
[Pelabuhan Ame, Tenda Emergency]
Leon dan Paradicone berkumpul di tenda Emergency. Lalu, Tina yang terbaring di ranjang, Terbangun karena kebisingan mereka.
"Aemm." Suara Tina yang bangun sambil mengelap matanya. "Kakak," Kata Tina kepada Leon.
"Ho, kau sudah bangun Tina. Bagaimana perasaanmu.?" Tanya Leon sambil menghampiri Tina.
"Aku merasa sudah baikan sekarang." Kata Tina sambil tersenyum.
"Aah, Syukurlah kalau begitu. Kau harus banyak istirahat Tina. Aku membawakan makanan yang banyak untukmu." Kata Leon dengan tersenyum.
"Haa, Benarkah.? Aku akan membawanya ke Tuan Solan. Pasti dia sangat senang." Kata Tina yang tersenyum bahagia.
"Kau tidak perlu khawatir Tina, mereka sudah mendapatkan banyak makanan." Kata Rachel dengan tersenyum sambil mengelus-elus kepala Tina.
"Hooo. Siapa kakak cantik ini.?" Kata Tina yang melihat Rachel masih memakai penutup wajah.
"Dia yang menyembuhkanmu Tina." Kata Leon dengan tersenyum.
"Ha, benarkah.? Terimakasih kakak cantik. Aku akan membalasnya lain waktu." Kata Tina sambil membungkuk di depan Rachel.
"Hahaha, kau tidak perlu melakukan itu Tina. Yang penting sekarang kau sudah baikan." Kata Rachel dengan tersenyum.
...
"Ah, Tina, maafkan prajurit yang sudah memukulmu. Aku sudah menghajar mereka. kejadian ini tidak akan terulang lagi." Kata Kibo yang minta maaf kepada Tina.
"Siapa kakak besar itu Kak Leon.?" Tanya Tina kepada Leon.
"Aaah, dia yang memiliki pasukan disini Tina. Dia adalah Kaisar Naga." Kata Leon kepada Tina.
"Apaaaa.?" Kata Tina yang terkejut sambil memeluk Leon karena ketakutan.
"Hahaha, kau tidak perlu takut kepadanya. Dia orangnya sangat baik Tina. Dia akan menjagamu disini." Kata Leon dengan tersenyum sambil mengelus-elus kepala Tina.
"Aa, aaah. Apa itu benar kak.?" Tanya Tina kepada Leon dengan gugup.
"Sebaiknya kau tanya saja sendiri padanya." Kata Leon kepada Tina. "Kiboo, dia sangat mirip dengan dia, sebaiknya kau jaga dengan baik." Kata Leon kepada Kibo.
"Ah, dia mengingatkanku pada adikku. Terimakasih Leon." Kata Kibo sambil berjalan kearah Tina.
"Tina, maafkan semua prajuritku yang sudah melukaimu, aku sudah menghajarnya. Jadi kau tidak perlu takut lagi." Kata Kibo dengan tersenyum sambil mengelus-elus kepala Tina.
"Aa, aaah." Suara Tina yang ketakutan sambil memegang tangan Leon.
"Kau tidak perlu takut Tina, jika dia memukulmu, aku akan menghajarnya." Kata Aries dengan tersenyum sambil memukul Kibo.
"Maafkan aku Tina. Aku akan menjagamu dengan baik sekarang." Kata Kibo dengan tersenyum sambil mengelus-elus kepala Tina.
"Aah, em." Kata Tina dengan tersenyum senang.
....
Lalu, Lucas dan Dion datang ke tenda Emergency.
"Lapor Tuan. Persiapan pembangunan sudah selesai. Kita menunggu perintah untuk penurunan alat berat." Kata Lucas yang ada di depan tenda sambil bersujud bersama Dion.
Leon pun keluar dari tenda itu, dan terlihat dia sangat kesal melihat Lucas.
__ADS_1
"Oe, Lucas. Sudah aku katakan berapa kali." Kata Leon kepada Lucas.
"Ah, maafkan aku Tuan." Kata Lucas sambil berdiri lalu ia berlutut di depan Leon.
"Aa, aaah. Sudahlah. Kau sebaiknya langsung turunkan saja Lucas. Tidak perlu melapor dulu padaku, lakukan tugasmu sebaik mungkin, dengan caramu sendiri." Kata Leon kepada Lucas.
"Ha, Laksanakan Tuan." Kata Lucas dengan tegas.
"Lalu, siapa prajurit ini.?" Tanya Leon kepada Dion. Dion pun berdiri tegak di depannya.
"Ha, Perkenalkan Tuan. Nama saya Dion, Komandan Prajurit Elit dari Kerajaan Pantiko. Aku sudah mendengarkan kehebatan Anda dari Tuan Lucas. Aku akan bekerja keras untuk melindungi pelabuhan ini." Kata Dion dengan tegas sambil berdiri tegak. Dion masih belum tau, siapa sebenarnya Leon. Namun sikap Dion itu sangat disukai Leon.
"Hoo, Mohon kerja samanya Komandan Dion. Aku berharap padamu." Kata Leon sambil menepuk pundak Dion
"Ha, Laksanakan Tuan." Kata Dion dengan tegas.
Lalu, Kibo pun keluar dari tenda emergency, dan melihat Dion berdiri tegak di depan Leon. Dion yang melihat Kaisar Naga langsung ketakutan.
"HORMAT KEPADA KAISAR NAGA." Teriak Dion kepada Kibo sambil bersujud.
"Aa, aa, aaahhh." Suara Leon yang kesal karena dia bersujud.
"KIBOOO. Haah, kau membuatnya bersujud." Kata Leon dengan kesal.
"Ahahaha. Maaf Leon aku hanya ingin keluar melihatmu." Kata Kibo dengan tersenyum malu.
...
Dion yang mendengarnya sangat tekejut. Bahkan ia mulai gemetar.
"Aa, aakku, aku akan mati setelah ini, aku benar-benar tidak tau. Bahkan Kaisar Naga sangat menghormatinya. Aku sangat ketakutan, kau benar-benar bodoh Dion." Kata Dion dalam hati dengan ketakutan sambil bersujud.
"Ha, Hamba tidak berani Tuan." Kata Dion yang ketakutan.
"Haah, Berdirilah, aku lebih menyukai sikapmu tadi. Kau tidak perlu takut padaku, jika Kibo memarahimu, aku akan menendangnya." Kata Leon dengan Kesal.
Tubuh Dion mulai berkeringat, sepertinya ia akan kejang-kejang karena terkejut.
"Aa, aaa, aku benar-benar akan mati disini." Kata Dion yang ketakutan.
"Apa kau perlu bantuanku Leon. Sepertinya dia tidak mendengarkanmu." Kata Kibo dengan tersenyum kepada Leon.
"Haah, kalian membuatku pusing. Aku sangat ingin menghajarmu Kibo." Kata Leon sambil mengangkat tubuh Dion.
"Ah, hahaha. Sepertinya aku akan mati jika kau menghajarku." Kata Kibo dengan tersenyum sambil mengaruk-ngaruk kepalanya.
Dion benar-benar terkejut mendengarnya. Bahkan tubuhnya sampai lemas saat di angkat oleh Leon.
"Orang ini, kenapa berat sekali, tubuhnya lemas. Apa dia belum makan.?" Kata Leon dalam hati sambil mengangkat tubuh Dion.
"Dion, kau tidak perlu takut. Tunjukkan sikapmu sebagai komandan prajurit. Ini permintaanku." Kata Leon dengan tegas.
Dion pun langsung berdiri tegak sambil memejamkan mata. Seluruh tubuhnya gemetar, dan keringatnya keluar begitu banyak.
"Ha, Si, ssi, Siap Tuan." Kata Dion yang ketakutan.
"Kibo, aku menyukainya. Semoga dia tidak mengecewakanku." Kata Leon kepada Kibo.
"Hoo, benarkah. Komandan Dion, kau aku angkat sebagai Jendral sekarang. Statusmu akan di promosikan sekarang juga. Hahahaha." Kata Kibo dengan santai sambil tertawa.
__ADS_1
"Haaaah." Suara Leon yang kebingungan.
Dion yang berdiri tegak sampai terjatuh tak sadarkan diri.
"HAAAA. Kenapa orang ini. Lucas bawa dia ke tenda prajurit. Dan jangan lupa, lakukan tugasmu dengan baik." Kata Leon kepada Lucas.
"Ha, Laksanakan Tuan." Kata Lucas dengan tegas sambil mengangkat tubuh Dion.
.....
"Kibo, mungkin sekarang waktunya kita bicara serius." Kata Leon dengan serius.
"Aku akan melakukan perintahmu Leon." Kata Kibo dengan serius.
"Apa Jendral yang baru saja kau angkat itu, bisa di percaya. Aku masih khawatir dengan kejadian kemarin. Apa kau bisa menjaminnya.?" Kata Leon dengan serius.
"Aah, tentu saja aku bisa menjaminnya. Dion sangat berbeda dengan Zen. Sifat dan karakternya sangat jauh berbeda. Aku bisa mempercayai itu." Kata Kibo penuh keyakinan.
"Baiklah, jika kau yakin, aku percaya padamu. Kita akan kembali ke Castle Taman Surga, ada beberapa hal yang ingin aku bahas dengan kalian. Aku memanggil Aries kesini karena untuk membahas sesuatu." Kata Leon dengan Serius.
"Ah, Baiklah." Kata Kibo yang kebingungan.
....
Lalu, Leon pun masuk ke tenda emergency, dan Kibo menyusul di belakangnya.
"Rachel, kita akan kembali sekarang." Kata Leon dengan serius.
"Aah, apa kau sudah puas disini Leon.? Aku lihat kau masih ingin disini." Kata Rachel kepada Leon.
"Em, kita kembali dulu. Setelah itu, aku akan memikirkan sisanya." Kata Leon dengan serius
"Apa kak Leon akan pergi.?" Kata Tina dengan sedih.
"Aah, kakak akan kembali dulu Tina, ada sesuatu yang harus di urus." Kata Leon dengan tersenyum kepada Tina.
"Apa kakak akan kembali lagi kesini.?" Tanya Tina kepada Leon.
"Ah, tentu saja aku akan kembali menjengukmu Tina. Kau akan tinggal bersama penduduk desa yang lain, aku sudah menyiapkan tempat tinggal dan makanan untuk kalian semua." Kata Leon dengan tersenyum.
"Em, Baiklah. Terimakasih kak Leon. Aku akan menunggumu disini" Kata Tina dengan tersenyum.
....
Rachel pun membuat portal teleportasi. Leon dan lainnya akan pergi ke Castle Taman Surga.
"Sampai jumpa lagi Tina." Kata Kibo kepada Tina.
"Jaga dirimu baik-baik nak." Kata Aries kepada Tina.
"Kau harus banyak istirahat Tina, jangan bermain dulu." Kata Rachel kepada Tina.
"Aku akan menjengukmu lagi. Jaga baik-baik dirimu Tina, prajurit disini tidak akan berani menyentuhmu lagi." Kata Leon dengan tersenyum sambil mengelus-elus kepala Tina.
"Em, terimakasih semua." Kata Tina dengan tersenyum sambil melambaikan tangan.
.
.
__ADS_1