
[Istana Kerajaan Cimoren]
Terlihat Leon dan Kibo yang masih di kepung oleh puluhan prajurit kerajaan Cimoren. Mereka berdua bahkan hanya terdiam ditemlatnya tak bergerak sama sekali.
"Cepat tunjukan identitasmu, atau aku akan membunuhmu disini." Kata Ernes dengan serius.
"Kau sedang mengancam kami Nona. Apa perlu kami juga mengancam kalian semua.?" Kata Leon.
"HAAA, Apa yang kau bilang.? Brengsek." Kata Ernes dengan marah. Lalu, ia pun menghilang dan tiba-tiba berada di depan Leon.
"Tidaak. ERNEEEEEEEES." Teriak Jendral yang berada di luar balkon istana.
.....
Pedang Ernes pun dipegang oleh Leon dengan mudah.
"Apaa.?" Suara Ernes terkejut. Lalu, pedang miliknya itu pun retak dan pecah ditangan Leon. Ernes pun terjatuh kebawah tanah.
"Kau tidak bisa melawannya hanya dengan sebuah pedang Nona." Kata Kibo sambil mengeluarkan aura petir di matanya.
Tiba-tiba puluhan ribu tombak petir berwarna biru keluar dari atas langit.
"Aa, aaa." Suara Raja Philip dengan sangat ketakutan sambil melihat keatas langit.
"Glegg. Apa itu.?" Aku tidak salah melihatnya kan.?" Aaaaah." Tidak mungkin." Kata semua prajurit disana dengan tercengang sambil melihat keatas langit.
"Haaaa. Ituu." Kata Ernes yang tercengang melihat puluhan tombak petir diatasnya. Lalu, dia melihat kearah Leon dengan sangat ketakutan.
"Sudah aku bilang Kibo. Jangan mengeluarkan tombakmu lagi, kau tidak bisa membakarnya." Kata Leon sambil menghampiri Ernes.
....
"Haaaa. Glegg. Tidak, tidak, jangan mendekat." Kata Ernes dengan sangat ketakutan sambil merangkak menjauh dari Leon.
"Nona, mungkin itu adalah ancaman dari kami. Mungkin temanku itu akan menjatuhkan tombaknya kebawah sini." Kata Leon sambil berjalan kearah Ernes.
"Aa, aa." Suara Ernes dengan sangat ketakutan, bahkan tubuhnya gemetar cukup kencang.
Semua prajurit disana pun menjatuhkan senjatanya satu persatu tanpa disengaja. Lalu, mereka terjatuh bertekuk lutut dengan sangat ketakutan.
"Aku tidak akan melakukan apapun padamu Nona. Jika kau mau, aku bisa menghancurkan tombak itu. Jadi, bisakah kami bertemu dengan Raja Philip kalian.?" Kata Leon sambil berjalan.
"Tidaaak, tidak. Jangan kesini. Aku mohon. Maafkan aku." Kata Ernes dengan sangat ketakutan, bahkan ia sampai meneteskan air matanya.
"Sepertinya kita dijinkan masuk kedalam istana Kibo." Kata Leon.
"Lalu, bagaimana dengan tombak ini Leon.?" Tanya Kibo kebingungan.
"Kau selalu membuatku repot, setelah ini belajarlah untuk menghancurkan energi yang terbentuk." Kata Leon sambil mengulurkan tangannya kepada Ernes.
Dengan seketika, puluhan ribu tombak petir itu terbakar dan menghilang satu persatu.
"Tolong maafkan aku Tuan." Kata Ernes yang masih tercengang melihat Leon.
"Apa kau tidak mau dibantu berdiri Nona.? Aku tidak ada waktu disini." Kata Leon.
"Glegg. Baiklah Tuan, aku akan antarkan Anda ke dalam istana." Kata Ernes sambil berdiri sendiri dengan sempoyongan.
"Heee.?" Kata Leon sambil menarik tangannya.
"Kita berangkat Kibo." Kata Leon sambil mengikuti Ernes dibelakangnya.
Semua prajurit yang ada disana, masih tercengang dan sangat ketakutan.
....
__ADS_1
Diatas balkon.
"Glegg. Bahkan Ernes sampai ketakutan disana. Mereka akan kesini Yang Mulia." Kata Jendral itu dengan tercengang.
"Ah. Biarkan mereka kesini Jendral." Kata Raja Philip dengan ketakutan.
....
Dijalan menuju istana. Ernes berjalan dengan tubuh yang masih gemetar ketakutan.
"Orang ini, membuatku sangat ketakutan. Bahkan tubuhku tidak bisa berhenti gemetar." Kata Ernes.
"Apa kau baik-baik saja Nona.?" Tanya Leon sambil melihat Ernes yang gemetar.
"Ah, maafkan saya Tuan. Sebentar lagi kita akan sampai." Kata Ernes dengan gugup.
.....
Leon dan Kibo pun masuk kedalam istana kerajaan dengan lancar. Didalam ruang utama, Raja Philip bersama Jendralnya, berdiri menyambut kedatangan Leon dan Kibo.
"Yang Mulia. Tuan-tuan ini ingin menemui Anda." Kata Ernes dengan gugup sambil menundukkan kepalanya.
"Salam yang mulia. Bisakah kita berbicara sebentar.?" Tanya Leon sambil menundukkan badanya.
"Ah, Tuan silahkan duduk." Kata Raja Philip sambil menunjuk kursi.
"Baiklah yang mulia." Kata Leon sambil duduk dikursi dan ikuti Kibo disebelahnya.
.....
"Berikan jamuan untuk mereka Jendral." Kata Raja Philip kepada salah satu Jendral disana.
"Gleeg. Baik Yang Mulia." Kata Jendral itu. Lalu ia pun pergi menjauh dari sana.
.....
"Apaaa.? Ekm. Maaf Tuan, apa maksud Anda.?" Kata Raja Philip dengan sangat terkejut.
"Em. Maaf yang mulia. Sebaiknya aku memperkenalkan diri kepada anda. Namaku adalah Arjun Leon, dan temanku ini bernama Kibo Klain, kami berdua adalah prajurit dari pasukan Gionova." Kata Leon.
"Haa." Suara semua orang disana dengan tercengang.
"Tentu saja, kalian akan diberikan dokumen perserikatan dengan Paradicone. Dan setelah itu, kejaraan ini akan dilindungi oleh raturan ribu pasukan Gionova." Kata Leon serius.
"Jadi kalian adalah musuh kami. Aku sudah memasukkan musuh kedalam istana." Kata Raja Philip itu dengan ketakutan.
"Kami berdua sudah menguasai benteng perbatasan kerajaan Cimoren. Dan jumlah korban dari prajurit kalian disana adalah 1 orang saja." Kata Leon.
"Haaaaa." Suara Raha terkejut.
"Aku tidak mau berlama-lama yang mulia. Jika kalian masih ingin memaksakan perang dengan Paradicone, kami tidak akan segan-segan menghancurkan istana ini dalam waktu 5 menit saja." Kata Leon serius.
....
"Ini tidak mungkin, tidak mungkin. Siapa mereka sebenarnya. Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang." Kata Raja Philip dalam hati dengan sangat ketakutan.
Semua Jendral disana hanya terdiam dengan sangat ketakutan, tidak ada yang berani berbicara.
"Kalian sebenarnya sudah kalah dalam perang ini, sudah seharusnya kalian menyerahkan wilayah ini kepada Paradicone." Kata Leon serius.
"Maaf Tuan. Sekarang kami mengakui kekalahan kami, mohon untuk dipertimbangkan lagi. Saya sebagai Raja Philip ke 12 Kerajaan Cimoren akan bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi." Kata Raja Philip itu dengan gugup.
.....
"Hem, tidak kusangkan, ini terlalu mudah. Hanya dengan sebuah ancaman mereka langsung mengakui kekalahan." Kata Leon dalam hati.
__ADS_1
.....
"Baiklah yang mulia, apa kau bisa menanda tangani berkas ini.?" Kata Leon sambil menyerahkan dokumen perserikatan.
"Ah. Baiklah Tuan." Kata Raja Philip dengan gugup. Bahkan tangannya sampai gemetar.
"Yang Mulia." Kata salah satu Jendral disana yang tidak menyetujui kekalahan.
"DIAAAAM. Aku yang akan bertanggung jawab, jadi diamlah." Kata Raja Philip itu dengan tatapan tajam.
"Aa, aa." Suara Jendral itu dengan ketakutan.
.....
"Haah(menghela nafas). Sepertinya mereka terpaksa melakukannya." Kata Leon dalam hati.
.....
"Ini Tuan berkasnya." Kata Raja Philip sambil memberikan dokumen perserikatan kepada Leon.
"Baik yang mulia. Dengan ini, kerajaan Cimoren berada di naungan Paradicone. Tentu saja kami akan memberikan kompensasi kepada kalian." Kata Leon sambil mengeluarkan berkas lagi.
"Silahkan dibaca yang mulia." Kata Leon sambil memberikan berkas baru.
"Ah, baik Tuan, saya akan membacanya dulu." Kata Raja Philip.
Hanya beberapa menit saja sang Raja membaca berkas itu, raut wajahnya langsung berubah sangat terkejut. Bahkan ia sampai lemas di tempat duduknya.
"Ini, tidak mungkin Paradicone memberikan ini semua. Ini jauh dari kata kerja sama, ini seperti menjadi seorang pangeran yang bisa memiliki segalanya. Tawaran ini terlaku besar bagi kerajaan ini." Kata Raja Philip dalam hati dengan tercengang.
.....
"Bagaimana yang mulia.? Apa berkas kerja sama itu belum cukup untuk kerajaan ini.?" Tanya Leon.
"Ha. Tuan, kami akan membantu Anda dengan sebaik mungkin." Kata Raja Philip sambil berdiri dan menundukkan badanya didepan Leon.
"Apaa.?" Yang Mulia." Apa yang sudah terjadi.?" Kata semua Jendral disana.
"Sebaiknya kalian berdiri dan menundukkan kepala kepadanya." Kata Raja Philip kepada semua Jendralnya dengan tatapan tajam.
"Aa, aa." Suara salah satu jendral disana.
Lalu. "Ha. Kami siap melaksanakan perintah Anda Tuan." Kata Semua Jendral disana sambil berdiri dan menundukkan kepala.
"Baiklah. Bisakah kalian memberikan dokumen kerja sama yang kami butuhkan sekarang.?" Tanya Leon serius.
"Kami akan segera mengurusnya Tuan." Kata Raja Philip.
"Satu lagi yang mulia. Bisakah kau menarik kembali pasukan kalian dari Neverley.? Aku tidak mau membunuh prajurit dari kerajaan yang sudah bergabung dengan Paradicone." Kata Leon.
"Apa maksud Anda Tuan.?" Tanya Raja Philip kebingungan.
"Kami akan mengempur Neverley setelah ini. Sudah jelas kami akan berperang disana." Kata Leon dengan tatapan tajam.
"Baiklah Tuan. Itu masih membutuhkan waktu sekitar 2 minggu untuk sampai di wilayah Cimoren." Kata Raja Philip.
"Ah. Waktu itu sudah cukup yang mulia. Tapi aku ada permintaan lain kepada anda." Kata Leon dengan tersenyum.
"Heeem." Suara Kibo mengehela nafas.
"Silahkan Tuan." Kata Raja Philip.
"Hehehe." Suara Leon tersenyum senang.
.
__ADS_1
.