
[Castle Taman Surga]
Terlihat Leon menutup kamar Rachel. Dan Aries menunggu di luar kamar bersama Kibo.
"Apa kau sudah berpamitan dengannya.?" Tanya Aries.
"Ah, tolong jaga dia Aries." Jawab Leon sambil berjalan.
"Hem." Suara Aries yang sedih.
"Kita berangkat sekarang Kibo." Kata Leon. "Ah,.." Kata Kibo.
"Leoon." Suara Aries memanggil. Leon pun menoleh ke belakang.
Dan Aries pun langsung memeluk Leon dengan menangis. "Leon, Kembalilah dengan selamat. Kau sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Jagalah dirimu Leon. Aku akan merindukanmu." Kata Aries dengan menangis sambil memeluk Leon.
Leon pun membalas pelukan Aries itu. "Ah, Baiklah kakak Aries. Aku akan kembali pada kalian." Kata Leon dengan sedih sambil melepaskan pelukannya.
Kibo pun terharu dan meneteskan air mata. "Kita berangkat Kibo." Kata Leon sambil berjalan.
"Hiks. Kibo, jaga dia untukku. Aku juga akan merindukanmu. Kembalilah dengan selamat padaku." Kata Aries yang menangis.
Kibo pun mengahampiri Aries. "Aku akan menjaganya untukmu Aries. Jagalah dirimu baik-baik." Kata Kibo sambil mengelus kepala Aries. Lalu, ia pun berjalan mengikuti Leon.
"Hiks, Hiks" Suara tangisan Aries melihat mereka berdua pergi.
.....
Diruang utama Castle. Sudah berkumpul 8 Panglima perang Gionova. Lalu, Leon dan Kibo datang menenui mereka.
"HA. HORMAT KAMI PEMIMPIN GIONOVA." Kata semua Panglima sambil berlutut.
"Aku akan mengambil alih pemimpin pasukan Gionova. Dan kita akan mulai menyerang pasukan Louktus dibawah kepemimpinanku. Tapi aku tidak akan membawa kalian semua. Kita masih butuh pasukan lain untuk menjaga kerajaan yang sudah di ambil alih. Aku akan membagi beberapa pasukan tempur." Kata Leon serius.
Semua Panglima disana pun terkejut dan kebingungan.
"Pasukan garis depan akan pergi bersamaku. Tugas kita adalah mengempur dan mengambil alih wilayah kerajaan Louktus. Lalu, pasukan penjaga, tugas kalian adalah menjaga kerajaan itu setelah pasukan garis depan mengambil alih. Dan terakhir, pasukan cadangan. Kalian tetap akan disini, kekuatan kalian akan dibutuhkan sewaktu-waktu. Apa semuanya sudah jelas.?" Kata Leon.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN GIONOVA." Kata semua Panglima.
"Baiklah. Xerone dan Dion. Kalian akan ikut denganku. Bawalah 1 Jendral dan 200rb pasukan masing-masih dari kalian. Aku tidak ingin membawa pasukan yang banyak. Lalu, Jordan, Kensa, dan Sin. Tugas kalian adalah pasukan penjaga. Kerahkan semua pasukan kalian, dan bagilah pasukan kesetiap kejaraan nantinya. Dan terakhir, Vera, Sella, dan Deko. Kalian tetaplah disini bersama semua pasukan kalian. Jagalah setiap perbatasan dan Castle ini." Kata Leon.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH." Kata semua Panglima.
"Kalian dari pasukan garis depan tidak akan pulang sampai seluruh wilayah Paradicone di ambil alih." Kata Leon.
"Haa." Suara Xerone terkejut. Dan semua yang mendengarnya pun sangat terkejut.
"Tentu saja aku akan memberikan imbalan yang setimbal nantinya. Lalu, pasukan penjaga dan pasukan cadangan. Kalian mendapatkan libur 1 minggu setiap bulan. Pulanglah, dan temui keluarga kalian." Kata Leon.
Semua Panglima disana hanya terdiam dan menelan ludah.
"Apa kau siap Xerone, Dion.?" Tanya Leon.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH." Kata Xerone dan Dion.
__ADS_1
"Xerone, bawalah Cena bersamamu. Aku lihat kau sangat dekat dengannya. Lalu, Dion, bawalah Ares bersamamu, dia harus punya pengalaman dalam perang untuk menjaga kerajaannya." Kata Leon.
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH." Kata Xerone dan Dion.
"Baiklah, kalian bisa berpamitan dengan rekan kalian disini. Aku akan menunggu kalian." Kata Leon. Dan ia pun menghilang bersama Kibo ke balkon dalam.
.....
"A..Aa." Kata Dion tercengang.
"Kita akan pergi bersama Dion. Mohon kerjasamanya." Kata Xerone tersenyum.
"HOOAAAAAAAAAA." Teriak Dion penuh semangat.
"Hahaahah. Seperti biasa." Kata Xerone tersenyum.
"Hehe. Aku sangat bersemangat Xerone. Ini pertama kalinya aku di tugaskan di garis depan, apalagi untuk mengempur wilayah Louktus secara langsung." Kata Dion tersenyum.
"Ah, kau benar. Kita biasanya hanya di tugaskan untuk menjaga wilayah Paradicone." Kata Xerone tersenyum.
Lalu. "Xerone." Suara Vera memanggil.
"Ekmm. Sebaiklah kau berpamitan dengannya Xerone." Kata Sella. "Ah.." Kata Xerone. Ia pun menghampiri Vera.
"Vera. Apa kau sudah baik-baik saja sekarang.?" Tanya Xerone basa-basi.
"Aku sudah baikan dari kemarin, kau tidak pernah mengunjungiku Xerone." Kata Vera dengan wajah memerah.
"Ah, ituuu." Kata Xerone yang bingung. Lalu, Vera pun memeluk Xerone dengan mesra. "Kembalilah padaku Xerone. Jangan mati disana." Kata Vera, ia pun meneteskan air mata.
"Xerone. Aku sudah menangis. Hiks." Kata Vera manja.
"Ah. Aku sudah tau." Kata Xerone dengan membalas pelukan Vera.
"Emm," Hahaha," hehe," Suara semua Panglima yang melihatnya.
.....
Diatas balkon.
"Mereka sedang berpamitan dengan semangat." Kata Leon yang melihat para Panglimannya.
"Kenapa kemarin kau tidak membunuh para Panglima Louktus itu Leon.?" Tanya Kibo.
"Aku sendiri tidak tau Kibo. Aku hanya ingin membunuh pasukan mereka. Aku melihat mereka seperti melihat diriku sendiri. Mungkin karena mereka memiliki kekuatanku." Kata Leon.
"Jika mereka masih hidup, peperangan ini tidak akan pernah berhenti. Apa kau sudah memikirkannya Leon.?" Tanya Kibo.
"Ah, itulah alasanku ikut berperang. Aku akan mencari cara lain untuk menghentikan perang ini." Kata Leon merenung.
"Wilayah Louktus sangat besar Leon. Dengan kekuatan kita sekarang, masih belum cukup untuk melawan mereka." Kata Kibo.
"Aku tau Kibo. Meskipun Panglima mereka kalah berkali-kali, mereka akan terus maju berkali-kali juga. Bahkan jika Neswara aku kalahkan. Peperangan ini tidak akan berhenti. Cara satu-satunya adalah melawan mereka, dan mengambil satu persatu wilayah mereka sampai keseluruh dunia. Lalu, kita akan membangun perserikatan dunia, untuk menjaga perdamaian didunia ini." Kata Leon.
"Kau memikirkannya terlalu jauh Leon." Kata Kibo.
__ADS_1
"Ah. Aku sudah memikirnya. Mungkin sekarang saatnya kita mengambil wilayah mereka satu persatu di bawah nama Paradicone. Aku akan mengunakan nama itu karena Rachel yang membuatnya." Kata Leon.
"Kau benar Leon. Semoga ini cepat selesai." Kata Kibo.
"Baiklah Kibo. Aku tidak mau berlama-lama disini. Ini membuatku tidak ingin pergi. Kita akan berangkat ke kerajaan Forlsa malam ini juga."
Leon dan Kibo pun menghilang dari tempatnya. Dan muncul di depan Xerone dan Vera yang berpelukan.
"HAAAAAA." Suara Xerone terkejut melihat Leon di depannya.
"Vera, Vera. Lepaskan." Kata Xerone yang panik.
"Kenapa.? Apa kau tidak ingin memelukku lebih lama Xerone.?" Tanya Vera yang masih belum menyadarinya.
"Tidak apa-apa Xerone. Lanjutkan saja. Mungkin kau akan bertugas cukup lama. Jadi ini kesempatanmu untuk memeluknya. Setelah itu, kita akan berangkat malam ini juga." Kata Leon tersenyum.
"HAAAAA." Suara Vera terkejut menyadari Leon didepannya.
"Ha. Saya minta maaf pemimpin Gionova." Kata Vera sambil berlutut.
"Heeee. Hahaha. Apa kau tidak mau memeluknya lagi Vera.?" Tanya Leon tertawa.
"Ha. Maaf Tuan. Sebenarnya saya masih ingin memeluknya. Tapi saya sangat malu jika melakukannya di depan Anda." Jawab Vera dengan wajah memerah.
"Hemm, lakukanlah Vera. Abaikan saja aku disini." Kata Leon tersenyum.
"Ha. Laksanakan Perintah." Kata Vera. Dan ia pun langsung memeluk Xerone lagi.
"Aa, aaa, aaaahh." Suara Xerone tercengang.
"Dia mengingatkanku pada Rachel, tidak perduli dimanapun kau berada, kau selalu memelukku." Kata Leon dalam hati dengan tersenyum.
.....
Beberapa menit berlalu. Pasukan Xerone dan Dion pun berangkat ke garis depan bersama Leon dan Kibo.
"Sampai juma lagi Xerone. Hikss." Kata Vera sambil melambaikan tangan.
"Sepertinya kau kurang keras Vera. Dia tidak bisa mendengarkanmu." Kata Sella sambil mengelus bahu Vera.
"Jaga Xerone dengan baik Dion.?" Teriak Deko
"Baiklah, aku akan menjaganya. Sampai jumpa." Kata Dion tersenyum.
Mereka pun keluar Castle dengan menungangi kuda. Semua prajurit pun berlutut di sepanjang jalan.
Peperangan ini, tidak pernah dilakukan selama ribuan tahun. Mereka semua yang ikut berperang akan dikenal sebagai pahlawan. World Destination, ada di tangan mereka semua.
.....
"Semoga kalian semua kembali dengan selamat." Kata Aries yang melihat Leon dari luar balkon kamar Rachel.
.
.
__ADS_1