
[Benteng Selatan Forlsa]
Terlihat Leon yang terkena serangan bertubi-tubi dari Varel dan Nicol. Ia hanya membentengi diri dengan kekuatan auranya.
Serangan itu di luncurkan selama 5 menit terus menerus. Dan membentuk asap tebal di seluruh area tempat Leon berdiri.
"Huh, huh, Apa dia sudah mati sekarang." Kata Varel yang sudah kehabisan tombak merah.
"Huh, Huh, sepertinya begitu." Kata Nicol dengan terengah engah karena hampir kehabisan energi.
....
"Ini, ini tidak mungkin. Tuan Leon." Kata Xerone tercengang.
"Serangan itu. Apa Tuan disana masih hidup. Aku sudah ketakutan." Kata Dion dengan gemetar.
....
Diudara tempat Leon berdiri.
"Aku sangat terkejut dengan serangan mereka. Sampai tidak sempat menangkisnya. Hem, goresan ini lumayan sakit. Itteeeeh." Kata Leon.
"Baiklah, aku akan selesaikan sekarang." Kata Leon sambil memotong asap tebal di sekitarnya.
....
Varel dan Nicol pun melihat Leon yang masih berdiri ditempatnya.
"APAAAAA." Teriak Varel tercengang.
Tiba-tiba tanah bergetar cukup kencang. Awan-awan menyelimuti semua daratan benua Trolin. Gemuruh petir terdengar sangat keras. Lalu, hujan turun memenuhi seluruh benua.
Bencana alam terjadi dimana-mana, air ombak melambung tinggi, gempa bumi di rasakan oleh semua orang di benua Trolin.
"Ada apa ini.? Jelas-jelas aku menekan kekuatan alam mereka." Kata Leon yang terkejut.
....
"Huh, huh. Sepertinya pertarungan Abraham dan Dona sudah di mulai disana." Kata Varel yang terengah-engah.
"Mereka semua pasti mati. Dan Paradicone akan berkahir." Kata Nicol.
"Sebaiknya kita fokus menghadapi dia disini." Kata Varel sambil melihat Leon yang sedang bersiap-siap akan menyerang mereka.
"Keluarkan Cristal itu Varel. CEPAAAT." Kata Nicol sangat panik.
.....
[Wilayah Utara Majaren]
Pertarungan antara Paradicone dan Panglima Louktus berlangsung sangat sengit. Mereka bertarung dengan mengeluarkan kekuatan secara perlahan. Gesekan aura yang keluar dari pertarungan itu menyebabkan bencana alam ada dimana-mana.
"Huh, huh. Dia sangat kuat Kibo." Kata Aries yang terengah-engah bertarung dengan Dona bersama Kibo.
"Sebaiknya kita serius bertarung denganya." Kata Kibo.
"Sepertinya kalian kelelahan. Mungkin sebaiknya kalian mati saja sekarang." Kata Dona.
"DIAM KAU." Teriak Aries sambil mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya.
Sayap malaikat berwarna hitam pekat keluar dari punggung Aries. Lalu, sebuah pisau melingkar cukup besar seperti bulan sabit keluar di belakang sayapnya, dan pisau itu mengeluarkan aura kegelapan di sekitarnya.
"Heem. Kau terburu-buru Aries. Apa kau masih punya sihir yang cukup.?" Kata Dona.
__ADS_1
"Sebaiknya kau mati dengan cepat." Kata Aries.
"Hemh. Kaulah yang akan mati." Kata Dona dengan kesal. Lalu ia mengeluarkan kekuatan yang sebebarnya.
Senjata suci milik Dona adalah tongkat tahta berwarna putih. Dan ujung atasnya adalah permata berwarna hijau yang cukup besar dan permata itu melayang diatas tongkatnya.
Lalu, aura hijau keluar dari tubuh Dona. Sayap malaikat berwarna hijau tua keluar dari punggungnya, lalu jarum cahaya yang besar keluar di belakang sayapnya berjumlah 7 jarum.
"Apa kau siap Nona.?" Kata Dona.
"HAAAAAAA."Suara Aries yang menyerang Dona dengan tiba-tiba.
BLAAMM. Suara Senjata Aries menyerang Dona. Namun Dona hanya terdiam di tempatnya. Ia menangkis serangan Aries dengan sihir pelindung. Tapi itu tidak bertahan lama, sihir itu pecah terkena aura kegelapan dari sabit maut milik Aries.
"Sebaiknya aku juga ikut membantu." Kata Kibo sambil mengeluarkan kekuatan yang sebenarnya.
Sayap malaikat berwarna biru keluar dari punggungnya. Lalu sarung tangan besi berwarna biru menyelimuti kedua tangannya. Sarung tangan ini mirip dengan milik Nicol, namun kekuatan dan ukirannya berbeda.
"HAAAAA." Teriakan Kibo yang menyerang Dona.
Mereka pun bertarung sangat sengit di atas udara. Percikan dari gesekan senjata mereka, mengeluarkan aura yang mematikan.
Pertarungan mereka cukup lama. Meskipun Dona seorang diri, namun ia lebih kuat dari Aries dan Kibo.
.....
Lalu, terlihat Rachel sedang bertarung melawan Abraham sendirian. Dari pertarungan itu, Rachel sedikit kualahan. Dan Abraham menikmati pertarungannya.
"HAAAA." Suara Abraham yang menyerang Rachel
KLANG KLANG. Suara tangisan pedang Rachel dari serangan Abraham yang bertubi-tubi. Sampai Rachel terpental mundur.
"Apa kau masih kuat Rachel. Aku lihat kau akan mati setelah ini. Hehe." Kata Abraham.
KLANG. BRAEEM. Suara Rachel menyerang Abraham dengan aura putih yang menyelimuti pedangnya. sampai Abraham terpental mundur.
"Hehehe. Kau lumayan kuat sekarang." Kata Abraham.
"HIAAAAAA." Suara Rachel yang menyerang Abraham dengan satu tangan yang membawa pedang.
KLANG KLANG KLANG. Suara Serangan Rachel dengan sangat cepat dan bertubi-tubi. Namun, Abraham masih bisa menangkisnya.
"HAHAHA." Suara tertawa Abraham sambil menangkis serangan Rachel.
Lalu, Abraham mengeluarkan aura yang sangat kuat menekan Rachel sambil menyerang balik.
GLARRKK. Suara serangan Abraham. "Aarrgh." Suara Rachel yang menahan serangan dari Abraham.
"Wajah cantikmu itulah yang membuat kekacauan ini. RACHEEEEL. HAAAAAA." Kata Abraham sambil menyerang Rachel dengan sekuat tenaga. BLAARRK. GRARRG
"Aaarh. Ini sangat kuat." Kata Rachel dalam hati. Mereka pun bertarung dengan sangat cepat. Setiap benturan senjata mereka, menimbulkan efek seperti ledakan.
"HAAA. RASAKAN INI." Serangan Abraham dengan aura putih yang menyelimuti seluruh kapaknya. DROEEMGG
"AaAaahhr." Rachel pun terpental ke bawah sampai menyentuh tanah. Namun, Ia masih bisa mendaratkan tubuhnya dengan berketuk lutut.
"Aaahh." Suara Rachel. Lalu, ia pun langsung melesat kearah Abraham dengan sangat cepat. Dan Abraham pun melesat dengan cepat kearah Rachel.
BRARMMMM. Terjadilah benturan yang dasyat dari kedua senjata suci, bahkan suaranya seperti bom yang meledak. Mereka saling mendorong dengan kekuatan penuh. Lalu, sayap malaikat berwarna putih keluar dari punggung Abraham.
Matanya di penuhi aura putih, Lalu muncul cakram berbentuk lingkaran yang berlapis 7 lingkaran di belakang sayapnya. Cakram itu berputar terus menerus. Kekuatan yang sebenarnya dari Abraham.
"Aaarrggk." Suara Rachel yang kesakitan. Dan ia pun terpental sampai menghantam tanah dengan keras. DUARRKRRR "Uhook." Suara Rachel mengeluarkan darah dari mulutnya.
__ADS_1
"Haah, Haah. Kekuatan ini sama kuatnya dengan milik Leon. Uhuok." Kata Rachel yang sudah lemas.
"Hehehe. Aku tidak mau berlama-lama lagi Rachel." Kata Abraham dengan mengeluarkan Awakening senjata sucinya.
Keluarlah cahaya putih yang membentuk hewan mitologi Grypon (Singa yang memiliki sayap besar) berjumlah 8 ekor. Grypon ini bersinar sangat terang berwarna putih.
"Ah, gawat." Kata Rachel panik. Ia pun mengeluarkan kekuatan sebenarnya. Sayap malaikat berwarna putih keluar dari punggunya, dan muncul 25 pedang emas yang melingkar di belakang sayapnya.
"hehe. Akhirnya kau mulai serius." Kata Abraham. Ia pun mengerahkan 8 ekor Grypon ke arah Rachel satu persatu.
Lalu, Rachel mengeluarkan Awakeningnya. Pedang malaikat berwarna emas yang cukup besar keluar dari belakang Rachel berjumlah 20 pedang. Ia pun menyerang Grypon milik Abraham itu.
DOAMMRRRR. Dan terjadilah benturan antara pedang dan grypon. Pedang milik Rachel satu persatu retak dan hancur. Namun, Grypon milik Abraham masih tersisa 2 ekor, dan pedang Rachel masih tersisa 5 pedang.
Tiba-tiba Abraham mengeluarkan Grypon lagi dengan jumlah 10 ekor dan lebih besar dari sebelumnya.
"tidak mungkin. Kenapa dia bisa mengeluarkan grypon lagi, bahkan lebih banyak dan lebih besar.?" Kata Rachel yang terkejut sambil menahan 2 grypon yang masih menyerangnya.
"Matilah Rachel." Kata Abraham sambil mengerahkan 10 ekor grypon sekaligus.
....
[Perbatasan Selatan Forlsa]
Terlihat, Leon yang masih berdiri sambil bersiap-siap menyerang Nicol dan Varel.
"Keluarkan Cristal itu Varel. CEPAAAT." Kata Nicol sangat panik.
Cristal merah berukuran sekepal tangan orang dewasa keluar di atas kepala Varel dan Nicol. Dan terlihat cahaya berwarna merah masuk kedalam kepala mereka.
"HAAA. Apa ituu. Cristal merah itu. Dari mana mereka mendapatkannya." Kata Leon terkejut.
Lalu, tubuh Varel dan Nicol bersinar cukup terang. Sepertinya energi mereka terisi kembali.
"Bagaimana mereka melakukannya. Mereka mengisi energi dari Cristal merah itu. Jangan-jangan..." Kata Leon terkejut
"Chiikhh." Suara Leon yang sangat marah.
Tekanan yang amat dasyat keluar menekan Varel dan Nicol. "ARRRHG." Suara Varel kesakitan. "ERRRHK." Suara Nikol kesakitan.
"Cepat Varel. Keluarkan Awakeningmu lagi." Kata Nicol sangat panik dengan menahan tekanan dari Leon.
"HUAAAAAHHHH." Teriakan Varel yang mengeluarkan puluhan ribu tombak merah lebih banyak dari sebelumnya. Dan bersamaan dengan Nicol yang mengeluarkan 10 ekor badak bercula dua lebih besar lagi.
Energi mereka terus terisi oleh Cristal merah itu.
"Hah, hah. Kali ini kau akan mati." Kata Varel kepada Leon. Lalu, ia pun menyerang Leon dengan puluhan ribu tombak merah. Disusul dengan Nicol yang mengerahkan 10 badaknya secara bersamaan sekaligus.
"Jadi mereka melakukan itu. Mereka menciptakan peperangan dimana-mana, dan mengambil energi dari jiwa orang-orang yang sudah mati." Kata Leon dengan tatapan tajam. Matanya di penuhi aura kegelapan yang mematikan.
"HIAAAAAAA." Suara Varel yang mengerahkan puluhan ribu tombak merah kepada Leon.
Leon pun menahan serangan mereka hanya dengan satu tangan yang di angkat mengarah pada tombak merah dan 10 ekor badak.
Lalu. keluar cahaya yang sangat terang dari belakang Leon. Dan cahaya itu membentuk 10 pedang malaikat yang sangat besar berwarna putih sedang bersiap-siap menyerang Varel dan Nicol.
"Haa. Apa itu.?" Kata Varel terkejut.
"Pedang itu. HATI-HATI VAREEEL." Kata Nicol dengan panik.
.
.
__ADS_1