Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Tempat Terlarang


__ADS_3

[Kota Ame]


Perjalana Leon dan Pasukan Nizo akhirnya sampai di kota Ame. Semua penduduk disana menyambut mereka dengan sangat meriah.


Semua penduduk berbaris dipingir-pingir jalan, sambil memegang bendera kerajaan, menyambut pahlawan ibu kota yang berperang melawan Kerajaan Honzu.


Berita kemenangan pasukan Nizo sudah tersebar di seluruh pelosok kerajaan. Mereka adalah pahlawan perang saat ini, prestasi yang mereka raih adalah prestasi yang sangat besar.


Kabar ini membuat kerajaan Majaren semakin di waspadai oleh kerajaan-kerajaan lainnya.


Dari kabar burung itu, banyak pula kerajaan-kerajaan yang menginginkan kerja sama dengan Majaren. Hanya berselang 1 minggu saja. Sudah ada 6 kerajaan yang ingin bekerja sama di bidang militer.


Prestasi yang luar biasa ini, membuat seluruh rakyat kerajaan majaren sangat bangga. Selama 300 tahun lebih, kerajaan Majaren selalu di anggap lemah di bidang militernya.


Leon sangat senang dengan sambutan itu, ia selalu tersenyum dan menyapa mereka yang ada di pinggir jalan. Namun penduduk disana menghiraukannya.


Mereka selalu berteriak nama Elis berulang-ulang, dan memuji-muji Elis.


Wajah Leon mulai murung dan menunduk, dengan cepat rasa senang itu berubah. Dan Elis tersenyum kearah Leon yang ada di barisan belakang.


Sesampainya di kantor pusat wali kota. Para pahlawan itu di sambut oleh Wali kota bernama Tuan Deril yang sudah berdiri didepan gedung yang megah dan besar itu.


Tuan Deril pun mempersilahkan masuk pasukan Nizo. Namun sebelum masuk ke gedung wali kota. Mereka harus di periksa terlebih dahulu identitasnya. Itu adalah aturan kerjaan.


Semua prajurit Majaren memiliki tato sihir yang tak terlihat di tangan kirinya, sebagai bentuk identitas prajurit Majaren.


Satu persatu prajurit di periksa, sampai akhirnya, giliran Leon pun tiba. Seseorang yang tidak memiliki identitas prajurit, di anggap penyusup.


Saat tangan Leon di periksa, justru alat Sihir itu tidak bekerja. Berkali-kali di coba, malah tangan Leon mengeluarkan Aura kegelapan.


Sontak prajurit penjaga kota Ame, menodongkan tombak ke arah Leon. Dan Leon mengangkat kedua tangannya.


"Ada penyusup di pasukan Nizo" Kata salah satu penjaga.


Sontak saja, Semua prajurit Nizo pun menodongkan Pedang ke arah penjaga-penjaga itu.


"Turunkan tombak kalian, kalian tidak tau, siapa pahlawan disini yang sebenarnya". Kata salah satu prajurit Nizo.


Namun, aturan tetap harus di jalankan di kota ini. Tidak boleh ada yang melanggar, dan tidak boleh ada yang menolak.


Elis pun berteriak, "Berhenti. Turunkan pedang kalian."


Ia pun menjelaskan kepada Tuan Deril, bahwa Leon adalah salah satu dari pasukan Nizo.


Dan Leon adalah pasukan Khusus yang bekerja sebagai intel di dalam pasukan. Sudah sewajarnya ia tidak memiliki identitas sebagai prajurit.


Namun Wali kota disana sangat patuh dengan aturan. " Aku tidak tau kebenaran yang sebenarnya, apa Tuan Putri bisa menjelaskan asal usulnya, keluarganya, dan bahkan batas kekuatanya.?" Tanya wali kota kepada Elis.


Elis pun terkejut dan hanya terdiam seribu bahasa, dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Kalau Leon adalah orang yang ia temukan di atas laut. Sudah pasti pasukan penjaga itu akan menahan Leon.

__ADS_1


Dan tidak mungkin juga, Elis mengatakan kalau yang mengalahkan pasukan Honzu adalah Leon seorang diri. Itu bisa mencoreng nama baik pasukan Nizo, bahkan semua militer di kerajaan.


Memang, Leon adalah orang asing yang kebetulan membantu pasukan Nizo. Mereka juga tidak tau asal usulnya dari mana, siapa keluarganya, dan sampai mana batas kekuatannya.


Jika Elis tidak bisa menjelaskan dengan logika yang masuk akal di depan Deril, justru pasukan Nizo lah yang di anggap penghianat. Karena mencoba melindungi penyusup.


Elis pun berfikir keras untuk menjawab pertanyaan Tuan Deril itu. Ia pun terdiam sambil memejamkan mata. Semua orang yang ada disana, sedang menunggu jawaban Elis.


Dan Jawaban itu, akan menentukan nasib Leon atau pasukannya. Dua pilihan yang sangat berat. Membantu Leon, atau membantu pasukan Nizo yang sudah bertahun-tahun bersamanya.


Dalam hitungan detik, Leon pun meloncat ke atas langit. Dan bilang kepada Elis "Aku tau kau sedang binggung Elis, mungkin lebih baik aku pergi dari sini."


Leon pun menghilang dari udara, dan elis pun meneteskan air mata melihat Leon pergi begitu saja. Sambil menganggat tanganya ke atas. Seolah ingin menangkap Leon. "Tunggu, Leooon" Teriak Elis.


Tuan Deril pun berteriak, "Penyusup, cepat cari orang itu", pasukan penjaga pun bergerak mencarinya.


Semua pasukan Nizo pun mendekat ke Elis. "Komandan, leon. kenapa kau membiarkannya pergi.". Kata prajurit Nizo disana.


Elis hanya terdiam memandang langit. Dan Silvi memeluknya untuk menenangkannya.


.....


5 Hari paskah kepergian Leon dari kota Ame, pasukan Jendral David sampai di kota Ame. Mereka pun langsung menuju ke kantor Wali kota.


Disana terlihat pasukan Nizo sedang berkumpul dan berbisik-bisik. Mereka tidak tau kalau sang Jendral berada di belakang mereka.


Sontak silvi yang kebetulan disana menyambut Jendral David. "Jendral, Hormat kami pasukan Nizo. selamat datang di kota Ame". Sambil menundukkan kepalanya.


Silvi pun menjelaskan apa yang sudah terjadi 5 hari yang lalu. David pun mengaruk-garuk kepalanya. "Huh, laporanmu tidak lengkap, kamu juga harus menjelaskan apa yang sudah terjadi di pelabuhan Ame."


"Siap laksanakan Jendral. Namun, keadaan sekarang membuat kita semua panik". Kata Silvi.


"Huh, Baiklah, aku akan menyelesaikan ini". Kata jendral sambil menghela nafas.


Jendral David dan ajudannya pun pergi kedalam kantor Wali kota.


Di dalam ruangan sidang, terlihat Elis sedang di serang pertanyaan yang bertubi-tubi oleh pengacara wali kota.


Karena kasus Leon, seorang penyusup 5 hari yang lalu. Pihak wali kota sudah menerima informasi dengan detail mengenai identitas Leon yang sebenanya.


Mereka menganggap bahwa Leon adalah mata-mata dari kerajaan lain, yang menyusup ke wilayah Majaren. Dan kebetulan, tempat yang ia tuju sedang terjadi peperang.


Supaya identitasnya tidak di ketahui, ia pun ikut terlibat dalam peperangan itu. Dan mendapatkan kepercayaan dari pasukan Nizo.


Pihak Elis pun tidak bisa melawan, karena Elis tidak punya bukti kongkrit terkait identitas Leon. Ia hanya menganggapnya orang asing yang sangat bodoh dan sangat baik. Hati Elis di butakan oleh kebaikan Leon, meskipun ia tidak tau asal usulnya.


Dalam kondisi terdesak, pihak Elis benar-benar akan kalah dalam persidangan.


Tiba-tiba Jendral David dan ajudanya masuk ke ruangan sidang tanpa ijin. Semua orang yang ada di ruangan itu pun terkejut.

__ADS_1


"David, kenapa dia disini.?" kata Elis dalam hati.


Kepala sidang pun bicara "Jendral, ini adalah ruangan sidang, Anda tidak bisa masuk seenaknya sendiri, meskipun Anda adalah seorang Jendral".


"Saya tau yang mulia. Kami masuk kemari karena ada kepentingan dalam kasus ini. Saya memiliki bukti kongkrit mengenai identitas Leon, bahkan saya membawakan saksi" Kata jendral David.


"Apaa.?" teriak pengacara wali kota. Elis yang ada disana pun terkejut dengan perkataan David.


"Dari mana dia tau tentang Leon. Dan siapa saksi yang dia bawa?". Kata Elis dalam hati.


"Semuanya tenang". "Baiklah silahkan Jendral" Kata ketua sidang.


David mengatakan nama panjang Leon bernama Arju Leon, dari keluarga Arjun yang tinggal di pinggiran ibu kota. Data yang di bawa oleh Jendral David benar-benar masuk akal.


Dan seorang saksi yang di bawa David adalah kepala desa dari penduduk pelabuhan Ame. Ia bersaksi, bahwa Leon bukanlah penyusup, justru Leon adalah orang yang baik dan suka membantu.


Kepala desa itu memceritakan sikap, sifat, dan apa saja yang dilakukan saat masih di pelabuhan.


Situasi sidang saat itu, benar-benar terbalik. Wali kota yang awalnya mendominasi kemenangan, di lawan oleh Sang Jendral.


Sidang pun berjalan dengan lancar. Dan di menangkan oleh pihak Elis. Ia benar-benar sangat lega.


"Terimakasih David, kau datang tepat waktu." Kata Elis kepada David.


"Sudah sewajarnya aku membantu calon istriku." Kata David kepada Elis.


....


[Di dalam hutan]


Terlihat Leon sedang mengigil karena derasnya hujan. Ia sedang mencari tempat berteduh. Pakaian yang di kenakan, sudah sangat lusuh. Wajahnya yang muram karena belum makan selama 2 hari. Dan matanya yang bengkak karena kurang tidur.


Selama 5 hari ia tersesat di dalam hutan, dan tak tau harus kemana ia berjalan. Ia mencoba mencari makanan, namun buah-buahan disana sangat sedikit, bahkan hewan-hewan menghindari hutan itu.


"Aku yakin, aku berteleportasi ke jalanan pelabuhan Ame. kenapa aku disini.!" Kata Leon sambil mengigil.


"DIMANA AKU SEKARAAAAAAAAAAANG" Teriak Leon sampai burung-burung terbang ketakutan.


....


[Di tempat lain. Castle Taman Surga]


Terlihat bayangan sepasang mata, sedang menoleh kearah jendela di atas castle. Ia mendengar teriakan Leon yang tidak jauh dari tempatnya.


Dan Leon, terus berjalan mengikuti jalan setapak dan entah kemana tujuannya. Sampai ia menemukan Gerbang yang sangat besar. Gerbang itu seperti sudah di tinggalkan ratusan tahun. Tumbuhan di sekitarnya, sudah memenuhi gerbang itu.


Terlihat dari dalam gerbang, terdapat taman yang sangat-sangat luas berisi tanaman bunga berwarna-warni. Mungkin ada sekitar 100 jenis bungah di dalam disana.


Dan di belakang taman itu, terlihat castle megah yang sangat besar. Sepertinya tidak ada yang hidup disana.

__ADS_1


Leon pun melihat papan kayu yang terpasang di atas gerbang, tertulis Taman Surga.


...


__ADS_2