
[Castle Taman Surga]
38 hari berlalu. Saat pagi hari. Rachel pun terbangun dari tidurnya. Ia melihat Leon sudah tidak ada di tempat tidurnya.
"Haaa, Dimana kamu Leon.?". Kata Rachel dengan sangat panik.
"HUAAAAAAAAAAHAHHH." Tangisan Rachel yang sangat kencang. Sampai Aries dan Kibo bergegas ke kamar Leon.
Leon yang ketiduran di dapur pun terbangun. "Gawat, kenapa aku tertidur disini, Aaaaah."Kata Leon mulai panik.
"Ada apa Rachel.?" Tanya Aries yang panik.
"Ariess, huu. Leon menghilang. Hiks, Leon menghilang begitu saja. Bagaimana ini aries. Aku akan tinggal sendirian seperti dulu, huu." Kata Rachel yang menangis terseduh-seduh sambil memeluk Aries.
"Tenangkan dirimu Rachel. Aku akan tetap disisimu". Kata Aries yang sangat sedih sambil memeluk Rachel. Dan ia pun mulai meneteskan air mata.
Kibo yang ada di sana pun hanya bisa menundukkan kepalanya, ia pun sangat sedih sekali. Tiba-tiba ada suara yang terdengar keras. BRUUUOKK suara keras dari Leon yang terpeleset oleh bungkus parsel yang semalam ia bongkar.
Sontak saja mereka bertiga terkaget dan bergegas ke arah sumber suara itu. Dan saat mereka sampai di dapur, mereka melihat Leon yang tejatuh di lantai. Lalu Leon menoleh ke arah mereka bertiga sambil tersenyum. Hehehe.
"Eeee. Maaf teman-teman, aku sebenarnya sudah terbangun tadi malam. Karena aku sangat lapar jadi aku kedapur mencari makanan. Tiba-tiba aku tertidur disini, ehehe." Kata Leon dengan santai sambil mengaruk-ngaruk kepalanya.
"Huuh, kau membuat kami sedih Leon." Kata Aries kepada Leon dengan sangat lega.
"Aku bersyukur kau sudah bangun." Kata Kibo sambil tersenyum.
Rachel hanya terdiam disana sambil menundukkan kepalanya. Dan ia mulai mengigit bibirnya. Air matanya menetes perlahan-lahan, sambil mengepalkan kedua tangannya.
Aries mengerakkan kepalanya memberikan kode pada Leon agar ia mendekati Rachel.
"Kita pergi dari sini Aries". Kata Kibo yang menjauhi mereka bersama Aries.
"Nikmatilah Leon, jangan sakiti dia, ikuti saja yang dia mau, dia sudah merawatmu 37 hari seorang diri." Kata Aries kepada Leon sambil berjalan menjauhi mereka berdua.
"Apaaa.!!! 37 hari.?" Teriak Leon yang kaget.
"Lagi-lagi aku membuatnya khawatir." Kata Leon dalam hati. Sambil mendekati Rachel yang sedang meneneteskan air matanya. Seakan ia akan menangis dengan sangat kencang.
Leon melihat Rachel begitu sedih. Air matanya sudah tidak bisa di bendung lagi. Lalu Leon menepuk pundak Rachel.
"Rachel, aku sudah sembuh. Badanku sudah sehat sekarang, kau tidak perlu khawatir, ini semua berkat kamu." Kata Leon sambil tersenyum kepada Rachel.
__ADS_1
Rachel pun mengangkat kepalanya dan melihat wajah Leon. Dengan wajahnya yang sangat sedih, dan air matanya yang sudah keluar begitu banyak, namun Ia masih menahan suaranya.
Tangannya pun mencoba menghapus air matannya itu, namun, air matanya itu terus keluar. Ia mencoba untuk tetap tegar dan tidak menangis. Tapi itu tidak akan bisa di lakukannya.
"Leeoon, aku. aku. HUAAAAAAAAHHH" Tangisan Rachel penuh kebahagiaan sambil memeluk Leon.
"Aaah, aku tau." Kata Leon yang tersenyum sambil memeluk Rachel dan mengelus-elus kepalanya.
....
[Castle Taman Surga. Di ruang Keluarga]
"Apa Rachel sudah tenang.?" Kata Aries yang menunggu di ruang keluarga bersama Kibo.
"Dia tertidur sambil menangis. Huuuh" Kata Leon yang khawatir sambil duduk di sofa.
"Bagaimana dengan kekuatanmu, apa kau sudah baikan dengan itu.?" Tanya Kibo kepada Leon.
"Sebenarnya, aku masih kesakitan dengan kekuatan ini, yang bisa aku lakukan sekarang hanyalah menyembuhkan luka fisikku saja. Aku sendiri tidak tau, apa yang sudah terjadi. Energi ini benar-benar membrontak dalam tubuhku. dan kalau aku mengunakannya lagi, mungkin tubuhku akan hancur sepenuhnya." Kata Leon dengan raut wajah gelisah.
"Apaa.!!!."Kata Aries yang kaget
"Aaah, itu benar-benar sangat kuat. Energinya mirip dengan kekuatan milikku." Jawab Leon sambil melihat tangannya.
"Jadi kau belum tau Leon.? Kekuatan senjata suci itu, kau sendirilah yang memberikannya pada kami. Ke 9 orang yang terpilih, saat insiden di Castle Nasion." Kata Aries.
"APAA.!!! , Aku tidak tau itu Aries. Yang aku rasakan hanyalah mereka yang sudah mati. Mereka berteriak di depan telingaku. Saat itu aku memutuskan untuk menyegel kekuatanku sendiri. Aku sudah bercerita pada Rachel, kalau sebagian kekuatanku ini keluar dengan sendirinya, seakan menolak untuk aku segel." Kata Leon dengan Serius.
"Hmm, kau benar-benar tidak tau Leon." Kata Aries. "Apa maksudmu.?" Tanya Leon.
"Huh. Sebagian kekuatanmu itu, ada pada tubuh Rachel." kata Aries. "HAAaaah.!!!" kata Leon yang terkejut.
"Aku sendiri tidak tau, apa yang kau pikirkan dulu, dan sekarang, mungkin kau bertanya-tanya, kenapa semua orang bisa mengunakan energi sihir di dalam tubuhnya." Kata Aries yang melihat Leon.
"Ah, aku penasaran dengan itu". Kata Leon sambil menundukkan kepalannya.
"Kau meninggalkan 3 macam kekuatan didunia ini. Saat kau menghilang, ada cahaya yang bersinar sangat terang, dan cahaya itu masuk kedalam tubuh Rachel." Kata Aries dengan serius.
"Ah, itu benar. Yang aku pikirkan waktu itu adalah, semua orang yang sudah mati. Perasaanku sangat sakit. Sakit sekali Aries. Aku meneteskan air mata melihat semuanya terbunuh. Aku marah, aku sedih, aku kesal. Semuanya tercampur didalam kepalaku. Lalu aku melihat Rachel menangis melihatku yang masih berdiri disana. Aku meninggalkan sebagian kekuatanku untuk Rachel. Aku harap kekuatan itu bisa menjangannya. Hanya itu kekuatan yang aku tinggalkan." Kata Leon yang sedih.
"Kau benar-benar bodoh Leon. Yang kau lakukan itu membuat Rachel kesakitan. Kekuatan yang ada pada tubuh Rachel, membrontak dan menyakitinya dari dalam. Dia berteriak sangat keras karena kekuatanmu. Di tambah lagi, dia melihatmu lenyap didepan matanya. Apa kau tau itu Leon. Itu benar-benar sangat menyakitkan." Kata Aries yang kesal kepada Leon.
__ADS_1
"Apaaaa.!!!. apa itu benar.?. Kata Leon yang terkejut.
"Itu benar. Setelah teriakan dan tangisan keluar dari mulut Rachel. Ia langsung tergeletak tak sadarkan diri. Mental dan tubuhnya sangat terluka." Kata Aries dengan raut wajah penuh emosi.
Leon yang mendengarnya langsung terdiam. Dia sangat terkejut, dia sangat takut, dan dia sangat menyesal.
"Haah, setelah cahaya itu masuk ke tubuh Rachel, Ada sebuah Cristal berwarna merah gelap, yang melayang di udara tempat kau menghilang. Cristal itu, di kelilingi 9 senjata, bentuknya pun berbeda-beda. Saat Kibo mencoba mendekat, Cristal itu berputar dengan sangat cepat. Seolah ia mencari sesuatu. Dan 9 senjata yang mengelilingnya itu, terbang memilih Tuannya. 3 senjata itu masuk kedalam tubuhku, dan Kibo, lalu Rachel yang pinsan. Dan 6 lainnya, mereka berpencar di seluruh Castle dan di laut." Kata Aries yang bercerita dengan serius.
"Sebenarnya, bukan hanya 9 orang saja yang masih hidup. Namun masih ada ribuan orang. Aku mendengar teriakan dari kejauhan, dan saat aku melihatnya, ada banyak orang yang masih hidup disana" Kata Kibo.
Leon pun menelan ludahnya. "Lalu apa yang terjadi dengan Cristal besar itu.?" Tanya Leon yang penasaran.
"Hmm, kau sendiri tidak tau Leon.? Padahal itu adalah kekuatanmu. Cristal itu terbang ke atas langit lebih tinggi. Dan bersinar sangat terang, lalu Cristal itu pun pecah, mungkin ada ratusan ribu, bahkan mungkin jutaan dari pecahan Cristal itu. Bentuknya pun berbeda-beda, ada yang besar, dan ada juga yang kecil. Pecahan-pecahan itu kemudian menyebar diudara. Seperti melihat jutaan bintang yang terjatuh. Namun, Cristal itu tiba-tiba menghilang dari udara sebelum menyentuh tanah, seperti tertiup angin. Dan saat itu lah kekuatan muncul dari dalam tubuh manusia." kata Aries yang bercerita.
"Dan kita baru tau setelah ratusan tahun setelahnya. Saat Rachel melihat jantung anak kecil di sebuah desa. Ia melihat ada sebuah cristal kecil menyatu dengan jantungnya. Rachel pun bercerita padaku, dan aku menceritakan semuanya pada Rachel, karena waktu itu Rachel tidak sadarkan diri. Dari situlah Rachel menulis buku tentang teori sihir." Kata Aries sangat serius.
"Aku sudah di ceritakan Rachel tentang itu. Tapi ini sangat aneh, senjata-senjata itu, mungkin dari perwujudtan kekuatanku yang keluar. Karena kekuatan ini sebenarnya dari sebuah pedang yang turun dari langit. Mungkin itu bisa di jadikan asumsi yang kuat. Terbentuknya senjata dari energi yang sangat kuat" Kata Leon dengan serius.
Kibo yang mendengarnya pun menelan ludah, karena dia sangat ingin tau tentang kekuatan ini.
"Aku baru tau itu Leon, apa kau mendapatkan kekuatan ini dari pedang hitammu itu.?" Tanya Kibo yang sangat penasaran.
"Ya itu benar, tapi kau sudah tau Kibo, kalau pedang yang sering aku bawa berwarna putih. Tapi saat aku tersadar di pelabuahan Ame, pedang itu berubah menjadi warna hitam." Kata Leon yang serius sambil berfikir.
Dalam pikirannya, Leon berfikir keras. "Ini benar-benar sangat aneh. Apa lagi Cristal merah yang di ceritakan Aries itu. Dari mana benda itu berasal.?"
"HAAAAHH" Teriak Leon yang kaget. "Ada apa Leon.?" Tanya Aries yang panik.
"Aku baru ingat sekarang. Ada bayi yang aku terbangkan di udara waktu itu" Kata Leon yang panik.
"Huuuh, bayi itu sudah aku ambil, dan aku serahkan ke panti di desa sana." Kata Aries.
"Huh, syukurlah kalau begitu" Kata Leon yang lega.
Tiba-tiba Rachel datang sambil sempoyongan. "Leoon, kamu dimana.? Kenapa kamu pergi." Kata Rachel yang sedang tidur sambil berjalan
"Aaah, dia semakin parah" Kata Leon dalam hati.
.
.
__ADS_1