Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Pengakuan Istri Leon


__ADS_3

[Tenda Panglima]


3 hari pun berlalu. Terlihat Leon sedang membuat rencana untuk pengepungan ke wilayah Neverley bersama Kibo.


Pada siang hari, prajurit kerajaan Cimoren sudah tiba di benteng selatan. Dan Leon tiba-tiba menerima surat laporan dari Dion.


"Ini, akhirnya ada laporan dari Dion." Kata Leon sambil membuka surat itu.


"Apa isinya Leon.?" Tanya Kibo


"Dion dan lainnya berhasil mengambil alih kerajaan disana. Lalu, mereka juga menerima bantuan logistik untuk perang." Jawab Leon tersenyum.


"Wah, itu berita bagus sekali Leon." Kata Kibo.


"Saatnya kita mengepung Neverley." Kata Leon tersenyum.


"Apa yang kau rencanakan Leon.?" Tanya Kibo.


"Dion dan lainnya membutuhkan waktu sekitar 3 hari untuk sampai di benteng utara. Kita akan bergerak besok pagi untuk menyerang dari benteng timur Neverley." Kata Leon.


"Apa kau melewati jalur ini Leon.?" Tanya Kibo.


"Kita sedang berperang Kibo, kita akan menghadapi mereka secara langsung. Kau harus bersiap-siap." Jawab Leon.


"Aku sudah siap dengan semua konsekuensinya." Kata Kibo.


"Baiklah, sebaiknya kita bersiap-siap sekarang, kita akan berangkat ke benteng selatan Cimoren." Kata Leon.


"Apa kau tidak ada rencana lain.?" Tanya Kibo.


"Sebenarnya ada. Tapi kita harus lebih cepat menyerang kesana sebelum pasukan Dion datang. Kita bisa menyusul mereka langsung jika di wilayah timur Neverley tidak ada Nine Core." Kata Leon.


"Ah, jadi seperti itu. Baiklah, aku akan memanggil Xerone." Kata Kibo.


Beberapa menit kemudian. Xerone langsung menghadap kepada Leon didalam tenda.


"Saya menghadap Pimpinan." Kata Xerone sambil berlutut.


"Xerone, perintahkan semua pasukanmu untuk bersiap-siap. Kita akan berangkat sekarang." Perintah Leon.


"Ha. Laksanakan Pimpinan." Jawab Xerone. Ia pun langsung keluar tenda.


"Aku akan pergi ke istana Kibo. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan pada Raja Philip." Kata Leon sambil berdiri dari kursinya.


"Aku akan ikut denganmu." Kata Kibo.


...


Diluar Tenda.


"Panglima, apa ada perintah sekarang.? sudah 3 hari ini kita hanya disuruh beristirahat disini." Tanya Cena.


"Ah, kita akan berangkat sekarang. Perintahkan semua pasukan untuk bersiap-siap. Kita harus cepat Cena." Jawab Xerone.


Lalu, Leon dan Kibo pun berjalan menuju istana dan melewati kerumunan prajurit Gionova. Semua orang berlutut disepanjang jalan.


"Pimpinan, mau kemana dia Panglima.?" Tanya Cena sambil berlutut.


"Sepertinya Pimpinan akan pergi ke istana." Jawab Xerone sambil berlutut.


.....


"Mereka semua selalu seperti ini. Sangat membosankan." Kata Leon dengan wajah cemberut sambil berjalan.


.....


Didalam Istana Kerajaan Cimoren.

__ADS_1


"Yang Mulia, Tuan Leon datang kemari." Kata salah satu Jendral disana.


"Apaa.? Ini sudah tiga hari Tuan Leon tidak berkunjung kesini. Mungkin ada sesuatu yang sangat penting. Cepat, sambut mereka." Kata Raja Philip sambil berjalan keluar istana.


....


"Ayah, ada apa.? Kenapa terburu-terburu." Tanya Ronald yang menghampiri Raja bersama Luciana.


"Ronald, ikutlah denganku, Tuan Leon datang kemari." Kata Raja Philip serius.


"Apaa.? Benarkah ayah.? Mungkin dia sudah berubah pikiran denganku." Kata Luciana dengan wajah memerah.


"Hem, kau sudah diusir dari sana Luciana, jangan berharap lebih." Kata Ronald sambil mengikuti Raja.


"Sebaiknya kita sambut mereka, aku sendiri tidak tau alasannya." Kata Raja Philip.


.....


Didepan istana, Leon dan Kibo sudah berada didepan Raja Philip dan lainnya sambil berlutut.


"Selamat datang Tuan Leon." Kata Raja Philip sambil berlutut.


"yang mulia, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sebelum pergi dari sini." Kata Leon dengan serius.


"Hee, apa Anda akan pergi hari ini Tuan.?" Tanya Raja Philip.


"Kami akan pergi setelah semuanya sudah siap. Bisakah kita bicara sebentar.?" Tanya Leon.


"Silahkan Tuan." Kata Raja Philip sambil menunjukkan jalan.


Leon dan Kibo pun berjalan mengikuti Raja, lalu Ronald dan Luciana mengikuti mereka dari belakang.


.....


"Huuu, Tuan Leon akan pergi dari sini. Aku sudah tidak melihatnya selama 3 hari, apa ini terakhir kalianya aku melihatnya." Kata Luciana dalam hati dengan sedih.


"Dia sangat gagah sekali jika diliat dari belakang. Aaaaah, aku sangat iri dengan istrinya. Tapi aku yakin, dia tidak secantik aku." Kata Luciana dalam hati.


.....


"Langsung saja yang mulia. Waktu kami terbatas." Kata Leon.


"Silahkan Tuan." Kata Raja Philip.


"Setelah kami pergi dari sini, ada beberapa pasukan Ginova yang akan datang kemari, mereka akan menjaga wilayah kerajaan ini dari pasukan Louktus." Kata Leon.


"Ah, kami akan menyiapkan persediaan untuk mereka Tuan." Kata Raja Philip.


"Terimakasih yang mulia. Tapi kami mendapatkan informasi, kalau salah satu Panglima perang Louktus berada di Neverley, kami akan bertempur melawan mereka diperbatasan." Kata Leon.


"Haaa. Apa itu benar Tuan.? Apa mereka benar-benar ada disana.?" Tanya Raja Philip dengan terkejut.


Bahkan semua orang yang ada disana sangat terkejut mendengarnya. Tubuh mereka mulai gemetar, dan kepalanya sudah dibasahi dengan keringat.


"Itu bukan masalah jika saya sendiri yang bertemu mereka." Kata Leon dengan santai.


"Apaaa.? Ekm, maafkan Tuan, saya sangat tekejut. Apa Tuan akan melawan jika bertemu dengan mereka.?" Tanya Raja Philip.


"Tentu saja aku akan melawannya. Hanya saja, jika mereka kalah, mereka akan pergi dan kabur dari sana. Dan tempat yang akan mereka tuju adalah kerajaan Cimoren." Kata Leon serius.


"HAAAAAA." Suara mereka semua yang sangat tekejut.


Semua orang hanya terdiam dan menelan ludah. Rasa takut menyelimuti seluruh tubuh karena informasi kedatangan Nine Core. Namun mereka juga sangat tekejut, karena Leon bilang akan mengalahkan mereka.


.....


"Gleeg, tidak bisa dipercaya. Apa itu benar.? Apa mereka akan mengalahkan salah satu dari Nine Core.?" Kata Ronald dalam hati dengan tubuh gemetar.

__ADS_1


"Ini sangat menakutkan." Kata Luciana yang ketakutan.


"Aku, aku tidak percaya, semudah itukah Tuan Leon bilang bisa mengalahkan mereka." Kata Raja Philip dengan tercengang.


.....


"Kenapa kalian ketakutan.? Aku akan berusaha supaya mereka tidak datang kesini." Kata Leon dengan santai.


"Tu, Tuan. Apa benar Anda bisa menglahkan mereka.?" Tanya Raja Philip dengan tercengang.


"Bukan hanya aku, teman yang ada disebelahku juga bisa mengalahkan mereka semua sekaligus." Kata Leon tersenyum.


"HAAAAAA." Suara semua orang terkejut. Tubuh mereka gemetar semakin kencang. Mereka juga sangat ketakutan.


"Kalian tidak perlu takut dengan itu. Mungkin sekarang saatnya untuk memperkenalkan diri. Yaa setelah kami pergi dari sini, mungkin kita bisa bertemu lagi diwaktu yang lama." Kata Leon.


"Aa, apa maksud Anda Tuan.?" Tanya Raja Philip dengan sangat ketakutan.


"Baiklah yang mulia, mungkin semua prajurit Gionova sudah tau. Dia bernama Kibo Klain, Raja kerajaan Pantiko di benua wisdom, dan salah salah satu anggota Paradicone." Kata Leon.


"Haa." Suara Raja Philip dengan sangat terkejut, bahkan tubuhnya sampai rubuh kesamping.


Semua orang yang ada disana sangat tercengang sambil menelan ludah. Bahkan ada yang terjatuh ke lantai.


"Pa, par, Paradicone.?" Kata Ronald sangat ketakutan.


Semua orang pun langsung bergerak dan bersujud kepada Leon dan Kibo.


"HA. HORMAT KAMI SANG PARADICONE." kata semua orang disana dengan ketakutan.


"Ah, inilah alasanku tidak ingin menunjukkan jati diri." Kata Leon dalam hati dengan kesal.


.....


"Ma, maafkan kami Tuan, kami benar-benar tidak tau. Selama ini kami benar-benar tidak tau." Kata Raja Philip dengan sangat ketakutan.


"yang mulia. Sebenarnya aku tidak ingin memberitahu identitas kami yang sebenarnya. Namun, kami sedang berperang melawan Louktus, dan kami akan mengambil seluruh wilayah Paradicone dari gengaman mereka." Kata Leon.


Kibo pun angkat bicara. "Pempimpin Paradicone ada seorang Dewi Perang, dan kami bertiga bertindak atas perintah Tuan Leon. Apa kalian tidak sadar, kalau kalian semua sudah melempari makanan pada Tuan Kami.?" Kata Kibo penuh ancaman.


"Kau jangan memburuk situasi Kibo." Kata Leon.


"Aku akan berbicara sedikit Leon, jadi tolong mengertilah." Kata Kibo.


"Hem, baiklah." Jawab Leon.


"Kau tau Tuan Putri. Istri dari Tuan Leon adalah Sang Dewi perang, pemimpin Paradicone dan dia terkenal dengan wanita tercantik di dunia. Jadi berhentilah mengejarnya." Kata Kibo serius.


"Haa." Suara Luciana terkejut.


"Heee. Kiboo kau. Hem. Mungkin sebaiknya seperti itu." Kata Leon terkejut.


"Aku hanya membantu Rachel Leon, kau jangan salah paham, kau adalah miliknya." Saut Kibo.


.....


"Istri Tuan Leon. Wanita tercantik didunia. Ini sangat jauh dariku, bahkan dia adalah pemimpin Paradicone. Hiks. Huuu." Kata Luciana dalam hati dengan berlinang air mata.


"Tidak kusangka, ini benar-benar sangat mengejutkanku." Kata Raja Philip dengan ketakutan.


.....


"Baiklah yang mulia, tujuanku kemari adalah untuk memberi tahumu, jika Paradicone tidak bermain-main dengan perang ini. Jadi mohon bantuan kalian semua. Kami akan memenangkan perang ini." Kata Leon serius.


"Ha. Kami akan membantu Anda Tuan, apapun yang Anda butuhkan, akan kami persiapkan." Kata Raja Philip dengan serius.


"Hem, terimakasih yang mulia." Jawab Leon tersenyum.

__ADS_1


.


.


__ADS_2