
[Benteng Selatan]
Didalam tenda komando. Leon dan lainnya berkumpul. Mereka sedang membahas rencana selanjutnya.
"Baiklaah Semuaa. Kita mulai diskusi disini." Kata Leon dengan semangat.
"Rachel, Apa kau sudah pergi ke kerajaan Forlsa.?" Tanya Leon pada Rachel.
"Ah, aku sudah pergi kesana. Mereka juga sudah mengirimkan surat padaku." Kata Rachel dengan tersenyum.
"Apa isinya.?" Tanya Leon serius.
"Mereka menghindari peperangan dengan kita. Artinya mereka mau bergabung dengan kita Leoon. Hihi" Kata Rachel sangat senang sambil tertawa kecil.
"Haaa. Benarkah.?. Wah, kau sangat hebat Rachel. Ini benar-benar sangat menguntungkan kita. Kirimkan surat balasan kepada mereka. Kita akan merenovasi kerajaan itu." Kata Leon tersenyum senang.
"Baiklah, aku akan mengirimkan suratnya sekarang." Kata Rachel tersenyum
"Lalu, kenapa kau ada disini Aries. Bagaimana dengan tugasmu.?" Tanya Leon serius.
"Aku sudah memeriksanya Leon. Pasukan Properose disana masih menjaga kerajaan Honzu di perbatasan mereka. Lalu dilaut, pasukan Louktus sudah mundur beberapa hari yang lalu. Kita masih menjaga jalur laut itu sampai sekarang." Kata Aries serius.
"Hm, mereka menarik mundur pasukannya. Sepertinya mereka merencanakan sesuatu." Kata Leon berfikir.
"Apa yang kau pikirkan Leon.?" Tanya Aries penasaran.
"Ini hanya dugaanku saja. Sepertinya mereka akan bergerak dengan kekuatan tempur yang besar. Kita harus memikirkan itu." Kata Leon berfikir sambil melihat peta.
"Apa sebaiknya kita mengumpulkan pasukan dulu Leon.?" Kata Kibo serius.
"Ah, aku sudah memikirkanya. Tapi kita tidak bisa menggerakkan pasukan dengan sembarangan sekarang. Wilayah Paradicone sangat luas. Bahkan kita tidak tau, wilayah mana yang sedang mereka incar. Ini akan menjadi bencana." Kata Leon serius.
"Kita harus menguasai kerajaan di benua Trolin Leon." Kata Rachel serius.
"Ah, kau benar Rachel. Tapi sepertinya mereka sudah bergerak dengan cepat. Hanya beberapa bulan ini. Mereka semakin kuat." Kata Leon berfikir keras.
"Lalu, apa yang akan kita lakukan sekarang.?" Tanya Aries serius.
"Aku sedang memikirkannya Aries. Tunggulah sebentar." Kata Leon serius sambil berfikir keras.
"Emm. Baiklah." Kata Aries
"Kibo, bagaimana kondisi di benua wisdom.?" Tanya Leon serius.
"Benua wisdom dalam status peperangan dengan Louktus. Tapi hanya beberapa peperangan kecil yang berlangsung cukup lama. Hanya ada 2 kerajaan yang ingin di ambil Louktus. Lalu, semua kerajaan yang ada di benua Wisdom tidak ada yang bergabung dengan Louktus." Kata Kibo serius.
"Hoo, itu informasi yang sangat berguna Kibo. Aku akan mengesampingkan benua wisdom. Pasukanmu sangat dibutuhkan di disini Kibo. Kirimkan beberapa batalion ke benua Trolin. Kirimkan 2 Jendralmu ke kerajaan Forlsa secepatnya. Lalu, kirimkan semua pasukan yang ada di benteng barat untuk bergerak kesini secepatnya. Aku akan pergi ke Porsa bersama Rachel setelah ini." Kata Leon serius sambil tersenyum.
"Baiklah Leon, aku akan mengirimkan surat." Kata Kibo serius.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan kami Leon. Apa kau tidak punya tugas untuk kami.?" Tanya Aries serius.
"Tentu saja ada. Kalian lihat, benua yang berbatasan dengan wilayah Louktus adalah Trolin dan Lories. Benua wisdom terlalu jauh untuk di jangkau oleh mereka, meskipun ada beberapa wilayah yang berbatasan dengan Wisdom. Namun, yang paling mudah di jarah adalah Trolin." Kata Leon sambil berfikir.
"Lalu, apa tugas kami.?" Tanya Aries serius.
"Hm (tersenyum). Bagian timur benua Trolin adalah laut. Termasuk pelabuhan Ame. Itu sasaran empuk untuk diserang dari jalur laut. Tapi, mereka tidak akan bergerak kesana. Mereka akan bergerak ke utara, tempat perbatasan Majaren dengan Louktus. Wilayah ini sangat mudah di lewati, karna tidak ada pegunungan, dan disana ada pantai. Kalian pergilah ke benteng utara. Lihat kondisinya disana. Aku merasa firasatku buruk." Kata Leon serius.
"Baiklah, apa aku harus membawa pasukan kesana.?" Tanya Aries serius.
"Pergilah berdua dengan Kibo. Jika terjadi peperangan disana, selesaikan dengan cepat. Aku sudah siap dengan konsekuensinya." Kata Leon tersenyum.
"Apa disana ada yang menjaga Leon.?" Tanya Kibo dengan penasaran.
"Dari data yang aku baca dari Majaren. Mereka hanya membangun benteng barat dan selatan, bagian timur hanya dijaga oleh pasukan Nizo. Dan bagian utara, tidak ada siapapun disana. Karena tempat itu adalah hutan, disana juga tidak ada pemukiman. Jadi itu tempat yang cocok untuk kalian berdua." Kata Leon tersenyum.
"APAAAAA.?" Teriak Aries yang malu, dan mukanya memerah, dengan kedua tangannya mengepal.
"Ahahahahaha." Suara tertawa Rachel dengan keras.
"Hehehe. Kalian bisa membawa tenda dan berkemah disana." Kata Leon dengan tersenyum.
"Leon, jangan main-main denganku." Kata Aries yang sangat marah, Aura kegelapan keluar dari tubuhnya dan menekan Leon.
Namun, Leon hanya tersenyum menerima tekanan itu. Justru ia tidak merasakan apapun.
"Kau yang sedang bermain-main denganku." Kata Leon serius dengan aura kegelapan yang keluar dari matanya. Ia menekan kembali jiwa Aries.
"Leooon." Kata Rachel terkejut. Kibo yang berdiri disana hanya terdiam dengan tercengang sambil melihat Aries yang kesakitan. Dan aura Leon mulai hilang.
"Hm (tersenyum). Baiklah, apa kau tidak mau pergi kesana.?" Tanya Leon dengan serius sambil menatap Aries dengan tajam.
"Ah, Leon. Aku akan pergi kesana bersama Aries. Jadi tenanglah." Kata Kibo yang khawatir dengan Aries. Sebenarnya Kibo sudah tertarik dengan Aries ribuan tahun yang lalu, namun Aries hanya menganggapnya teman.
"Bagaimana denganmu Aries.?" Tanya Leon dengan tersenyum.
.....
"Aura itu. Haah, haah, Orang ini sangat menakutkan. Seberapa kuat kau Leon. Kau membuatku kesakitan. Haah, haah, Dia benar-benar menekanku. Hm, aku semakin penasaran denganmu." Kata Aries dalam hati sambil menatap Leon dengan tajam. Ia sangat penasaran dengan kekuatannya.
.....
"Aries.?" Kata Rachel dengan khawatir sambil melihat Aries.
"Hmm (cemberut). Aku akan melakukannya." Kata Aries dengan kesal sambil berdiri dan memejamkan mata.
"Baiklah. Maafkan aku. Aku hanya bercanda Aries. Jangan di masukan hati. Kau membuat Kibo khawatir." Kata Leon dengan tersenyum.
"Kau sudah membuatku kesal Leon. Hm." Kata Aries dengan kesal. Dan wajahnya cemberut.
__ADS_1
"Tenanglah Aries. Kau tidak perlu kesal begitu." Kata Rachel sambil mengahampiri Aries.
"Haah,(mengehala nafas). Baiklah Leon, aku akan pergi kesana." Kata Aries serius.
"Bagus. besok pergilah kesana bersama Kibo. Aku akan pergi ke Porsa sekarang bersama Rachel. Kalian tunggulah disini." Kata Leon serius.
"Hm, baiklah. Aku akan mengurus sisanya disini." Kata Aries serius.
"Ah, aku mengandalkan kalian." Kata Leon serius sambil berjalan ke arah Rachel.
"Lalu, Rachel, kirimkan surat kepada James. Kirim beberapa prajurit untuk menjaga benteng barat." Kata Leon serius.
"Oke Leon. Aku sudah mengirimkannya." Kata Rachel tersenyum.
"Em. Kita Berangkat sekarang Rachel." Kata Leon tersenyum.
"Baiklah, aku akan membuat Portal ke Istana Kerajaan Porsa." Kata Rachel sambil bersiap-siap membuat portal.
....
[Benteng Barat]
Terlihat, Xerone dan Vera sedang mengobrol di atas benteng berdua.
"Pria itu masih membuatku gemetar Xerone. Siapa sebenarnya dia.?" Kata Vera dengan gelisah sambil melihat tangannya.
"Aku sendiri ingin tau Vera. Bahkan semua Paradicone tidak ada yang berani padanya. Ini membuatku sangat penasaran." Kata Xerone dengan merenung sambil melihat ke depan.
"Sepertinya semua rencana ini, Tuan Leon yang membuat. Kalau dipikir-pikir, kita bertugas bersama di kerajaan ini. Bahkan kedua benua bekerjasama untuk melawan Louktus. Ini pertama kalinya terjadi dalam sejarah." Kata Vera dengan gelisah sambil melihat Xerone.
"Ah, pasti Tuan Leon adalah orang yang hebat. Kita sebagai prajurit hanya menjalakan perintahnya saja. Semoga perang ribuan tahun ini cepat selesai." Kata Xerone dengan tegang sambil mengepalkan tangannya.
Vera hanya melihat wajah Xerone yang tampan dan gagah sambil tersenyum.
Tiba-tiba, cahaya keluar di depan mereka berdua. Lalu, keluar surat perintah langsung dari Paradicone.
"Aaah, iniii." Kata Xerone yang terkejut.
"Aku juga dapat Xerone. Apa yang sudah terjadi." Kata Vera dengan terkejut.
"Haaaa(kaget). Kita harus berangkat sekarang Vera. Sepertinya Dewi akan marah jika kita terlambat." Kata Xerone yang ketakutan sampai tubuhnya gemetar.
"Ha. Kita berangkat sekarang." Kata Vera dengan panik.
Semua pasukan Kerajaan Pantiko dan Properose bergerak dengan cepat menuju Benteng Selatan. Dengan jumlah seluruhnya sekitar 170rb orang, mereka menungangi kuda dan berlari dengan cepat, bahkan mereka beristirahat hanya dua kali selama 10 menit.
Lalu, Leon dan Rachel keluar dari portal yang ada di Istana Kerajaan Porsa. Semua orang benar-benar sangat terkejut. Namun, mereka tidak tau, kalau portal itu adalah portal Paradicone.
"Hmm(tersenyum). Yang Mulia. Kami menghadap kepada anda. Bisakah kita berbicara sebentar." Kata Leon dengan tersenyum.
__ADS_1
.
.