
[Castle Taman Surga]
Malam hari. Terlihat Aries sedang memasak makanan. Dan Kibo sedang berada di ruang keluarga.
"Aries." Kata Rachel dengan senyum bahagia.
"Ah, Rachel, sepertinya kau terlihat bahagia." Kata Aries sambil memasak.
"Tentu saja. Leon menyatakan cintanya padaku. Hm(tersenyum)." Kata Rachel dengan tersenyum sambil mengambil panci.
"Hoo. Lalu dari mana suara teriakan sepanjang malam itu, bahkan dari siang sampai malam lagi." Tanya Aries yang bercanda.
"Heeee. Eeh. Ituuu. Leon memelukku sangat kencang Aries. Aku kesakitan. Ehehe." Jawab Rachel dengan gugup, sambil mengambil bahan makanan.
"Haah, kalian semangat sekali melakukannya, sampai lupa waktu." Kata Aries yang mengoda Rachel.
"Eeeeeh. Kami tidak melakukan apapun Aries. Tidak melakukan apapun. ehehe." Kata Rachel dengan muka memerah.
"Hmmm. Benarkah.? Kau sangat mencurigakan." Kata Aries yang mengoda.
"Ehehehe." Suara Rachel yang kebingungan. Sambil memasak.
"Tidak apa-apa Rachel. Aku sudah tau." Kata Aries serius.
"Heee, benarkah.?" Kata Rachel yang terkejut, dengan muka memerah.
"Haaah, apa kau senang sekarang.? Setelah ini banyak pekerjaan yang harus di selesaikan, kau adalah pemimpin Gionova Rachel. Jangan cuma memikirkan Leon." Kata Aries dengan serius.
"Heee. Aa, aaku tau itu Aries. Kau tenang saja." Kata Rachel dengan gugup.
"haaah." suara Aries menghela nafas.
.....
Diruang keluarga. Terlihat Leon yang berjalan sempoyongan, sambil mengerang-ngerang.
"Leon. Apa kau baik-baik saja.?" Tanya Kibo yang terkejut.
"Ah, Kibo. Biarkan aku duduk disana." Kata Leon sambil melemparkan tubuhnya sendiri.
"Haaaaaah." Suara nafas Leon yang lega.
"Apa kau sudah baikan dengannya Leon.?" Tanya Kibo penasaran.
"Kita sudah baikan Kibo. Sampai lututku kehabisan pelumas." Kata Leon yang masih lemas.
"Apa masudmu Leon.?" Tanya Kibo yang tidak mengerti.
"Haah (menghela nafas). Sebaiknya kau tidak perlu tau. Apa ada informasi Kibo.?" Tanya Leon kembali.
"Ah, Aku sudah mendapatkan 7 Jendral rekomendasi. Dan itu akan di ambil 5 orang saja. lalu Aries, sudah mendapatkan 5 Jendral sisanya." Kata Kibo serius.
"Bisakah kau menyeleksinya sendiri Kibo. Aku akan membuat struktur baru, aku mendapatkan ide saat dikamar bersama Rachel. Sepertinya kita harus merombak ulang pasukan Gionova." Kata Leon dengan serius.
"Haaa. Apa yang kau lakukan dengan Rachel Leon.? Sampai kau mendapatkan ide.?" Tanya Kibo dengan muka memerah.
"Ahaha. Aku sedang berdiskusi dengannya Kibo." Kata Leon yang malu.
__ADS_1
"Hoo, apa kalian berdebat Leon.? Aku mendengar teriakan sepanjang malam. Bahkan siang tadi sampai malam ini." Kata Kibo yang masih tidak mengerti.
"Heee. Ah. Itu benar, kami sedang berdebat Kibo. Bahkan aku masih bisa berfikir saat berdebat. Hehe." Kata Leon yang menyembunyikan.
"Apa sebaiknya kita membasas masalah ini bersama yang lain.?." Kata Kibo serius.
"Tentu saja Kibo. Tapi aku sangat lapar. Aku masih menunggu masakan Rachel." Kata Leon dengan santai.
"Apa kau tidak makan didalam Kamar Leon.?" Tanya Kibo penasaran.
"Ah, aku sempat makan makanan yang kau bawakan itu, saat aku dan Rachel sedang berdebat." Kata Leon dengan gugup.
"Aku tidak tau apa yang kau lakukan didalam sana Leon. Tapi semoga kau masih bisa berfikir." Kata Kibo dengan serius.
"Aku sudah memikirkanya Kibo. Kita juga masih menunggu pembangunan markas Royal Unity. Itu akan menjadi pusat militer di tiga benua. Bahkan di seluruh dunia." Kata Leon dengan serius.
"Lalu, apa penugasan di wilayah utara di batalkan.? Kami sedang menunggu perintahmu" Tanya Kibo serius.
"Tugas itu masih tetap berjalan Kibo. Kita akan mengurus pasukan Gionova terlebih dulu. Apa kau sudah mengirimkan Jendralmu kesini.?" Tanya Leon serius.
"Mereka semua sudah berkumpul di pelabuhan bersama para komandanya, bahkan pasukan Aries juga sudah disana." Kata Kibo serius.
"Sebaiknya kau kirimkan surat perintah sekarang. Suruh mereka semua kesini secepatnya. Kita tidak ada waktu Kibo. Aku hanya ingin perang ini cepat selesai." Kata Leon dengan sangat serius.
"Ah, baiklah Leon. Aku akan mengirimkannya sekarang." Kata Kibo serius.
"Kibo. Kirimkan surat juga kepada para Panglima di benteng selatan. Lalu, 10 panglima rekomendasi kalian, 36 komandan. Dan 216 orang terpilih. Suruh mereka semua bergerak kesini dengan cepat." Kata Leon dengan sangat serius
"Baiklah. Akan aku kirimkan semua." Kata Kibo sambul membuat surat perintah.
"Leoon. Hihi." Kata Rachel tersenyum kepada Leon.
"Ah, Racheeel.." Kata Leon dengan gugup.
"Ekmmm." Suara Aries sambil memejamkan mata.
"ini makananmu Leon. Silahkan dimakan." Kata Rachel tersenyum. Sambil duduk disebelah Leon.
"Terimakasih Rachel." Kata Leon sambil mengelus punggung Rachel yang duduk disebelahnya.
"Apa kau sudah bisa berfikir Leon.?" Tanya Aries yang duduk disebelah Kibo.
"Aku akan membahas beberapa hal penting bersama kalian setelah ini." Kata Leon sambil makan dengan lahap.
"Ah, sebaiknya kau makan dulu. Sepertinya kau kelaparan." Kata Aries dengan tatapan kosong. Bahkan Rachel pun makan dengan sangat banyak disana.
Setelah mereka makan bersama, Leon membuka diskusi dengan tatapan yang berbeda. Ia benar-benar sangat serius. Lebih serius dari Sang Maharaja yang dikenal.
"Aku punya tujuan sekarang. Aku tidak main-main dengan ini. Kita akan melakukanya dengan serius. Kita kerjakan dengan cepat tanpa ada kesalahan." Kata Leon dengan serius.
"Kau terlihat sangat berbeda Leon, setelah kau keluar dari kamar itu." Kata Aries bercanda.
"Ah, aku akan melakukanya dengan serius." Kata Leon serius.
"Lalu, apa rencamu.?" Tanya Aries penasaran.
"Rachel, apa kau sudah menerima surat balasan dari kerajaan Porsa.?" Tanya Leon serius.
__ADS_1
"Aku sudah menerimanya semalam Leon, apa kau tidak ingat.?" Kata Rachel serius.
"Ah, waktu itu yaa." Kata Leon dalam hati dengan malu.
"Mereka bersedia bergabung dengan kita Leon. Aku sudah memberikan kompensasi untuk kerugian perang kepada mereka. Dan mengirimkan beberapa dokumen persetujuan perserikatan. Mereka juga bersedia membantu dalam sektor perlengkapan perang, transportasi, dan puluhan ribu kuda. Tapi mereka tidak bisa membantu mengirimkan prajurit." Kata Rachel serius.
"Eeh. Dia melakukan tugasnya saat berdebat denganku." Kata Leon dalam hati sambil menagaruk kepalanya.
"Kau hebat Rachel. Kau menyelesaikannya dengan baik. Itu bantuan yang berguna. Sepertinya Louktus tidak tinggal diam, mereka pasti menyerang kesana. Kita harus cepat." Kata Leon serius.
"Hem." Suara Rachel serius sambil menganggukkan kepala.
"Kita ada perubahan struktur untuk pasukan Gionova. Pemimpin tertinggi bersama tangan kiri dan kanan, masih sama. Lalu, kalian membutuhkan 12 Panglima perang yang memimpin 36 Jendral. Dan 216 Komandan di bawah perintah Jendral. Setiap satu komandan membawahi 45rb prajurit. dan kita butuh sekitar 10jt prajurit. Tiga benua ini sangat luas. Pasukan akan di tugaskan di seluruh penjuru benua. Satu komandan dan 45rb prajurit dengan kekuatan Gaia, itu sudah cukup untuk melawan beberapa pasukan Louktus." Kata Leon serius.
"Kau benar-benar sangat serius Leon. Kau lebih jenius dari sebelumnya. Apa karena Rachel.?" Kata Aries dengan tersenyum.
"Tentu saja ini semua aku lakukan untuk Rachel. Dan untuk kalian. Lalu, untuk semua orang di dunia ini." Kata Leon serius.
"Hmm. Sifatmu masih sama Leon, hanya cara berfikirmu yang berbeda." Kata Aries tersenyum kecil.
"Aku merasa bisa berfikir luas. Lalu, jika pasukan Gionova sudah terbentuk seluruhnya. Apa kalian bisa memimpin mereka.?" Tanya Leon dengan serius.
"Em. Aku akan melakukannya Leon." Kata Rachel dengan serius.
"Tentu saja aku akan melaksanakan perintah." Kata Aries tersenyum.
"Aku hanya mengikuti perintah Leon." Kata Kibo serius.
"Bagus. Markas sementara untuk para Panglima dan Jendralnya ada di Castle Taman Surga. Mereka bisa mengunakan ruangan lantai 1 dan 2. Kita akan bergerak untuk menguasi benua Trolin dengan cepat. Apa sudah jelas untuk perintah saat ini.?" Kata Leon dengan tatapan tajam.
"Aaah. Ituu. Kau benar-benar memikirnya Leon. Itu sangat jelas sekali." Kata Aries dengan terkejut.
"Aku sudah mengerti Leon." Kata Kibo serius
"Lalu, untuk merekrut semua prajurit yang dibutuhkan, selesaikan dalam waktu 1 minggu. Dan setelah itu, kirimkan pasukan ke wilayah utara Majaren. Sepertinya kalian harus tetap disini sebagai pemimpin." Kata Leon dengan serius.
"Posisi kita saat ini, masih bertahan. Kita masih belum menyerang wilayah mereka. Kita harus mempertahankan wilayah milik Paradicone untuk sementara. Dan yang mengetahui titik rawan perang adalah kalian. Analisa di setiap penjuru benua, mana yang rawan perang, dan mana yang aman. Lakukan sekarang." Kata Leon serius
"HA. LAKSANAKAN PERINTAH MAHARAJA." Kata Paradicone sambil berdiri.
Lalu, Aries dan Kibo mengirimkan surat perintah langsung kepada semua kerajaan bawahan, untuk mengumpulkan semua prajurit satuan, dalam 1 minggu.
Dan Rachel, menganalisa setiap pergerakan Louktus yang ada di tiga benua. Rachel bersama Aries dan Kibo, mengambar beberapa titik yang rawan perang, dan wilayah yang aman.
Leon hanya melihat mereka semua. "Mereka sudah berjuang dengan keras. Semoga kita bisa hidup tenang setelah ini." Kata Leon dalam hati sambil melihat Rachel yang sibuk.
"Ah, dia sangat cantik sekali." Kata Leon dalam hati dengan wajah memerah sambil melihat Rachel tanpa berkedip.
Lalu, berselang 1 hari dari saat perintah itu di jalankan. Panglima perang, Jendral, dan komandan Gionova sampai di Castle Taman Surga.
Mereka semua berkumpul di ruang tahta lantai 1, sedang menunggu para pemimpin tertinggi Gionova.
.
.
[Season 2 Selesai]
__ADS_1