Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Memperebutkan Hati


__ADS_3

[Istana Kerajaan Cimoren]


Ditenda Panglima, terlihat Leon dan Kibo sedang membaca laporan yang diberikan Xerone.


"Xerone, berapa prajuritmu yang tersisa.?" Tanya Leon.


"Ha. Pimpinan, semua prajurit tidak ada yang meninggal. Jumlah pasukan masih sama dari awal Pimpinan." Jawab Xerone sambil berlutut.


"Apa kau juga Cena.?" Tanya Leon.


"Ha. Pimpinan, semua prajurit yang bertempur dengan saya tidak ada yang meninggal." Jawab Cena sambil berlutut.


"Emm, bagus. Setelah ini kalian bisa datang kedalam istana, Raja Cimoren sedang mengadakan pesta didalam sana." Kata Leon.


"Ha. Laksanakan Pemimpin." Kata Xerone dan Cena.


"Kalian istirahatlah dulu." Kata Leon. Lalu, Xerone dan Cena pun keluar dari tenda.


.....


"Bagaimana laporan dari mereka Leon.?" Tanya Kibo.


"Em, seperti biasa, mereka membunuh semua prajurit musuh. Bahkan mereka berdua juga mengancam Rajanya. Sepertinya hubungan diplomasi dengan kedua kerajaan itu akan canggung." Jawab Leon.


"Itu lebih baik dari pada kerajaan itu menolak. Sekarang kita sudah mengambil 3 kerajaan sekaligus." Kata Kibo.


"Sebaiklah kita bersiap-siap untuk perjalanan selanjutnya Kibo." Kata Leon.


....


[Castle Taman Surga]


Terlihat Rachel sedang sibuk membaca laporan pembangunan di meja kerja milik Leon. Dan Aries sedang menyimpan beberapa berkas di rak buku.


"Emm. Mereka sudah menyelesaikan pembangunan jalan, Leon pasti senang mendengar berita ini." Kata Rachel.


"Apa semua berjalan lancar Rachel, sepertinya tugas itu berat untukmu." Kata Aries.


"Leon meninggalkan tugas ini untukku Aries, aku harus bekerja keras." Kata Rachel.


"Emm, apa kau sekarang sudah menerima kepergiannya.?" Tanya Aries sambil duduk dikursi.


"Aku masih sedih Aries, tapi aku akan berusaha untuk menerimanya." Kata Rachel dengan sedih.


"Leon sekarang sedang berperang untukmu Rachel, kau harus bersabar. Semua itu hanya untukmu." Kata Aries.


"Kau membuatku sedih Aries." Kata Rachel.


"Haah(mengehela nafas), bagaimana keadaan tangan kirimu sekarang.?" Tanya Aries.


"Ah. Ini sudah tidak terasa sakit. Tapi tabung ini masih belum hilang." Jawab Rachel.


"Kau tunggu saja Rachel, Leon sendiri sudah bilang, kalau tanganmu sudah tersambung dengan sempurna, tabung itu pasti hancur." Kata Aries.


"Hem, ini sangat mengangguku." Kata Rachel.


Tiba-tiba surat laporan muncul didepan Aries. Laporan penyerangan yang dikirimkan oleh Xerone.


"Rachel, ada laporan dari Xerone. Mungkin ada kabar dari mereka." Kata Aries sambil mengambil laporan itu.


"Kenapa mereka tidak melaporkannya padaku.?" Tanya Rachel dengan kesal.


"Aku sendiri yang menyuruhnya. Bahkan Leon tidak tau tentang ini. Kau tenang saja Rachel, kau tidak akan ketinggalan kabar dari mereka." Kata Aries tersenyum.

__ADS_1


"Hem. Baiklah. Berikan laporan itu padaku." Kata Rachel.


"Ah, ini." Saut Aries.


Rachel pun membaca laporan itu dengan serius, lalu raut wajahnya berubah dengan terkejut.


"Apa isinya Rachel, kau terlihat serius sekali." Tanya Aries penasaran.


"Aries. Leon dan pasukannya sudah mengambil alih 3 kerajaan sekaligus dalam waktu 1 minggu saja. Ini benar-benar mengejutkanku." Kata Rachel dengan serius.


"Haa, benarkah.? Mungkin Leon tidak akan lama Rachel, dengan kemampuan dan kekuatannya, dia pasti kembali kesini dengan cepat." Kata Aries .


"Kau benar Aries, tidak seharusnya aku terus merenung disini, Leon dan Kibo sudah berjuang disana dengan keras." Kata Rachel serius.


"Apa kau sudah sadar sekarang.?" Tanya Aries dengan tersenyum.


"Ah. Akan aku tunjukan pada Leon saat dia kembali, pembangunan kerajaan ini akan selesai dengan baik." Kata Rachel penuh semangat.


"Heem. Kau lupa satu hal Rachel, disini tertulis, kalau mereka membutuhkan pasukan untuk dikirim kesana." Kata Aries.


"Em, kalau begitu aku akan mengirimkan surat perintah kepada panglima yang tersisa." Kata Rachel sambil membuat surat perintah.


"Itu tidak perlu kau lakukan. Mereka semua sudah bergerak 3 hari yang lalu. Pimpinan dari seluruh pasukan Gionova sekarang di ambil alih oleh Leon sepenuhnya. Kau harusnya fokus dengan pembangunan saja Rachel." Kata Aries.


"Heee. Benarkah.?" Tanya Rachel yang terkejut.


"Kau punya tugas sendiri disini bersamaku, untuk masalah perang biar Leon yang mengurusnya." Jawab Aries.


"Leoon." Kata Rachel dengan sedih.


...


[Istana Kerajaan Cimoren]


"Yang Mulia, apa prajurit diluar adalah pasukan dari Louktus.?" Tanya salah satu bangsawan kepada Raja Philip.


"Bukan. Mereka adalah pasukan Gionova yang di bentuk oleh Paradicone, apa kau masih belum menerima surat itu.?" Tanya Raja Philip.


"Emm, jadi mereka yaa. Yang Mulia, menurut kabar yang saya terima, pasukan Paradicone mengambil alih 3 kerajaan sekaligus dalam waktu 1 minggu. Apa itu benar Yang Mulia.?" Tanya Bangsawan itu.


"Itu benar, salah satu dari tiga kerajaan itu adalah Cimoren, lihat saja para prajurit diluar sana, mereka semua memiliki aura yang sangat kuat, bahkan panglimanya sudah mencapai tingkat Awakening Gaia." Kata Raja Philip.


"Apaaa.? Itu seperti pasukan monster Yang Mulia." Kata Bangsawan itu dengan tercengang.


"Aku sendiri sampai gemetar ketakutan melihat panglima mereka. Tapi, pemimpin pasukan Gionova itu sekarang ada disini. Aku masih menunggunya." Kata Raja Philip.


"Benarkah.? ini sangat mengejutkanku Yang Mulia. Jika pasukan Gionova sudah sekuat itu, mungkin para pemimpinnya adalah Paradicone itu sendiri." Kata Bangsawan itu dengan tercengang.


"Haaaaa." Kata Raja Philip yang terkejut, bahkan ia menjatuhkan gelasnya tanpa di sengaja.


"Yang Mulia. Tidak mungkin mereka dipimpin oleh seseorang dengan kekuatan yang sama, sudah pasti itu Paradicone sendiri." Kata Bangsawan itu.


"Mungkin itu benar. Kau membuatku shock berat. Bahkan aku hampir terkena serangan jantung." Kata Raja Philp sampai berdiri dengan sempoyongan.


"Yang Mulia, Yang Mulia. Apa anda baik-baik saja." Kata Bangsawan itu sambil memegangi Raja Philip.


"Sepertinya kalian semua harus bersujud setelah ini." Kata Raja Philip dengan lemas.


.....


Disisi lain, Luciana yang sedang menyendiri di hampiri oleh pemuda bangsawan yang tampan.


"Salam Tuan Putri." Kata Pemuda itu.

__ADS_1


"Ah. Wiliam kah." Kata Luciana.


"Apa saya menganggumu Putri.?" Tanya Wiliam.


"Aku sedang menunggu seseorang," Jawab Luciana.


"Siapa yang kau tunggu Putri, bukankah semua tamu sudah hadir disini.?" Tanya Wiliam.


"Orang ini berbeda Wiliam. Dia adalah tamu istimewa di kerjaan ini. Kau akan melihatnya sendiri nanti, bahkan aku sendiri sangat penasaran dengannya." Kata Luciana dengan muka memerah.


"Siapa orang itu Putri.? sampai membuatmu penasaran." Tanya Wiliam.


"Dia pernah menghiraukanku saat berpapasan di jalan. Apa kau akan melakukannya juga Wiliam.? bahkan semua orang disini mencuri pandangan untuk melihatku, tapi dia sangat berbeda." Kata Luciana.


"Putri, tidak mungkin aku melakukan itu. Semua orang juga sudah tau, kalau Anda adalah wanita tercantik di seluruh kerajaan. Bahkan aku sendiri gemetar melihat kecantikan Anda." Kata Wiliam.


Tiba-tiba Ernes datang menghampiri Luciana dan Wiliam yang sedang mengobrol.


"Sepertinya kalian sudah cocok. Jadi berhentilah mengejarnya Luciana. Laki-laki itu adalah milikku." Kata Ernes dengan songong.


"Ah, Jendral Ernes. Salam." Kata Wiliam kepada Ernes.


"Kau selalu bersikap seperti itu Ernes. Kita bisa bersaing dengan baik, aku dan Wiliam tidak ada hubungan apa-apa, kita hanya mengobrol disini" Kata Luciana mulai kesal.


...


Dalam hati Wiliam, dia sangat terkejut. "Siapa sebenarnya orang itu, bahkan mereka berdua sampai membahasnya." Kata Wiliam


...


"Lihatlah Wiliam Luciana, dia adalah pria tampan yang berbakat, itu sudah cocok untukmu." Kata Ernes.


"Kenapa kau yang memutuskan pilihanku Ernes.?." Kata Luciana dengan kesal. Bahkan ia mulai mengepalkan tangannya.


"Aku sangat malu Jendral." Kata Wiliam yang berharap.


"Diam kamu Wiliam. Kau juga membuatku kesal." Kata Luciana yang marah.


"A, aa. Maafkan aku Tuan Putri. Aku tidak bermaksud menyakiti Anda." Kata Wiliam sambil menundukkan badanya, tapi sebenarnya dia sangat kesal kepada Leon.


.....


"Aku sudah berjuang bertahun-tahun untuk mendapatkan hatinya, kenapa dia bersikap seperti itu padaku. Aku tidak bisa menerimanya, pasti orang itu lah penyebabnya." Kata Wiliam dalam hati dengan sangat kesal.


"Hem. Sebaiknya kita lihat sendiri Ernes, siapa yang akan dipilih olehnya." Kata Luciana dengan kesal.


"Apa kau akan mengunakan wajah cantikmu itu.? Sepertinya dia tidak tertarik dengan wanita cantik, mungkin dia lebih tertarik dengan wanita yang kuat." Kata Ernes dengan tersenyum kesal.


"Erneees. Kau membuatku marah." Kata Luciana yang marah.


"Kenapa kau marah Luciana.? aku tidak bisa apa-apa jika kau marah, bahkan kau sendiri bisa membunuhku dengan mudah. Karena kau Putri seorang Raja." Kata Ernes.


"Tuan Putri, kau tidak perlu marah. Belum tentu laki-laki itu memilih Jendral Ernes." Kata Wiliam yang mencoba menenangkan Luciana, tapi sebenarnya dia tidak mau kehilangan Luciana


"Apa yang kau bilang.?" Kata Ernes dengan tatapan tajam.


"Ah, maafkan aku Jendral, aku hanya ingin menenangkan Tuan Putri." Kata Wiliam yang ketakutan.


Tiba-tiba, Xerone dan Cena datang ke pesta itu bersama dengan 6 komandannya. Semua orang yang ada disana dengan cepat mengarahkan pandanganya ke arah Xerone yang berjalan masuk.


"Sepertinya disini sangat cangung." Kata Xerone.


.

__ADS_1


__ADS_2