Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Perjuangan Seorang Kakak


__ADS_3

[Pelabuhan Ame, Tebing Pantai]


Leon masih merenung disana. Ia mengingat kejadian jaman dulu, seseorang yang berjuang untuk menghidupi keluarganya.


"Sepertinya aku sudah menyakitinya. Hah, aku harus meminta maaf padanya." Kata Leon dengan gelisah.


...


Di tenda Emergency.


"Ah, Rachel, apa Leon ada disini.?" Tanya Kibo kepada Rachel dengan gugup.


"Kiboo, apa kau sudah menyelesaikan tugasmu.?" Tanya Rachel kembali kepada Kibo.


"Aku sudah menyelesaikan semuanya Rachel, aku sendiri yang akan menjaga disini, lalu suplay makanan akan di kirim ke seluruh pelosok desa yang kelaparan." Kata Kibo dengan gugup.


"Hmm, Leon ada di tebing pantai Kibo." Kata Rachel sambil memejamkan matanya.


"Pergilah kesana Kibo, temui dia." Kata Aries kepada Kibo yang sedang duduk santai.


"Apa itu tidak apa-apa.? Aku sudah sangat gugup berjalan kemari." Kata Kibo dengan gugup.


"Apa kau mau aku mengantarkanmu.?" Kata Aries yang bercanda.


"Kau seperti anak kecil Kibo. Jangan menyalahkan dirimu sendiri. Temuilah dia, dan bicaralah padanya." Kata Rachel kepada Kibo.


"Aku tau, aku harus menemuinya. Aku akan pergi kesana." Kata Kibo dengan gelisah sambil berjalan.


"Hm, semoga kau masih hidup Kibo." Kata Aries yang bercanda sambil tersenyum.


"HAAAA. Kau jangan menakutiku Aries." Kata Kibo yang terkejut sambil berjalan keluar tenda.


....


"Sepertinya ia merasa bersalah Rachel. Semoga Leon bisa memaafkannya." Kata Aries kepada Rachel.


"Ah, Leon tidak akan memarahinya." Kata Rachel dengan tersenyum.


....


Di jalan menuju tebing pantai.


"Aku, aaku sangat gugup berjalan disini. Bahkan tubuhku gemetar. Apa dia akan memaafkanku.?" Kata Kibo sambil berjalan ke arah tebing.

__ADS_1


Lalu, Kibo melihat Leon yang sedang duduk sambil menghadap ke laut.


"Haaa. Aku sudah terkejut hanya melihatnya. Tapi aku harus menemuinya." Kata Kibo dengan gelisah sambil berjalan ke arah Leon.


Leon pun menyadari kedatangan Kibo, namun ia masih terdiam menghadap kearah laut sambil memejamkan matanya.


"Aku sudah ada di belakangnya. Lalu, Apa yang harus aku lakukan setelah ini.?" Kata Kibo dalam hati dengan gelisah sambil melihat Leon.


"Sebaiknya aku minta maaf padanya." Kata Kibo dalam hati sambil mengumpulkan keberanian.


"Leon, ah. Leon aku benar-benar minta maaf padamu. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Aku benar-benar minta maaf. Jika perlu, aku akan membunuh diriku sendiri sekarang." Kata Kibo yang gugup sambil berlutut di belakang Leon.


"Kibo. Kemarilah, duduklah disampingku." Kata Leon kepada Kibo dengan santai.


"Aa, aaah." Suara Kibo sangat gugup, lalu ia berjalan ke samping Leon dan duduk di sebelahnya.


"Leeon, aku benar-benar minta maaf." Kata Kibo yang semakin gugup sambil melihat Leon yang memejamkan mata.


"Kau tau Kibo. Ayah Tina, dia adalah ayah yang baik untuknya. Dia mempertaruhkan hidupnya hanya untuk menghidupi anaknya. Namun ia tengelam saat mencari ikan di laut, aku menyelamatkannya, dan aku membawanya ke tepi pantai. Lalu ia bilang padaku, tolong selamatkan putriku. Dan dia meninggal di pangkuanku. Tina menangis histeris melihat ayahnya yang sudah meninggal. Aku tidak bisa apa-apa, aku hanya bisa melihat kesedihan mereka." Kata Leon yang bercerita kepada Kibo.


"Haaa." Suara Kibo yang terkejut.


"Itu mengingatkanku pada seseorang. Orang yang sudah berjuang untuk keluarganya, anak laki-laki berumur 12 tahun, dia mencuri makanan untuk di berikan kepada adik perempuannya. Bahkan ia sampai di pukuli oleh orang-orang karena ketahuan. Tapi dia masih bisa berjalan dengan membawa makanan kerumahnya. Tubuhnya penuh dengan luka, dan berlumuran darah. Ia manangis di dalam hatinya, tapi ia tersenyum didepan adiknya. Itu membuatku sangat sedih." Kata Leon bercerita sambil melihat kearah laut.


"Kehidupannya sangat menderita Kibo, ia berjuang antara hidup dan mati, tidak perduli ia di pukuli, ia juga tidak peduli di usir berkali-kali. Anak itu selalu membawa adiknya pergi dari desa ke desa yang lain. Dia terus tersenyum kepada adiknya, meskipun hati dan tubuhnya sangat sakit, Ia tetap menjadi rumah bagi adiknya. Hidupnya mengembala tanpa tujuan, tidur dimanapun, dan makan seadanya." Kata Leon yang bercerita.


Kibo yang mendengarnya masih terdiam. Namun ia terlihat sangat sedih.


"Tapi, keadaan seperti itu membuat mereka kesakitan, bahkan adiknya jatuh sakit karena cara hidup mereka. Anak itu pergi kesetiap rumah memohon pertolongan, sambil mengendong adiknya yang sakit dengan menangis. Tapi tidak ada seorang pun yang mau menolongnya, dalam keadaan putus asa seperti itu, perasaannya sangat menderita. Dan adiknya meninggal di pangkuannya. Ia menangis dengan histeris sambil memeluk adik satu-satunya itu. Bahkan ia sampai tidak mempunyai ekpresi karena kesedihannya, hanya tatapan kosong yang ada di wajahnya. Aku sangat tau perasaanya, dan itu sangat menyakitkan." Kata Leon yang bercerita dengan sedih.


Kibo yang mendengarnya langsung meneteskan air mata.


"Aku tidak akan pernah melupakan kisah ini, itu sudah melekat dalam hatiku. Dan Anak laki-laki itu adalah kamu Kibo. Aku menangis saat melihatmu, aku berusaha membuatmu tersenyum lagi bersama Rachel. Aku tau, bagaimana perasaanmu, kau sangat menderita." Kata Leon sambil melihat Kibo.


"Leoon, aku. Hiks. Aku." Kata Kibo yang sedih sambil meneteskan air mata.


"Kau tau Kibo, aku tidak marah padamu. Aku berusaha menjaga perasaanmu. Jangan salahkan dirimu Kibo. Aku lah yang salah padamu." Kata Leon dengan tersenyum sambil menepuk pundak Kibo.


"Leoon, akuu. Huaaaahhh." Kata Kibo yang menangis sambil memeluk Leon.


"Ah, kibo. Oee. Lepasakan. KIBOOOO." Teriak Leon dengan meronta-ronta karena pelukkan Kibo.


....

__ADS_1


Ditenda Emergency.


"Hiks, hiks." Suara Kibo yang masih menangis di depan Aries dan Rachel.


"Oe, oe. Kiboo. Kau seperti anak kecil. Apa jadinya jika prajurit Pantiko melihat Kaisar Naga menangis seperti itu." Kata Aries dengan muka kesal.


"Leon, kau sudah kembali. Apa kau sudah memaafkannya.?" Kata Rachel kepada Leon.


"Dia menangis sambil memelukku. Itu membuatku sangat jijik." Kata Leon dengan kesal sambil duduk di kursi.


"Haaaa. HAHAHAHA." Suara tertawa Aries yang mendengarnya.


"Diamlah Aries, kau membuatku malu." Kata Kibo yang masih sesengukan.


"Hihihi." Suara Tertawa Rachel yang imut.


"Kau sangat tidak cocok dengan gelarmu sebagai Kaisar Naga Kibo." Kata Leon dengan tersenyum sambil melihat Kibo.


"Aku benar-benar sangat lega Leon. Terimakasih. Apa aku boleh memelukmu lagi.?" Kata Kibo yang meloncat memeluk Leon.


"AAAAAAAHHHH." Suara Leon yang kesal karena pelukan Kibo.


"HAHAHAHA." Suara Aries dan Rachel yang tertawa.


.....


Di pelabuhan.


"Tuan, semuanya sudah siap. Apa sebaiknya kita melapor kepada Tuan Leon.?" Kata bawahan Lucas kepada Lucas.


"Ah, sepertinya kita harus menemuinya disana." Kata Lucas sambil berjalan ke arah tenda Emergency.


Tiba-tiba ada prajurit yang menghampiri Lucas.


"Tuan, Perkenalkan nama saya Dion, komandan batalion Elit dari Kerajaan Pantiko." Kata Dion kepada Lucas.


"Ah, Komandan. Mohon kerja samanya." Kata Lucas dengan tersenyum kepada Dion.


"Ha, aku akan bekerja dengan keras." Kata Dion kepada Lucas.


.


.

__ADS_1


__ADS_2