
[Castle Taman Surga]
Leon dan Paradicone masih memikirkan cara untuk memenangkan perang.
"Baiklah apa kalian siap.?" Kata Leon dengan tersenyum.
"Kalian adalah panglima perang sekarang. Dewi Perang, Dewi Kematian, Kaisar Naga. Mari kita lakukan." Kata Leon dengan serius
"HA, KAMI AKAN MENJALANKAN PERINTAHMU MAHARAJA." Teriak Paradicone secara kompak.
...
"Aries datang lah ke perbatasan selatan. Apa kau bisa mengalahkan mereka sendirian Aries.?" Kata Leon yang menantang dengan tersenyum.
"Kau meremehkanku Leon. Aku akan pergi kesana setelah ini." Kata Aries yang kesal.
"Kibo, apa kau sudah mengirimkan pasukanmu ke perbatasan barat.? firasatku buruk disana. Tentu saja kau harus pergi kesana juga." Kata Leon dengan serius.
"Aku sudah mengirimkan seorang Jendral kesana. Dan setelah ini, aku akan langsung pergi kesana." Kata Kibo dengan serius.
"Em, Baiklah Kibo. Lalu, Rachel, kau ikut denganku ke Istana." Kata Leon dengan serius.
"Siap Leon, aku akan membantumu." Kata Rachel dengam semangat.
"Baiklah semua. Mari kita lakukan sekarang juga. Mereka semua sudah menunggu kita." Kata Leon dengan tersenyum.
"HA, LAKSANAKAN PERINTAH." Kata Aries dan Kibo dengan kompak. Lalu, Merekapun menghilang di tempat.
....
"Lalu, apa yang akan kita lakukan Leon.?" Kata Rachel kebingungan.
"Kita akan mengunakan kekuatan kerajaan ini Rachel, dan aku juga tidak mau proyek pembangunan ini berhenti." Kata Leon.
"Baiklah, aku akan menyiapkan dokumen yang akan di bawa. Tunggulah disini Leon." Kata Rachel sambil keluar dari ruangan Leon.
"Apa ini akan baik-baik saja, tidak seharusnya aku menurunkan mereka secara langsung, aku harap kerajaan lain sabar menunggu." Kata Leon dalam hati dengan tatapan yang tajam.
Lalu, Rachel datang kembali dengan cepat ke ruang kerja Leon.
"Leon, aku menerima surat dari Lucas." Kata Rachel yang membawa surat kepada Leon.
"Hoo, berikan padaku Rachel." Kata Leon dengan penasaran. Lalu, ia pun membacanya.
"Ini kabar bagus Rachel. Lucas sudah menerima pasokan makanan di pelabuhan. Ini cukup untuk pertempuran 1 tahun di kerajaan ini." Kata Leon dengan tersenyum.
"Em, aku harap Aries dan Kibo bisa menyelesaikan dengan cepat. dan kita akan mengambil alih kerajaan Porsa." Kata Rachel penuh dengan semangat.
"Kita pergi ke Istana sekarang." Kata Leon dengan tersenyum.
"Baiklah." Kata Rachel sambil membuat portal ke istana.
....
[Perbatasan Selatan]
Perbatasan selatan, adalah benteng yang di bangun setinggi 30meter, dan panjang sekitar 1 km. Di bangun dengan kuat selama ratusan tahun, untuk mempertahankan wilayah.
Terlihat, pasukan Xerine berdiri di atas benteng itu, semua prajurit berdiri di posisinya masing-masing. Dan didepan mereka terdapat 200rb prajurit musuh.
__ADS_1
100rb prajurit berbaris di garis belakang, dan 100rb prajurit melakukan serangan secara langsung untuk menembus benteng itu.
Ratusan ribu anak panah di tembakkan dengan sihir. Serangan Bola api yang terus menerus datang menghantam bagian dalam benteng.
Dan pasukan Xerone bertempur mati-matian di garis depan melawan 100rb prajurit dengan kekuatan sihir.
Sudah banyak sekali mayat yang tergeletak, dan api yang membara di medan pertempuran, kekuatan sihir mereka sedang di adu.
"Jaga tempat itu. Kita harus mempertahankannya." Kata Xerone kepada prajuritnya.
"Jendral kita akan di pukul mundur jika seperti ini terus." Kata Komandan Cena.
"Kita harus melindungi benteng agar tetap bediri Cena. Sebaiknya kau kerjakan tugas ini sebaik mungkin." Kata Xerone dengan panik.
Lalu, awan-awan berkumpul di atas langit. Xerone sedang mengunakan kekuatannya untuk mengeluarkan petir. Aura biru diselimuti petir keluar dari tubuhnya.
"HOOOAAAAH." Teriakan Xerone. Ia menyerang ribuan prajurit dengan petir. Lalu, petir itu keluar dari balik awan dan menghantam tanah terus menerus.
Prajurit Porsa yang terkena serangan itu, langsung hangus terbakar, ada yang terpotong, tapi ada juga yang bisa menahan serangan itu.
Kemudian, Komandan Han, Joken, dan Cena. Mengeluarkan sihir dengan kekuatan penuh, untuk menyerang puluhan ribu prajurit yang ada di depannya.
Tentu saja, mereka juga mendapatkan serangan balik dari kerajaan Porsa. mereka menyerang dengan sihir api yang bertubi-tubi.
"Hehehe, sepertinya dia mulai mengeluarkan kekuatannya. Aku sangat penasaran, sampai kapan mereka akan bertahan." Kata Erwin yang melihat dari barisan belakang.
Lalu, Pasukan Komandan Juroo sampai di perbatasan selatan. Mereka melihat pertempuran yang dasyat di depan mata mereka.
"Komandan, sepertinya Jendral sedang bertempur di atas benteng." Kata Salah satu prajurit kepada Juroo.
"Apa yang sudah terjadi.? Ini lebih parah dari perbatasan barat." Kata Juroo dalam hati dengan terkejut.
"Kita harus membantunya, kalian pergilah keatas benteng bagian kanan, dan kalian, pergilah ke pintu masuk utama, bantu mereka." Kata Juroo yang membagi pasukannya.
....
"Bala bantuan sudah datang."."Waah, akhirnya kita terbantu."." Wooo," Kata prajurit Xerone yang melihat pasukan Juroo datang membantu.
Juroo pun pergi keatas benteng. Ia melihat Xerone sedang mengunakan kekuatannya.
"Apa yang sudah terjadi disini. Ini bukan hanya menjaga, tapi ini adalah perang." Kata Juroo sangat terkejut sambil melihat ratusan ribu prajurit di depannya.
"Juroo, kau datang. Tahan disini. Bantu aku menyerang prajurit jarak jauh di belakang sana." Kata Joken yang melihat Juroo datang, sambil menyerang prajurit musuh.
Dengan kedatangan komandan Juroo, mereka bisa menekan kekuatan musuh. Meskipun jumlah mereka hanya bertambah 20rb prajurit saja, tapi mereka mampu melawan bailk.
.....
"Hehehe, ini sangat gawat, pasukan Porsa mulai mundur. Aku tidak bisa membiarkannya." Kata Erwin yang melihat situasi perang. Dan ia pun turun dari kudanya.
....
"HUOOOOOAAH." Teriakan Xerone yang masih mengeluarkan petir-petirnya.
"Sepertinya sihirku akan habis, ini tidak akan bisa bertahan lama." Kata Xerone dalam hati.
Tiba-tiba. Petir yang di keluarkan Xerone di hadang oleh petir milik Erwin. Sepertinya penguna sihir element petir akan bertarung.
"Apaa, siapa itu. Dia menghadangnya dengan mudah." Kata Xerone terkejut. Ia pun menghentikan serangannya.
__ADS_1
"Hoo, kau berhenti menyerang ya. XEROOONE." Teriakan Erwin yang melayang di udara.
"Tidak mungkin, Erwin kah. Jadi semua prajurit yang berbaris disana adalah Blitz Thunder. Ini sangat gawat." Kata Xerone yang tercengang.
"Hehehe, aku tidak bisa diam melihat kau membunuh tibuan prajurit disana. Kekuatanmu itu tidak sebanding dengan mereka. Bertarunglah denganku. hehe." Kata Erwin kepada Xerone sambil tersenyum.
"Jendral itu. Itu." Kata Komandan Han dengan sangat terkejut.
"HAAA. Erwin.?" Kata Komandan Joken yang ketakutan.
"Kalian, angkat pedang kalian. Serang prajurit-prajurit di bawah sana. Aku akan bertarung dengannya. Lakukan dengan baik, ini perintah, aku tidak akan memaafkan kalian yang kabur." Kata Xerone dengan tatapan tajam.
"Ha, haa, Laksanakan Jendral." Kata Joken yang masih ketakutan. Ia pun berusaha berdiri
"Bagaimana bisa kekuatan tempur ini melawan Blitz Thunder. Ini di luar kemampuan kita sekarang." Kata Juroo dalam hati yang mulai ketakutan.
Tiba-tiba petir putih keluar dari atas Erwin dan menyerang Xerone dengan cepat. Bahkan benteng tempat ia berdiri hancur karna serangan itu.
"Uhoooukk." Suara Xerone yang terkena serangan mendadak, sampai Ia mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Tidak, Jendraaaal." Kata Komandan Han yang terkejut.
Xerone pun jatuh ke bawah benteng bersama reruntuhan benteng.
"Ini, ini, ini tidak seimbang." Kata Juroo yang ketakutan sampai tubuhnya mematung.
"HAHAHAHA. Setelah ini giliran kalian." Kata Erwin dengan tersenyum lebar.
Erwin pun menyerang dari segala sisi. Ia terus menerus menyerang benteng, sampai benteng perbatasan itu hancur sebagian, dan membuat celah masuk kedalam. Semua prajurit Porsa pun masuk kedalam dan menyerang dengan ganas.
"Aaah,."."Tolooong."."Uhoook."."Arreghh."."HAAAA."."Hiks hiks." Suara semua prajurit yang bertempur di garis depan.
"Chiik, Kita, Kita tidak bisa tinggal diam disini." Kata Komandan Joken yang sudah terluka terkena serangan petir Erwin.
"HOOOOAAAAH." Suara Joken menyerang Erwin dengan kekuatan apinya.
"Hmm, kau tidak bisa menyentuhku dengan kekuatan itu." Kata Erwin dengan santai. Ia dengan mudahnya menangkis serangan Joken. Dan Erwin menyerang balik dengan petirnya.
"Ooookkkh." Suara Joken yang terkena serangan petir tepat di perutnya. Ia pun langsung tak sadarkan diri.
"Tidaaak. Ini tidak mungkin. Hikss." Kata Juroo sangat ketakutan sampai ia menangis.
Lalu, ada serangan petir dari bawah benteng, yang mengores lengan kiri Erwin sampai berdarah.
"Haaa, ternyata kau masih hidup XEROOONE." terikan kemarahan Erwin.
"Haah, haah, Aku akan tetap berjuang sampai mati Erwin. Uhoouk." Kata Xerone yang berdiri sempoyongan sambil memuntahkan darah.
Xerone pun mengeluarkan petir dan langsung menyerang Erwin dengan bertubi-tubi.
"HOOOOAAAAAH." Teriakan seorang Jendral Xerone yang berjuang sampai mati.
"Chiik. kau membuatku kesal." Kata Erwin yang menyerang balik dengan petir sambil menghampiri Xerone.
"Ah, ini. Kesadaranku sudah mulai hilang." Kata Xerone yang berdiri sempoyongan.
Lalu, ia pun di cekik dan di angkat ke udara oleh Erwin.
"Kau akan mati Xerone." Kata Erwin dengan mengeluarkan aura yang menekan Xerone.
__ADS_1
.
.