
[Didalam Tenda Komando]
Rachel, Aries dan Kibo sedang menunggu Leon. Sambil membicarakan sesuatu.
"Apa kita bisa menang dalam peperangan kali ini.?" Tanya Aries kepada Rachel.
"Ah, aku sendiri tidak tau Aries. Kekuatan Louktus benar-benar besar. Aku baru menyadarinya sekarang." Kata Rachel dengan serius.
"Kita tidak punya waktu untuk membahasnya. Kita harus melakukan perintah Leon. Aku yakin, keputusan yang dia buat itu tidak sembarangan." Kata Kibo dengan sangat serius.
"Kau benar Kibo. Sekarang dia sedang mencari 12 panglima. Sudah pasti itu dari Properose dan Pantiko. Apa kau sudah punya calon panglima itu Kibo.?" Tanya Aries serius.
"Ah, aku sudah memikirkanya, tapi yang berhak memilih adalah Leon. Aku hanya merekomendasikan saja." Kata Kibo serius.
"Sekarang ia sudah memilih 2 panglima. Ini mengingatkanku pada jaman dulu." Kata Aries sambil memejamkan matanya.
"Dia memang jenius Aries. Tidak akan ada lagi manusia seperti Leon di dunia ini. Bahkan sudah ribuan tahun. Kita masih melihat penindasan dimana-mana, peperangan selalu terjadi. Mungkin ini saatnya kita berjuang bersama, di bawah kepemimpinan Leon sekali lagi." Kata Rachel dengan serius.
"Apa kau sudah merelakannya Rachel.?" Tanya Aries dengan tersenyum.
"Aries, dari dulu aku tau apa yang Leon inginkan. Ia hanya ingin hidup tenang, tanpa penderitaan." Kata Rachel dengan tersenyum sambil memejamkan mata.
"Hmm(tersenyum). Yang diinginkan Leon hanya kamu Rachel. Ia ingin kau hidup tanpa penderitaan. Jika dunia sedang berperang, kalian tidak akan bisa hidup tenang. Bahkan sekarang, jika Leon tidak bergerak, kerajaan ini dan tempat tinggal kalian akan hancur. Apa kau tau itu Rachel. Semuanya hanya untukmu, Leon bergerak hanya untukmu." Kata Aries dengan serius.
"Em, tapi Leon selalu memikirkan orang lain Aries." Kata Rachel dengan kesal.
"Apa kau tidak menyadarinya Rachel. Leon adalah orang yang suka membaur. Itulah hidup bermasyarakat. Ia ingin kita semua hidup bersama tanpa penderitaan. Apalagi ia tau kalau kau selalu sendiri selama ribuan tahun." Kata Aries dengan serius.
"Leoon." Kata Rachel sambil memikirkan Leon.
....
[Diatas Benteng]
"Ha, Hamba akan melakukannya Tuan." Kata Xerone dengan tegas.
"Bagaimana menurutmu Xerone, tentang perang ini.?" Tanya Leon dengan tegas.
"Ah, Hamba sendiri tidak tau Tuan. Kekuatan Louktus memang sangat kuat. Hamba sudah berperang puluhan kali melawan mereka. Namun, kekuatan para pemimpin mereka sudah di atas rata-rata prajurit yang ada diwilayah Paradicone." Kata Xerone dengan serius.
"Kau tau Xerone. Jumlah prajurit kita nanti hanya sekitar 9.8jt orang. Dan prajurit Louktus ada ratusan juta orang. Itu sudah lebih dari puluhan kali lipat. Lalu kau bilang, para pemimpin mereka sangat kuat. Menurutmu, apa yang akan kita lakukan.?" Tanya Leon dengan serius.
"Haaa, aa, aa, aa." Suara terkejut Xerone dan Vera. Keringatnya mulai keluar begitu banyak. Tubuh mereka gemetar cukup kencang.
"Lalu apa yang akan terjadi jika kita menyerah.?" Tanya Leon serius.
"Aa, aah. Ituu." kata Xerone dengan ketakutan sambil menelan ludah.
"Semua orang akan menderita. Dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Kita harus melawan dengan kekuatan yang berbeda. Tentu saja, tingkat kekuatannya harus lebih tinggi dari mereka." Kata Leon serius.
"Ha. Tuan. Hamba tidak mengerti maksudnya. Maafkan saya.?" kata Xerone sambil menundukkan badannya.
__ADS_1
"Apa tingkat kekuatan kalian.?" Tanya Leon dengan serius.
"Ha, Hamba sudah mencapai tingkat Gaia bintang satu Tuan." Kata Xerone dengan tegas.
"Ha, Hamba sudah mencapai tingkat Gaia bintang satu Tuan." Kata Vera dengan tegas.
"Emm. Lalu, berapa rata-rata kekuatan para pemimpin Louktus.?" Tanya Leon
"Ha, mereka semua ada di tingkat Gaia bintang dua Tuan." Jawab Xerone tegas.
"Hoo, baiklah. Mungkin ada kesempatan untuk menang." Kata Leom tetsenyum.
"Ha. Bagaimana caranya Tuan.?" Tanya Xerone yang penasaran.
"Tentu saja membuat prajurit Gionova lebih kuat lagi. Aku akan menunjukkannya pada kalian sekarang. Apa kalian siap.?" Kata Leon dengan tersenyum.
"Ha. kami siap kapapun Tuan." Kata Xerone dengan tegas.
"Baiklah. Bisakah kalian balik badan. Aku tidak mungkin menyentuh bagian itu." Kata Leon sambil menunjuk dada Vera.
"haaa." Kata Vera terkejut. "Ha. Laksanakan Tuan." Kata Vera dengan spontan, lalu ia pun membalikkan badannya. Dan disusul oleh Xerone.
"Besiaplah kalian." Kata Leon sambil memegang pungung mereka berdua.
"Ini, emm. Cristal merah. Energi ini mengajariku sesuatu, berbeda sekali saat aku mengembangkan wadah milik Rewin, apa aku tidak menyadarinya. Ternyata bisa di lakukan tanpa menyentuh, seperti membangkitkan seseorang. Hanya memberikan sedikit tambahan energi untuk membentuk wadah dan mengisinya. Aku paham sekarang, Ini cara tercepat untuk mengembangkan wadah jutaan prajurit. Aku berhasil. Hehe." Kata Leon dalam hati dengan tersenyum
Lalu, Leon pun melepaskan tangannya. Ia mencoba tanpa menyentuh badan seseorang. Dan keluar cahaya putih berbentuk bola kecil dari telapak tanganya. Itu adalah energi alam yang di bentuk oleh Leon. Lalu, bola cahaya itu dimasukkan kedalam tubuh Xerone dan Vera.
Hanya beberapa detik saja, proses pengembangkan pun berhasil dilakukan.
"Apa kalian bisa merasakanya.?" Tanya Leon tersenyum.
Xerone dan Vera hanya terdiam sambil melihat kedua tangannya.
"Apa ini, aku merasakan kekuatan yang besar. Bahkan auraku sangat kuat, lebih kuat dari Erwin." Kata Xerone dalam hati dengan kebingungan.
"Ini, ada apa dengan tubuhku. Aku merasakan kekuatan yang besar." Kata Vera dalam hati.
"Ekhmm." Suara Leon sambil memejamkan mata.
Mereka berdua pun terkejut dan langsung berlutut didepan Leon sambil menundukkan kepalanya.
"Ha. Maafkan kami Tuan." Kata Xerone dengan tegas.
"Haah, apa yang kalian rasakan.?" Tanya Leon dengan santai.
"Ha, Tuan. Hamba merasakan kekuatan yang besar ada di tubuhku." Kata Xerone dengan tegas.
"Ha. Tuan. Hamba merasakan aliran sihir yang sangat kuat didalam tubuhku." Kata Vera dengan tegas.
"Hmm. Baiklah. Ini berhasil. Mungkin kalian sekarang sudah mencapai Awakening Gaia. Apa kalian bisa menang dengan para pemimpin Louktus itu.?" Kata Leon dengan santai.
__ADS_1
....
"Haaaa. Ini, tidak mungkin. Bahkan Paradicone sekalipun tidak akan bisa membantu seseorang mencapai tingkat ini. Aku, aku, aku ingin menangis." Kata Vera dalam hati.
"Mustahil, Awakening Gaia. Kenapa Tuan Leon bisa melakukan ini. Aku akan mati karena terkejut. Dia orang yang sangat hebat. Pantas saja Paradicone hormat padanya. Apa dia seorang dewa.?" Kata Xerone dalam hati dengan ketakutan.
.....
"Ha, Hamba Minta maaf pada Tuan. Karena sudah tidak sopan. Apakah Anda seorang Dewa.?" Kata Xerone dengan gugup.
Sontak saja, Vera yang mendengarnya langsung terkejut. Bahkan tubuhnya mulai gemetar cukup kencang.
"Ah, Xerone. Jika aku Dewa, aku akan menghidupkan semua orang yang terkubur disana. Aku hanyalah manusia biasa. Bahkan aku tidak bisa menciptakan makhluk hidup" Kata Leon dengan santai.
"Ha, hamba minta maaf Tuan. Kami akan melaksakan perintah Anda." Kata Xerone dengan gugup.
"Sekarang kalian sudah menjadi panglima perang Gionova. Aku akan mengenalkan pada kalian para pemimpin Gionova. Pemimpin tertinggi pasukan Gionova adalah Rachel Lawren dengan gelar Dewi Perang. Lalu, tangan kirinya adalah Aries Roslite dengan gelar Dewi Kematian. Dan tangan kananya adalah Kibo Klain dengan gelar Kaisar Naga." Kata Leon dengan serius.
"HA. HAMBA AKAN MENGABDIKAN NYAWA PADA GIONOVA." Teriak Xerone dan Vera secara kompak.
"Setelah ini kalian akan disahkan dengan sumpah prajurit. Dan kalian tidak boleh bersujud pada mereka, bahkan padaku sekalipun. Jika kalian tidak mampu berdiri, berlututlah, dan tundukkan kepala kalian. Aku rasa Itu adalah sikap untuk menghormati para pemimpin Gionova." Kata Leon dengan tersenyum.
"Ha. Laksanakan Perintah Tuan." Kata Xerone dan Vera secara bersamaan.
"Baiklah. Aku punya tugas untuk kalian, pilihlah tiga komandan kepercayaan kalian. Lalu bawalah mereka ke depan tenda komando secepatnya." Kata Leon dengan santai.
"Lalu, setelah itu. Lakukan tugas kalian untuk membangun kuburan disana." Kata Leon sambil melihat gundukan tanah yang berisi mayat.
"HA, LAKSANAKAN PERINTAH TUAN." Kata Xerone dan Vera secara bersamaan.
"Aku akan kembali ke tenda komando. Akan aku tunggu disana." Kata Leon sambil berjalan turun dari benteng.
....
"Aku tidak percaya Xerone. Kekuatan ini adalah tingkat Awakening. Aku merasakan sihir yang berlimpah." Kata Vera dengan senang sambil berlutut melihat Leon berjalan.
"Ah, Aku sendiri sangat terkejut. Tuan Leon bagaikan dewa. Dia sangat hebat. Aku akan melayaninya sampai mati, bahkan aku sendiri ingin menyembahnya." Kata Xerone dengan tersenyum sambil berlutut.
.....
[Didalam tenda]
Leon pun masuk kedalam tenda. Dan melihat Rachel, Aries sedang ngerumpi, dan Kibo hanya terdiam sambil memejamkan matanya.
"HAAAAA LEOOON." Teriak Aries dan Rachel secara bersamaan.
"Haaaah." Suara Leon yang menghela nafas melihat mereka sedang membicarakan dirinya.
.
.
__ADS_1