Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Wadah


__ADS_3

[Ruang Dimensi]


Leon yang masih mencoba menunjukan kekuatannya kepada Rachel, Aries , dan Kibo. Masih kebinggungan untuk menjelaskannya kepada mereka. Karena memang, kekuatan yang di pahami Leon, sangat sulit untuk di jelaskan, apa lagi yang mendengarkan.


"Lalu, apa yang jadi pembeda dari kekuatan yang lain.?" Tanya Rachel yang penasaran.


"anuu, ini sangat sulit untuk di jelaskan. Tapi kekuatan ini berbeda." Kata Leon yang kebingungan untuk menjelaskannya.


"Oee Leon, jelaskan dulu padaku, kenapa pedangmu berubah menjadi warna putih, dan Cristal itu berubah jadi warna merah.?" Tanya Aries kepada Leon dengan serius.


"Oee, Aries. Aku sedang mencoba menjelaskannya pada kalian." Kata Leon dengan Emosi. "Apa kalian merasakan kekuatan ini?. Atau tekanan dari kekuatan ini.?" Tanya Leon kepada mereka.


"Ah, kalau itu benar, aku tidak bisa merasakannya." Kata Aries yang terpaksa menjawab. Tapi sebenarnya ia kesal.


"Huh, Kalau begitu. Keluarkan senjata Suci kalian. Dan keluarkan kekuatan penuh kalian." Kata Leon dengan serius.


"Apa kau bodoh Leon, ruangan ini bisa hancur." Kata Aries sangat Emosi.


"Aku tidak bisa menahannya Leon, kenapa disini?." Kata Rachel yang mulai Ragu.


"Jika itu dilakukan di luar sana, apa yang akan terjadi.?" kata Leon dengan sangat serius.


"Lakukan saja disini, jika kalian ingin mengetahuinya." Kata Leon dengan tatapan sangat serius.


"huh, baiklah. Aku akan melakukanya Leon." Kata Kibo dengan pasrah. Ia pun mengeluarkan senjata sucinya. Pedang besar berwarna putih dengan ukiran berwarna biru keluar dari udara. Lalu, muncul sarung tangan besi berwarna biru yang menyelimuti tangannya. Dan sayap malaikat besar berwarna biru, keluar dari punggungnya. Aura biru pekat menyelimuti seluruh tubuhnya, dengan petir-petir yang mengelilinginya.


"Lalu, apa yang aku lakukan Leon.?" Tanya Kibo.


"Apa kalian berdua merasakan auranya, bahkan tekanan dari aura itu.?" Tanya Leon kepada Rachel dan Aries.


"Itu kekuatan yang besar. Tekanannya membuatku sakit di dekat sini." Kata Aries sambil menahan rasa sakit.


"Bagaimana denganmu Rachel.?" Tanya Leon kepada Rachel.


"Eeh, aku bisa merasakan kekuatan yang hebat dari Kibo. Tapi aku tidak merasakan kekuatanmu Leon." Kata Rachel sambil menahan tekanan Kibo.


"Oke, kau mulai sedikit mengerti Rachel. Kibo seranglah aku dengan kekuatan penuhmu." Kata Leon dengan serius.


"Apa kau serius Leon, tempat ini bisa hancur. Aku tidak bisa menahannya kalau kalian bertarung disini." Kata Rachel dengan serius sambil menahan tekanan dari kibo.


"Huh, lakukan saja Kibo." Kata Leon dengan serius.


"Apa kau yakin Leon.? Aku tidak akan menahan kekuatanku. Sesuai perintahmu, aku akan mengeluarkan kekuatan penuhku." Kata Kibo dengan mengeluarkan Aura lebih kuat, dan tekanan jiwa yang sangat kuat untuk menekan Leon.

__ADS_1


"Hmmm. Aku belum merasakan apapun Kibo, kemarilah, dan serang aku dengan kekuatan penuhmu." Kata Leon dengan santai.


"Apa yang sebenarnya terjadi.!!!. Aku memberikan tekanan jiwa terkuatku untuknya, tapi dia tidak merasakan apapun.? Ini membuatku sangat penasaran." Kata Kibo penuh dengan samangat, lalu ia pun menyerang Leon dengan kekuatan penuh.


Kibo pun menghilang dan tiba-tiba ada di depan Leon. Ia pun menyerang dengan senjata sucinya. Namun Leon hanya diam saja.


Lalu, senjata suci milik Kibo, mulai mengarah ke leher Leon. Tapi Leon hanya menahannya dengan satu jari saja. Bahkan jari Leon tidak menyentuh pedang Kibo. Kibo pun terpental dari serangan itu.


"Kelurkan Awakening dari pedangmu itu Kibo." Kata Leon yang menantang.


"Apa ini, sudah jelas aku mengunakan kekuatan penuhku. Tapi Leon hanya menahannya dengan satu jari saja. Aku benar-benar sangat penasaran." Kata Kibo dengan sangat terkejut.


"Ini sangat aneh. Dari pertarungan Leon dengan tiga orang bergelar Nine Core, ia sudah terengah-engah. Padahal kekuatan mereka masih di bawah Kibo. Apa yang sedang di tunjukan Leon pada kami.?" Kata Rachel dalam hati sambil melihat ke arah Leon.


Dan Aries hanya terdiam melihat Leon, setelah ia menahan serangan Kibo dengan satu jari saja. Aries sangat terkejut.


"Apa kau bisa Kibo.?" Tanya Leon kepada Kibo.


"Baiklah, kalau itu maumu Leon. Akan aku gunakan Awakening senjata suci ini." Kata Kibo dengan serius.


"Aku tidak tau, apa yang di lakukan Leon. Tapi Ruang dimensi ini tidak tergores sedikit pun." Kata Rachel dalam hati dengan kebingungan.


"HUUUUAAAAAAAH." Teriak Kibo yang mengeluarkan Awakeningnya sambil mengangkat pedangnya dengan kedua tangan.


"Awakening Kibo di keluarkan, ini benar-benar sangat kuat. Aku harus mengunakan kekuatanku untuk menahan tekanan ini." Kata Aries dalam hati.


"Aaaah, Tekanan ini sangat kuat. Aku harus menahannya." Kata Rachel dalam hati.


"Aku akan menyerangmu Leon, apa kau tidak bersiap-siap.?" Kata Kibo yang memberikan peringatan.


"Tidak Kibo, aku hanya mencoba kekuatan ini saja, jika memang aku bisa menahan seranganmu, artinya teori yang ada di kepalaku adalah benar." Kata Leon dengan serius.


"Baiklah." Kata Kibo dengan pasrah. Lalu, "HAAAAAAHH." Teriak Kibo yang sedang menyerang Leon.


Naga biru itu pun menabrak Leon. Tapi tetap saja, Leon hanya menahannya dengan satu jari saja. Bahkan naga itu tidak bisa menyentuk jari Leon. Lalu, Leon menghentakkan kakinya, dan Naga itu pun lenyap seketika.


"Apaaa.?" Kata Rachel, Aries, dan Kibo dalam hati dengan sangat terkejut.


"Aa, aa, aapa yang sudah terjadi Leon.?" Tanya Aries yang sangat terkejut dengan gagap.


"Tidak mungkin, dia hanya menahannya dengan satu jari saja. Ini adalah kartu AS dari senjata suci." Kata Kibo dalam hati dengan sangat terkejut sambil melihat Leon dengan tercenggang.


"Apa itu Leon, jelaskan pada kami.?" Tanya Rachel yang terkejut dan ia sangat penasaran.

__ADS_1


"HHESstt." Suara Leon menarik udara sambil berfikir.


"ituu, Anuu. AAAAAHH. Sulit sekali menjelaskannya." Kata Leon yang berfikir sangat keras.


"Huh, Leon jelaskan saja, apa yang sudah terjadi." Kata Rachel yang sangat penasaran.


"Itu benar Leon, aku sangat terkejut dengamu." Kata Kibo dengan penasaran sambil meredam kekuatannya.


"Jadi teman-teman. Kekuatan yang ada pada kalian, sebenarnya adalah pecahan dari Cristal milikku. Dan Cristal yang sudah menyatu dengan Jantung, tidak bisa aku tarik lagi." Kata Leon yang basa-basi kebingungan, padahal mereka bertiga sudah tau, kalau itu adalah kekuatan yang dimiliki Leon.


"Kau mulai basa-basi Leon, kami semua sudah tau itu." Kata Aries dengan nada serius.


"Aaah. Tapi apa kalian tau, Cristal itu sebenarnya apa.?" Tanya Leon pada mereka bertiga.


"Tentu saja itu kekuatan sihir Leon." Jawab Rachel dengan serius.


"Kau masih belum paham Rachel, teori yang kau buat itu, Soal kekuatan seseorang yang ada batasnya, kau mengunakan parameter dari besar atau kecilnya Cristal yang tertanam di jantung orang. Namun sebenarnya, Cristal itu bukan kekuatan sihir." Kata Leon yang berusaha menjelaskan.


"Apa maksudmu.?" Tanya Rachel yang sangat penasaran.


"Aries, Kibo. Apa cristal merah yang kalian lihat 2rb tahun yang lalu, bentuknya seperti ini.? " Kata Leon dengan menunjuk kearah Cristal merah di atas altar.


"Iya itu benar Leon, namun ukurannya kurang besar." Kata Aries dengan serius.


"Hmm. Cristal ini adalah wadah dari kekuatan sihir. Bukan kekuatan sihir itu sendiri. Ia hanya sebuah wadah untuk menampung energi sihir." Penjelasan Leon.


"APAAAA." Kata mereka bertiga yang kaget.


"Ah, tunggu Leon. Jika itu hanya sebuah wadah, lalu dari mana kekuatan sihir ini.?" Tanya Rachel dengan sangat penasaran.


"Aah, apa kau tau sebuah gelas yang terisi air, kalau air itu kalian minum, harusnya air itu akan habis dari gelasnya. Tapi, kalau kalian masih ingin minum, tentu saja kalian harus mengisinya lagi bukan.? Sama seperti Cristal ini. Jika energi sihir kalian habis, kalian harus menunggu beberapa saat untuk mengisinya bukan.? Mungkin sampai sehari, mungkin 1 tahun, bahkan puluhan tahun, hanya untuk mengisi energi ketubuh kalian." Penjelasan dari Leoon.


"HEEE, itu pelajaran dasar dari Akademi ini LEON. Huh, " Teriak Rachel dengan emosi sambil memukul kepala Leon.


"Aatttuuuh, itu sakit Rachel." Kata Leon.


"Tapi apa kalian sadar tentang itu.? Jika kalian menganggap Cristal itu adalah kekuatan kalian, kenapa Cristal itu tidak habis, atau berkurang.? Seperti Cristal putih yang ada pada tubuh kalian. Kenapa bentuknya tidak berubah.? Jika kalian menganggap Cristal itu adalah air, lalu dimana gelasnya.?" Kata Leon dengan serius.


"Heeee". Kata mereka bertiga. Lalu, beberapa detik.


"HAAAAAA." teriak mereka yang baru menyadari.


.

__ADS_1


.


__ADS_2