajurit.
"Jendral, mereka sudah meninggal." Kata salah satu komandanya melapor.
"Ada apa ini, sepertinya prajurit itu dari Louktus, pasti ada yang tidak beres disini. Kita harus mencari tau didalam sana." Kata Jendral Vera sambil bergerak ke dalam Camp prajurit.
Lalu, mereka pun berhenti setelah melihat banyak mayat dan darah yang berceceran. Ekspresi mereka hanya tercengang.
Vera dan prajuritnya bergerak menaiki kuda secara perlahan-lahan. Mereka melewati puluhan ribu mayat yang sudah hangus terkabar. Bahkan asapnya masih ada.
__ADS_1
"Uhhooukk." Suara prajurit yang muntah melihat darah dan mayat-mayat bergeletakan.
"Sepertinya mayat itu masih baru. Siapa yang membunuh mereka semua.?" Kata Vera dalam hati sambil menutup hidungnya.
"Hookkk. Jendral, apa yang sudah terjadi.?" Tanya salah satu komandan disana.
"Aku sendiri ingin tau." Kata Vera yang masih terkejut melihat kejadian itu.
Tak berlangsung lama mereka masuk kedalam. Terlihat Kibo sedang duduk di atas salah satu mayat.
Mereka melihat Kaisar Naga dengan aura petir yang masih menyelimuti tubuhnya. Bahkan matanya masih berwarna biru.
"Haa. Itu, itu. Turunlah dari kuda. Kaisar Naga ada di depan kita. Bersujudlah." Kata Vera yang terkejut.
Semua prajurit disana pun bersujud kepada Kibo, saking paniknya, mereka sampai mencium darah yang ada di tanah. Bahkan ada yang menumpangi mayat.
Namun mereka tidak bisa apa-apa, mereka hanya terdiam dan bersujud kepada Kaisar Naga.
"Kau sudah datang Jendral Vera." Kata Kibo dengan santai.
"HA, KAMI MENGHADAP KEPADA KAISAR NAGA." Kata semua prajurit Pantiko disana.
"Apa kalian tersesat.? Aku sudah menyelesaikannya sendirian." Kata Kibo dengan tatapan yang tajam. Bahkan ia mengancam prajuritnya dengan auranya.
"Maa, Maafkan Kami Kaisar." Kata Jendral Vera dengan sangat ketakutan.
"Apa aku akan mati disini, kenapa aku terlalu bodoh. Seharunya aku kesini dengan cepat." Kata Vera dalam hati. Ia sangat gugup, ketakutan, bahkan air keringat mulai keluar.
"Aah. Kalian memang datang terlambat kesini. Tapi aku akan memaafkan kalian." Kata Kibo dengan santai.
"Haa." Suara terkejut Vera.
Kibo pun mulai berdiri, dan berjalan ke arah Vera. Vera pun semakin ketakutan, bahkan badannya sampai gemetar.
"Ampuni kami Kaisar." Kata Vera dengan ketakutan.
"Vera. Aku ada tugas untukmu. Bersihkan semua mayat-mayat ini. Jangan ada satupun yang tersisa. Bakar mereka semua sampai hangus, lalu kubur mereka. Aku akan datang lagi besok, jika aku masih melihat mayat yang tergeletak disini. Aku bisa membunuh kalian semua. Apa kau mengerti Vera.?" Kata Kibo dengan serius.
"Haa, Haaaa, HA, Siap laksanakan Kaisar." Kata Vera yang sangat ketakutan.
Kibo pun menghilang dari sana.
"Haaa. Itu sangat menakutkan." Kata Vera dalam hati dengan lega. Ia pun berdiri di depan para prajuritnya.
"Apa kalian sudah dengar. Perintah Kaisar Naga. LAKSANAKAN." Kata Vera dengan berteriak.
"HA. LAKSANAKAN JENDRAL." Kata semua orang disana.
Mereka pun membersihkan mayat-mayat itu dengan cepat, tanpa berhenti, tanpa tidur, tanpa makan.
Pasukan Pantiko yang di bawa oleh Jendral Vera, berjumlah sekitar 150rb orang, bergerak terus sampai tugas itu selesai. Mayat-mayat yang tergeletak itu bakar. Lalu, ada yang mengali tanah untuk mengubur mayat-mayat itu.
"Semuanya hampir selesai Jendral." Kata salah satu komandan kepada Vera.
"Baiklah, suruh mereka beristirahat." Kata Vera dengan serius.
"Ha. Laksanakan." Kata komandan itu.
.....
"Ini sudah di selesaikan dalam 1 jam. besok kita akan mengubur sisa mayat-mayat itu. Akan aku menyelesaikannya secepat mungkin." Kata Vera dalam hati sambil mengepalkan tangannya.
.
.
__ADS_1