
[Castle Taman Surga]
Telihat Leon yang sedang mencium Rachel dengan sangat tulus.
Rachel hanya terdiam mematung membiarkan Leon menciumnya. Perasaan Rachel benar-benar bercampur aduk. Ia sangat senang, sangat bahagia, dan sangat terkejut.
Selama ini, Leon tidak pernah menciumnya, bahkan mencium kening Rachel sekalipun. Ia benar-benar menjaga Rachel sepenuh hati. Tidak pernah menodai Rachel sekecil apapun.
Namun, moment sekarang berbeda. Leon benar-benar sudah terhanyut dengan perasaannya kepada Rachel. Agar Rachel tau, kalau Leon tidak akan meninggalkannya lagi.
Leon pun melepaskan ciumannya itu. Tapi Rachel masih mematung sangat terkejut. Ia masih tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi. Selama ini, ribuan tahun. Itu adalah ciuman pertama mereka berdua.
"Apa yang sudah kau lakukan.?" Kata Rachel yang masih mematung melihat wajah Leon dengan terkejut.
"Haaa, ah, aku benar-benar minta maaf Rachel, aku sudah terbawa suasana. Maafkan aku Rachel." Kata Leon yang sangat menyesal melakukan itu kepada Rachel sambil menganguk-ngangukan badanya didepan Rachel.
"Aku sangat terkejut Leon. Sampai aku tidak bisa merasakan bibirmu. Apa bisa kita lakukan sekali lagi.?" Kata Rachel yang masih ingin mencium Leon dengan penasaran.
"HAAAAH". Kata Leon kaget.
"Kau boleh menciumku sesukamu Leon. Ayolah, kita lakukan sekali lagi." Kata Rachel dengan sangat bahagia sambil merayu Leon.
"Aaah, tidak tidak. tidak Rachel." Kata Leon sangat malu dan menahan tubuh Rachel agar tidak mendekatinya.
Tiba-tiba Rachel memeluk Leon dengan sangat erat, dan ia hanya terdiam sambil memeluk Leon.
Lalu, Rachel pun meneteskan air matanya lagi.
"Aku. Akuuu. Aku benar-benar sangat bahagia Leoon. Terimakasih." Kata Rachel yang menangis sambil memeluk Leon.
"Aku juga merasakannya". Kata Leon dengan membalas pelukan Rachel dengan erat.
Beberapa menit kemudian. "Leon, apa kau menyukaiku.? Apa kau mencintaiku.?" Kata Rachel yang sudah berhenti menangis.
"Aah, aku tidak tau Rachel, sepertinya begitu. Ahaha." Kata Leon yang sangat malu dan gugup.
"Aku bisa mendengarkan detak jantungmu berdetak sangat cepat" Kata Rachel sambil memeluk Leon penuh kebahagiaan.
"Ehehehe." Kata Leon sangat malu.
"Ini sangat memalukan.." Kata Leon dalam hati.
...
Di dapur, Aries dan Kibo sedang membicarakan hal yang sangat serius.
"Apa itu benar Kibo.?" Tanya Aries dengan serius.
"Ya itu benar, saat Nicol ada di penjara, ia bilang. Kalau Neswara lebih kuat dari Leon. Aku sendiri sangat terkejut dengan perkataan itu. Selama ini, apa yang sudah di lakulannya, sampai Nicol begitu yakin ia lebih kuat." Kata Kibo kepada Aries.
Tiba-tiba Leon datang dengan Rachel sambil bergandengan tangan.
"Apa yang dia pikirkan. Ini sangat memalukan." Kata Leon dalam hati dengan kesal.
__ADS_1
"Hem, hem, hem.(suara senyuman) Hallo Aries, Kibo. Aku sudah baikan." Kata Rachel kepada mereka berdua yang duduk sambil menyemil.
"Aaa, aaaah" Kata Kibo yang terkejut.
"Aah, kau membuatku terkejut Rachel, hanya beberapa menit saja, wajahmu berubah, kau terlihat bahagia dengan senyuman itu. Kau lebih cantik dengan ekspresi seperti itu Rachel." Kata Aries dengan terkejut.
"Tentu saja, aku sudah baikan sekarang. Karena Leon melamarku. Hem, hem." Kata Rachel penuh kebahagiaan.
"APAAAAAAAA." Teriakan mereka bertiga tekaget-kaget. Bahkan Leon sendiri pun terkaget.
"Hahaha, aku bercanda. Tapi itu akan terjadi kan Leon.?" Tanya Rachel dengan penuh kebahagiaan.
"Aah, ahahaha." Suara Leon penuh keraguan.
"HeeeeeeEeh, ada apa dengan jawabanmu itu." Kata Rachel yang mulai kesal lagi.
" Oe oe, Leeeooon, apa yang sudah terjadi.?" Tanya Aries sangat terkejut.
"Hahahaha, aku akan mendukungmu Leon." Kata Kibo sambil tertawa.
....
[Akademi Rousen]
Sore hari. Terlihat Rewin sedang menyiapkan pesta untuk menyambut kedatangan Paradicone dan Leon yang berkunjung kesana.
"Apa itu benar Rewin. Tuan Leon sudah bangun.?" Kata Raja James terkejut dengan sangat senang.
"Hehe, iya, aku mendapatkan kabar dari Nona Aries tadi siang. Dan aku langsung menyiapkan ini semua. Nanti malam Tuan Leon akan berkunjung kesini. Aku juga merasa sangat senang saat mendengar Tuan Leon sudah terbangun. Tapi sebelum ketempat pesta ini, mereka ingin bertemu ke tempat Khusus yang hanya bisa di buka oleh Dewi. Nona Aries ingin berkumpul di ruangan yang tertutup terlebih dahulu. Aku dan Lisa di minta menemui mereka." Kata Rewin kepada Raja James.
"Sepertinya itu tidak di perbolehkan yang mulia, hanya orang Akademi saja yang boleh bertemu untuk sementara. Namun, aku mendapatkan kabar, kalau Tuan Leon juga akan pergi mengunjungi Istana. Hahaha." Kata Rewin kepada James dengan sangat senang.
"Apa itu benar Rewin, aku akan menyiapkan jamuan yang sangat mewah untuk Tuan Leon." Kata Raja James penuh semangat.
"Nikmatilah pesta ini yang mulia, aku akan pergi dengan Lisa menemui mereka." Kata Rewin kepada James.
"Ah, baiklah, aku sudah tidak sabar lagi." Kata Raja James dengan sangat senang.
"Salam yang mulia." Kata salam dari salah satu bangsawan disana. ada beberapa bangsawan penting mendekat Raja.
Mereka pun mengobrol dengan James. Dan Rewin pergi ke ruangannya bersama Lisa.
"Ayo lisa kita akan menemui Tuan Leon." Kata Rewin dengan penuh semangat.
"Ha, Baik Tuan Rewin". Kata Lisa dengan penuh semangat. Ia sangat penasaran dengan Leon. Orang dengan kekuatan maha dasyat yang mampu mengeluarkan jutaan tombak di atas langit.
....
[Castle Taman Surga]
"Leon, jangan mengunakan teleportmu lagi. Aku sangat kesal kau menghilang begitu saja." Kata Rachel yang sedang membuat portal teleportasi ke ruangan Direktur Akademi Rousen.
"Ah, aku akan mengikutimu Rachel, kau tidak perlu khawatir". Kata Leon dengan santai.
__ADS_1
...
[Akademi Rousen. Ruangan Direktur]
Terlihat portal tranportasi keluar di depan Rewin dan Lisa. Mereka pun bertekuk lutut dan menundukan kepalanya.
Seperti biasa, mereka datang dengan mengeluarkan aura seperti yang mereka lakukan di aula Akademi.
Aura itu di rasakan oleh semua orang di ruangan pesta. "Aura apa ini, kuat sekali. Badanku sampai gemetar.?" Kata Salah satu bangsawan dalam hati yang sedang menghadap di depan Raja.
"Sepertinya mereka sudah datang, tapi aku hanya merasakan aura dari anggota Paradicone saja. Apa Tuan Leon tidak datang kesini.?" Kata James sambil berfikir.
...
Di ruangan Direktur. Rewin dan Lisa menghadap Paradicone.
"HORMAT KAMI KEPADA PARADICONE" Kata Mereka berdua dengan kompak.
"Aku tidak merasakan kekuatan Tuan Leon, apa dia tidak ikut lagi.?" Kata Rewin dalam hati.
"Apa Tuan Leon yang di katakan Tuan Rewin tidak datang. Aku hanya merasakan tekanan dari anggota Paradicone saja". Kata Lisa dalam hati, dan merasa sedih tidak bertemu orang yang sudah di kagum-kagumkan, oleh semua orang yang pernah bertemu dengannya. Ia benar-benar sangat penasaran.
Semua Anggota Paradicone berdiri tepat di depan Rewin dan Lisa. Namun mereka hanya terdiam.
Tiba-tiba, ada seseorang yang bejalan ke hadapan mereka.
"Huh, sudah aku katakan padamu pak tua, aku tidak suka sikap kalian yang seformal ini di depanku. Kalian bisa melakukannya di hadapan mereka, tapi jangan di hadapanku. Aku sangat tidak nyaman." Kata Leon kepada Rewin.
"Hah, suara Tuan Leon. Tapi aku tidak berani membuka mataku". Kata Rewin dalam hati.
"Suara siapa itu, aku ingin melihatnya, tapi kenapa mataku tidak bisa di buka." Kata Lisa dalam hati.
"Kalian, berhentilah menekan mereka. Aku merasa mereka justru menjahuiku." Kata Leon kepada Paradicone.
"Huh, baiklah Leon." Kata Rachel dengan menghela Nafas.
"Hahaha, seperti biasanya." Kata Aries sambil tertawa.
"Aku hanya patuh dengan perintahmu Leon." Kata Kibo yang mulai meredam auranya.
"Dia, dia Tuan Leon yang di ceritakan itu. Benar-benar mengagumkan. Aku sangat ingin melihatnya. Tapi aku masih tidak berani mengangkat kepalaku." Kata Lisa dalam hati dengan wajah memerah dan terengah-engah sambil membayangkan Leon.
"Angkat kepala kalian, tidak perlu takut padaku. Aku tidak akan melakukan apapun, bahkan aku menyembunyikan kekuatanku." Kata Leon kepada mereka berdua.
Rewin dan Lisa pun mengangkat kepala mereka perlahan-lahan.
"Ah. Tuan Leon, kau akhirnya datang. Perkenalkan. Namaku Rewin Winston, Direktur Akademi Rousen. Aku masih belum memperkenalkan diriku sebelumnya." Kata Rewin Penuh semangat dan terkagum-kagum.
"Aaaah, namumu Rewin ya. Salam kenal." Kata Leon kepada Rewin.
Lalu, Lisa hanya terdiam melihat Leon dengan wajah memerah, dan matanya berkaca-kaca.
"Dia, dia tidak seperti yang aku bayangkan. ini di luar imajinasiku. Dia sangat tampan dan gagah. Bahkan aku tidak bisa mengedipkan mataku. Sepertinya aku sedang jatuh cinta." Kata Lisa dalam hati dengan terkejut melihat Leon.
__ADS_1
.
.