
[Ruangan Direktur, Akademi Rousen]
Terlihat Rachel yang cemburu kepada Lisa. Ia sangat marah. Namun Rachel masih bisa menenangkan hatinya.
"Dewi sangat marah karena cemburu. Kau harus menjaga sikapmu Lisa." Kata Rewin dalam hati dengan sangat ketakutan.
"Maa, maa, maafkan aku Dewi. Aku akan menjaga sikapku." Kata Lisa dengan sangat ketakutan, namun ia juga sangat senang, pria tampan ada di depannya.
"Rewin, gunakan saja uang milik Rachel untuk membiayai mereka yang tidak punya uang. Masukkan saja mereka di Akademi ini. Mereka sangat butuh ilmu untuk hidup mereka nantinya. Kau jangan pilih-pilih, kalau bisa, orang yang mendaftar kesini, terima saja semuanya." Kata Leon yang serius.
"Aa, aa, aaaah. Sudahlah." Kata Rachel yang terkejut dan ia mulai lemas.
"Lalu, bangun beberapa cabang untuk manampung mereka semua. Tentu saja, mereka yang mendapatkan biaya siswa, akan di sekolahkan di cabang baru itu. Namun, mereka harus mendapatkan pembelajaran dan perlakuan yang sama." Kata Leon kepada Rewin penuh ancaman.
"Aaa, aa, aapa tidak apa-apa seperti itu Tuan Leon.?" Kata Rewin yang sangat terkejut dan semakin terkagum-kagum.
"Tentu saja tidak apa-apa, lakukan itu, kau akan tetap jadi seorang Direktur. Bangun cabang Akademi Rousen yang banyak." Kata Leon dengan serius.
Rewin dan Lisa pun hanya terkejut mendengarnya. Begitu bijaksana orang itu. Namun sebenarnya, Leon memikirkan keuntungan.
"Kau akan mendapatkan Reputasi yang tinggi Rachel. Kebaikanmu tidak akan pernah di lupankan." Kata Aries kepada Rachel dengan melihat kearah Leon.
"Aaah, Jadi itu yang dimaksud Leon. kau benar-benar hebat sayang. Aaaaah, aku semakin jatuh cinta padamu." Kata Rachel dalam hati sambil tersenyum-senyum.
"Baik Tuan, Aku akan melakukan perintah itu sekarang juga." Kata Rewin dengan sangat bangga.
"Ah, lalu, biarkan sekolah cabang itu di urus oleh Nona yang mon.. yang ini. Karena dia sudah disini, jadi harus ada tugas untuknya." Kata Leon yang hampir keceplosan.
"Baiklah Tu, Tu, Tuan Le, Leon. Aku tidak akan mengecewakanmu." Kata Lisa yang gagap sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak berani melihat wajah tampan Leon.
"Baiklah, kerjakan sekarang. Untuk sistem pendidikannya, dan semua aturannya, akan aku kirimkan padamu Rewin. Aku sendiri yang akan membuatnya. Namun, gunakan nama Dewi disini." Kata Leon dengan serius.
"BAIK LAKSANAKAN TUAN LEON." Kata mereka berdua dengan kompak.
"Ah, aku lupa satu hal Rewin. Bawa aku ke tempat latihan sihir." Kata Leon kepada Rewin.
"Baik Tuan, saya akan menyiapkannya untuk Anda." Kata Rewin dengan tegas.
__ADS_1
"Ah, tidak perlu, kita akan pergi langsung kesana sekarang.". Kata Leon dengan tersenyum
"HEEEE." Teriak Rachel dan Aries sangat terkejut.
"Huh, kau tidak perlu terkejut Aries. Kita lakukan saja perintahnya." Kata Kibo dengan memejamkan mata.
"Aku tidak habis pikir, Paradicone menganggap ini adalah perintah. Aku benar-benar sangat takut, tanganku gemetaran. Aku harus menyembahmu Tuan Leon." Kata Rewin dalam hati sambil melihat kedua tangannya yang gemetar.
"Huh, baiklah, apapun yang kau mau Leon. Aku akan melakukannya." Kata Rachel sambil melihat Leon.
Lalu Lisa, ia sebenarnya sudah pinsan, kalau tidak ada sihir dari Kibo. "Aku, Aku, aku sangat rela melakukan apapun untuknya. Jangankan tubuhku, bahkan nyawaku akan aku berikan padanya." Kata Lisa dalam hati dengan sangat terkagum-kagum.
Lalu, mereka semua pergi keluar ruangan Direktur. Rewin dan Lisa mengantarkan mereka ke tempat latihan sihir. Namun itu harus melewati ruangan Pesta yang di adakan di Akademi.
Pintu utama ke ruang pesta pun terbuka. Semua orang melihat kearah sana. Rewin dan Lisa keluar terlebih dulu.
"Ah, Rewin sudah kembali kesini. Apa Dewi tidak datang ke pesta ini.? Aku tidak bisa merasakan Auranya." Kata Raja James sambil melihat Rewin.
Tiba-tiba, bayangan seseorang dari belakang Rewin mulai terlihat. "Ii, ii, itu. Tu Tuan Leon." Kata Raja James yang melihat Leon. Raja James pun langsung bersujud.
"Haa, ada apa yang mulia. Kenapa kau bersujud kepada Rewin.?" Kata salah satu Bangsawan yang berada di sebelah James.
"Cepat bersujudlah Ares, di belakang Rewin ada Tuan Leon. Pasti di belakangnya ada anggota Paradicone." Kata Raja James yang panik dan mulai ketakutan.
"APAAA." Kata Ares yang terkejut sambil melihat ke arah Rewin. Dan ia melihat Leon bersama Rewin, yang di belakangnya ada Paradicone. Wajah Ares mulai berkeringat ketakutan dan panik.
"CEPAT BERSUJUD KALIAN SEMUA, SANG DEWI DATANG". Teriak Ares dengan sangat kencang sambil ketakutan.
Semua orang yang ada disana termasuk para bangsawan, mulai panik dan berhampuran mencari posisi.
"Sang Dewi datang kesini. Aku sangat ingin melihat wajahnya, yang di gosipkan sebagai wanita tercantik di dunia." Kata Salah satu bangsawan disana.
" Waaah, kau membuat pesta disini Rewin?." Kata Leon yang senang sambil tersenyum lebar.
"Leeooon, Mau kemana kamu. Kau tidak boleh bergabung dengan mereka untuk saat ini." Kata Rachel dengan kesal sambil menarik telingah Leon.
"Tapi, tapi, ada pesta di sini Rachel." Kata Leon yang pasrah.
__ADS_1
"Kau harus menjaga sikapmu Leon, Reputasi Rachel bisa hancur disini karenamu." Kata Aries yang memejamkan matanya sambil menyilangkan tangannya.
Lalu, ada beberapa orang yang mencuri pandangan ke arah Rachel.
"Aa, aa, aa, Begitu sangat cantik wajah sang dewi, ini di luar imajinasiku." Kata Salah satu orang di sana. Lalu ia pun pinsan sambil mengeluarkan darah dari hidungnya.
"Waah. Waaah, waaah." Begitulah suara mereka yang mencuri pandangan ke wajah sang dewi. Sangat berisik. Dan ada beberapa orang yang pinsan.
"Chiik." Kata Aries yang sangat kesal. Ia pun mengeluarkan aura yang sangat kuat di ruangan itu.
"Aaaaah, aura ini benar-benar menyerang tubuhku. UhuOok." Kata James dalam hati, sampai ia mengeluarkan darah dari mulutnya
Kekuatan aura yang sangat kuat, sedang menekan ratusan orang disana.
"Aries, kau bisa membunuh mereka semua." Kata Kibo yang berjalan dengan santai.
"Siapa orang yang begitu bodoh disini. Kalian membuatku sangat marah." Kata Rewin dalam hati sambil menahan tekanan itu.
"Mereka semua bodoh. Apa mereka ingin mati.?" Kata Lisa dengan sangat kesal sambil menahan rasa sakit.
"Oeee, Aries. Hentikan itu. Kau membuatku kesal." Kata Leon yang kesal dengan telinganya yang masih di tarik Rachel.
"Huh, Baiklah Leon." Kata Aries yang menghentikan Aura mematikan itu.
"Biarkan saja Leon, mereka semua melihatku, bahkan wanita-wanita disana juga pinsan gara-gara melihatmu. Itu membuatku marah." Kata Rachel yang sangat kesal sambil menarik telinga Leon.
"Mereka sangat beruntung ada Tuan Leon disini. Jika tidak, mereka semua akan mati." Kata Rewin dalam hati.
Raja James yang ada disana. Langsung mengepalkan tangannya. Lalu, saat Leon dan lainnya sudah meliwati ruang pesta itu. Raja James langsung bangun dan berteriak.
"Tangkap orang yang sudah lancang melihat Dewi, ARES." Kata Raja James yang sangat marah.
"LAKSANAKAN YANG MULIA." Ares dan pasukannya pun langsung menangkap mereka, yang mencuri pandangan melihat Dewi.
Sebenarnya itu adalah hal yang tidak disukai Leon. Karena Leon tidak suka dengan kekerasaan.
.
__ADS_1
.