Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Benteng Selatan (4)


__ADS_3

[Benteng Selatan]


Diluar benteng bagian dalam. Komandan Cena, Joken, dan Han. Beserta semua prajuritnya keluar dari benteng untuk sementara.


"Cena, apa ini tidak apa-apa.?' Tanya Han kepada Cena.


"Emm, aku sendiri tidak tau. Orang itu, sepertinya bukan orang biasa." Kata Cena yang sangat penasaran kepada Kibo.


"Aku mendengarkan percakapan mereka, sepertinya Ratu kenal dengannya, bahkan mungkin terlihat sangat akrab." Kata Han sambil berfikir.


Lalu. "HAAAAAAAA." Teriakan mereka berdua.


"Ja, jad. Jadi dia adalah Paradicone." Kata Cena dengan gugup. Ia baru menyadarinya.


"Pasti dia adalah Kaisar Naga." Kata Han dengan serius.


"Mati, mati, mati, mati." Kata Cena yang ketakutan sambil memegang kepalanya.


"Apa kau sudah bertemu dengannya Cena.?' Kata Han yang curiga.


"AAAAAAAAA." Teriakan Cena yang ketakutan.


.....


Tenda Komando. Rachel masih mengintrogasi Kibo.


"Dimana Kiboo. Katakan padaku. Aku mohon." Kata Rachel yang benar-benar frustasi.


"Katakan Kibo. Apa kau tega melihat Rachel menderita.?" Kata Aries dengan serius.


"Tapi, ini adalah permintaan Leon. Aku sendiri juga tidak mau seperti ini." Kata Kibo dengan serius .


"Aaaah. Sampai kapan kita akan menunggu disini." Kata Aries yang mulai gelisah.


"Aku mohon Kibo. Hiks, dimana Leon." Kata Rachel yang mulai depresi.


"Rachel, tenang lah. Dia pasti kembali kesini. Kau tidak perlu khawatir." Kata Aries sambil memeluk Rachel.


"Aa, eemm." Suara Kibo yang tak tega.


"Kibo, mereka bilang salah satu dari kalian ada yang terluka. Jelaskan padaku." Kata Aries dengan serius sambil mengelus bahu Rachel.


"Ah, itu benar. Kepala Leon berdarah cukup parah. Aku sendiri tidak tau, kenapa dia menerima lemparan batu itu. Bahkan ia menangis berdiri disana. Ia bilang padaku, dia kesakitan, dan dia tidak kuat. Lalu, dia pinsan disana. Aku membawanya ke dalam benteng, dan ia tersadar, setelah itu ia melihat portal, ia memintaku untuk bersembunyi. Dia bilang padaku, ia ingin menyendiri disana sambil melihat tangisan orang-orang di depannya." Kata Kibo dengan serius.


Rachel yang mendengarnya langsung berdiri. dan Ia berlari keluar tenda.


"Aah, Racheeel." Kata Aries yang terkejut.


"Hmm, sepertinya ia akan menemukannya." Kata Kibo dengan santai sambil memejamkan matanya.


"Haah, Kibo, apa Leon melihat mayat-mayat itu.?" Tanya Aries dengan serius.


"Ah, dia melihatnya. Ia sangat terkejut saat melihat keluar benteng. Lalu ia mengajakku melihat gundukan mayat itu." Kata Kibo dengan serius.


"Aaaah. Ini membuatku sangat frustasi. Xerone masih belum menyelesaikan tugasnya dengan benar." Kata Aries dengan gelisah.


"Kau tau Aries. Leon meminta kepada komandanmu untuk membuat batas dan tanda untuk kuburan disana. Namun, ia menolaknya. Kejadian ini berawal dari penolakan itu." Kata Kibo dengan serius.


"Haa. Siapa yang berani menolak permintaan Leon.? Aku akan membunuhnya sekarang." Kata Aries dengan marah sambil berdiri.


"Tenanglah Aries. komandan itu bilang, kalau itu adalah permintaan dari Dewi Kematian. Jadi, apa kau akan membunuh dirimu sendiri.?" Kata Kibo dengan santai.

__ADS_1


"Aa, aah." Suara Aries yang tekejut.


"Jadi, apa kau bisa menyelesaikan semuanya.?" Tanya Kibo dengan serius.


"Jadi, ini semua karena kesalahanku. Aaaaah." Kata Aries dengan sedih sambil duduk. Dan ia mulai menyesali semuanya.


.....


Diluar benteng.


"Mungkin saatnya aku kembali. Aaah, kepalaku jadi sakit." Kata Leon merasa kesakitan sambil memegang kepalanya.


"Hmm, darah.? Sejak kapan aku terluka.? Iiteeeeehhh." Kata Leon kesakitan sambil memegang kepalanya.


Lalu, Rachel datang dengan tiba-tiba, dan langsung memeluk Leon tanpa berbicara apapun.


"Eh, Rachel.?" Kata Leon dengan terkejut sambil melihat Rachel meneteskan air mata.


Rachel memeluknya dengan erat. ia hanya terdiam dan memeluk Leon lebih erat lagi.


"Ah, aku masih memilikinya, bahkan Aries dan Kibo. Aku masih mempunyai keluarga." Kata Leon dalam hati.


"Maafkan aku Rachel." Kata Leon dengan sedih.


Rachel hanya terdiam tak bergerak sama sekali. Dan Leon membiarkannya untuk memelukknya, Leon juga merasakan kenyaman dari pelukan Rachel, perasaannya mulai tenang karena Rachel.


"Terimakasih Rachel." Kata Leon yang sedih.


.....


Di tenda komando.


"Sepertinya aku harus menyelesaikannya Kibo. Aku merasa sangat sedih. Bahkan aku ingin menangis." Kata Aries yang menyesali semuanya.


"Hiks." Suara Aries yang meneteskan air matanya.


....


Diluar benteng


"Rachel, berhentilah menangis. Aku sudah tenang sekarang." Kata Leon dengan tersenyum sambil mengelus-elus kepala Rachel.


"Leoon, biarkan aku memelukmu sebentar." Kata Rachel dengan sedih, tapi ia sudah bethenti menangis


"Baiklah. Kau boleh melakukannya." Kata Leon dengan tersenyum.


"Leoon." Kata Rachel dengan memeluk Leon dengan erat sambil memejamkan mata.


"Terimakasih Rachel. Kau membuatku tenang. Aku merasakan kenyaman. Terimakasih." Kata Leon sambil memeluk Rachel dengan erat.


"Aku hanya ingin kau tenang Leon. Aku tau perasaanmu. kau pasti kesakitan. Jadi biarkan aku menyembuhkan lukamu itu." Kata Rachel dengan tulus.


"Ah, kau sudah melakukannya Rachel." Kata Leon dengan tersenyum.


"Sebaiknya kita kembali menemui Kibo sekarang." Kata Leon dengan tersenyum.


"Baiklah, aku tau ini di luar. Tapi aku masih ingin memelukmu." Kata Rachel dengan tersenyum.


"Lakukan sesukamu Rachel." Kata Leon tersenyum.


"Oke. Kita akan lanjutkan di Castle. Mungkin sekarang kita akan menemui mereka dulu." Kata Rachel dengan tersenyum sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Baiklah," Kata Leon senang.


"Ah, Leon, kepalamu berdarah. Aku juga akan menyembuhkan yang ini." Kata Rachel dengan senang.


"Ahahaha. Terimakasih Rachel." Kata Leon sambil tertawa senang.


.....


Lalu, mereka pun pergi ke tenda komando. Kepala Leon di balut dengan kain yang di sobek dari baju Rachel.


"Kenapa jadi sepi disini.?" Tanya Leon yang sedang berjalan ke tenda komando.


"Ah, Kibo menyuruh mereka untuk pergi dari sini." Kata Rachel dengan santai.


"Emm. Sudahlah." Kata Leon dengan


Lalu, mereka pun membuka pintu komando. "Kibo, Ari....". HAAAAAAA. Suara Leon yang terkejut, melihat Aries yang menangis di pelukan Kibo.


"Ah, maaf." Kata Leon dengan malu sambil menutup pintu tenda dan menarik Rachel.


"HAAAAAA." Suara Aries dan Kibo yang terkejut, sambil melepaskan pelukan mereka.


.....


"Ahahaha. Mereka melakukannya Leon." Kata Rachel yang tertawa.


"Sssttt. Diamlah Rachel." Kata Leon yang malu.


"Ahahaha, Kibo menyuruh pasukannya pergi agar ia bisa bermesraan disini. Ahahaha." Kata Rachel yang tertawa bahagia di luar tenda.


"Eeh." Suara Leon yang melihat Rachel tertawa dengan bahagia. Ia mulai merasakan kebahagiaan saat melihat Rachel tertawa lepas.


"Kau yang membuatku bahagia Rachel." Kata Leon dalam hati dengan tersenyum sambil melihat Rachel tertawa lepas.


"Ahahaha. Mereka sangat lucu Leoon, ahahaha." Kata Rachel yang masih tertawa lepas.


"Perff. Hahahahaha." Suara Leon yang ikutan tertawa bahagia bersama Rachel.


Mereka tertawa cukup lama di luar tenda. Sampai akhirnya Leon dan Rachel masuk ke dalam tenda komando.


.....


Di dalam tenda. Terlihat, Aries dan Kibo berdiri di depan Leon dan Rachel.


"Perfff. Hihihihi." Suara Rachel yang masih ingin tertawa melihat Aries dan Kibo. Namun ia menahannya.


"Eeeeh. Rachel." Kata Leon sambil melihat Rachel yang masih ingin tertawa.


"Hihihi, aku tidak kuat melihat mereka Leon. Ahahahahaha." Kata Rachel dengan tertawa lepas.


"Racheeel. Kau membuatku malu." Kata Aries dengan wajahnya yang memerah.


"Perff. Preff, Hahahahaha." Suara Leon tertawa, sepertinya ia tidak kuat juga.


"Ehehehe. Hahahahaha." Suara Kibo yang ikutan tertawa.


Aries pun mulai tersenyum melihat mereka tertawa. " Hihihi HAHAHAHAHA." Suara Aries yang tertawa.


"Eeh, apa itu.?" Kata Leon yang terkejut mendengar suara tertawa Aries.


.

__ADS_1


.


__ADS_2