Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Surat Perintah


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


1 minggu berlalu, Leon bersama Rachel dan Kibo ada di ruang kerja Leon. Mereka sedang menunggu laporan dari para Panglima.


"Apa masih belum ada laporan Rachel.?" Tanya Leon serius.


"Aku sudah menerimanya Leon. Apa kau mau melihatnya.?" Kata Rachel dengan serius.


"Sebaiknya kita tunggu Aries." Kata Leon


....


Diruang tahta. Terlihat Vera sedang berlari ke arah Xerone yang sedang berjalan keruangannya, bersama Deko dan Dion.


"Xerone. Lihat laporan ini. Sepertinya mereka sudah bergerak. Kita harus melapor pada pemimpin." Kata Vera yang memberikan laporan dari benteng selatan.


"Ini gawat Vera. Bahkan kita masih belum bergerak sama sekali. Mereka terlalu cepat." Kata Xeronw dengan tercengang sambil membaca laporan itu


"Mereka benar-benar serius mengambil alih wilayah Paradicone. Sepertinya kita akan di berikan perintah." Kata Deko


"Aku akan mengirimkannya ke Dewi." Kata Xerone dengan panik.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Senior.?" Tanya Dion yang ikut nimbrung.


"Aku juga ingin tau." Kata Xerone denga panik sambil menhirimkan laporan kepada Aries.


....


Terlihat Aries sedang berjalan ke ruang kerja Leon, tiba-tiba menerima laporan yang dikirimkan Xerone.


"Emm. Laporan dari Xerone. Tumben sekali, apa ada sesuatu yang terjadi.?" Kata Aries yang berhenti berjalan.


"Haaaa." Suara terkejut Aries. Ia pun berlari dengan panik menuju ruang kerja Leon.


....


Diruang kerja Leon.


"Emm, Berikan laporannya sekarang Rachel. Aku ingin melihatnya." Kata Leon dengan serius.


"Haaik. Ini Leon." Kata Rachel.


"Ah, Mereka sudah mengumpulkan banyak prajurit. Tapi masih ada beberapa Panglima yang belum mencapai target." Kata Leon sambil berfikir.


"Apa sebaiknya kita memberikan waktu lagi Leon.?" Kata Rachel.


"Tidak Rachel, kita sudah tidak punya waktu untuk itu. Biarkan mereka melakukannya sambil menjalakan tugas." Kata Leon dengan serius.


Tiba-tiba Aries datang dengan tergesa-gesa sambil terengah-engah.


"Hah, hah, Leon. Laporan dari Xerone." Kata Aries yang berteriak sambil terengah-engah.


"Heee. Kau membuat terkejut Aries. Berikan padaku." Kata Leon dengan santai.


"Ada apa Aries.?" Tanya Rachel penasaran.


"Pasukan Loktus sudah bergerak. Mereka semua membangun Camp di semua kerajaan Bawahaan." Kata Aries dengan panik.

__ADS_1


"Haa. Jadi mereka sudah mengirimkan pasukan ke 20 kerajaan di benua Trolin.?" Tanya Rachel terkejut.


"Sepertinya mereka akan menyerang Forlsa dan Porsa. Karena perbatasan mereka terlalu banyak." Kata Kibo dengan berfikir.


Leon pun masih terdiam berfikir dan membaca semua laporan. Ia berfikir dengan keras.


"Kau benar Kibo. Kerajaan Forlsa berbatasan dengan tiga kerajaan Louktus, dan Porsa berbatasan dengan satu kerjaan Louktus." Kata Rachel seirus.


"Apa sebaiknya kita gerakkan panglima kesana sekarang.?" Kata Aries dengan panik.


"Leon apa perintahmu.?" Tanya Aries dengan panik.


Namun Leon masih terdiam sambil membaca laporan. Lalu, ia melihat peta benua Trolin.


"Leon.?" Kata Rachel yang mulai panik.


"Berikan perintahmu Leon. Kita sedang terburu-buru." Kata Aries yang sangat panik.


"Apa kau tidak apa-apa Leon. Kami sedang menunggu perintahmu.?" Kata Kibo mulai panik.


....


Leon tidak memperdulikan mereka semua. Ia sangat fokus mencari jalan keluar. "Hm. Ini, ternyata seperti ini. Mereka benar-benar sangat pintar. Tapi aku tau rencana mereka. Laporan ini palsu. Mereka mencoba mengocehku. Hem hehe." Kata Leon dalam hati sambil tertawa kecil.


"Leoon.?" Kata Rachel yang khawatir.


Aries dan Kibo sangat tegang sampai menelan ludah berkali-kali.


"AAAAAAAHH. Aku sudah tidak tahan." Kata Aries dengan sangat panik.


"Berikan perintahmu Leon.?" Kata Kibo yang sangat tegang.


Leon pun melihat mereka bertiga yang ada didepannya dengan raut wajah tegang, panik, dan marah.


"HEEEEE. Kalian membuatku terkejut. Ada apa dengan wajah kalian.?" Kata Leon terkejut. Ia tidak menyadari kepanikan Paradicone. Leon terlalu fokus dengan pikirannya.


"AAAAAA. KEPALAKU MAU PECAH." Teriak Aries.


"Eeeh. kau kenapa Aries.?" Tanya Leon dengan terkejut.


"Hah, hah, aku sudah marah Leon. Berikan perintahmu sekarang juga." Kata Aries dengan terengah-engah.


"haah. Laporan ini palsu Aries. Kenapa kau marah.?" Kata Leon dengan santai.


"APAAAA.?" Teriak Paradicone terkejut.


"Kurang ajar kau Xeroooone. Aku akan membunuhmu." Kata Aries yang marah.


"Ah, Aries tenanglah. Ini bukan salah Panglima. Mereka hanya menerima laporan dari bawahanya. Louktus memang bermain dengan kita. Laporan ini tidak ada yang salah, Louktus memang mengirimkan pasukannya ke semua kerjaan bawahaan. Aku menganggap palsu karena maksudnya berbeda. Mereka sedang memfokuskan kita supaya bergerak ke sana." Kata Leon serius.


"Hah, hah. Lalu, apa yang akan kita lakukan.?" Tanya Aries penasaran.


"Kita akan bergerak ketiga wilayah. Laporan jumlah pasukan yang aku baca ini sudah cukup. Kita akan bergerak di wilayah timur benua Lories. Titik 1-10 perintahkan Steve, Titik 11-20 perintahkan Renny." Kata Leon serius.


"Aku sudah mengirimkan perintah." Kata Rachel


"Bagus. Kirimkan Vera dan beberapa Jendralnya ke wilayah utara sekarang. Lalu, kirimkan Xerone dan Dion bersama beberapa Jendralnya ke perbatasan Forlsa bagian barat dan selatan." Kata Leon serius.

__ADS_1


"Sudah aku kirim surat perintahnya." Kata Rachel.


"Kau sangat cepat Rachel. Lalu, Kirimkan Viona dan Abelia ke benua wisdom, dan gempur 4 titik ini." Kata Leon serius.


"Sudah aku kirimkan Leon." Kata Rachel.


"Baiklah. Lalu, pasukan yang belum terkumpul, perintahkan untuk mencari prajurit sisanya dalam waktu 1 minggu lagi." Kata Leon dengan serius.


"Sudah aku kirimkan perintah." Kata Rachel.


"Lalu, Panglima lainnya bagaimana Leon.?" Tanya Aries penasaran.


"Aaah. Kau tidak bisa mengirimkan semua pasukan untuk bertugas Aries. Panglima lainnya disiapkan untuk pertempuran mendadak. Ini adalah perang, kita tidak tau situasi kedepannya bagaimana." Kata Leon serius.


"Aaah. Kau benar Leon. Aku akan lakukan sesuai perintahmu." Kata Kibo serius.


"Emm. Apa kau ada tugas untuk kita.?" Tanya Aries penasaran.


"Aku sebenarnya ingin kalian pergi ke utara. Firasatku sangat buruk. Tapi tunggulah laporan dari Vera, semoga tidak terjadi apa-apa." Kata Leon dengan gelisah.


.....


Lantai 1 Castle Taman Surga. Xerone dan Vera tiba-tiba menerima surat perintah.


"Sepertinya sudah dimulai." Kata Xerone sambil mengambil surat perintah.


"Kau benar Xerone. Hanya beberapa menit setelah kau kirimkan laporan itu, surat perintah langsung di turunkan. Aku akan bersiap-siap.' Kata Vera sambil membaca surat perintah.


"Aku juga akan bersiap-siap. Kita di tugaskan di Kerajaan Forlsa. Sesuai dugaanku, pasti kita akan kesana.?" Kata Xerone dengan tersenyum.


"Emm, aku juga di tugaskan disana Senior. Mohon kerjasamanya." Kata Dion tersenyum.


"Hoo, kau juga disana Dion. Mungkin kita di tugas di perbatasan. Apa kau juga kesana Vera.?" Kata Xerone dengan santai.


"Ah, aku di tugaskan di wilayah utara Majaren Xerone. Kita akan berpisah disini. Emm, itu membuatku sedih. Hiks." Kata Vera.


"Apaa, disana kan tidak ada apa-apa, hanya ada hutan, kenapa harus disana.?" Kata Xerone yang terkejut.


"Lakukan tugasmu Xerone. Aku juga di perintahkan di benua Lories bersama Steve." Kata Renny yang tiba-tiba datang.


"Kita juga mendapatkan tugas di benua Wisdom." Kata Abelia yang datang bersama Viona.


Xerone hanya terkejut dalam hatinya. "Apaaa. Bahkan mereka di gerakkan keseluruh tiga benua. Glegg. Aku telah meremehkan perang ini. Tuan Leon pasti sudah memikirkannya." Kata Xerone dalam hati dengan tercengang.


"Xerone. Kita berpisah disini." Kata Vera sambil memegang tangan Xerone.


"Ekmm. Kenapa aku tidak dapat perintah." Kata Deko yang kebingungan.


"Tugasmu masih belum selesai Deko, carilah prajuritmu secepatnya." Kata Xerone sambil mengelus-elus kepala Vera.


"Baiklah semua, semoga berhasil dimisi ini. Aku akan berangkat sekarang bersama Steve." Kata Renny yang berjalan menjauh.


"Em. Kita juga berangkat sekarang. Persiapkan dirimu Dion." Kata Xerone sambil berjalan ke ruangannya.


"Sampai bertemu lagi Xerone." Kata Vera sambil melambaikan tangan.


.

__ADS_1


.


__ADS_2