Legenda Maharaja

Legenda Maharaja
Pembangunan (2)


__ADS_3

[Akademi Rousen]


Terlihat Leon dan Rewin sangat tercengan melihat jumlah uang yang di keluarkan Rachel.


"Aku memberikan uang ini hanya untuk pembangunan Akademi dan upah para pekerja. Jangan lupa, berikan padaku laporan keuangannya, aku tidak mau ada yang korupsi disini." Kata Rachel dengan tegas.


"Hamba tidak akan berani Dewi. Akan aku gunakan dengan sebaik-baiknya." Kata Rewin dengan gugup sampai tubuhnya gemetar cukup kencang.


"Ra, Ra, Racheeel. Berapa jumlah uang itu.?" Kata Leon yang masih terkejut.


"Ah, ini sekitar 5 miliyar Pon." Kata Rachel dengan santai.


"5 Miliyar Pon.!!!!." Kata Leon sangat terkejut.


"Ah, kau tau Leon, jumlah uang jaman dulu dengan sekarang berbeda. Mungkin kau dulu hanya membutuhkan 100jt Pon untuk membangun sebuah Castle beserta kotanya. Namun sekarang berbeda Leon. Harga barang terus naik setiap tahunnya. Meskipun tidak terlalu jauh." Kata Rachel kepada Leon.


"Meskipun begitu, itu membuatku sangat terkejut Rachel." Kata Leon yang masih terkejut.


"Eheem." Suara Rachel yang tersenyum kepada Leon.


"Rewin, dengan uang ini, berapa banyak Akademi yang akan kau bangun.?" Tanya Leon dengan tegas.


"Tuan, setiap pembangunan satu Akademi, mungkin sekitar 100jt Pon. Jadi kalau uang ini digunakan, bisa membangun 50 Akademi." Kata Rewin dengan jujur.


"Apa kau tau itu Rachel.?" Tanya Leon kepada Rachel dengan serius.


"Ah, aku tidak tau itu Leon. Apa sebaiknya aku kurangi.?" Kata Rachel dengan bingung.


"AAAAAHHH, Jangan Rachel. Aku punya rencana." Kata Leon sambil menarik Rachel menjauh dari Rewin.


"Rachel, katakan padaku dengan jujur, berapa banyak uang yang kau simpan sekarang.?" Tanya Leon dengan penasaran sambil berbisik kepada Rachel.


"Ah, itu. Mungkin sekitar 200 triliun Pon." Kata Rachel dengan santai sambil berbisik kepada Leon.


"Du, du, dua ratur triliun." Kata Leon dengan sangat terkejut. Lalu, ia pun tak sadarkan diri.


"Leon, Leoon. Kenapa kau pinsan. Rewin tunggulah di luar sebentar." Kata Rachel yang sangat panik.


"Ha, Baik Dewi." Kata Rewin dengan tegas, dan ia langsung keluar ruangan.


....


"Ada apa sebenarnya, kenapa tiba-tiba Tuan Leon pinsan. Apa karena ia masih sakit.?" Kata Rewin dalam hati dengan gelisah.

__ADS_1


....


Di dalam ruangan, Leon di sembuhkan oleh Rachel.


"Hiks, Leoon, kenapa setiap kali kau disini selalu pinsan. Bangunlah Leon, kau membuatku sedih." Kata Rachel sangat khawatir dengan air matanya yang menetes.


"Aah, maafkan aku Rachel, sepertinya aku terkena serangan jantung. Apa aku akan mati.?" Kata Leon yang sudah sadar dari pinsannya.


"Leooon, jangan mati, kau sudah berjanji padaku tidak akan meninggalkanku. Huaaaaah." Kata Rachel yang menangis sambil memeluk Leon.


"Aaaaaaah." Suara Leon yang berusaha bangkit.


"Rachel, aku sangat kagum padamu. Berhentilah menangis. Aku hanya Shock." Kata Leon sambil menenangkan Rachel.


"Em, Maaf Rachel. lagi-lagi aku membuatmu menangis." Kata Leon sambil mengelus-elus kepala Rachel.


"Baiklah Leon, aku akan berusaha tidak menangis lagi. Tapi jangan tinggalkan aku." Kata Rachel yang berhenti menangis sambil memeluk Leon.


...


"Uang sebanyak itu, dia kumpulkan hanya untuk membangun sebuah keluarga. ITU TERLALU BANYAAK. Huh, huh." Kata Leon dalam hati sambil memeluk Rachel.


"Baiklah Rachel. Aku juga akan berusaha tidak pinsan didepanmu. Aku benar-benar minta maaf sudah membuatmu khawatir." Kata Leon dengan tersenyum kepada Rachel.


"HOOOO. emosinya berubah terlalu cepat." Kata Leon dalam hati yang masih terkejut.


....


"Lalu, dimana Rewin.? Bisakah kau memanggilnya masuk Rachel.?" Kata Leon.


....


"Hamba menghadap Tuan. Apa Tuan tidak apa-apa.?" Kata Rewin yang khawatir.


"Ah, aku tidak apa-apa Rewin. Aku sudah memikirnya. Bisakah kau membangun 25 Akademi dengan uang ini. Aku mau kau membangun di semua wilayah, termasuk di pelabuhan Ame dan beberapa desa terpencil." Kata Leon dengan serius.


"Baik Tuan, lalu bagaimana dengan sisanya.?" Tanya Rewin yang kebingungan.


"Sudah pasti itu untuk biaya siswa. Gunakan 500rb Pon untuk membiaya setiap anak, dan gunakan 500rb Pon untuk membayar semua guru. Apa kau mengerti Rewin.?" kata Leon dengan serius.


"Baik Tuan, 500rb Pon bisa membiayai para murid selama 5 tahun setiap anak. Jadi itu hanya untuk 4.500 siswa yang mendaftar. Dan untuk membayar 500 guru." Kata Rewin kepada Leon.


"AAAAAHHH, Dia bisa menghitung dengan cepat." Kata Leon dalam hati dengan terkejut.

__ADS_1


"Ah, Rewin, berapa banyak siswa yang bisa di tampung di satu Akademi.?" Tanya Leon kepada Rewin.


"Baik Tuan. Dengan biaya pembangunan 100jt Pon, bisa menampung 10.000 siswa. Sudah termasuk asrama dan ruang kelas, bahkan bisa membangun lapangan olarahga dan fasilitas lainnya." Kata Rewin dengan jujur.


"Ahaha, sepertinya uang itu masih kurang. Pikiranku ternyata terlalu sempit." Kata Leon dalam hati.


"Benarkan Leon, aku harus menambah uang itu." Kata Rachel dengan serius.


"Kau benar Rachel. Hmm, sepertinya aku meremehkan masalah ini." Kata Leon dengan gelisah sambil memejamkan mata.


"Baiklah Rewin, simpan uang ini dulu, aku akan memberikanmu cincin dimensi yang aku buat. Kau bisa mengambil uang dari situ." Kata Rachel kepada Rewin.


Lalu, cincin itu keluar dari udara di depan Rewin. Dan Rewin pun mengambilnya.


"Ada berapa banyak uang di situ Rachel.?" Tanya Leon yang penasaran.


"Aku akan memberitahumu, tapi kau harus berjanji padaku, kau tidak boleh pinsan lagi." Kata Rachel dengan tatapan tajam.


"Ah, baiklah. Aku sudah siap untuk itu." Kata Leon dengan santai sambil bernafas panjang.


"Uang yang ada di cincin itu ada 1 triliun Pon. Kau bisa gunakan itu, untuk semua murid yang ada di 25 Akademi. Gunakan itu dengan bijak Rewin." Kata Rachel dengan tegas.


"Aa, aa, aa, sepertinya aku akan mati." Kata Rewin yang tiba-tiba pinsan. Dan Rachel menoleh ke arah Leon, memastikan ia tidak pinsan.


"Aa, aa, aku baik-baik saja Rachel." Kata Leon dengan terkejut. Lalu, Rewin di bangunkan oleh Leon.


....


"Jadi, berapa banyak siswa yang akan hidup di Akademi cabang Rewin.?" Tanya Leon dengan serius.


"Maafkan Hamba Tuan. Hamba sangat terkejut mendengarnya. Untuk 1 triliun Pon. Bisa untuk 2jt siswa yang mendaftar. Namun, jumlah itu melebihi quota Akademi Tuan." Kata Rewin dengan jujur.


"Sepertinya kau harus menguranginya Rachel. Berikan 500 miliyar Pon kepada Rewin. Itu bisa untuk membiayai para murid selama 10 tahun dan membayar para guru. Untuk sisanya, gunakan untuk membeli keperluan sekolah Rewin. Lalu, setiap 5 tahun sekali, tarik uang daftar ulang dari separuh harga yang sudah di tetapkan. Uang yang di berikan itu, hanya untuk subsidi bagi mereka. Aku akan berusaha membangun ekonomi di kerajaan ini. Agar mereka bisa membayar untuk kehidupan mereka sendiri." Kata Leon dengan bijak.


"khaaaa." Suara Rewin yang terkejut.


"Tentu, jangan lupa buat Laporannya Rewin. Aku akan memantau setiap pengeluar yang kau gunakan." Kata Rachel dengan tegas sambil menarik sisa uangnya yang berada di cincin dimensi.


"Hamba akan melakukannya dengan sebaik-baiknya Dewi." Kata Rewin dengan serius.


"Baiklah Rewin, aku akan pergi ke istana bersama Rachel sekarang." Kata Leon kepada Rewin. dan mereka pun menghilang dari ruangan itu.


.

__ADS_1


.


__ADS_2