Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Benteng Selatang (9)


__ADS_3

[Didalam tenda komando]


Terlihat Rachel dan Aries terkejut melihat Leon yang datang dengan tiba-tiba.


"Leoon, kau mengejutkanku." Kata Rachel dengan sangat terkejut.


"Haah, apa kau tidak ikut ngerumpi Kibo.?" Tanya Leon dengan santai sambil duduk di kursi.


"Ahahaha. Itu adalah hoby perempuan Leon. Aku hanya diam disini." Kata Kibo dengan tersenyum.


"Eee, eeeh." Suara Rachel yang kebingungan.


"Diamlah Kibo." Kata Aries sambil memukul bahu Kibo.


"Bagaimana Leon.? Apa kau sudah selesai.?" Tanya Rachel dengan tersenyum sambil menghampiri Leon.


"Ah, aku sudah mengangkat mereka menjadi panglima perang Gionova. Setelah ini mereka akan kesini membawa komandannya." Kata Leon serius.


"Waah, akhirnya sudah dimulai. Aku sudah tidak sabar Leoon, aku merasa sangat bersemangat." Kata Rachel sambil memegang tangan Leon.


"Hoo. Benarkah.? Hehehe. Akan aku jelaskan struktur dan aturannya pada kalian sekarang." Kata Leon dengan tersenyum.


"Kami sudah siap Leon." Kata Rachel sambil berdiri di depannya bersama Aries dan Kibo.


"Baiklah. Kalian membuatku bersemangat. Terimakasih semua." Kata Leon dengan tersenyum.


"Aku akan melakukan apapun untukmu Leon." Kata Kibo tersenyum.


"Tentu saja. Aku hanya patuh dengan perintahmu." Kata Aries tersenyum.


"Baiklah. Struktur Gionova. Pemimpin tertinggi adalah Rachel Lawren, tangan kirinya adalah Aries Roslite, dan tangan kananya adalah Kibo Klain. Lalu, Aries, kau membawahi 6 panglima perang. Dan Kibo membawahi 6 panglima perang. Kalian tentu sudah tau, Xerone dan Vera sudah menjadi panglima kalian. Sisanya aku serahkan pada kalian. Dan bawalah kepadaku." Kata Leon dengan serius.


"Eeeeh." Suara Rachel dengan kebingungan.


"Lalu, apa tugamu Leon.?" Tanya Aries kepada Leon dengan penasaran.


"Haah(menghela nafas). Aku sudah bilang kepada kalian, aku akan melakukanya. Kalian pikir Gionova itu apa.?" Tanya Leon serius.


"Heeeee.?" Suara kebingungan mereka bertiga.


"HEEEEEEEEE.?" Suara terkejut mereka bertiga.


"Aah, aku masih belum paham." Kata Aries sambil berfikir.


"Aku juga tidak mengerti maksudnya." Kata Kibo sambil berfikir keras.


"Emm. Aku tau Leon. Gionova adalah pasukan militer, sudah pasti mereka akan melayani sebuah kerajaan. Dan pemimpin dari kerajaan ituu...." Kata Rachel yang menyadari sesuatu.

__ADS_1


Mereka semua terkejut melihat Leon. Yang di rancang itu memang sudah benar. Dan mereka semua baru menyadarinya.


"HA. LAKSANAKAN PERINTAH MAHARAJA." Kata Paradicone sambil berlutut.


"Eeh. Kalian. AKU BUKAN MAHARAJAAA." Teriak Leon yang kesal.


"HEEEEEEE." Teriak Paradicone secara kompak.


"Haah(menghela nafas), Aku hanya ingin bekerja di balik layar. Kalian sendiri sudah tau, kalau Rachel selalu bersamaku. Surat perintah akan dikeluarkan oleh Rachel. Tentu saja Rachel akan memimpin pasukan itu dengan bantuanku. Tapi yang bisa melantik sumpah prajurit adalah kau Rachel, kau juga memiliki kewenangan tertinggi untuk memerintahkan Gionova, namun, aku akan mengawasinya. Aku akan menjelaskan aturannya sekarang." Kata Leon dengan santai.


"Aa, apa itu tidak apa-apa Leon.?" Tanya Rachel kepada Leon.


"Kau tetap assistenku Rachel. Aku hanya memiliki kalian sekarang, jadi kita akan melakunya bersama. Alasan pasukan Gionova di bentuk adalah untuk melawan Louktus. Apa jadinya jika pemimpin pasukan ini di pegang oleh orang lain.? Aku hanya ingin kalian yang memimpinnya. Anggota Paradicone membentuk pasukan khusus untuk melawan Louktus. Itu adalah berita yang sangat besar." Kata Leon dengan serius.


"Ayo kita lakukan Rachel. Balas dendam ini sudah membuatku frustasi selama ribuan tahun. Aku sangat bersemangat sekali sekarang. Hihihi HAAHAHAHA." Kata Aries dengan penuh semangat lalu ia tertawa puas.


"Aku, aku akan melakukan yang terbaik. Hiks, para pembrontak itu. Aku tidak akan membiarkannya." Kata Kibo yang semangat sampai ia terharu.


"Aku akan melawan mereka semua yang sudah membuat Leon menghilang. Ini kesempatan kita untuk menunjukkan kekuatan yang sebenarnya. Aku benar-benar sangat senang. Badanku gemetar penuh semangat. Mari kita lakukan Aries, Kibo." Kata Rachel dengan tersenyum senang sambil mengepalkan tangannya.


"HAA. LAKSANAKAN PERINTAH PEMIMPIN GIONOVA." Kata Aries dan Kibo sambil menundukkan kepalanya kepada Rachel.


"Hmm(tersenyum)." Suara Leon yang senang melihat Rachel, Aries dan Kibo.


"Semoga ini cepat selesai. Aku hanya ingin hidup normal bersama orang-orang disampingku. Aku harus serius untuk pekerjaan ini. Tidak ada waktu untuk merenung." Kata Leon dalam hati sambil melihat Paradicone.


"Baiklah semua. Akan aku jelaskan aturan dan tugas kalian." Kata Leon tersenyum.


"Kami sudah siap Leon." Kata Rachel dengan tersenyum lebar.


"Aturan ini harus di tanam pada sumpah prajurit. Pertama, tidak boleh menindas warga sipil. Kedua, tidak boleh menolak perintah atasannya. Ketiga, tidak boleh berhianat. Keempat, harus disiplin dan jujur. Kelima, Atasan diperbolehkan menghukum bawahaanya. Keenam, harus melakukan tugas dengan sebaik-baiknya. Itu adalah aturan sumpah." Kata Leon dengan serius.


"Emm, aku akan menyiapkannya Leon. Tunggu sebentar." Kata Rachel yang membuat sihir sumpah prajurit.


"Lalu, aturan lainnya yang tidak terikat sumpah, akan aku tulis. Dan markas utama Gionova, ada di kerajaan ini, Pelabuhan Ame bagian dalam bernama Royal Unity. Lucas sudah membangunnya, dan akan selesai 3 bulan lagi. Lalu, perekrutannya kita lakukan di 3 tempat yang berbeda. Pelabuhan Ame, Istana Properose, Istana Pantiko. Lalu, mereka harus mengenakan seragam yang berbeda di setiap pangkatnya, itu bisa di pesan di pabrik tekstil di seluruh 3 benua. Kita harus bergerak dengan cepat." Kata Leon dengan serius.


"Ah, aku akan melakukannya Leon." Kata Rachel dengan semangat.


"Aries, Kibo. bisakah kau mengirimkan surat perintah untuk kerajaan kalian. Suruh mereka merekrut semua prajurit. Kita harus bergerak cepat." Kata Leon dengan tegas.


"Baiklah Leon, aku akan melakukannya sekarang." Kata Aries sambil membuat surat perintah.


"Tunggulah sebentar Leon." Kata Kibo yang membuat surat perintah.


Surat perintah pun di terima oleh ajudan Aries dan Kibo. Lalu mereka langsung bergerak dengan cepat. Kedua ajudan itu memerintahkan beberapa jendral beserta komandannya untuk pergi ke Castle Taman Surga. Dan mereka juga mengirimkan surat kepada kerajaan bawahaan.


Perintah itu berjalan sangat cepat. Bahkan hanya 10menit saja. semua informasi itu sudah tersebar ke seluruh prajurit di tiga benua.

__ADS_1


"Baiklah, ini saatnya aku bekerja." Kata Leon sambil berkonsentrasi. Ia membuat bola cahaya di depan Paradicone.


"Aa, aapa ituu Rachel.?" Kata Aries yang tercengang.


"Aku juga tidak tau Aries." Kata Rachel sambil menelan ludah. Dan Kibo hanya tercengang melihat bola cahaya yang keluar dari tangan Leon dengan cepat.


Bola cahaya itu melayang di depan Leon, dengan jumlah yang sangat banyak. Leon mengeluarkan bola cahaya itu lebih dari 30 menit lamanya. Mungkin sudah terbentuk sekitar 10jt bola cahaya.


Dan bola cahaya itu di masukkan ke dalam kotak dimensi buatan Rachel. Yang nantinya akan di berikan kepada semua prajurit Gionova.


Lalu, Xerone dan Vera sudah menunggu di depan tenda bersama para komandannya sambil berlutut. Mereka menunggu sudah 20menit lamanya, dan selama itu, mereka melihat tenda komando terus bersinar.


"Racheeeel. Badanku sangat lamas. Eeeeh." Kata Leon yang bersandar tak berdaya di kursinya.


"Leooon, bertahanlah." Kata Rachel sambil menyembuhkan Leon.


"Aaah. Apa kau bisa mentransfer energi Rachel. Aku tidak terluka. Kenapa kau menyembuhkanku." Kata Leon dengan nada rendah.


"Haa. Lalu aku harus bagaimana Leon, kau membuatku panik." Kata Rachel dengan panik.


"Kibo, angkat aku ke ranjang itu. Aku akan beristirahat 1 menit disana." Kata Leon dengan nada lemah.


"Baiklah Leon." Kata Kibo. Lalu ia bergegas mengangkat tubuh Leon dan membaringkannya di ranjang.


Lalu, Leon memejamkan matanya. Ia mengisi energinya dengan cepat. Bahkan terlihat cahaya berwarna warni masuk kedalam tubuh Leon.


"Apa ituu Rachel.?" Tanya Aries yang penasaran.


"Aku tidak tau Aries. Bisakah kau bertanya padanya sendiri." Kata Rachel dengan panik sambil melihat Leon yang terbaring.


....


"Aaah, ini pertama kalinya aku mengisi energi alam. Jadi sepertikah rasanya. Benar-benar menakutkan. Kekuatan ini sangat menakutkan. Energi alam ini tidak akan pernah habis sampai kapanpun. Dari mana sebenarnya energi ini, mereka menyebar di seluruh bumi dan alam semesta. Jika semua orang mengetahuinya, akan terjadi bencana alam di seluruh dunia. Aku harus mengunakannya untuk menjaga dunia ini." Kata Leon dalam hati sambil memejamkan matanya.


....


Satu menit pun berlalu. Energi Leon sudah terisi sepenuhnya. Ia mengeluarkan energinya hampir 95% yang tersisa untuk membentuk bola cahaya itu.


Jika ia tidak tau cara mengisi energi alam itu, mungkin ia membutuhkan waktu 10 tahun untuk mengisinya dengan penuh. Tapi itu hanya berlaku untuk Leon, karena wadah yang dimilikinya sangat besar. Jika itu terjadi pada orang lain, mungkin hanya beberapa bulan saja.


Dalam kasus lain, Leon hanya mengunakan 20% kekuatannya untuk membuat puluhan juta tombak emas raksasa. Namun tombak itu akan hilang setelahnya dan kembali menjadi energi alam lagi.


Namun, untuk membuat sebuah wadah, itu lebih sulit. Karena sifatnya yang permanen, dan harus ditanamkan kedalam jantung manusia.


"Aaah. Sepertinya aku merasa lebih baik sekarang. Untung saja aku tidak mengunakan energi ini secara berlebihan." Kata Leon dalam hati.


.

__ADS_1


.


__ADS_2