Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Perang (5) Aku Pergi Dulu


__ADS_3

[Benteng Selatan Forlsa]


Semua orang yang berperang di bawah, terdiam tak bergerak sama sekali. Mereka sedang menyaksikan para Nine Core bertarung dengan Leon.


Kekuatan yang tidak akan pernah dimiliki oleh semua prajurit yang berperang disana, di perlihatkan secara terang-terangan di atas mereka semua.


"Haa..." Kata Varel mulai ketakutan.


"HOOOOAAA." Suara Nicol yang mengeluarkan 10 badak lagi.


"Kerahkan semua sihir ini VAREEEL. JANGAN BERHENTIII." Kata Nicol sangat panik.


"Haa. Itu. Ituu. HAAAAAA." Teriakan Varel yang mengeluarkan puluhan ribu tombak merah lagi. Dan langsung mengerahkan semua tombak merah itu pada Leon.


"Chikk." Kata Leon yang sangat kesal.


"Puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan tombak. Kalian dapatkan dari jiwa orang yang sudah mati. KEPARAT KALIAAAAN." Teriak Leon sangat marah.


"Haa." Suara Nicol terkejut dengan sangat ketakutan, bahkan tubuhnya mulai gemetar.


Lalu, 10 pedang malaikat milik Leon di kerahkan langsung ke arah Varel dan Nicol.


"Gawat, gawat, gawat. AAAAAAAAH." Suara Nicol yang terkena serangan pedang malaikat.


"AAAAARRRG. Uhoouk." Suara Varel yang terkena serangan Leon.


Varel dan Nicol pun terpental kebelakang dengan luka yang sangat parah. Tubuh mereka berumuran darah dengan sangat banyak. Seragam yang di pakai mereka tersobek-sobek. Namun mereka masih dalam wujud kekuatan penuh.


SHEEP. Suara Leon tiba-tiba menghilang dan tiba-tiba memegang leher mereka berdua.


"Arrgh." Suara Varel. "ARRRGK." Teriak Nicol.


"Apa yang sudah kalian lakukan." Kata Leon sambil memegang leher mereka berdua. Pedang Leon melayang di sampingnya dengan tegak.


"Haa. AAAAAAAAAH." Suara Ketakutan Varel.


"Aku tidak bisa memaafkan kalian. Jiwa orang yang sudah mati bukan milik kalian. Kalian sudah menodai jutaan jiwa orang yang seharusnya pergi dari dunia ini dengan tenang." Kata Leon dengan tatapan tajam.


"AAAAAAAAR." Suara Nicol yang meronta-ronta sambil memegang tangan Leon.


"Siapa nama kalian. Beritahu aku. SIAPA NAMA KALIAN.?" Teriak Leon dengan marah.


"Hehe. HAHAHA. Uhoouk. Haah, Paradicone akan berakhir." Kata Varel yang pasrah.


"Haa." Suara terkejut Leon.


"AAAAAAAAAAAARR. OOookk." Suara Varel dan Nicol kesakitan karena remasan tangan Leon. Dan mereka berdua pun tak sadarkan diri.


"Apa kau baik-baik saja disana Racheel.?" Kata Leon dengan panik.


"huuh. Semua pasukan Gionova. Kalahkan mereka semua. Kedua Panglima mereka sudah kalah. Sisanya aku serahkan pada kalian." Teriak Leon sambil memegang tubuh Varel dan Nicol yang pinsan.


....


"Glegg. Aaah. Ini tidak bisa di percaya. Dua panglima besar bergelar Nine Core di kalahkannya dengan mudah." Kata Xerone yang tercengang melihat Leon.


"HUAAAAAAAAH." Suara Dion penuh semangat. Ia pun mulai membrantas pasukan Louktus dengan sangat cepat.


"Dion.?" Kata Xerone dengan tercengang melihat Dion penuh semangat.


"SERAAAAAANG." kata Xerone kepada pasukan Gionova.


"Tidak. Tidak." Aaaaah." AAAARRG." AMPUUUN." MAAF Uhoouk" Suara teriakan dari pasukan Louktus yang sudah putus asa.


"Hah, hah, penderitaan mereka. Aku bisa merasakannya. Aku harus menahan perasaan ini." Kata Leon dalam hati sambil memejamkan mata.


.....


[Wilayah Utara Majaren]

__ADS_1


Terlihat Jendral Juroo beserta pasukannya yang tersisa menemukan tubuh Vera yang pinsan.


"Panglima, Panglima. Apa kau masih hidup." Kata Juroo dengan sedih.


"Aa, aargh. Kenapa kau meninggalkan tempat tugasmu. Uhoouk." Kata Vera yang sudah tersadar.


DUAAR. BOOOM. BLAARRR. Suara pertarungan Paradicone bersama panglima Louktus.


"Ini, Glegg. mereka bertarung dengan sangat kuat." Kata Juroo yang melihat pertarungan Paradicone.


.....


[Pantai]


"AAAAAARHG." Suara Aries yang tertusuk dua jarum di perutnya.


"Tidaaak Ariiiiies. HAAAAAAA." Teriakan kemarahan Kibo.


Kibo pun mengeluarkan 7 Naga sekaligus. Dan menyerang Dona dengan sekuat tenaga.


"Apaa.?" Kata Dona terkejut. SRLAARGG suara serangan Kibo. Dona pun terkena serangan itu.


"Aarrgh.." Suara Dona kesakitan sampai ia mengeluarkan darah dari mulutnya. Dan tubuhnya juga mendapatkan goresan cukup banyak.


"Mati kau Dona." Kata Kibo yang tiba-tiba menyerang dari depannya.


"Haa." suara terkejut Dona.


Tiba-tiba. "UHOOUK. Arrrgh." Suara Kibo yang tertusuk puluhan jarum di perutnya.


"Haah, Haah, Kau yang akan mati KIBOOO." Teriak Dona dengan marah. Lalu Kepala Kibo di tendang dengan sangat keras. Tubuhnya sampai terpental sangat jauh.


"Arrgh..." Suara Kibo yang sudah tak berdaya sampai tubuhnya menghantam gunung di sebelah Vera.


DOEERBRAAAMMER. Suara hantaman dari tubuh Kibo. "Uhoouk." Suara Kibo, dan ia langsung tak sadarkan diri.


...


....


"Tidak, hiks. Kibo. Kibo. AAAAAAA. KIBOOOO." Teriakan Aries sampai ia meneteskan air mata.


"Sekarang giliranmu." Kata Dona. Ia pun tiba-tiba di depan Aries. Dan menendang perut Aries . "Uhuoook." Ia pun terpental jatuh ke tanah dan menghantam tanah dengan keras


"Mati kau sekarang." Kata Dona sambil mengerahkan ribuan jarum ke Aries.


"AAAA. Arrgk. Uhook. Arrg Uuuh. Ook." Suara Aries yang terkena ribuan jarum. Dan ia pun langsung tak sadarkan diri.


"Haah, haah,. Sekarang tinggal Rachel seorang." Kata Dona yang sudah lemas.


....


Di tempat Rachel. Ia diserang oleh 10 grypon sekaligus.


"Tidak mungkin." Kata Rachel dengan tercengang melihat 10 Grypon yang menyerangnya lagi.


BRARRRMM . Rachel pun tidak bisa menghindari serangan itu.


"AAAAAARRGKK." Suara Rachel yang terkena serangan Abraham. Ia pun terpental jauh kebelakang dan tergeletak di tanah.


"Hem. Ini yang terakhir Rachel." Kata Abraham, dan ia mengeluarkan 10 grypon lagi.


"Uhoouk. Hah, haah." Suara Rachel kesakitan. Seluruh tubuhnya sudah penuh luka dan berlumuran darah.


Namun, ia masih mencoba berdiri dengan tubuh yang sudah tak berdaya itu. "Leoon. haah, haah." Kata Rachel. Dan ia mengeluarkan 20 pedang malaikat lagi. "Ini kekuatanku yang terakhir, setelah itu, aku selesai." Kata Rachel yang mengeluarkan Awakeningnya lagi sambil berdiri dengan sempoyongan.


"Rasakan ini Racheeeeel." Kata Abraham dengan mengerahkan semua grypon sekaligus.


"HIAAAAAA." Suara Rachel yang menyerang grypon dengan pedang malaikatnya.

__ADS_1


BREDOOOM. Suara benturan antara grypon dan pedang malaikat. Pedang milik Rachel semuanya retak dan pecah di udara. Namun, grypon milik Abraham masih tersisa 4 ekor.


Sisa grypon itu pun menyerang Rachel. "Ah, tidak." Kata Rachel yang pasrah. Ia pun terkena serangan itu. "AAAAAARGh." Suara Rachel. Dan ia terpental kebelakang lagi.


Tubuhnya sudah lemas tak berdaya. Bahkan ia hampir pinsan disana. Namun, Rachel tetap memaksakan diri. "Hiks. Leoon. Hiks." Kata Rachel dan mencoba berdiri lagi.


"Haah, haah, Uhoouk." Suara Rachel terengah-engah dan mengeluarkan darah sambil bertekuk lutut.


"Hehe. Kau masih bisa berdiri Rachel.?" Kata Abraham.


Tiba-tiba serangan ribuan jarum melesat dengan cepat mengarah ke Rachel. "Haa." Suara Rachel terkejut.


"Arrgh. Uuh. Oogk. AAAA. Uhook." Suara Rachel kesakitan dan ia pun terbaring tak berdaya. "Haah, haah, haah." Suara Rachel yang terengah-engah sambil tergeletak ditanah. Bahkan matanya sudah mulai memburam.


Dengan kondisi seperti itu, ia sudah di ambang kematian. Bahkan ia sudah tidak bisa mengangkat tubuhnya.


"Apa dia sudah mati.?" Tanya Abraham.


"Sepertinya belum." Jawab Dona yang melihat Rachel masih memaksakan diri mengerakkan tanganya.


"Haah, hah. Aku harus bertarung. Uhoouk." Kata Rachel yang masih mencoba berdiri.


Lalu, tiba-tiba Abraham melesatkan serangannya dari jauh dengan tebasan kapak yang sangat kuat. "HAAAAA. MATI KAU RACHEEEEEL." Teriak Abraham.


"Ini gawat, aku harus menghindar." kata Rachel dalam hati yang mencoba bergerak kesamping. Namun, itu sudah terlambat. Tangan kiri Rachel terkena serangan itu dan tangannya terpotong.


"AAAAAAAAARG." Teriakan Rachel yang kesakitan. Tangan kirinya terpotong, dan darahnya keluar begitu banyak. "Sakit. Ini sakiit sekali. Hiks." Kata Rachel yang masih berusaha merangkak menjauh dari sana dengan menarik tubuhnya mengunakan satu tangan.


Rachel pun merangkak di bawah pohon dan bersandar di bawahnya. "Hah, hah. Arrgk. Uhuoouk." Suara Rachel kesakitan dan memuntahkan darah dari mulutnya.


"Dia masih hidup disana. Aku akan menyelesaikan ini." Kata Dona dengan membawa 2 tombak milik prajurit di bawah. Lalu tombak itu diterbangkan ke arah Rachel.


Rachel hanya pasrah dengan serangan itu. "Leoon, hiks, aku akan pergi dulu. Terimaksih kau sudah hadir dalam hidupku." Kata Rachel tersenyum sambil bersandar di bawah pohon dengan air matanya yang keluar begitu banyak.


Lalu. "Uhoouk." 2 tombak itu menancap di perut Rachel.


...


"Hem, sepertinya kita selesai." Kata Dona.


"hehehe. HAHAHAAHA." Suara tertawa Abraham.


...


Tiba-tiba Leon datang membawa Varel dan Nicol yang sudah pinsan. Ia datang tepat didepan Rachel mengunakan benda teleport yang di berikan Rachel. Dan ia melihat kondisi Rachel sudah tidak bergerak sama sekali. Dua tombak menancap di perutnya. Lalu, tangan kirinya terpotong, dan darah berceceran begitu banyak.


Raut wajah Rachel penuh dengan kesedihan dengan air mata yang membasahi wajahnya.


"Haa." Suara Leon terkejut. "Tidak mungkin. Ini tidak mungkin. Rachel. oe Racheel. Arrgh. Hiks. Rachel." Kata Leon dengan tercengang sambil menjatuhkan tubuh Varel dan Nicol tanpa di sengaja.


Ia berjalan perlahan ke arah Rachel. "Jangan mati Rachel. Rachel bangunlah. Jangan mati. hiks Jangan mati hiks. Rachel. HAAAAAAAAAAAAAAAA." Teriakan Leon penuh kesedihan dan air matanya keluar begitu banyak.


.....


"Haa. Tidak mungkin. Varel, Nicol.?" Kata Abraham sangat terkejut.


"Siapa dia. yang benar saja. Varel dan Nicol. Mereka sudah tak sadarkan diri." Kata Dona yang mulai mengeluarkan auranya.


"Dona, hati-hati sepertinya dia Maharaja." Kata Abraham dengan panik.


Lalu. " AAAAARRGH." Suara Dona. "AAAAARRGGH. Uhoouk." Suara Abraham kesakitan.


"Tenakan Ini. uhoouk. Aarrg. Aku tidak kuat, aku tidak kuat." Kata Abraham.


"Uhoouk. Uhouk. Aaarrrgh. Sakit sekali. Uhoouk." Kata Dona.


Tekanan yang sangat kuat keluar dari Leon. Bahkan ia tidak sengaja mengeluarkan aura tekanan itu.


.

__ADS_1


.


__ADS_2