
[Istana Kerajaan Cimoren]
Pada pagi hari, Ernes yang sedang berjalan di istana melihat Leon dan Kibo berjalan tanpa arah dan tujuan.
"Ah, itu, pujaan hatiku hehe. Sedang kemana mereka.?" Kata Ernes sambil bersembunyi.
.....
Dan Leon sedang memarahi Kibo sambil berjalan tanpa tujuan.
"Kiboo, kau membuatku malu. Sudah berapa lama kau tidak minum.?" Kata Leon dengan sangat kesal.
"Ah, maafkan aku Leon. Aku tidak tau akan terjadi seperti itu. Arak disini benar-benar sangat keras." Kata Kibo yang murung.
"Haaah(menghela nafas). Sepertinya aku sudah salah mengajakmu." Kata Leon.
"Kau sendiri mabuk berat Leon." Kata Kibo mengeles.
"TAPI AKU TIDAK KENCING DISANAAA." Teriak Leon yang marah sambil memukul Kibo.
"Eeeeh. Pelankan suaramu Leon, kau membuatku malu." Kata Kibo.
"Haaah." Suara Leon menghela nafas.
Mereka pun berjalan memutari lorong terus menerus.
"Sepertinya ada yang salah dengan istana ini. Kenapa jalannya selalu sama dari tadi." Kata Leon dengan muka kesal.
"Kita yang tidak tau jalan Leon. Kita sudah tersesat disini." Kata Kibo yang kebingungan sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
"Sepertinya kau benar Kiboo, bahkan aku tidak tau jalan kembali ke kamarku. Disini juga sangat sepi, apa tidak ada seorang pun yang lewat." Kata Leon.
.....
Ditempat Ernes bersembunyi.
"Hehe. Dia memang sangat tampan. Aaaaah, sepertinya aku sudah jatuh cinta padanya." Kata Ernes dengan muka memerah.
Tiba-tiba Luciana memergoki Ernes yang sedang bersembunyi.
"Erneees.?" Kata Luciana sambil memukul pundak Ernes.
"HAAAAAA." Suara Ernes yang terkaget.
"Luciana, kenapa kau disini.?" Tanya Ernes.
"Seharusnya aku yang bertanya itu padamu. Kenapa kau disini sendirian.?" Tanya Luciana kembali. Lalu, ia pun melihat kedepan.
"Heeem.?" Suara Luciana sambil melihat Leon dan Kibo berjalan kearahnya.
"Aa, aaa." Suara Luciana yang terkejut.
"Siapa itu Ernes.? Apa ada seorang pangeran yang sedang berkunjung kesini.?" Tanya Luciana dengan tercengang sambil melihat Leon tanpa berkedip.
"Hem. Dia adalah tamu yang datang kemarin. Sebaiknya kau tidak mengambil start dariku Luciana." Kata Ernes sambil memejamkan mata.
....
Lalu tiba-tiba. "Salam kenal pangeran." Kata Luciana yang tiba-tiba menyapa Leon didepannya.
"HEEEEEE." Suara Ernes terkejut. "Sejak kapan dia disana.?" Kata Ernes dalam hati.
Leon pun berhenti didepan Luciana. "Siapa dia.?" Kata Leon dalam hati.
"Hem. Sepertinya dia sedang menyapamu Kibo, jawablah." Kata Leon sambil berjalan melewati Luciana dengan memejamkan matanya.
"Dia sedang menyapamu Leon." Kata Kibo yang berjalan mengikuti Leon.
.....
"Aa, aaa." Suara Luciana yang tercengang.
"Mereka menghiraukanku. Aku adalah seorang putri Raja Cimoren yang terkenal paling cantik diseluruh kerajaan, dan baru saja aku di hiraukan olehnya. Ini membuatku sangat penasaran dengannya." Kata Luciana dalam hati dengan tercengang sambil menoleh kearah Leon.
"Apa kau tidak ingin tanya jalan padanya Leon.?" Tanya Kibo.
__ADS_1
Leon pun berhenti seketika. "Heeee. Kau benar Kibo." Kata Leon.
Lalu, Ernes pun keluar dari persembunyiannya dan menyapa Leon.
"Aaah, Tuan. Apa Anda sedang tersesat.? Aku bisa mengantarkan Anda." Kata Ernes dengan muka memerah.
"Ah, Nona yang kemarin. Apa kau sudah baikan sekarang.?" Tanya Leon.
.....
"Heee. Dia, dia mengkhawatirkanku." Kata Ernes dalam hati.
.....
"Ekmm. Aku sudah baikan Tuan." Jawab Ernes dengan malu.
"Sepertinya kau sedang sakit Nona. Tubuhmu masih gemetar." Kata Leon sambil berjalan melewatinya.
"Aa, aaa." Suara Ernes terkejut.
....
Kibo pun berjalan mengikuti Leon dibelakangnya. "Leon, kau membuang kesempatan kedua, kenapa kau tidak bertanya padanya.?" Kata Kibo.
Leon pun berhenti seketika. "Heeeee. Kau benar Kibo."
Lalu, Leon pun membalikkan tubuhnya dan melihat Luciana dan Ernes sedang berjalan mengikutinya.
"Ada apa dengan mereka.?." Kata Leon dalam hati sambil melihat Luciana dan Ernes yang tersenyum genit padanya.
Luciana dan Ernes pun berjalan melewati Kibo dan berhenti seketika didepan Leon.
"Pangeran, perkenalkan, namaku adalah Luciana, Putri kerajaan Cimoren dan seseorang yang terkenal paling cantik diseluruh kerajaan." Kata Luciana dengan tersenyum genit.
"Tuan, saya belum memperkenalkan diriku sebelumnya. Namaku adalah Ernes, seorang Jendral Kerajaan Cimoren dan orang terkuat di seluruh kerajaan." Kata Ernes dengan tersenyum genit.
"Heeee. Jadi kalian seorang putri dan Jendral. Hem, sangat kebetulan sekali. Aku sedang tersesat disini. Bisakah kalian menunjukkan jalan padaku.?" Kata Leon.
"Dengan senang hati Tuan/Pangeran." Kata Ernes dan Luciana dengan kompak.
"Dengan senang hati Tuan/Pangeran." Kata Ernes dan Luciana dengan kompak. Mereka semua pun berjalan ke ruang tahta.
"Aku, aku tidak percaya bisa mengobrol dengan santai dengannya. Ini membuatku sangat senang." Kata Ernes dalam hati.
"Dia benar-benar sangat berwibawa, aku sangat suka dengannya, hihi." Kata Luciana dalam hati.
"Hem, ada apa dengan mereka berdua. Tubuh mereka gemetar." Kata Leon dalam hati.
Saat mereka berjalan ke ruang tahta, tiba-tiba sebuah surat laporan muncul di depan Leon.
"Hem, laporan dari Xerone." Kata Leon sambil mengambil laporan itu.
"Apa ada kabar baik Leon.?" Tanya Kibo.
"Ah. Ini kabar baik, sebaiknya kita bertemu Raja Cimoren dulu." Jawab Leon tersenyum.
Ernes yang mendengarnya pun terkejut. Dan melirik kebelakang. "Xerone.? Sepertinya aku pernah mendengar nama itu." Kata Ernes dalam hati.
Tidak berlangsung lama, laporan lain muncul didepan Leon.
"Eeeh. Ada lagi. Ini laporan dari Cena." Kata Leon sambil mengambil laporan itu.
"Apa laporan itu juga kabar baik.?" Tanya Kibo.
"Benar Kibo. Ini kabar baik. Sangat kebetulan sekali." Kata Leon tersenyum.
...
"Laporan.? Apa yang mereka bicarakan.? Aku benar-benar sangat penasaran." Kata Ernes dalam hati.
"Sepertinya Pangeran sedang sibuk. Hihi." Kata Luciana dalam hati dengan tersenyum genit.
Mereka pun sampai di ruang tahta. Disana sudah ada beberapa Jendral dan Raja Philip bersama Ratunya.
"Luciana. Dari mana saja kamu.?" Kata Ratu kepada Luciana.
__ADS_1
"Ah, Ibu. Aku sedang mengantarkan Pangeran kesini." Jawab Luciana sambil menghampiri Ratu.
"Pangeran.?" Tanya Ratu sambil melihat Leon dan Kibo. Raja Philip pun langsung berdiri dan menghampiri Leon.
"Tuan Leon kau sudah datang kesini. Apa pelayanan disini sudah mempuaskan Anda.?" Kata Raja Philip sambil mengampiri Leon
"Ah, aku sangat menyukai arak disini. Bisakah kita langsung bicara yang mulia. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan kepada kalian semua, sebelum kerajaan ini di hancurkan." Kata Leon serius.
"Apaaa.? Ah, maaf Tuan. Apa ada pasukan lain yang mau menyerang kesini.?" Tanya Raja Philip dengan panik.
"Ah. Mereka sedang perjalanan kesini." Kata Leon tersenyum.
....
"Eeeeh. Siapa itu ibu.? Apa kerajaan ini akan diserang.?" Tanya Luciana kepada Ratu.
"Sebaiknya kau tidak ikut campur dengan urusan ini Luciana." Jawab Ratu yang panik.
.....
"Serangan dari mana.? Apa yang sudah terjadi.?" Kata Ernes dalam hati sambil berjalan ke ruang rapat.
.....
Raja Philip bersama Ratu dan semua Jendralnya pun duduk dikursinya masing-masing. Bahkan Luciana juga ikut di pertemuan itu.
"Siapa kau sebenarnya Pangeran.? bahkan seorang Raja sampai hormat padamu, kau membuatku sangat penasaran." Kata Luciana dalam hati
....
"Tuan, apa yang sudah terjadi.?" Tanya Raja Philip dengan panik.
"Emm. Baiklah semua. Panglima dan Jendral dari pasukan Gionova sudah bergerak kesini." Kata Leon tersenyum.
"Haaaaa.?" Suara terkejut semua orang disana.
"Tuan, bukankah mereka adalah pasukan yang sama dengan Anda. Kenapa mereka menyerang kesini.?" Tanya Raja Philip dengan panik.
"Mereka masih belum tau kalau Cimoren sudah bergabung dengan Paradicone. Jumlah mereka tidak sedikit. Mungkin sekitar 270rb prajurit. Sebaiknya kalian menyiapkan tempat untuk mereka semua." Jawab Leon.
"Aa, ituu. Baiklah Tuan, kami akan menyiapkan lapangan yang besar untuk tempat Camp mereka." Kata Raja Philip yang terkejut.
"Tuan. Kami mendengar kalau Panglima Gionova sangat kuat, bahkan kekuatannya sudah mencapai puncak Awakening Gaia, apa itu benar.?" Tanya salah satu Jendral disana.
"APAAAA.?" Teriak semua orang yang ada disana dengan terkejut.
"Kenapa kau tidak melaporkannya padaku Jendral.?" Tanya Raja Philip dengan marah.
"Maaf Yang Mulia. Kami baru saja mendapatkan informasi itu. Aku sendiri sampai mematung membacanya." Kata Jendral itu dengan ketakutan.
"Aa, aah. Ituu. Itu seseorang yang sangat kuat Yang Mulia. Jika terjadi peperangan disini, Kita tidak bisa memenangkan peperangan itu." Kata Ernes dengan tercengang.
Bahkan Luciana dan Ratu yang mendengarnya sampai mematung ketakutan dan tidak bisa berbicara apapun.
"Tuan Leon. Bagaimana ini.? Apa Anda bisa membantu kami.? Kita sudah sepakat untuk bergabung dengan Paradicone." Kata Raja Philip dengan ketakutan.
"Hem. Tenanglah yang mulia. Panglima itu bernama Xerone yang memiliki gelar kesatria perang dari kerajaan Properose." Kata Leon tersenyum.
"APAAAA.?" Teriak semua orang dengan sangat terkejut.
"Tidak mungkin, ini tidak mungkin. Kerajaan ini akan hancur ditangannya." Kata Raja Philip dengan tercengang, bahkan tubuhnya mulai gemetar ketakutan.
.....
"Gleeg. Pantas saja aku pernah mendengar nama itu, ternyata Kesatria perang yang terkenal itu. Kami semua akan mati disini." Kata Ernes dalam hati dengan sangat ketakutan.
.....
"Tuan, kami mohon, bisakah Anda membantu kami.?" Tanya salah Jendral disana sambil berdiri dan menundukkan kepalanya.
"Itu benar Tuan." Bantu kami Tuan." Kami Mohon Tuan." Kata semua Jendral sambil berdiri dan menundukkan kepalanya kepada Leon.
"Aku sudah bilang kepada kalian, kami hanya seorang prajurit dari pasukan Gionova." Kata Leon tersenyum.
"Haaa." suara semua orang yang terkejut dan mulai kehilangan harapan.
__ADS_1
.