Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Leon VS Kaisar Naga


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Terlihat, Rachel sedang tiduran di kamarnya. Ia tidak bisa tidur dan melihat keluar jendela.


"Ini sudah tengah malam. Tapi Leon masih belum menjengukku. Kau pergi kemana Leon.? Apa jangan-jangan dia selingkuh diluar sana. Aaah. Pikiranku sangat kacau." Kata Rachel dalam hati.


.....


[Diatas tebing gunung]


"Haaatciiuuuuh. Aaaah." Suara Leon bersin.


"Apa kau demam Leon.? Kau terlihat tidak enak badan." Tanya Kibo.


"Tidak Kibo. Mungkin karena banyak debu disekitar sini." Jawab Leon.


"Apa selama ini kau merasakan penderitaan itu Leon.?" Tanya Kibo.


"Ah, itu benar Kibo. Aku juga bisa merasakan ketakutan dari orang-orang yang akan mati. Perasaanku sangat sakit sekali, dan aku selalu menangis saat merasakan itu. Seperti aku sendiri yang akan mati." Kata Leon dengan merenung.


"Kenapa aku hanya bisa mendengarkan mereka saja Leon. Aku tidak bisa merasakan hati orang lain. Apa itu berbeda denganmu.?" Tanya Kibo.


"Iya, Itu berbeda Kibo. Aku bisa merasakan semua jenis energi alam didunia ini. Tentu saja, dampaknya juga sangat besar padaku." Jawab Leon.


"Aku tidak bisa membayangkannya. Bagaimana kau bisa menahan itu semua Leon.?" Tanya Kibo


"Sebenarnya aku tidak tahan dengan semua ini. Bahkan aku ingin mati menyusul mereka. Tapi saat kejadian di benteng selatan. Rachel datang memelukku dengan erat. Perasaan itu tiba-tiba hilang. dan aku merasa sangat nyaman di pelukannya." Kata Leon merenung.


.....


[Castle Taman Surga]


"Haaaattciuuuh. Aaaah. Sebaiknya aku istirahat dulu. Mungkin besok pagi Leon sudah kembali. Aku akan memarahinya nanti. Lihat saja." Kata Rachel dalam hati. Lalu ia pun tertidur.


.....


[Diatas tebing gunung]


"Apa kau sudah yakin pergi meninggalkannya, bahkan setelah ini tidak ada yang bisa menenangkanmu." Kata Kibo.


"Aku merasa tidak ingin meninggalkannya Kibo, tapi penderitaan itu terus aku rasakan. Bahkan saat aku memutuskan untuk pergi, aku memikirkannya dengan sangat keras, dan aku sudah tidak punya pilihan lain selain pergi berperang." Kata Leon yang murung.


"Emm. Semoga perang ini cepat selesai Leon." Kata Kibo.


"Aku harap begitu. Tapi sekarang, kau sudah bisa mengalahkan Abraham seorang diri Kibo. Bahkan mungkin 3 Nine Core sekaligus." Kata Leon.


"Aku juga merasakan itu. Tapi bagaimana jika energi yang ada di pedang ini habis Leon.?" Tanya Kibo.


"Ah. Aku lupa. Kau harus mengisinya dengan energi alam disekitarmu Kibo. Lihatlah ini." Kata Leon sambil mengeluarkan pedangnya.


Leon menunjukkan kepada Kibo, cara mengisi energi alam kedalam sebuah senjata. Terlihat cahaya berwarna-warni masuk kedalam pedang Leon, lalu pedang itu bersinar cukup terang.


"Apa kau melihatnya Kibo.?" Tanya Leon.


"Itu seperti yang kau lakukan di benteng selatang Leon. Hanya saja tempatnya berbeda." Jawab Kibo.


"Ini sama saja Kibo. Yang ada dijantungku adalah Cristal putih. Dan pedang ini juga Cristal putih. Bahkan kau sekarang sudah bisa mengisi energi alam didalam tubuhmu. Rasakan energi alam disekitarmu, lalu cobalah untuk menarik energi ini." Kata Leon.


"Ah, akan ku coba." Kata Kibo.


Lalu, cahaya biru masuk kedalam tubuh Kibo. Dan tubuhnya bersinar cukup terang.


"Aaah. Aku berhasil Leon. Aku bisa merasakannya. Ini benar-benar sangat menakjubkan. Bahkan aku merasa bisa mengeluarkan 50 naga sekaligus." Kata Kibo sangat senang.

__ADS_1


"Bagus Kibo. Tapi jangan gunakan energi dari dalam tubuhmu. Gunakan itu dalam keadaan darurat, seperti memberikan energi pada orang lain yang sekarat, atau memberikan efek penyembuhan. Itu akan sangat berguna saat dalam kondisi mendesak, jadi kau tidak perlu mengisinya dulu." Kata Leon.


"Apa itu yang kau lakukan saat menyembuhkan kami Leon.?" Tanya Kibo.


"Itu benar Kibo, saat aku bertarung, aku mengunakan energi dari pedangku. Aku bisa membentuk ratusan pedang malaikat yang sangat besar hanya dari energi itu. Dan aku hanya mengunakan 10% energi yang ada di jantungku untuk membentuk jutaan tombak di langit." Kata Leon.


"Haaaa. Gleg. Itu sangat mengejutkanku Leon. Apa aku juga bisa melakukan itu.?" Tanya Kibo.


"Tentu saja kau bisa melakukannya. Apa kau mau mencoba membentuk tombak petir di atas langit.?" Kata Leon tersenyum.


"Bagaimana caranya Leon.?" Tanya Kibo.


"Kau hanya membayangkannya saja Kibo. Dan bentuklah energi yang ada di pedangmu itu menjadi tombak petir. Cobalah sekarang, kau tidak bisa paham hanya dengan teori, kau harus melakukannya." Kata Leon.


"Baiklah, aku akan mencobanya." Kata Kibo.


Kibo pun terbang ke atas langit. Dan ia mengisi energi alam kedalam senjata sucinya. Lalu ia mengangkat pedangnya itu kearah langit.


Awan-awan mulai berkumpul dengan sangat cepat diatasnya. Dan ratusan pecahan petir menyambar dari pedang milik Kibo ke atas awan.


Lalu. Keluarlah puluhan ribu tombak petir berukuran cukup besar dari balik awan-awan itu. Semua prajurit Gionova tercengang melihatnya.


"Apa ituu.?" Kata Xerone yang tercengang melihat keatas langit.


"Kekuatannya jauh lebih besar dari Panglima Louktus tempo lalu." Kata Dion yang melihat ke atas langit.


"Apa tombak itu akan di jatuhkan ke atas gunung.?" Tanya Xerone.


"Gunung itu akan hancur Xerone." Jawab Dion.


.....


Lalu, diatas langit


....


"Oe Kibo, hancurkan tombak itu. Jangan di jatuhkan ke bawah. Gunung itu bisa hilang." Kata Leon


"Heee. Bagaimana caranya menghancurkannya Leon.?" Tanya Kibo kebingungan.


"Haaah, kau bahkan tidak bisa mengahancurkannya." Kata Leon yang mulai terbang.


Lalu. Ratusan pedang malaikat yang sangat besar keluar dari belakang Leon.


"HAAAAAAA. Apa kau akan menyerangku Leon.?" Kata Kibo terkejut.


"Sepertinya kau butuh sparing dengan kekuatan barumu itu. Hehehe." Kata Leon tersenyum.


"Jangan Leon, hentikan. TIDAAAAAAK. AKU AKAN MATIIIIIII." Teriak Kibo ketakutan.


Lalu. Pedang malaikat itu pun mengarah ke atas dan melesat sangat cepat menghantam puluhan ribu tombak petir milik Kibo.


DROEMM. BLAAAARRRR. Suara hantaman pedang maliakat dengan tombak petir. Semua tombak petir itu pun retak dan hancur di atas udara. Namun, itu hanya puluhan pedang malaikat yang di kerahkan Leon.


"Aaaah. Sepertinya aku benar-benar akan mati disini." Kata Kibo sambil mengeluarkan aura petir dari tubuhnya.


"Hehehehe. Kita mulai Kiboooo." Kata Leon. Ia pun menghilang dari tempatnya dan menyerang Kibo dengan pedangnya.


"Haa." Suara Kibo terkejut.


KLANG. Suara hantaman pedang Kibo. "Hehehe. Kau bisa menahannya Kibo. Kerahkan semua kekuatanmu. Aku akan melawanmu dengan serius." Kata Leon.


"Hentikan Leon, apa kau akan membunuhku.?" Kata Kibo ketakutan.

__ADS_1


"Hehehehe." Suara tertawa Leon. Ia pun menyerang Kibo bertubi-tubi.


KLANG, BLARRR, DOOM. BRAAR. Suara pertarungan mereka di atas langit.


"Aaa, aaa." Suara Xerone tercengang melihat pertarungan Leon dan Kibo.


"Glegg. Aaah." Suara Dion dengan tegang, bahkan tubuhnya mulai gemetar.


.....


Diatas langit


DOOM, BRARRR. KLANG KLANG KLANG. BLAAAAR. Suara pertarungan.


Leon dan Kibo bertarung dengan sengit di atas langit. Bahkan pergerakan mereka tidak bisa dilihat oleh mata telanjang. Hanya percikan petir dan aura kegelapan yang terlihat bergerak dengan sangat cepat.


"UUh." Suara Kibo yang terkena goresan dari pedang Leon.


"Kau harus mengunakan energi dalammu untuk menyembuhkan luka itu Kibo." Kata Leon sambil bertarung.


"ARRRg. Uhuook." Suara Kibo yang di tendang oleh Leon di perutnya. Kibo pun terpental jatuh ke bawah dengan kecepatan tinggi.


DREDOOOMM. Suara hantaman tubuh Kibo.


"Haah, haah, dia sangat kuat. Saangat kuat sekali." Kata Kibo sambil melihat Leon yang bergerak kearahnya.


"Gunakan senjatamu itu Kibo. Berfikirlah saat bertarung." Kata Leon yang melesat ke arah Kibo.


"Haa." Suara Kibo terkejut.


BREDOOM. Suara hantaman pedang Kibo. Ia sedang menahan serangan dari pedang Leon.


"HOOAAAAAAAAAAA." Teriakan Kibo yang mendorong pedang Leon.


Lalu, senjata suci milik Kibo bersinar dan mengeluarkan aura petir yang bergerak mendorong pedang Leon.


"Hehehe. Benar. Seperti itu Kibo. Tapi itu belum cukup untuk melawanku. Berfikirlah Kibo. Akan aku tunjukan padamu." Kata Leon. Tersenyum.


Dorongan dari pedang Leon, membuat tanah yang di pijak Kibo retak sangat besar. Bahkan gunung di belakangnya mulai longsor separuh.


"HOOAAAAAAA." Teriakan Kibo yang mengeluarkan energinya bermasaan dengan mengisi energi baru kedalam pedangnya.


Leon pun menghindari serangan Kibo itu, dan melayang ke atas langit.


Tiba-tiba. Puluhan pedang malaikat melesat kearah Kibo. "Apaaa.?" Kata Kibo terkejut.


DROOOMMRRRR. Suara hantaman pedang malaikat yang jatuh tepat kearah Kibo. Bahkan gunung di belakangnya hancur berkeping-keping.


"Haaah, haah, haaah." Suara Kibo terengah-engah dengan tubuh yang sudah terbaring. Seluruh badannya penuh luka dan berlumuran darah. "Uhhuoouk." Suara Kibo memuntahkan darah. Bahkan ia hampir telanjang karena pakaiannya sudah tersobek-sobek.


"Heem. Kibo, gunakan energi dalammu untuk memproteksi diri. Dan sembuhkan lukamu sambil bertarung."Kata Leon.


"HAAAAAAAA." Suara Kibo sangat marah. Tubuhnya bersinar terisi energi lagi, bahkan lukanya perlahan sembuh. Matanya di penuhi aura petir. Lalu, ia pun melesat kearah Leon.


"Haaah, kenapa dia jadi marah begitu." Kata Leon kebingungan.


KLANG, BRAAARMM, DOOOM. BLAAR KLANG KLANG. Suara pertarung mereka berdua di atas langit dengan sanagt sengit dan itu berlangsung cukup lama.


Leon sengaja menguras energinya, dan bertarung lebih lama. Ia ingin melihat kekuatan baru Kibo, apa dia benar-benar sudah menguasai energi alam ini atau belum.


.


.

__ADS_1


__ADS_2