Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Kekuatan Yang Sebenarnya


__ADS_3

[Diatas langit laut Ame]


Tiba-tiba seluruh bumi terguncang. Bencana alam terjadi dimana-mana.


Lalu, pedang hitam yang di masih dipegang oleh Leon, mulai melepaskan rantai yang mengikat sarung pedang dengan sendirinya. Dan tangannya bergerak menarik pedang dari sarungnya.


Kekuatan Maha dasyat keluar dari dalam pedang, dan kilatan cahaya pada dadanya mulai bersinar dengan terang di seluruh jantung. Kekuatan yang sesungguhnya mulai ditunjukkan.


Lalu. Bencana alam yang menguncang di seluruh dunia, seketika berhenti. Awan yang tebal di atas langit perlahan menghilang, bahkan bintang-bintang bisa di lihat dengan jelas. Dan ombak laut yang bergelombang tinggi, tiba-tiba bergerak normal kembali.


Varel sangat terkejut. "Aa, Kekuatan ini." Kata Varel yang mulai gemetar. Keraguan mulai muncul dari benak Varel yang melihat Leon mengeluarkan pedangnya.


Lalu, Leon yang memegang pedangnya itu, mulai mengeluarkan aura kegelapan seperti kobaran api menyelimuti seluruh pedangnya.


"Gawat. Kenapa tombak ini tidak bisa cabut." kata Varel kebingungan. Dan ia juga mulai ketakutan.


Varel pun melepaskan tombaknya dan melangkah mundur di udara. Lalu tombak yang tertusuk di perut Leon mulai bergetar. Tatapan yang sangat tajam dan penuh ancaman di lihat oleh Varel di depan matanya sendiri.


"AAAAARRGHH, Huok" Teriakan Varel merasakan kesakitan secara tiba-tiba, dan mulutnya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Tekanan jiwa yang amat sangat dasyat, hanya di rasakan oleh Varel seorang.


Tombak yang menancap pada perut Leon, perlahan-lahan tercabut dengan sendirinya. Darah dari perut Leon berceceran kemana-mana dan mengotori ujung tombak itu.


Senjata suci milik Varel itu, kemudian melayang di depan Leon dengan ujung tombaknya mengarah ke Varel.


Winsol dan Nicol yang melihatnya, sangat terkejut melihat kejadian di atas sana. "Varel pergilah dari sana, itu sangat berbahaya." Kata Nicol yang sangat terkejut dan panik.


Varel hanya terdiam ketakutan melihat Leon, seluruh tubuhnya mulai gemetar. Ia menelan Ludah dan kepalanya sudah di penuhi dengan keringat.


Winsol dan Nicol langsung terbang ke arah Leon. Senjata suci keluar perlahan di samping Nicol sambil mengikutinya. Palu yang besar keluar dari udara. Itu adalah Senjata Suci milik Nicol.


Lalu. Di samping kanan dan kiri tubuh Winsol, keluar Dagger yang sangat tajam. Kedua dagger itu adalah Senjata Suci milik Winsol.


Mereka berdua pun menyerang Leon dengan kekuatan penuh mereka.


Namun Senjata Suci itu hanya membentur sihir pelindung yang di buat Leon untuk menghalau serangan mereka. Percikan petir berwarna merah keluar dari benturan itu.


Varel mencoba menarik senjata sucinya dari jauh, namun tombak itu hanya bergetar, dan tiba-tiba bergerak menuju Varel dengan sangat cepat.


Tombak itu pun menusuk peruk Varel hingga ujung tombaknya keluar dari punggungnya.


"UhuOok." Varel mengeluarkan darah dari mulutnya, bahkan matanya mulai memerah karena darah akan keluar dari sana.


"AAAARRGGHH" Teriak Varel meronta-ronta dengan memegang tombak yang menancap di perutnya itu. Bahkan ia tidak bisa bicara lagi. Dan tak lama kemudian, ia tak sadarkan diri.

__ADS_1


Varel pun terjatuh ke bawah laut bersama tombak yang menancap di perutnya. Lalu, Leon mengempaskan pedangnya ke arah Winsol dan Nicol.


Mereka berdua pun terpental kebelakang dengan darah yang keluar dari mulut mereka. "Dia bukan orang sembarang." Kata Winsol


Winsol melihat Leon dengan tatapan yang sangat tajam. "Siapa sebenarnya dia?". Kata Winsol terkejut.


Winsol pun mengangkat kedua senjatanya itu, dan mengeluarkan Awakening dari Daggernya, keluarlah cahaya berwarna biru dari senjatannya itu, dan membentuk burung Phoenix yang sangat besar diatasnya.


Disusul dengan Nicol, Cahaya berwarna Merah pekat keluar dari senjata sucinya. Dan membentuk banteng bercula dua yang sangat besar di atasnya.


Semua orang yang melihat keatas langit, hanya tercengang, bahkan ada yang terkagum-kagum. "Ini pertama kalinya sepanjang hidupku melihat keindahan dari senjata suci". Kata Erwin pemimpin batalion di atas kapal.


"Kau akan mati bocah, ini adalah kekuatan yang sebenarnya dari senjata suci". Kata Nicol kepada Leon.


Leon hanya terdiam di tempatnya. Dan serangan mereka berdua pun di luncurkan. Burung Phoenix dan Badak Bercula dua itu terbang ke arah Leon.


Namun, Leon hanya mengarahkan pedangnya kearah mereka berdua. Dan benturan pun terjadi. Suara gemuruh petir pun terdengar sangat keras.


Lalu, keluar Pedang Malaikat berwarna putih di belakang Leon yang sangat besar. Lebih besar dari burung Phoenix dan Badak bercula dua milik Wincol dan Nicol.


"HAAA, Pedang apa itu.?" Kata salah satu pemimpin batalion lainnya yang berada di atas Kapal dengan sangat terkejut.


"HEEAAAAAAAHH" Kata Nicol yang sedang mengerahkan seluruh kekuatannya.


Burung Phoenix dan Batak Bercula dua itu pun lenyap dari serangan pedang malaikat itu, dan pedang itu masih bergerak kearah Winsol dan Nicol sampai menembus badan mereka.


"Uhuook". Kata Nicol. "Aaarrrggh" Kata Winsol.


Mereka pun terpental ke belakang. Seragam yang mereka pakai, tersobek-sobek. Darah keluar berceceran dari seluruh tubuh mereka. Namun, mereka masih bisa berdiri dan melayang di atas udara.


Leon pun tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba berada di belakang mereka. Terlihat perut mereka sudah tersayat oleh pedang Leon. Bahkan serangan itu tidak bisa dilihat oleh mereka. Lalu Leon memasukkan pedangnya kedalam sarungnya.


"Uu Uoohkkrrg" Kata Nicol. Mereka beruda pun seketika tak sadarkan diri dan terjatuh ke bawah.


"Bruoogkk" Suara tubuh mereka yang terjatuh ke atas kapal perang bersama pedang sucinya. Prajurit yang ada di kapal itu pun sangat terkejut, melihat tubuh mereka berdua penuh dengan luka dan berlumuran darah.


Leon pun terlihat sempoyongan diatas sana. "huooOOAAAAAAAAHH" Dan ia pun berteriak sekencang-kencangnya.


"Huh, huh, huh." Suara Leon yang terengah-engah, ia melihat penderitaan dari ratusan warga di pelabuhan Ame. Tempat tinggal yang terbakar, orang tua yang meninggal, anak-anak yang menangis melihat keluarganya meninggal.


Mayat-mayat penduduk desa tergeletak dimana-mana, bahkan Leon tidak membunuh satu orang pun dari prajurit-prajurit itu.


Dia membayangkan anak kecil yang tidak bersalah terbunuh, kakek-kakek yang hanya menikmati sisa hidupnya dibunuh dengan kejam. Leon memejamkan mata, dan ia mulai meneteskan air mata.

__ADS_1


Awan-awan di atas langit mulai berkumpul, bersama suara gemuruh yang mengelegar di dalamnya. Awan mendung itu memenuhi langit. Bahkan sampai menutupi seluruh wilayah benua Trolin.


Dengan sontak Leon membuka kedua matanya dengan tatapan kebencian.


Tiba-tiba, jutaan tombak emas yang sangat besar keluar dari dalam awan-awan dan memenuhi langit. Cahaya dari tombak emas itu sangat menyilaukan seperti siang hari.


Pemandangan ini seperti yang terjadi 2.000 tahun yang lalu. Leon benar-benar sangat benci. Ia merasa tidak ada pilihan lain, dan ini yang terbaik untuk mengakhirinya.


Semua orang yang melihatnya mematung sambil memandang ke atas langit. Kibo yang baru saja sampai di pelabuhan, berhenti seketika, melihat jutaan tombak emas di langit.


"Ini gawat. Jangan lakukan itu Leon, aku mohon, Jangan". Kata Kibo yang tercengang melihat ke atas langit


....


[Diudara, Rachel dan Aries]


"Aa, aa, apa yang sudah terjadi disana.?" Kata Aries yang terkejut dan berhenti seketika di udara sambil tercengang melihat jutaan tombak emas itu


Lalu Rachel, ia tetap terbang menuju ke arah Leon dengan sangat cepat, dan ia meneteskan air mata.


"Hiks. Leooon kumohon, jangan lakukan itu. kamu akan menghilang lagi. Tolong jangan Leon." Kata Rachel yang panik sambil meneteskan air mata.


.....


[Di hutan]


"Apa itu.?" Kata Raja James yang melihat kearah langit dengan sangat Terkejut sambil menungangi kuda.


"Berhenti". Kata Raja James dengan mengangkat tangan kirinya yang mengepal.


"Apa itu Yang Mulia.?" Kata Ares yang berada di samping Raja James sambil melihat keatas Langit. "Aku juga tidak tau, apa itu." Jawab Raja James yang tercengang.


Semua orang yang ada di hutan pun melihat ke arah langit dengan suara-suara yang berisik. Seluruh penduduk Kota Ame berbondong-bondong keluar melihat ke arah jutaan tombak raksasa yang tidak pernah mereka lihat.


Orang-orang dari 6 Kota Besar yang berada jauh dari pelabuhan Ame, masih bisa melihat jutaan tombak yang ada di langit. Salah satunya adalah ibu kota Majaren.


"Apa itu yang ada di langit.?" Kata Elis yang melihat tombak raksasa dari istana.


....


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2