Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Aku Tidak Bisa Meninggalkanmu


__ADS_3

[Castle Taman Surga]


Terlihat Leon dan Rachel sedang makan di dapur bersama Kibo. Lalu, Aries sedang menyiapkan makanan yang ada di dalam parsel. Namun, Leon masih mematung melihat makanan yang ada di depannya. Sebenarnya dia lagi melamun.


"Apa kau tidak suka dengan makanan itu Leon.?" Kata Rachel dengan melihat Leon sambil makan.


"Aaah, Leoon." Kata Rachel memanggil, Leon pun Kaget "HIII".


"Kenapa kamu tidak memakannya, apa kamu tidak suka dengan makanan itu.?" Kata Rachel penuh perhatian.


"Tidak, aku sangat suka makanan ini, terlihat sangat enak. Tapi kenapa, hanya kita yang memakan makanan enak seperti ini, sedangkan orang-orang di pelabuhan sedang kekurangan makanan." Kata Leon sambil memikirkan warga disana.


"Kau tidak perlu khawatir Leon, kami tidak akan lupa dengan itu. Mereka semua sudah mendapatkan makanan dan tempat tinggal lebih layak dari sebelumnya. Rachel mengunakan uangnya untuk kebutuhan mereka." Kata Aries yang sedang membongkar beberapa bungkus parsel.


"HAAaaah, Apa itu benar Rachel.?" Kata Leon yang kagum pada Rachel.


"Kamu. Kamu memalingkan perhatian kepada orang lain di depanku Leon." Kata Rachel dengan kesal dan cemburut sambil menatap Leon dan berhenti makan.


"Ehehe, maaf Rachel, aku hanya...." Bruoook. Rachel berdiri sampai menghantam meja makan. Wajahnya memerah sangat sedih. Dan Ia pun meninggalkan tempat itu.


"Aa, aah" Kata Leon dengan gagap sambil melihat Rachel Pergi.


"Aku sudah memberitahumu Leon, jangan sakiti dia, ikuti saja yang dia mau. Kau seperti biasanya, selalu memikirkan orang lain. Tapi kamu tidak memikirkanya, dia sangat Khawatir saat kamu terbaring di tempat tidur. Bahkan dia tidak pernah keluar kamarmu selama 37 hari. Dia selalu merawatmu dengan baik. Kau harus mengerti itu Leon. Hah, Aku tau, kau pasti memikirkan warga disana. Tapi itu sudah kita selesaikan. Kami belajar banyak darimu waktu dulu, tapi sekarang berbeda Leon. Hmmm, pergilah, bujuk dia." Kata Aries kepada Leon dengan Serius.


"Aku, aaku. Apa yang aku pikirkan. Huuuh." Kata Leon dengan sangat menyesal sambil berdiri.


Leon pun bergegas ke kamar Rachel.


"Huh, hubungan mereka sangat rumit. Leon tidak pernah peka terhadapnya." Kata Aries dengan menghela nafas, sambil duduk di depan Kibo

__ADS_1


"Seperti biasa, ia selalu membuat Rachel cemburu. Bahkan dirinya sendiri tidak di pikirkan. Ia hanya memikirkan orang lain, semua orang yang menderita di luar sana." Kata Kibo kepada Aries.


"Aah, kau benar Kibo, ia memang pemimpin yang tidak akan lahir lagi di dunia ini. Yang dia lakukan dulu hanya untuk Rachel, tapi karena ia sering melihat orang yang menderita, tujuan itu hilang. Hanya memikirkan semua orang hidup dengan layak. Rachel hanya terdiam dan mengikutinya saja. Tapi saat ia menghilang, ia sangat menderita. Justru kerajaan-kerajaan kecil yang dibangunnya, ikut dalam pembrontakan itu." Kata Aries yang bercerita.


"Leon bilang padaku, dia sudah tidak tertarik untuk menjadi Raja. Dia yang sekarang berubah Aries, tapi perasaanya pada orang-orang di luar sana masih sama. Sebenarnya Leon hanya ingin hidup normal bersama Rachel sekarang. Mungkin Ia hanya terbawa suasana." Kata Kibo sambil makan.


"Ah, semoga ia menjelaskan semuanya pada Rachel." Kata Aries yang mengkhawatirkan Rachel


"Kau tidak perlu Khawatir Aries, dia pasti bisa menyelesaikannya. Aku sangat kagum padanya, bahkan sekarang, tanganku terus gemetar di depannya. Apapun yang dia perintahkan padaku sekarang, akan aku lakukan, bahkan jika ia menyuruhku untuk membunuh diriku sendiri." Kata Kibo dengan serius kepada Aries.


"Kau benar Kibo, aku pun sama. Pengaruhnya tidak pernah padam. Maharaja, gelar yang pantas hanya untuk Leon." Kata Aries sambil melihat ke arah Leon yang sedang berjalan cukup jauh.


....


Di kamar Rachel. Rachel sedang terbaring memalingkan wajahnya dari pintu. Air matanya mulai menetes. Ia sangat kesal dengan sikap Leon terhadapnya. Dan ia sangat cemburu.


Leon pun masuk ke kamar Rachel dengan pelan-pelan. Pintu kamarnya sengaja tidak kunci, agar Leon bisa masuk membujuknya.


"Huuh" Leon yang menghela nafas dengan gugup.


"Rachel, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Hanya saja, aku melihat mereka di bunuh didepan mataku sendiri, aku hanya merasakan penderitaan mereka." Kata Leon yang basa-basi.


Rachel hanya terdiam di tempatnya. Leon pun menghampirinya, dan duduk di sebelahnya.


"Apa yang harus aku katakan disituasi seperti ini" Kata Leon dalam hati dengan sangat kebingungan.


"Maaf Rachel. Aku memang tidak bisa menyembunyikan perasaanku. Aku tau, kamu yang merawatku selama ini. Aku benar-benar sangat bodoh dengan hal semacam ini. aku sangat beryukur karena ada kamu disisiku. Maafkan aku Rachel." Kata Leon sambil melihat Rachel yang terbaring memalingkan tubuhnya.


"Huuh. Saat itu, aku melihat gadil kecil di bunuh oleh mereka. Bahkan kakek-kakek yang sudah tidak bisa berlari. Lalu, aku meneteskan air mata melihat seorang ibu meminta ampunan untuk bayinya padaku, seakan ia tidak perduli dengan nyawanya sendiri. Perasaanku sangat sakit, aku mendengarkan tangisan mereka, tangisan orang yang masih hidup, dan tangisan mereka yang sudah mati, itu mengema di depan telingaku." Kata Leon yang malah bercerita. Rachel pun masih diam tak memperdulikannya.

__ADS_1


Leon pun melanjutkan bicaranya. "Aku tidak sengaja mengeluarkan kekuatan penuhku, dan itu membuat pedangku dan terkendali. Kekuatan yang aku segel, seakan ingin keluar membantuku. Dan saat aku membuka segel itu. Aku merasa sudah tidak kuat, perasaanku dan tubuhku terasa sangat sakit sekali." Kata Leon bercerita dengan serius sambil memandang keluar jendela.


Rachel yang mendengarnya pun terkejut, namun ia masih sedih dan menangis.


"Aku merasa sudah tidak ada artinya aku hidup dengan kekuatan yang mengerikan ini. Lalu, aku memutuskan untuk mati bersama tombak-tombak itu, agar tidak terjadi lagi insiden Nasion." Kata Leon sangat serius.


Rachel yang mendengarnya justru semakin sedih dan suara tangisannya mulai keluar. Leon pun melihatnya, tapi tidak menyentuhnya. Dan ia melanjutkan ceritanya sambil tersenyum.


"Aaah, Tapi kau datang padaku, dan perasaan itu tiba-tiba hilang dari pikiranku. Kau memelukku dengan erat, dan aku melihatmu menangis. Aku tidak kuat melihatmu menangis Rachel. Itu juga menyakitiku, seperti saat ini." Kata Leon kepada Rachel, dan Leon memalingkan pandangannya melihat keluar jendela.


Saat itu juga, Rachel berhenti menangis seketika. Ia pun memalingkan tubuhnya ke arah Leon. Namun Leon tidak menyadari itu, ia melihat keluar jendela dengan sangat serius dan terlalu fokus dengan perasaanya.


"Aku baru menyadari saat itu, masih ada sesuatu yang sangat berharga untukku. Dan aku tidak sanggup meninggalkannya." Kata Leon yang terlalu fokus melihat keluar jendela. Tiba-tiba ia melihat Rachel yang sudah memalingkan pandanganya. Wajahnya memerah, dan perasaanya jadi tenang.


"Aaaaah, Rachel, kau membuatku terkejut." Kata Leon yang kaget melihat Rachel sedang melihatnya dengan serius.


"Apa itu benar Leon. Kau tidak akan pergi lagi.?" Tanya Rachel yang berharap Leon mengerti perasaanya.


"Hmm". Kata Leon sambil mengelus-elus kepalnya.


"Saat aku bertemu denganmu disini, dan aku mengetahui semuanya. Perasaanku hancur Rachel. Dan aku ingin hidup normal, aku sudah tidak ingin menjadi Raja lagi. Aku hanya ingin hidup bersamamu dengan tenang." Kata Leon dengan sangat Serius.


Rachel pun hanya terdiam, dan ia mulai menangis lagi. Tangisan kebahagiaan.


"Kau jangan menangis lagi Rachel, itu membuatku sakit." Kata Leon sambil mengelap air matanya.


Lalu tiba-tiba, kepala Rachel di pegang Leon dan menariknya, Wajah Leon mulai mendekat ke wajahnya. Dan ia pun menciumnya, tepat di bibirnya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2