
[Benteng perbatasan kerajaan Cimoren]
Leon dan Kibo menyerang pasukan Cimoren dengan sangat cepat tanpa mengunakan energi sihir dan tanpa membunuh mereka semua.
"Ini masih terlalu banyak jika hanya mengunakan kecepatan." Kata Leon dalam hati sambil bertarung.
.....
"Aa, Siapa sebenarnya mereka. Bahkan mereka bedua sudah menumbangkan separuh dari pasukan ini." Kata Jendral pasukan Cimoren dengan tercengang.
"Glegg. Aku tidak tau siapa mereka, tapi aku harus membunuh mereka disini, sebelum semua pasukan disini tumbang." Kata Jendral itu dalam hati.
.....
"Heem, ternyata ini cukup melelahkan. Jumlah mereka sangat banyak." Kata Kibo dalam hati sambil bertarung.
Lalu, tiba-tiba ada serangan api menyembur kearah Kibo. BLARRRMM. Suara dari serangan api yang menghantam Kibo.
"Hem, sepertinya aku juga harus menekan mereka." Kata Kibo dalam hati.
Lalu, aura petir keluar dari tubuhnya. Kemudian ia langsung menghilang dan tiba-tiba ada di depan Jendral itu.
"Haa." Suara Jendral itu dengan terkejut.
SLARRRG, TREET, TREET. Suara petir yang memengal kepala Jendral dari Cimoren.
"Ah, dia melakukannya. Semoga tidak terjadi apa-apa denganya." Kata Leon dalam hati sambil bertarung.
....
"Haah, haah, benar kata Leon. Dia menjerit di dalam kepalaku. Arrgh." Kata Kibo mulai kesakitan sampai bertekuk lutut. Leon pun menghampirinya.
"Kibo. Apa kau tidak apa-apa. Ini masih belum selesai, mereka masih belum menyadari Jendral mereka terbunuh, semua prajurit ini masih menyerang kita. Kuatkan jiwamu Kibo." Kata Leon sambil melindungi Kibo dari serangan lawan.
....
"Ini, ini tidak mungkin. Jendral, dia dibunuh dengan sekali serang." Kata Komandan Cimoren dengan sangat ketakutan, bahkan ia gemetar dengan air keringat yang keluar dari kepalanya.
"Haa. Itu Jendral." Tidak." Aaaah." Ini mustahil." AAAAAAA." Terika para prajurit ketakutan. Bahkan mereka semua mulai putus asa.
"hem. Mereka baru menyadarinya. Dimana komandannya." Kata Leon yang mencari komandan musuh.
....
"AAAAAAAAHH." Teriakan semua prajurit yang berlalri menjauh dari Leon dan Kibo.
"Kibo, Kibo. Apa kau masih merasa sakit.?" Tanya Leon.
"Aku sudah tidak apa-apa Leon. Haah, haah." Suara Kibo dengan terengah-engah.
"Kau akan terbiasa dengan itu Kibo." Kata Leon sambil melihat para prajurit Cimoren berlarian.
"Apa yang akan kita lakukan dengan mereka.?" Tanya Kibo.
"Aku sedang mencari komandannya, tidak mungkin komandan diaini hanya 1 orang." Kata Leon sambil mencari.
"Prajurit disini hanya memiliki tingkatan Aji bintang 3. Sudah pasti mereka ketakutan melihat kepala Jendralnya terpengal." Kata Kibo.
"Ah, itu komandannya. Seragamnya terlihat berbeda."Kata Leon sambil berlari mengampiri komandan Cimoren.
__ADS_1
....
"Aa, aa, aaa" Kata Komandan itu tercengang. Bahkan tubuhnya tidak bisa di gerakkan.
Lalu, Leon pun berdiri didepannya. "Apa kau masih ingin melanjutkan pertempuran ini komandan.?" Tanya Leon tersenyum.
"Aa, aa. Maafkan aku Tuan, Maafkan aku. Jangan bunuh saya, saya masih punya istri dan anak yang menunggu dirumah. Maafkan aku Tuan." Kata Komandannya itu sambil bersujud.
"Heee. Aaah. Kenapa jadi seperti ini." Kata Leon terkejut.
"Mereka semua lari kedalam benteng Leon. Apa tang harus kita lakukan.?" Tanya kibo yang tiba-tiba datang menghampiri Leon.
"Sepertinya kita selesai disini Kibo." Kata Leon sambil melihat komandan Cimoren.
"Maafkan aku Tuan. Maafkan aku." Kata Komandan itu dengan ketakutan.
"Bisakah kau antar aku ke istana kerajaan Cimoren.?" Tanya Leon.
"Baik Tuan, saya akan mengantarkan anda sekarang." Kata komandan itu sambil berdiri dan berjalan kedelam benteng.
"Baiklah, terimakasih atas kerja samanya komandan." Kata Leon sambil mengikuti komandan itu kedalam benteng.
"Sepertinya ini sangat mudah." Kata Kibo yang mengikuti Leon.
.....
"Herr. Keparat kalian, aku akan membunuh kalian setelah ini." Kata Komandan itu dalam hati sambil berjalan memasuki gerbang benteng.
"Benteng ini sangat besar Kibo, apa kerajaan mereka kaya.?" Tanya Leon.
"Mereka hanya mengunakan uangnya untuk menderikan benteng Leon." Jawab Kibo.
"Emm. Apa mere...." DOARRRMMMM. Suara serangan kejutan dari dalam benteng, yang menghantam Leon dan Kibo.
"Hehehe. HAHAHA. Mati kalian." Kata Komandan dari Cimoren.
"Apa kalian masih ingin melanjutkan pertempuran dengan kami.? Jika kalian masih ingin melanjutkannya, aku akan melawan." Kata Leon yang berjalan keluar dari asap tebal itu.
"HAAAAAAA." Suara komandan itu terkejut.
"Hi, hi, Glegg. tidak mungkin. Itu adalah serangan sihir tingkat 7. Senjata khusus dari Louktus. Kenapa mereka tidak tergores sama sekali." Kata Komandan itu dengan tercengang, bahkan ia terjatuh kebelakang.
"Hem. Ini adalah perang Leon, kenapa kau masih memaksa mereka untuk berdamai." Kata Kibo sambil berjalan dengan aura petie yang keluar dari seluruh tubuhnya.
"Ha ha, haa. Ampun Tuan." Kata komandan itu dengan ketakutan.
Tiba-tiba, puluhan ribu tombak petir keluar dari atas langit. Semua prajurit di sana ketakutan bukan main, bahkan ada yang sampai pinsan hanya dengan melihatnya.
"Sudah aku katankan komandan. Aku tidak akan menyerang kalian jika kalian mau berdamai. Dan antarkan aku ke istana. Aku tidak mau membunuh prajurit disini." Kata Leon serius.
"Haa, haa. AAAAAAAAA." Kata komandan itu ketakutan dan berlari menjauh dari sana, lalu disusul dengan semua prajuritnya yang berteriak sambil berlari. Bahkan sampai ada yang melompat dari atas benteng dan berlari menjauh dari sana.
.....
"Aku akan mencoba membunuh ratusan ribu orang disini. Jika aku pinsan, tolong bantu aku Leon." Kata Kibo.
"Haah (menghela nafas). Hentikan itu Kibo. Mereka sudah ketakutan dan berlari. Tidak ada gunanya membunuh orang yang sudah kehilangan semangat. Justru mereka hanya pasrah dibunuh." Kata Leon.
"Lalu, bagaimana dengan tombak ini.?" Tanya Kibo kebingungan.
__ADS_1
"Bakar saja tombak itu." Kata Leon sambil berjalan kedalam benteng dan melihat orang-orang berlarian.
"Apa itu bisa Leon.? Bagaimana caranya membakar tombak ini.?" Tanya Kibo kebingungan.
Lalu, tiba-tiba api keluar membakar tompak petir di atas langit, asap kebakaran keluar begitu banyaknya dari puluhan tombak petir itu.
"Kau hanya perlu mengunakan api untuk membakarnya." Kata Leon sambil berjalan.
"Heeeee." Suara Kibo terkejut. Lalu auranya pun menghilang dari tubuhnya sambil berjalan mengukuti Leon.
.....
[Castle Taman Surga]
1 minggu berlalu, setelah Aries menceritakan kepergian Leon kepada Rachel.
"Racheel. Ini makananmu." Kata Aries yang mengantarkan makanan ke kamar Rachel.
Tapi Rachel hanya terdiam melihat keluar jendela dengan sedih.
"Haaah(mengehal nafas). Sampai kapan kau ada didalam kamar ini.?" Tanya Aries sambil duduk disebelah Rachel.
"Aku sendiri ingin tau." Kata Rachel dengan sedih.
"Leon masih hidup Rachel. Dia hanya pergi sebentar darimu. Kau tidak perlu takut kehilangan dia." Kata Aries yang membujuk Rachel.
"Aku sudah kehilangan dia ribuan tahun Aries. Dan sekarang dia pergi meninggalkanku. Apa kau tau perasaanku Aries.?" Kata Rachel dengan sangat sedih.
"Hem. Aku tau Rachel. Lihat ini.?" Kata Aries sambil mengeluarkan kertas dari udara.
"Em. Apa itu.?" Tanya Rachel penasaran.
"Kau akan terkejut melihatnya." Kata Aries sambil membuka kertas itu.
"HEEEEee." Suara Rachel terkejut melihat kertas itu.
"Aries, dari mana kau dapatkan ini.?" Kata Rachel sambil menyaut kertas itu dengan tersenyum.
"Kibo yang mengirimkannya padaku, aku meminta dia untuk memotrek Leon dengan sihir, dan mencetakknya di kerkas ini. Hanya saja, gambar foto ini diambil saat Leon sedang tidur. Apa kau senang sekarang.?" Kata Aries sambil mengelus kepala Rachel.
Terlihat gambar foto Leon yang tertidur pulas dengan air liurnya yang menetes dari mulutnya.
"Em (tersenyum), aku sangat senang sekarang. Hihihi. Terimakasih Aries." Kata Rachel tertawa kecil.
"Tapi tetap saja, ini bukan Leon yang asli." Kata Rachel yang cemberut lagi.
"Ini lebih baik dari pada kau membuat Leon jadi gila." Kata Aries.
"Eeemm. Aku sangat ingin bertemu dengannya." Kata Rachel cemberut.
"Kau harus sabar menunggunya Rachel. Pekerjaan kita masih banyak, jadi keluarlah dari kamar ini." Kata Aries membujuk Rachel.
"Heem. Baiklah, aku akan keluar sekarang." Kata Rachel sambil berjalan kearah tembok.
"Apa yang kau lakukan Rachel.?" Tanya Aries.
"Aku akan menempelkannya disini Aries." Kata Rachel tersenyum.
"Haaah(mengehela nafas). Terserah kamu." Kata Aries.
__ADS_1
.
.