
[Castle Taman Surga]
Leon sedang menjelasakan semua kejadian yang dialaminya kepada Raja. Termasuk kejadian di pelabuhan Ame, lalu Ia di usir dari kota Ame, dan ia tersesat di hutan sampai ketempat terlarang Taman Surga.
"Kurang ajar kau Deril, dan David, aku tidak akan memaafkan kalian semua. Kerajaan ini akan hancur ratusaan tahun yang lalu jika tidak ada sang Dewi. Dan mereka sudah melukai seseorang yang sangat berharga bagi Dewi." Kata Raja dalam hati dengan sangat marah.
"Aku harap, kalian bisa memaafkan mereka yang tidak tau tentangku. Ini adalah kesalah pahaman. Aku tidak ingin masalah ini di selesaikan dengan kekerasan. Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekuatan. Apa kau mengerti Raja." Kata Leon kepada Raja dengan tatapan yang tajam.
...
[Tempat Camp prajurit Kerajaan]
Tanah di sekitarnya mulai bergerak. dan angin-angin yang sangat kencang mulai berhembus di hutan. Pohon-pohon dan tenda-tenda bergoyang dengan cepat.
Dan Awan di atas langit membentuk lingkaran, disertai petir-petir yang menyambar.
Semua prajurit kerajaan pun terdiam. Ada dua lingkaran awan di atas langit, dan keluar cahaya kecil dari tengah kedua lingkaran itu.
Cahaya itu turun dengan sangat cepat. Tepat di tengah-tengah camp prajurit kerajaan. Batalion yang ada di luar kawasan Taman Surga, langsung bergerak ke Camp utama.
Dan semua orang yang ada di Castle Taman Surga melihat cahaya itu dengan sangat terang.
"Gawat, ini gawat. Mereka datang" Kata Rachel sambil melihat ke arah cahaya itu.
"Siapa Rachel, kenapa kamu ketakutan.?" tanya Leon kepada Rachel.
"Mereka semua datang kesini. Semua prajurit kerajaan pasti dibunuh oleh mereka, aku harus kesana secepatnya," Kata Rachel dengan sangat serius. Dan ia pun berdiri dan menghilang seketika.
"Ada apa tuan Leon.? Apa ada hal yang sangat berbahaya, kenapa Dewi begitu takut". Kata Raja kepada Leon.
Leon hanya terdiam kebingungan. "Siapa yang datang, kenapa Rachel begitu ketakutan.?" Kata Leon dalam hati.
....
[Camp Prajurit Kerajan]
Cahaya yang keluar dari langit dengan sangat cepat, menghantam puluhan tenda dan prajurit disana. Terlihat ada 2 orang yang sedang berdiri dari arah jatuhnya Cahaya itu.
Mereka berdua langsung menyerang semua orang yang ada di sana, teriakan para prajurit elit itu terdengar sangat kencang.
"Ada penyusup". Teriak prajurit kerajaan.
Camp prajurit kerajaan itu di obrak-abrik oleh 2 orang itu, mereka mengamuk dengan kekuatan yang tidak biasa.
Bahkan mereka bisa mengunakan kekuatan Gaia. Semua prajurit disana mencoba melawannya, namun tidak ada seorang pun yang bisa menyentuh mereka.
Kedua orang itu menyerang dengan sangat cepat, di selimuti aura Cahaya biru dan Kegelapan di tubuh mereka.
Tiba-tiba Rachel datang menghalau serangan mereka. Kedua orang itu pun menyerang dengan sangat agresif kepada Rachel.
Pertempuran pun terjadi di atas langit. Hanya terlihat kilatan cahaya dari gesekan senjata mereka. Dan kilatan cahaya itu berjalan dengan cepat.
Efek dari kilatan-kilatan cahayu itu, membuat bumi terguncang. Bahkan terjadi bencana alam, tanah-tanah mulai longsor, dan gempa bumi dimana-mana, awan menyelimuti langit dengan sangat gelap. Sampai pelabuhan Ame terjadi Tsunami.
Semua penduduk kota Ame pun melihat pertarungan yang dasyat di atas langit. Bahkan mereka semua yang melihat pertarungan itu terkena efek tekanan jiwa.
__ADS_1
Para prajurit hanya bisa mematung melihatnya. Dua orang yang sangat kuat melawan seorang Dewi sendirian.
Dari pertempuran itu, Leon dan Lainnya bergegas ke Camp prajurit kerajaan.
Saat Leon sedang lari menuju gerbang Castle, ia pun berhenti seketika. Dan melihat Rachel sudah kualahan dalam pertempuran itu.
Tiba-tiba Rachel terpental jatuh ke tanah, hantaman jatuhnya Rachel membuat tanah terguncang ke atas. Dan Kedua orang itu bergerak menuju Rachel.
Leon pun menghilang dan bergerak ke arah Rachel. Iya melihat Rachel menangkis pedang mereka. "Racheeeeel.?" Teriak Leon.
Namun, kekuatan Rachel lebih kuat dari mereka. Seketika Kedua orang itu terpental ke udara dan mereka pun berhenti disana.
"Aku tidak bisa memaafkan mereka Tuan Putri, Jangan halangi kami, aku akan memusnahkan Kerajaan ini." Kata salah satu dari mereka dengan raut wajah yang sangat marah.
"Berhenti kalian, jangan menyakiti mereka". Kata Rachel kepada Mereka.
Tiba-tiba, Terlihat Aura yang sangat kuat sedang berjalan ke arah mereka berdua. Bahkan Rachel pun sampai kesakitan karena Aura itu.
Raja James dan lainnya, yang masih bediri di Taman, terkena efek dari Aura itu sampai terjatuh ke bawah tanah.
Aura itu menyelimuti tubuh Leon yang sedang berjalan ke arah penyusup itu. Aura berwarna hitam keunguan yang sangat kuat, yang keluar terus menerus dari tubuh Leon.
Aura itu adalah Aura Raja yang sangat kuat. Berbeda dengan aura hitam yang di keluarkan Leon saat pertempuran di pelabuhan Ame. Aura Raja ini lebih kuat.
"Aura ini." Kata Salah satu dari penyusup itu.
Pedang hitam mulai keluar secara perlahan-lahan didepan Leon, yang sudah diselimuti Aura Raja.
Leon pun menangkap pedangnya, dan langsung menyerang ke arah para penyusup itu.
Saking kuatnya serangan Leon, membuat Rachel sampai terpental kebawah tanah. Dan mulutnya mengeluarkan darah.
"Tidak, Racheeel" Kata Leon dengan kaget dan menghampiri Rachel.
Raja James dan lainnya, terkejut dengan serangan Leon. Hanya sekali serang saja bisa membuat Sang Dewi terpental ke tanah. "Pantas saja Sang Dewi memberikan hormat Padanya". Kata Rewin.
Kedua orang penyusup itu pun turun dari langit dan berjalan ke arah Leon.
"Uhuk. Leoon jangan sakiti mereka. Lihatlah baik-baik wajah mereka". Kata Rachel yang sedang ada di pangkuan Leon.
"Bertahanlah sebentar Rachel" Kata Leon sangat panik sambil menyembuhkan luka Rachel.
"A, a, aa, Arjun Leon.?" Kata salah satu penyusup itu dengan gagap.
"KAMI MENGHADAP SANG MAHARAJA" Teriak kedua penyusup itu sambil bersujud dan ketakutan.
"Haaah, Kibo, Aries. Ternyata kalian" Kata Leon terkaget-kaget.
"Maaf, kami tidak menyambut Anda dengan layak Raja." Kata Kibo sambil bersujud.
"Waaaaah, kalian sudah berubah, wajah dan tubuh kalian juga berubah, aku sampai tidak bisa mengenali kalian, dan lihat kau Aries, dadamu semakin besar, lebih besar dari milik Rachel. Hehe." Kata Leon sambil tersenyum genit.
"Apa kau Bilaaaang" Kata Rachel yang sangat kesal sambil memukuli wajah Leon. Aaaahh, kata Leon.
"Oee Kiboo, kenapa kau muncul dengan membuat keonaran seperti ini.?" Kata Leon yang kesal, dengan wajahnya penuh dengan bengkak karena pukulan dari Rachel.
__ADS_1
"Ahahaha, itu sudah biasa terjadi" Jawab kibo tertawa sambil mengaruk-garuk belakang kepala.
"Berdirilah, kaliankan sudah tau aku tidak suka ada orang yang bersujud padaku. Lakukan saja itu pada Rachel. Dan jangan memanggil aku Maharaja". Kata Leon dengan serius, dengan luka bengkak yang sudah hilang.
"Baiklah Leon, lama sekali aku tidak bertemu dengan mu, membuatku sangat frustasi". Kata Aries dengan sangat senang, sambil menempelkan dadanya dan mengesekkan ke wajah Leon. Aaauuh aaauuhh. Kata Leon yang menikmatinya.
"Tenang saja Rachel, aku hanya memberikan pelukkan pertemanan". Kata Aries kepada Rachel. Huuh. kata Rachel mengehela nafas.
"Dan maafkan kami Putri, kami sudah tidak kuat melihat ini semua. Kami merasakan ribuan orang yang hadir di kawasan Putri. Dan kami merasakan kekuatan penuh yang Anda keluarkan. Kami mengira Anda sedang dalam bahaya". Kata Kibo kenapa Rachel.
"Huh, Sudahlah. Aku tau kalian sangat Khawatir. Daaan aku sangat senang kalian datang, akhirnya kita lengkap disini" Kata Rachel tersenyum sampai matanya berkaca-kaca.
"Aku sudah bisa berdiri Leon, lepaskan tanganmu dariku, atau kau mau mengendongku.?" Kata Rachel dengan genit.
"Ahahahahaha" Suara tertawa mereka ber empat yang sangat bahagia.
"Pa Paa Paar Paarr PARADICONE" Teriak Raja James, Rewin, Ares, Lucas Dan Elis secara bersamaan dengan gagap dan terkejut.
"Oe oe yang benar saja, mereka semua berkumpul. Ketiga anggota Paradicone itu. Ini pemandangan yang sangat langkah untuk di lihat. Dan kedua Paradicone itu bersujud kepada Tuan Leon" Kata Rewin yang terkagum-kagum.
"Apa kau mau di gendong Rachel. Bagaimana dengan orang yang ada disana jika mereka melihat aku mengendongmu?" Kata Leon kepada Rachel sambil berdiri.
"Aaaah, Mereka benar-benar mengangguku. Aku harus mengusir mereka".Kata Rachel yang sangat kesal.
"Tunggu Rachel aku punya rencana yang bagus" Kata Leon sambil tersenyum lebar kearah Rachel dengan mengangkat ibu jarinya.
Rachel, Kibo, dan Aries pun terkejut dengan menyondongkan bahunya kedepan. "Aku benar-benar lupa, pasti hal itu akan terjadi disini". Kata Rachel sambil merengut.
"Ahahaha, itu sudah menjadi hal biasa bukan." Kata Aries kepada Rachel.
Leon dan diikuti Anggota Paradicone mulai berjalan ke arah Raja james. Mereka semua yang bersama Raja tiba-tiba bersujud dan menundukkan kepalanya, sampai mereka tidak berani memandang ke arah Leon.
"Kau benar-benar orang yang sangat hebat Leon. Apa aku harus bertarung dulu melawan Sang Dewi, agar aku bisa berada di sampingmu. Ahh itu tidak mungkin". Kata Elis dalam hati dengan kagum.
Leon pun berjongkok di depan Raja, dan menepuk pundak Raja.
"Kenapa kalian masih bersikap seperti ini, Sudah aku katakan aku tidak nyaman dengan sikap seformal ini." Kata leon kepada mereka.
"Aah Anu. Sang Maharaja" Kata Rewin dengan gugup. "Apaa. Aku bukan Maharaja. Panggil saja aku Leon". Teriak Leon kepada Rewin sangat kesal.
Rewin pun memberanikan diri melihat Leon, namun 3 orang di belakannya mengeluarkan Aura yang kuat membuat Rewin tertekan dan takut.
"Kalian sudahlah, berhenti menekan mereka. Dan kalian, Raja, Elis, Pak tua dan sisanya, ikut aku kedalam Castle." Kata Leon.
"Apaaa, Kenapa mereka harus ikut kedalam Castle tanpa persetujuanku". Kata Rachel yang sangat kesal sampai berapi-api.
"Hahaha, sudahlah Rachel. Memang seperti itulah Leon". Kata Aries sambil tersenyumm. "Ariees kau harus membelaku". Kata Rachel yang manja.
"Kau terlihat sangat bahagia Rachel, Hahaha aku sangat senang" Balas Aries sambil tertawa bahagia.
Mereka semua pun masuk kedalam Castle.
.
.
__ADS_1