Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Perintah Militer


__ADS_3

[Istana Kerajaan Majaren]


Masih terlihat, semua orang yang ada di ruangan rapat. Mereka semua tercengan dengan raut wajah yang senang.


"Yang Mulia, saya tidak percaya ini. Tuan Leon dan Dewi benar-benar membantu kita." Kata Lucas kepada James dengan raut wajah bahagia.


"Hiks, aku sendiri tidak percaya itu Lucas. Aku sampai menangis." Kata Raja James sambil menangis.


"Yang Mulia, sepertinya aku akan pinsan setelah ini." Kata Kevin dengan raut wajah tercengang.


"Kuatkan dirimu Kevin, kami akan membantumu semaksimal mungkin." Kata salah satu bangsawan disana.


"Aku akan melakukannya dengan sebaik-baiknya." Kata Kevin penuh semangat.


...


"Waah, cincin ini berisi 1jt Pon Yang Mulia."."Wah cicin ini juga."."Aku mendapatkan juga."."Aaaaaah 1jt Pon." Kata semua orang di sana dengan bahagia.


"Apaaaa, Aa, aa. ini terlalu banyak untuk seseorang yang sepertiku, cicin ini berisi 50jt Pon." Kata Kevin dalam hati dengan sangat terkejut.


"Apa kau tau isinya Kevin, aku bahkan sampai menangis melihatnya. Huaaa." Kata Lucas kepada Kevin.


"Aa. Aa. Aaa." Suara terkejut Raja James melihat cicin uang untuk rakyat.


"Ada apa yang mulia." Kata Jendral Kerajaan kepada James.


"Lucas. Cincin ini berisi 100 miliyar Pon. Apa yang harus kita lakukan untuk mengunakan uang ini." Kata James kepada Lucas.


"Kita akan melakukan anggaran ulang yang mulia, sepertinya pembangunan ini, akan meningkatkan ekenomi kerajaan dan rakyat. Jadi kita harus memikirkan itu setelah pembangunan selesai Yang Mulia." Kata Lucas dengan cerdik.


"Ah, baiklah Lucas. Aku serahkan padamu setelah pembangun kerajaan selesai." Kata Raja James dengan senang.


"BAIKLAH SEMUA. LAKSANAKAN PERINTAH TUAN LEON SEKARANG JUGA." Teriak James kepada semua orang disana.


"HAA, LAKSANAKAN YANG MULIA." Teriak semua orang disana dengan semangat. Lalu, mereka pun langsung keluar ruangan.


.....


[Castle Taman Surga]


Terlihat, Leon sedang santai di ruang keluarga bersama Rachel.


"Rachel, terimakasih kau sudah membantuku. Aku sangat lega sekarang." Kata Leon sambil melihat Rachel.


"Apa yang kau katakan Leon. Justru ini kesempatanku membantumu, aku hanya ingin jadi orang yang berguna untukmu Leon." Kata Rachel sambil mendekatkan tubuhnya.


"Hmm, apa kau akan mengambil uang dari pajak Kerajaan Rachel.? Aku sengaja tidak membahasnya itu disana. Itu hal yang sangat sensitif." Kata Leon sambil berfikir.


"Ah Leon, apa kau tidak setuju dengan itu.?" Tanya Rachel yang ragu.

__ADS_1


"Bukan begitu Rachel, kita juga butuh pemasukan. Tapi uang yang kau simpan itu, terlalu banyak. Bahkan itu bisa untuk membiayai hidup kita selama 10rb tahun." Kata Leon sambil melihat Rachel.


"Lalu, apa yang akan kau lakukan dengan uang ini Leon.?" Tanya Rachel yang binggung.


"Ah, sebaiknya kita mengelilingi dunia Rachel, masih banyak kerajaan yang membutuhkan uang itu. Apa kau tau, jika pelabuhan, tempat wisata, industri kapal, dan Akademi sudah selesai di bangun. Berapa uang yang akan kau terima setiap tahunnya Rachel. Kau akan mendapatkan lebih banyak dari uang yang kau keluarkan sekarang." Kata Leon yang tersenyum kepada Rachel.


"Benarkah Leon.? Apa kau juga memikirkan keuntungan itu.?" Tanya Rachel yang penasaran.


"Tentu saja aku memikirkanya, aku tidak bisa hidup dengan uang yang kau kumpulkan Rachel, itu adalah uangmu, aku akan mengembalikannya nanti." Kata Leon kepada Rachel.


"APA KAU BILAAANG." Kata Rachel yang marah sambil meremas bahu Leon.


"Aaaah, itu sakit Rachel." Kata Leon yang kesakitan.


"Leoon, uang itu adalah milikmu juga. Aku akan memberikan semuanya untukmu. Jadi jangan bilang itu lagi Leon." Kata Rachel dengan sedih.


"Emm, Terimakasih Rachel. Kau sangat membantuku." Kata Leon dengan tersenyum.


"Apa kau lupa, yang membuat alat tukar itu adalah kau sendiri Leon. Kau membuat uang Pon saat itu. Bahkan uang itu masih di pakai hingga saat ini." Kata Rachel dengan cerewet.


"Ahahaha, aku hanya ingin semua orang berusaha memperjuangkan hidupnya. Jika itu tidak di lakukan, akan jadi inflasi di sebuah negara Rachel. Uang itu hanya sebagai alat tukar. Seperti Kerajaan Konggo yang kita bantu dulu, semua rakyatnya sangat kaya, namun tidak ada yang menjual makanan. Mereka tidak bisa hidup dengan uang itu Rachel, mereka hanya membutuhkan makanan. Bahkan mereka membeli beras dengan harga 10x lipat." Kata Leon kepada Rachel


"Aaaah, aku tau itu Leon. Tapi banyak juga masalah yang bisa diselesaikan dengan uang.?" Kata Rachel dengan tersenyum.


"Hahaha, kau benar Rachel. Tapi untuk sebuah Kerajaan, tidak semudah itu untuk memikirkannya. Justru mereka mengunakan uang itu untuk kepentingan militer. Menyebabkan kelaparan berkepanjangan, kejahatan, bahkan pembunuhan. Dampak dari perang itu sangat besar untuk di rasakan Rachel." Kata Leon dengan serius.


"Ah, aku tau itu Leon." Kata Rachel dengan tersenyum sambil memeluk tangan Leon.


....


"HAMBA MENGHADAP YANG MULIA RATU." Kata semua panglima kepada Aries sambil bersujud.


"Ah, ada perintah untuk kalian." Kata Aries dengan tegas sambil menatap dengan tajam kepada panglimanya.


"Ha, kami siap menjalankan perintah Anda Yang Mulia." Kata salah satu panglima.


"Baiklah, Deko, Xerone, Gio, dan Kale. Tetaplah disini, dan yang lain bubarkan diri dari ruangan ini." Kata Aries tegas.


"HA, SIAP LAKSANAKAN YANG MULIA RATU." Kata semua orang sambil berjalan keluar ruangan.


....


"Deko, berapa pasukanmu yang siap berperang.?" Kata Aries dengan tegas.


"Ha, pasukan garis depan ada 500rb orang Yang Mulia." Kata Deko sambil bersujud.


"Baiklah, kirimkan setengahnya untuk pergi ke kerajaan Honzu di Benua Trolin. kau sendiri yang akan memimpin pasukan itu. Buat kesepatan dengan kerajaan itu untuk membangun jalur militer di pelabuhan mereka. Lakukan sekarang juga. Apa kau mengerti.?" Perintah Aries dengan tegas sambil melihat Deko dengan tatapan yang tajam.


"Ha, siap laksanakan perintah Yang Mulia." Kata Deko dengan tegas. Ia pun langsung menghilang.

__ADS_1


"Lalu, Xerone. Kirimkan setengah pasukan Elit untuk menjaga perbatasan garis depan di seluruh wilayah Kerajaan Majaren. Kau sendiri yang memimpinya, Lakukan sekarang juga." Perintah Aries dengan tatapan yang tajam.


"Ha, siap laksanakan perintah Yang Mulia." Kata Xerone dengan tegas. Ia pun langsung menghilang.


"Gio. Kirimkan pasukan Khusus untuk mengantikan posisi garis depan Deko. Lakukan sekarang juga." Perintah Aries kepada Gio.


"Ha, siap laksanakan perintah Yang Mulia." Kata Gio dengan tegas. Lalu, Ia pun langsung menghilang.


"Dan terakhir. Kale, kirimkan pasukan Armada Laut untuk menjaga jalur perdagangan dan militer di perairan Benua Trolin. Lakukan sekarang juga." Perintah Aries kepada Kale.


"Ha, siap laksanakan perintah Yang Mulia." Kata Kale dengan tegas. Ia pun langsung menghilang.


....


"Rosalia, gantikan posisiku untuk sementara. Urus semua administrasi kerajaan seperti biasanya." Kata Aries dengan tegas.


"Ha, Laksanakan perintah Yang Mulia Ratu." Kata Rosalia dengan tegas.


"Hmm." Suara Aries tersenyum. Dan ia pun menghilang dari kursi singgahsananya.


....


[Istana Kerajaan Pantiko]


"KAMI MENGHADAP KEPADA KAISAR NAGA." Kata semua orang disana yang bersujud kepada Kibo.


"Wenda, berapa banyak pasokan makanan untuk militer yang tersedia sekarang.?" Tanya Kibo dengan tegas.


"Ha. Pasokan militer sekarang ada 7jt ton beras, 10jt ton gandum, dan 2jt ton daging." Kata Wenda kepada Kibo sambil bersujud.


"Kirimkan pasokan itu ke Kerajaan Majaren setiap minggunya. 50rb ton beras, 150rb ton gandum, dan 30 ton daging. Lalu, pastikan juga, jangan sampai kita kekurangan pasokan makanan." Kata Kibo dengan serius.


"Ha, baik Yang Mulia. Sampai kapan pasokan itu di kirim.?" Tanya Wenda dengan tegas.


"Sampai Tuan Leon memperintahkan berhenti." Kata Kibo dengan serius.


"Apaaa, Tuan Leon. Siapa dia.?" Kata Wenda dalam hati dengan terkejut.


"Ha, Siap Laksanakan Yang Mulia." Kata wenda dengan tegas, lalu ia menghilang dari tempatnya.


"Lalu, Zen. Kirimkan pasukanmu ke pelabuhan Ame di Kerajaan Majaren. Kau akan menemui pasukan dari kerajaan Properose yang menjaga jalur laut. Jadi tugasmu adalah menjaga daratan pelabuhan Ame." Kata Kibo dengan tegas.


"Ha, Lakasakan Yang Mulia." Kata Zen dengan tegas, dan ia menghilang dari tempatnya.


"Barino. Lakukan tugasmu seperti biasanya. Aku akan menemui Dewi sekarang." Kata Kibo dengan tegas.


"Ha. Laksanakan Perintah Anda Kaisar Naga." Kata Barino dengan tegas sambil berlutut.


Kibo pun menghilang dari kursi singgahsana kaisar naga.

__ADS_1


.


.


__ADS_2