
[Akademi Rousen. Ruang Direktur]
Terlihat Lisa yang masih terpukau saat melihat Leon. Iya benar-benar tidak bisa mengedipkan matanya. Wajahnya memerah sambil terengah-engah. Ia menatap Leon dengan penuh gairah.
Leon pun terkejut melihat Lisa yang sedang terengah-engah. "Apa kau baik-baik saja Nona.?" Kata Leon sambil melihat Lisa.
"Kau sedang melihat kemana NONA.?" Kata Rachel yang sangat kesal.
Tiba-tiba, Darah keluar dari hidung Lisa. Ia terus terengah-engah dengan semakin cepat, sambil tersenyum lebar melihat Leon.
Lalu, Lisa pun pinsan di tempat sambil tersenyum. Leon pun terkejut "Kenapa dia pinsan begitu, padahal Rewin sudah tenang." Kata Leon yang terkejut.
"Apa kau melakukan sesuatu Rachel.?" Tanya Leon
"Aku tidak melakukan apapun. Mungkin dia terkejut melihat ketampananmu." Jawab Rachel dengan memejamkan mata sambil menyilangkan tangannya.
"HAHAHAHA, kau lucu sekali Nona". Kata Aries yang tertawa.
"Ah, maafkan inspektur Lisa Tuan Leon. Aku akan menghukumnya nanti." Kata Rewin yang mulai ketakutan.
"Huh, sudahlah. Kau sembuhkan dulu mentalnya Rewin. Aku ada urusan sebentar dengan mereka di sini." Kata Leon kepada Rewin.
"Ha, Baik Tuan. Terimakasih atas kerendahan hati Anda." Kata Rewin sambil menundukkan kepalanya.
"Ah, Rewin. Jagalah pintu itu dari luar. Jangan sampai ada yang masuk. Kau mengerti.?" Kata Rachel dengan serius, sambil menatap Rewin dengan Tajam.
"Baik Dewi, aku akan menjaganya dengan nyawaku." Kata Rewin sambil menundukkan kepalanya.
Lalu, Rewin pun mengangkat Lisa keluar Ruangan. Dan Leon berjalan ke arah Rachel.
"Kenapa kau menyuruhnya keluar Rachel.?" Tanya Leon kepada Rachel.
"Ah, aku tidak ingin seseorang melihatnya. Aku menyimpan suatu benda yang sangat berharga di tempat ini." Kata Rachel dengan serius.
"Benda apa.? Aku kira kau akan mendaftarkanku menjadi murid di Akademi ini." Kata Leon sambil mengaruk-ngaruk kepalanya.
"Hehe, kau akan terkejut Leon saat melihat ini. Aku menyimpannya di ruang dimensi, gerbangnya ada di ruangan ini." Kata Rachel sambil tersenyum sambil berjalan mencari sesuatu.
"Heeee" Kata Leon yang penasaran.
"Leon, kau tidak akan bisa belajar apapun di Akademi ini. Tidak ada yang bisa mengajarimu, bahkan aku sendiri sekalipun." Kata Rachel sambil tersenyum kepada Leon.
"Hehe, itu benar Leon. justru kami yang seharusnya belajar darimu." Kata Kibo sambil tersenyum.
Tiba-tiba seluruh area Akademi bergetar, gedung-gedung mulai bergetar cukup kencang. Semua orang yang ada di pesta pun mulai panik. Namum, getaran itu tiba-tiba berhenti.
"Apa yang sudah terjadi.?" Tanya Raja James dalam hati. "Apa Rewin membuat marah sang dewi lagi.?" Kata James dalam hati yang berada di ruang pesat
...
Di ruang Direktur Akademi.
__ADS_1
"Fuuuuh". Suara Rachel yang mengeluarkan udara dari mulutnya sambil mengangkat kedua tangannya.
"Apa yang terjadi Aries.?" Tanya Leon dengan penasaran.
"Aku sendiri ingin tau Leon, kita lihat saja apa yang di lakukan Rachel disana." Kata Aries dengan tersenyum sambil menyilangkan kedua tangannya.
Lalu, Cahaya biru muncul di atas lantai, membentuk pola lingkaran sihir sampai tiga lapis.
"Hooo, dia sedang membuka segel Leon." Kata Aries sambil melihat kearah Rachel.
"Segel pelindung yang sangat kuat, apa yang ia sembunyikan disini.?" Kata Kibo dengan sangat penasaran.
"Hee," Menoleh ke Aries. "Hee" menoleh ke Kibo. "Ada apa ini sebenarnya. Oee Kibo, Aries.?" Tanya Leon kepada mereka.
"Kau tunggu saja Leon, mungkin benda itu ia simpan disana." Kata Aries sambil tersenyum.
"Benda.? Benda apa yang kau Maksud.?" Tanya Leon dengan sangat penasaran.
"Hehe. Aku akan menyelesaikannya dulu Leon. Mungkin kau bisa menemukan petunjuk, setelah melihat benda ini." Kata Rachel dengan tersenyum sambil membuka segel.
...
Rachel, ia menyimpan sebuah benda misterius di bawah ruangan Direktur Akademi. Alasan Rachel menyimpannya disana adalah karena dirinya tertidur selama 50 tahun secara rutin.
Tempat paling aman untuk menyimpannya adalah di Akademi Rousen. Ini memperjelas alasan, kenapa Rachel membangun sebuah Akademi, dan membantu seseorang untuk mencapai tingkat Awakening.
Orang yang sudah mencapai tingat Awakening, akan dijadikan seorang Direktur Akademi. Karena menurutnya, benda ini harus di jaga dengan kekuatan yang cukup.
...
Lalu, Sebuah Pedang raksasa keluar dari pola sihir itu secara perlahan-lahan. Pedang malaikat berwarna putih, membentuk sebuah gerbang di tengahnya.
Pedang raksasa itu, hanya muncul setenganya saja. dan di tengahnya ada Kesatria Langit yang menjaganya.
"Itu sangat berlebihan Rachel. untuk masuk keruang Rahasia yang kau buat, sepertinya sangat sulit untuk melacaknya. Bahkan aku sendiri belum tentu bisa." Kata Aries kepada Rachel dengan tersenyum.
"Ini segel pelindung yang sangat kuat." Kata Kibo yang melihat Gerbang di depan Rachel.
Gerbang dimensi, yang di buat Rachel akhirnya keluar. Pedang raksasa itu adalah gerbang menuju ke ruang dimensi milik Rachel.
Tiba-tiba, gerbang itu terbuka dengan sendirinya. Dan terlihat Portal berwarna Ungu menyelimuti gerbang itu.
"Fuuuuuu". Kata Rachel mengela nafas panjang.
"Gerbang sudah siap. Ayo kita kesana". Kata Rachel dengan tersenyum sambil melihat kearah Leon.
" Aaah, apa itu.? Aku tidak pernah tau, ada gerbang seperti itu. Apa ini buatanmu Rachel.?" Kata Leon yang terkejut.
"Tentu saja. Ini aku buat untuk melindungi Benda yang ada di dalamnya". Kata Rachel dengan tersenyum melihat Leon.
"Baiklah, ayo kita masuk". Kata Leon
__ADS_1
...
Di luar ruangan Direktur. Lisa mulai membuka matanya. Namun mulutnya langsung tersenyum.
"Aah, dimana pria tampan tadi.?" Kata Lisa sambil membayangkan wajah Leon.
"Kau membuatnya sangat kacau Lisa." Kata Rewin yang sangat kesal.
"Ahhh, Tuan Rewin. Dimana kita, kenapa kita ada di luar Ruangan." kata Lisa dengan terkejut sambil duduk menghadap Rewin.
"Huh, Dewi menyuruhku untuk membawamu keluar. Dan ia memintaku menjaga pintu ini." Kata Rewin dengan sedih.
"Apa ada sesuatu setelah aku pinsan Tuan Rewin.?" Tanya Lisa yang takut.
"Apa kau sadar, kau melihat Tuan Leon penuh gairah, dan hidungmu mengeluarkan darah.?" Kata Rewin dengan kesal.
"Ah, maaf Tuan Rewin, aku tidak sadar dengan itu." Kata Lisa yang terkejut.
"Tapi wajah itu, aaaah. Aku sangat ingin menciumnya, bahkan jika aku di minta untuk melayaninya, aku sangat siap." Kata Lisa dalam hati, dengan tersenyum malu-malu, sambil mengoyangkan badanya.
"Aah, apa yang dia pikirkan.?" Kata Rewin dengan kebingungan melihat Lisa, sambil memukul keningnya.
....
Di dalam ruangan Direktur, Leon dan lainnya mulai masuk kedalam Portal Dimensi itu.
Setelah mereka masuk, gerbang itu pun tertutup dengan rapat, dan kesatria Langit mulai bergerak ke tengah gerbang untuk menjaganya.
"Wooaaaah, menakjubkan sekali disini Rachel. Aku tidak percaya kau yang membuatnya." Kata Leon yang terkagum-kagum melihatnya.
"Ah, Benarkah." Kata Rachel dengan tersenyum kepada Leon.
Ruang Dimensi buatan Rachel, terlihat seperti berada di ruang Angkasa yang di penuhi bintang-bintang. Bahkan, terlihat planet-planet yang melewati mereka.
Itu sebenarnya bukan Ruang Dimensi buatan Rachel. Tapi portal teleportasi, yang mengarah ke ruang angkasa. Rachel hanya membuat ruangan dengan dinding yang transparan, beserta jalan yang menuju tempat penyimpanan Benda misterius itu.
"Aku tidak menyangkan, kau bisa membuat ruangan seperti ini Rachel. Seperti berada di atas langit." Kata Aries yang terkagum-kagum.
Kibo hanya terdiam terkagum-kagum melihat tempat itu, sambil menelan ludah berkali-kali.
"Apa kau menyukainya Leon.?" Kata Rachel dengan tersenyum sambil menepuk Leon.
"Iya, aku sangat menyukainya Rachel. Kau hebat sekali bisa membuat ruang seperti ini." Kata Leon yang masih terkagum-kagum.
"Lalu, dimana benda yang ingin kau tunjukan padaku.?" Tanya Leon penasaran.
"Kita akan sampai sebentar lagi". Kata Rachel dengan tersenyum sambil melihat kedepan.
.
.
__ADS_1