
[Benteng Selatan Forlsa]
Ditenda Panglima. Terlihat Leon bersama Kibo sedang membahas rencana penyerang pertama ke beberapa kerajaan di benua Trolin.
"Kibo, sepertinya kita harus berpencar. Disini ada tiga kerajaan perbatasan milik Louktus dari Forlsa. Dan satu kerajaan di perbatasan Porsa. Pergilah ke satu perbatasan ini bersama Dion." Kata Leon.
"Ah, baiklah. Apa kami akan berangkat sekarang.?" Tanya Kibo.
"Em. pergilah setelah kita membahas ini Kibo. Aku sedang memikirkan sesuatu." Kata Leon sambil berfikir keras.
"Leon. Dari beberapa laporan, pasukan utama Louktus ada di kerajaan Neverley. Jika kita menyerang perbatasan di Porsa, dan perbatasan Cimoren, kita bisa mengepung mereka." Kata Kibo sambil menunjuk ke arah peta.
"Tidak hanya kekuatanmu yang semakin kuat, tapi otakmu juga semakin pintar Kibo." Kata Leon tersenyum.
"Ehehe. Aku hanya punya beberapa pengalaman berperang dengan Louktus. Mereka selalu menempatkan pasukan utamannya di beberapa kerajaan. Dan mereka selalu menyerang dengan mengepung." Kata Kibo.
"Heem. Kau meniru cara mereka Kibo. Jika kita mengempur kerjaan Cimoren, masih ada dua kerajaan disebelahnya. Ini sama saja kita bunuh diri, dan masuk ke perangkap mereka." Kata Leon sambil berfikir.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan. Apa kita butuh pasukan tambahan Leon.?" Tanya Kibo.
"Tidak Kibo. Kita akan melakukan sesuai saranmu. Neverley harus di kepung, aku yakin mereka sedang bersiap-siap menunggu kita disana. Pergilah ke barat Porsa. Aku dan Xerone akan menyerang tiga kerajaan termasuk Cimoren. Setelah kerajaan itu ditaklukan, aku akan mengirim surat padamu, kapan dan dimana kita akan mengepung Nerverley." Kata Leon.
"Apa kau bisa menyelesaikan tepat waktu Leon.? Kita hanya punya waktu sekitar 1 bulan, sebelum Louktus mengirimkan jutaan prajuritnya ke Neverley." Kata Kibo.
"Emm. Kau benar Kibo, ini sedikit sulit. Kita juga tidak bisa mengirimkan surat perdamaian kepada mereka. 20 kerajaan dibenua Trolin sudah dalam posisi perang bersama kita. Salah satu cara adalah kita harus mengempur benteng mereka semua. Tapi ini membutuhkan waktu sekitar 2 bulan hanya untuk mengempur 4 kerajaan sekaligus." Kata Leon berfikir.
"Kita benar-benar butuh pasukan lebih banyak Leon. Kenapa kau hanya membawa 400rb prajurit Gionova di garis depan.?" Tanya Kibo.
"Aku tidak ingin nelibatkan banyak orang di perang ini Kibo. 400rb prajurit dengan kekuatan gaia, sudah cukup melawan mereka semua. Yang jadi penghalang adalah Panglima Louktus. Aku tidak tau mereka akan bergerak kemana.?" Kata Leon berfikir.
"Sepertinya mereka ada di Neverley Leon. Mungkin disana ada Winsol. Dia masih belum terlihat diwilayah ini. Dan Panglima lainnya, tidak akan berani menyerang kita secara langsung." Kata Kibo.
"Hem. Aku sudah bilang padamu Kibo. Aku sudah memberikan deklarasi perang kepada mereka. Sudah jelas para Panglima mereka akan turun tangan. Meskipun mereka kalah berkali-kali, mereka akan tetap maju. Kecuali Neswara, dia masih belum menunjukkan dirinya didepanku." kata Leon.
"Baiklah, aku akan ikuti rencanamu Leon. Apapun itu, akan aku lakukan." Kata Kibo serius.
"Sepertinya aku akan merombak ulang rencana kita. Tiga kerajaan ini, aku akan membaginya. Kerajaan di wilayah timur Forlsa akan di gempur oleh Jendral Cena bersama 3 komandannya. Dan Kerajaan di selatan Forlsa akan di gempur oleh Panglima Xerone bersama 3 komandannya. Kita berdua akan pergi ke Cimoren. Lalu Panglima Dion, akan pergi ke perbatasan barat Porsa. Kita lakukan pengempuran ini selama 1 bulan, dan paling lambat 2 bulan. lalu, kita akan mengepung Neverley." Kata Leon.
"Em, baiklah. Aku akan memanggil mereka kesini." Kata Kibo.
.....
Strategi militer pun sudah di rencanakan. Mereka akan menyerang 4 kerajaan sekaligus dalam waktu 1 bulan. Lalu, Xerone, Dion, dan Cena menghadap didepan Leon.
__ADS_1
"HA. KAMI MENGHADAP KEPADA PEMIMPIN." kata mereka bertiga sambil berlutut.
"Ha. Kita langsung saja membahas penyerangan ini. Kami sudah memutuskan strategi untuk penyerangan. Kita akan pergi menyerang ke 4 kerjaan sekaligus. Aku akan membuat surat perintah kepada kalian. Surat perintah yang akan aku kirimkan hanya bisa di buka oleh penerimanya saja." Kata Leon serius.
"Kalian harus siap untuk penyerangan pertama ini. Mungkin penyerangan ini tidak pernah dilakukan selama ribuan tahun. Dan kita tidak bisa bernegosiasi lagi dengan beberapa kerajaan. Cara satu-satunya adalah menyerang mereka semua. Kalian diijinkan untuk membunuh prajurit Louktus sebanyak mungkin, tapi jangan membunuh warga sipil." Kata Leon serius
"Ha. Laksanakan Perintah." Kata mereka bertiga.
"Baiklah, Dion, bawalah semua pasukanmu ke perbatasan barat Porsa. Gempur kerajaan di wilayah barat Porsa, dan kuasai kerajaan itu. perjalanan kesana sangat lama Dion. Waktumu hanya 1-2 bulan, kau harus menguasai kerajaan itu. Apa sudah jelas.?" Kata Leon.
"Ha. Laksanakan perintah." Kata Dion.
"Pergilah sekarang, kita tidak punya waktu disini. Jangan lupa, kuasai juga jalur suplay, kalian membutuhkan itu." Kata Leon.
"Ha. Laksanakan perintah. Saya akan melakukan tugas ini sebaik mungkin." Kata Dion. Dan ia pun menghilang dari tempatnya.
"Lalu, Xerone. Bawalah 3 komandanmu, dan gempur kerajaan di wilayah timur Forlsa. Kuasai kerajaan itu secepat mungkin. Lalu pergilah ke kekerajaan wilayah selatan. Lalu Cena, bawalah 3 komandamu, dan kuasai kerajaan di wilayah selatan Forlsa. Kalian berdua bisa bertemu disana setelah Xerone menyelesaikan tugasnya. Lalu setelah itu, kalian pergilah ke kerajaan Cimoren. Aku dan Kaisar Naga akan menunggu kalian disana." Perintah Leon.
"Ha. Laksanakan perintah." Kata Xerone dan Cena.
"Waktu kalian hanya 1 bulan untuk sampai di kerajaan Cimoren. Lakukan secepat mungkin. Kita masih ada 16 kerajaan lainnya yang harus di gempur. Aku tidak mau membuang-buang waktu. Lakukan sekarang." Perintah Leon.
"Ha. Laksanakan perintah." Kata Xerone dan Cena. Merekapun menghilang dari tempatnya.
.....
.....
Diluar tenda Panglima.
"Cepat, bariskan pasukan. Kita harus berangkat sekarang." Kata Xerone sambil menungangi kuda.
"Xerone, kita akan berpisah disini. Semoga berhasil dalam tugas ini. Aku berangkat dulu." Kata Dion. Lalu, ia berangkat bersama pasukannya.
"Ah. Semoga kau juga berhasil dalam tugas ini Dion." Kata Xerone.
.....
"Aku akan berangkat sekarang Panglima. Aku sudah tidak sabar mengempur mereka." Kata Cena yang sudah membariskan pasukannya.
"Cena, aku akan menyusulmu dengan cepat kesana. Segera laporkan padaku jika terjadi sesuatu." Kata Xerone.
"Ha. Laksanakan Panglima. Sampai bertemu lagi." Kata Cena yang langsung berangkat bersama pasukannya.
__ADS_1
"Ah, hati-hati Cena." Kata Xerone.
"Semoga kalian tidak bertemu dengan salah satu Panglima Louktus." Kata Xerone dalam hati.
....
"Kita berangkat dengan kecepatan penuh." Kata Xerone kepada para komandannya. Mereka pun berangkat dengan sangat cepat menungani kuda.
....
Ditenda Panglima.
"Apa mereka bisa tepat waktu Leon.?" Tanya Kibo.
"Aku sendiri ingin tau. Mereka sangat bersemangat sekali. Lalu, bantuan puluhan ribu kuda dari Forlsa sangat berguna saat ini. Mereka pasti datang tepat waktu." Jawab Leon.
"Kapan kita akan berangkat ke Cimoren.?" Tanya Kibo.
"Sekarang kita berangkat Kibo. Kita akan melumpuhkan ratusan ribu orang. Kau harus bersiap-siap." Kata Leon sambil berdiri dari kursinya.
"Aku akan menahannya disana Leon." Kata Kibo.
"Kibo. Kita bisa bertarung tanpa membunuh mereka. Lumpuhkan saja mereka, itu yang aku maksud dengan waktu 1 minggu. Mungkin kita hanya butuh waktu 1 hari untuk sampai disana dengan terbang." Kata Leon.
"Ah. Jadi itu yang kau maksud dengan melumpuhkan. itu ide yang bagus Leon. Kita masih butuh pemanasan untuk 16 kerajaan sisanya." Kata Kibo.
"Biarkan pasukan garis depan yang membunuh mereka semua. Aku tidak mau kau pinsan melihat ratusan ribu orang mati terbunuh. Itu sangat menyakitkan Kibo." Kata Leon.
"Baiklah. Perjalanan kita masih panjang Leon." Kata Kibo.
"Mari kita berangkat." Kata Leon. Lalu, mereka pun menghilang dan terbang menuju perbatasan kerajaan Cimoren.
.....
[Castle Taman Surga]
Terlihat Rachel sedang menyendiri di dalam kamarnya. Dan Aries sedang merenung di ruang keluarga.
"Leoon. Cepatlah kembali kesini. Aku sudah merindukanmu." Kata Rachel dengan sedih sambil memeluk bantal di tempat tidurnya.
.
.
__ADS_1